![Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ibu-muda-presiden-lian--revisi-.webp)
Keesokan harinya .....
Lisa membuka kedua matanya dengan malas saat mendengar suara sering alarm yang berasal dari ponselnya terus berdering mengganggu tangannya, tangannya terus mencari letak dimana ponselnya berada.
Itu bukan suara alarm melainkan suara panggilan masuk dari seseorang, dengan kesadaran yang belum terkumpul, Lisa mencoba melihat siapa yang menelponnya sepagi ini!, padahal mata kuliah baru akan mulai siang hari.
“ada apa sona?”
“hari ini kamu masuk siang?”
“Ya, jadi kamu menelpon hanya untuk mengatakan itu?”
“kamu marah padaku? Lisa hari ini aku ingin membeli buku untuk memperbaiki skripsiku, hari ini aku sedang tidak ada kelas”
“aku masih banyak tugas Sona, kamu bisa minta pada yang lain saja? Bagaimana dengan kakak kevin saja?”
“keluargamu sangat suka menyuruhku untuk berduaan dengan kakakmu? Sudahlah aku malas berbicara denganmu”
“baiklah, aku akan menyampaikannya pada kakak Kevin”
“Lisa-”
Dengan sengaja Lisa mematikan panggilan itu, baru saja dia ingin melangkah turun dari ranjang, dia melihat layar ponselnya, disana ada satu pesan yang belum dibaca.
Pesan itu dari Han yang dikirim tadi malam, sayang sekali Lisa sudah tertidur, tugas yang sangat banyak membuatnya ketiduran dan melupakan segalanya, pesan yang dikirim Han membuat Lisa tersenyum.
'pria itu terus berbicara manis membuatku tidak bisa berhenti memikirkannya'
Lisa memutuskan untuk segera keluar dan berjalan ke kamar Kakaknya yang ada di seberang kamarnya, dengan sangat kencang dia mengetuk pintu itu tanpa sopan santun.
“kakak Kevin!”
“Kakak Kevin!”
“kakak! Kakak Kevin! Bukan pintunya”
Lisa terus mengetuk pintu itu tanpa menyerah, mengganggu kakaknya adalah hal yang sangat menyenangkan, dan menjadi hiburan tersendiri.
“Apa! Kau mengganggu sekali!”
Dengan wajah yang masih muka bantal, Kevin membuka pintu itu dengan kasar, kevin menatap Lisa yang ada di depan pintunya.
“Sona bilang dia ingin kamu yang mengantarnya ke toko buku, kau bersiap-siaplah dan jemput dia!”
“Hei! Lisa! Kau tidak ada sopan santunnya!”
Lisa kembali ke kamarnya dan meraba ponselnya, dia ingin menelpon Han tapi dia tidak ingin mengganggunya, Lisa memutuskan untuk membalas pesan Han yang tadi malam.
by : Lisa
selamat pagi Han ....
Maaf jika aku baru membalas pesanmu, tadi malam aku sangat fokus mengerjakan tugas kuliahku sampai tertidur ....
Bagaimana harimu hari ini? Dan apakah kamu sudah bangun atau sedang memeriksa pasien?
Setelah sekian lama aku akhirnya bisa beraktivitas seperti dulu.
Aku akan memegang janjimu Han ...
Ku harap hari cepat berlalu dan kita segera bertemu.
Aku juga mencintaimu ... See you later ...
Setelah berpikir keras untuk membalas pesan Han, dia menekan tombol kirim pada layar ponselnya, Lisa tidak berharap Han langsung membalas pesannya. Baru saja ingin melangkah turun dari ranjang ponselnya berdering kembali, tapi kali ini berbeda, itu sebuah nada dering panggilan masuk.
__ADS_1
'Han menelpon? Panggilan Video Call? Aku sekarang lagi jelek dan belum sempat merias diri'
Karena panik Lisa berpura-pura menarik selimutnya, yang menunjukan dirinya baru saja bangun, lalu dengan santai dia menerima panggilan Video Call, menyembunyikan sedikit tubuhnya dibalik selimut.
Han : “kamu baru bangun?”
Lisa : “Hm--Aku baru bangun karena bunyi alarm dan aku melihat ada pesan darimu, aku pikir untuk membalasnya baru aku akan mandi”
Han : “apa aku mengganggu?”
Lisa hanya menggelengkan kepalanya, dia melihat Han yang sudah rapi dengan pakaian seragamnya, pria semakin hari semakin tampan saja, membuat Lisa extra sabar untuk menahan dirinya, ketika bertatapan dengan Han walaupun hanya dari layar ponsel.
Han : “terimakasih sudah membalas pesanku, rasa sangat berbeda saat berbicara langsung daripada melalui ponsel, kamu tidak kuliah?”
Lisa : “lain kali kirimkan pesan padaku siang atau sore hari jangan malam hari, hari ini aku kuliah siang”
Han : “baiklah, kapan kelulusanmu?”
Lisa : “dua bulan lagi”
Han : “Oh, aku ingin sekali memelukmu Lisa, tapi butuh waktu lama untuk bertemu, aku akan meninggalkan rumah sakit ini”
Lisa : “apa kamu akan bekerja di korea?”
Han : “jangan pikirkan hal itu, fokus saja pada kuliahmu, aku janji kita pasti akan bertemu tapi bukan dekat-dekat ini mungkin bulan depan”
Lisa : “baiklah, aku merindukanmu Han”
Han : “aku juga selalu merindukanmu sayang, jangan kesehatanmu, aku harus menyelesaikan pekerjaanku, aku akan mengirim pesan nanti lagi sampai jumpa”
Lisa hanya bisa membalas dengan melambaikan tangannya di layar ponselnya, tak lama kemudian Han memutuskan Video Call itu, Lisa menghela nafas panjang, setidaknya hari ini mereka masih bisa bertatap muka melalui ponsel dan mengobrol beberapa hal.
Lisa melihat jam sudah menunjukan pukul delapan pagi, dia harus segera mandi dan berangkat kuliah, dia harus bertemu dengan dosennya, sebentar lagi Lisa harus menghadapi sidang dan skripsinya belum juga diperbaiki, ini adalah beban saat kuliah sudah mendekati semester akhir yang dimana dirinya harus lebih banyak mengejar bosen.
setelah rapi dengan pakaian yang biasa Lisa gunakan, kakinya Lisa menuruni anak tangga dengan cepat, dia ingin segera sarapan dan bertemu dengan keluarganya, sarapan bersama di pagi hari adalah hal yang sangat Lisa inginkan setelah lama berbaring dirumah sakit.
“Ayahmu sudah berangkat, dan kakakmu sedang pergi kerumah Sona, katanya Sona yang memanggilnya”
“Oh, Ya aku lupa, Ibu aku ingin sarapan dengan Ramen”
“baiklah, ayo kita makan Ramen bersama, kebetulan tidak ada ayahmu jadi kita bisa makan dengan tenang”
“Ibu yang terbaik”
Lisa memilih untuk duduk di meja makan, dia hanya menatap Ibunya yang sedang sibuk membuat sarapan untuk mereka berdua, Lisa tersenyum.
semua ini sangat membuat hatinya tenang, kembali kerumah dan melakukan aktivitas seperti biasanya, Lisa sangat berterimakasih pada tuhan yang selalu memberikan kebahagiaan padanya tanpa Lisa pinta.
Waktu berjalan beriringan bergantinya detik menjadi menit menjadi jam dan jam bertukar dengan waktu, hari sudah menunjukan pukul 12 siang, waktunya semua pekerja di rumah sakit untuk beristirahat selama satu jam, sama seperti dokter lainnya, Han juga memanfaatkan waktu itu untuk menghubungi sang Ayah.
Ayah : “Kapan kamu akan pulang Kim Hyung Han?”
Han : “Ayah, aku akan pulang minggu depan, aku meneleponmu hanya ingin menanyakan kabar kesehatanmu saja”
Ayah : “aku Baik-baik saja, Sean merawatku dengan baik”
Walaupun ucapan Ayah Han, seperti orang yang sehat namun dari hembusan nafas yang terdengar sama ditelinga Han, membuat Han mengambil kesimpulan jika penyakit asma Ayahnya semakin parah.
Han : “Ayah jagalah kesehatanmu, berhentilah pikirkan masalah urusan kantor, aku yang akan segera mengambil ahli”
Ayah : “bagaimana Ayah bisa tidak memikirkan masalah kantor kalau kau tidak mau pulang sekarang”
Han : “Ayah, aku tidak bisa meninggalkan Tuan Park begitu saja, selama aku disini dialah yang menjadi ayah bagiku”
Ayah : “kau masih berhubungan dengan pria itu? Dia pria yang membunuh ibumu dan membuatku berpisah dengan Ibumu Han”
__ADS_1
Han : “Ayah, kamu salah paham padanya! Ibu pergi meninggalkan Ayah karena penyakit kanker yang diderita, dia tidak mau menyalahkan siapapun! Ayah, Tuan Park bukan seorang pembunuh, jika kamu ingin aku kembali, maka percayalah dengan ucapanku, sampai jumpa, aku akan menghubungimu lagi"
Ayah : “Han--”
Han mematikan panggilan itu, dia tidak mau berdebat dengan sang ayah, dia tidak mau meluapkan emosinya pada sangat sang Ayah, setelah kembali ke korea Han harus menyelesaikan masalah ini dengan ayahnya.
Han berfikir untuk melakukan apa disaat waktu luangnya saat ini, dia ingin menghubungi Lisa namun gadis itu pasti masih kuliah dan belum selesai, sangat sulit jika harus mementingkan ego atau situasi, jika Han tidak memberikan kabar pada Lisa nanti gadis itu akan memarahinya lagi karena tidak memberinya kapan, jika dia tetap menghubunginya Han takut akan mengganggu konsentrasi Lisa.
“Sial! Bagaimana nanti jika aku akan pergi keparis untuk mengambil ahli perusahaan Ayah? Bisa mati berdiri, jika aku terus seperti ini, oh ayolah ini baru dua hari gadis itu sudah pergi tapi rasa rindunya seperti tidak bertemu selama berbulan-bulan”
Han menjambak rambutnya dengan frustasi, dia tidak bisa memilih mana yang harus dia lakukan, namun kebingungannya tergantikan dengan suara dering pesan masuk pada ponselnya.
By : Lisa
Apa yang sedang doctor kulakukan saat ini?
Aku baru saja keluar kelas dan segera menuju kembali ke rumah ...
Apa kamu sedang sibuk dokter Han?
Han tersenyum membaca pesan dari Lisa, dia menekan tombol balas di layar ponselnya yang tipis, mengetik beberapa kalimat dan mengirimnya pada Lisa.
By : Han
Aku sedang memikirkanmu...
Bagaimana dengan kuliahmu hari ini?
Ini sudah jam makan siang, apa kamu sudah makan siang?
Hati-hatilah dijalan! Jangan terlalu fokus padaku! Hubungi aku jika kamu sudah sampai dari rumah
Satu menit kemudian Lisa membalas pesan Han, saat dirinya sudah duduk didalam bus dalam menuju kembali ke rumahnya.
By : Lisa
Kuliahku seperti biasa, aku akan lebih banyak bertemu dengan bosen akhir-akhir ini ....
Aku sedang didalam bus sambil memakan roti dan susu, apakah kau tidak makan siang?
Han terdiam saat membaca pesan Lisa, jika Lisa tidak menegur Han mungkin sampai nanti sore pria itu tidak makan, dia perhatian pada orang lain tapi tidak peduli dengan dirinya sendiri, Han segera berjalan ke kantin rumah sakit dan sebelum pergi dia membalas pesan Lisa dulu.
By : Han
Kamu pasti akan lebih sibuk dari biasanya ...
Aku sedang menunggu di kantin untuk mengambil makananku, apakah kamu sudah didalam bus menuju rumahmu?
Tiba-tiba ponsel Lisa mati, dia lupa mengecas ponselnya hingga baterainya habis, padahal baru saja dia ingin membalas pesan Han.
Dan bus pun penuh dengan penumpang yang baru naik, ada seorang itu hamil yang tidak kedapatan tempat duduk, Lisa langsung bergegas mengajak wanita hamil itu untuk duduk di tempatnya, Lisa pun berdiri dan satu tangan memegang tiang.
Selama diperjalanan kembali pulang, Lisa memperhatikan kota Seoul yang tidak jauh berbeda dengan kota Tokyo, cuaca hari ini tidak terlalu dingin, namun jalanan masih tertutup pintunya salju, Lisa terlalu fokus melihat keluar jendela hingga tidak mampu menyimbangi tubuhnya saat bus tiba-tiba saja mengerem mendadak dan membuat tubuhnya hampir jatuh jika seseorang tidak menarik tubuhnya.
“kamu baik-baik saja?”
Tanya seorang pria yang ada di belakang tubuh Lisa yang masih menahan tubuh Lisa, Lisa hanya bisa gugup saat suara pria di belakangnya terasa begitu jelas di telinganya.
“Ya, terima kasih, bisakah anda melepaskan tangan anda”
Pria itu segera melepaskan tangannya yang berada diperut Lisa, dia merasa malu karena ucapan gadis di depannya, “maaf”
Lisa mengalihkan pandangannya ke arah belakang, dia mencoba melihat pria yang tadi menolongnya, tatapannya langsung bertemu dengan wajah pria itu, tapi detak berikutnya Lisa langsung menundukkan pandangannya dari pria itu dan memilih untuk memandang kearah lain.
Lisa sadar jika dia harus menjaga hatinya dari pria lain, dia tidak boleh menyukai pria lain disaat sang pujaan hati sedang berjuang untuk memenuhi semua persyaratan dari kedua orang tuanya. Hingga akhirnya bus itu berhenti tepat di halte dekat dengan rumahnya.
__ADS_1
saat pintu terbuka Lisa segera melangkah keluar dari bus dan mulai berjalan meninggalkan halte, untuk kembali ke rumahnya yang tidak jauh dari halte, pikirannya masih memikirkan pria yang tadi menolongnya, seharusnya dia cukup menarik tangan Lisa tidak perlu sampai menahannya dengan memeluk Lisa dari belakang. selama diperjalanan kembali pulang Lisa hanya bisa memarahi kecerobohan dirinya.