![Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ibu-muda-presiden-lian--revisi-.webp)
Setelah Sean dan ayahnya kembali kerumah setelah acara makan malam itu selesai, memang acara makan malam itu sudah selesai tapi Lisa belum bisa kembali ke kamarnya karena ayah Lisa ingin berbicara sesuatu dengannya, Lian ingin membicarakan tentang perjodohan Kevin dengan seseorang yang jelas dia adalah anak teman ayahnya.
Kini Lian, Risa dan Lisa sedang berada diruang tamu.
“Lisa, bagaimana dengan kuliahmu?” tanya Lian yang mulai membuka percakapan mereka.
“Kuliahku baik, aku hanya sedang memikirkan skripsiku saja Ayah”
“lalu hubunganmu dengan Sean?”
“Ayah! Kita hanya berteman, kami tidak pacaran”
“putri ayah sangat sensitif, jika membahas seorang pria”
“Jika ayah terus membahas Sean, aku akan kembali ke kamarku”
“Lian, sudah cukup!” ucap Risa yang mencubit lengan Lian.
“Baiklah, sebenarnya selain membicarakan perjodohan Kevin, ayah ingin membicarakan hal lain”
“Ayah ingin menjodohkan ku?” ucap Kevin yang sudah pulang, dia langsung berjalan mendekati mereka yang sedang berada diruang tamu.
“Ayah, kenapa Ayah ingin jodohkanku? Apa aku terlihat tidak pantas untuk memilih wanita yang aku nikahi?” tanya Kevin yang mendudukan tubuhnya disamping Lisa yang sedang memakan ice Cream.
“Hai adik kecil! Kau jangan lebih sering memakan Ice Cream di malam hari, itu akan membuatmu gemuk dan akan terlihat jelek” ucap Kevin yang tiba-tiba mengambil Ice Cream yang ada di tangan Lisa.
“Kakak Kevin kembalikan Ice Creamku! Aku baru saja membelinya” Lisa yang tidak suka jika makanan kesukaannya diambil begitu, dengan kesal dia memukul tangan Kevin dan meraih kembali Ice Creamnya yang direbut.
“Kalian berdua ini masih saja bertengkar tentang hal kecil, Kevin jangan terus menggoda Lisa, Dia sedang kesal karena Sean tadi kemari” Ucap Risa yang sedang memberikan secangkir teh ke Kevin dan secangkir Coffe untuk Lian.
“Kevin! Ayah ingin berbicara serius denganmu” dia meneguk Coffee itu dan meletakkan kemeja kembali.
“lagi pula kenapa ayah tiba - tiba ingin menjodohkanku? Aku masih muda, aku ingin menikmati pekerjaanku dan juga mengganggu adik kecilku ini” Kevin merangkul Lisa, dengan gemasnya kepada Lisa, dia mengacak-acak rambut adiknya yang sama sekali tidak terusik, Lisa terlalu menikmati Ice Cream itu.
“Ya, kenapa Ayah ingin menikahkan Kakak Kevin, bukankah itu tidak adil untuknya”
“Lian bukankah aku tidak setuju dengan itu, kenapa kamu malah ingin membahasnya” ucap Risa yang ikut membela Kevin.
__ADS_1
“aku hanya meminta pendapat kalian! Bukan benar-benar akan menjodohkan Kevin itu saja, kenapa kalian berkata seakan-akan aku yang jahat disini”
“Ya, sudah jelas jika aku menolak ayah!” ucap Kevin.
“Ibu juga menolaknya, aku masih ingin bersama putraku lebih lama lagi”
“Lisa juga tidak setuju, nanti siapa yang akan membantu mengerjakan tugas Lisa ”
“setidaknya cobalah untuk menemuinya sekali saja Kevin, sebelum mengambil keputusan, menurut Ayah dia sangat cocok untukmu”
“Ayah.. Kevin masih mampu untuk menemukan cinta sejati Kevin sendiri, bukankah ayah menikah dengan Ibu bukan karena perjodohkan? Tapi karena ayah mencintainya dan sebaliknya Ibu juga mencintai ayah, aku juga ingin merasa jatuh cinta pada pandangan pertama, merasakan mencoba membuatnya menerima diriku apa adanya, aku juga ingin merasakan proses perkenal yang terjadi begitu saja tanpa ada paksaan dan juga menjadi Kakak yang baik untuk Lisa ketika dia mulai menyukai seorang pria, setidaknya saat dia bingung aku bisa membantunya memberikan saran atau solusi” Ucap Kevin yang mencoba menyatakan perasaannya.
“putra Ibu sudah dewasa sekarang”
Lian hanya mengangguk mendengar jawaban Kevin yang di luar dugaannya, ternyata putranya sudah dewasa, seorang putra yang dulu sempat tidak diterima kehadirannya, putra kecilnya yang pernah mengisi hari-harinya saat dirinya sedang sibuk, putra kecilnya yang telah mempertemukannya dengan Risa. Kini sudah menjadi seorang Kakak yang dewasa, Kevin tumbuh dengan sangat baik, Lian baru menyadari jika waktu berjalan begitu cepat, baru rasanya kemarin dia mencoba menerima Kevin tapi sekarang dia menjadi pria yang akan menjadi kepala keluarga.
“baiklah, Ayah tidak akan membahas perjodohan Kevin, tidak kecuali untuk Lisa, dia akan tetap ayah jodohkan dengan Sean”
“Ayah! Lisa tidak mau! Kenapa jadi Lisa yang dijodohi! Kakak Kevin aku tidak mau menikah aku masih aku jalan-jalan, bermain dengan teman-temanku” Lisa yang mulai menunjukkan sisi manjanya pada Kevin.
“What???” Lisa dan Kevin secara serentak mengucapkan kata itu secara bersamaan.
“Ibu, jangan pergi, siapa yang akan membantu Lisa, Ibukan tahu jika Lisa belum pandai memasak?”
“Ayah apa bisnis ayah di inggris bermasalah? Kenapa tidak mengutus aku saja, Ibu dan Ayah tidak perlu harus kesana”
“Kevin, kamu akan segera dipromosikan di perusahaan Jung, tugasmu akan lebih banyak daripada yang sekarang, itu hanya masalah Kecil saja, lagi pula Ayah ingin berlibur dengan Ibumu” ucap Lian, dia melirik ke arah Risa sebentar.
“Ibu, Lisa mau ikut boleh Ya?? Ayah Risa mau ikut!!”
“Lisa, Kali ini Ibu tidak bisa mengajakmu sayang”
“kenapa?”
“bukankah Lisa sedang sibuk dengan kuliahmu?”
“lalu aku akan sendirian dirumah ini? Kakak Kevin pasti akan jarang pulang, karena sibuk dengan pekerjaannya” ucap Lisa yang mulai memajukan bibirnya.
__ADS_1
“kamu bisa mengajak temanmu untuk menginap disini Lisa” ucap Kevin yang memulai melepaskan rangkulannya.
“sudah cukup pembahasan kali ini kita tunda dulu, sudah malam kalian harus beristirahat kita bicara lagi nanti saat weekend saja, ayo Lisa kembali ke kamarmu dan Kevin kamu bisa makan malam dulu, Ibu masih menyimpan sisa makan malam”
“baiklah, Ayah, Ibu, dan Kakak Kevin, aku kembali ke kamar dulu, selamat malam” Lisa mulai melangkah meninggalkan ruang tamu.
“terima kasih Ibu, tadi aku sudah makan malam bersama temanku, aku akan langsung beristirahat, selamat malam” Kevin juga menyusul Lisa.
Hanya tinggal Risa dan Lian yang berada di ruang tamu.
“kamu mau kemana?” ucap Lian yang langsung menarik tangan Risa yang hendak pergi dan memposisikan Risa untuk duduk dipangkuannya.
“Lian lepaskan! Malu jika dilihat oleh Kevin dan Lisa, aku ingin merapikan dapur”
“aku hanya merindukanmu, kamu jarang memperhatikanku, kita bahkan jarang berhubungan in...”
Risa langsung menutup mulut Lian dengan satu tangannya, dia menatap Lian dengan tatapan tajam “Lian! Tidakkah kamu malu dengan usiamu?”
“usia? Aku masih mampu untuk membuatmu tak berdaya diranjang!”
“Kau--”
Lian memotong ucapan Risa dengan menciumnya, dia menarik Risa untuk lebih dekat dengannya, ciuman itu berlangsung lama, sampai tanpa sadar Risa sudah berada dibawah tubuh Lian, pakaian juga mulai berantakan akibat ulah Lian.
“Lian--aku--Sudah--Kehabisan nafas!”
“kita lanjutkan di kamar saja” seperti Lian tidak mau Risa menolaknya, dengan sengaja dia menggendong Risa dan membawanya kembali ke kamar.
“Lian turunkan aku! Aku belum mencuci piring!”
“Risa tidak ada penolakan! Aku ingin membuat baby lagi”
“apa kau gila! Aku tidak mau!”
“Ya, aku memang sudah gila karena mencintaimu terlalu dalam”
Malam itu Risa tidak diberi kesempatan untuk kabur dari cengkraman Lian, mungkin sudah waktunya mereka menikmati indahnya kehidupan rumah tangga mereka yang sempat tertunda karena jadwal Lian yang begitu sibuk.
__ADS_1