![Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ibu-muda-presiden-lian--revisi-.webp)
Sudah tiga berlalu begitu saja, Lisa dan ibunya masih memilih untuk tetap dirumah Han, pertengkaran yang terjadi pada orang tua Lisa membuat sang ibu sulit untuk kembali lagi, ponsel Lisa juga terus berdering karena sang ayah yang terus menghubunginya.
Hingga akhirnya sang ayah menghubungi Kevin dan membuat semua masalah ini semakin panjang, ditambah masalah baru ayah Han yang tiba-tiba masuk rumah sakit karena penyakit jantung, saat ink di rumah tamu Han sudah ada Kevin, Lisa dan Risa. Tidak ada Sona karena Kevin mengatakan jika istri sedang tidak enak badan dan tidak bisa berjalan dengan baik, Ya itu hanya alasan saja agar sang adik dan ibunya tidak curiga karena Kevin dan Sona masih dalam fase dimana keduanya mencoba untuk menyelesaikan pertengkaran mereka, Kevin pikir masalah ini tidak boleh sampai melibatkan siapapun.
Kevin menatap wajah sang ibu yang terlihat sangat kurus padahal baru 10 hari mereka tidak bertemu tapi perubahan itu sangatlah kelihatan pada wajah sang ibu dan tubuhnya, berbanding terbalik dengan Lisa yang semakin berisi, Kevin jadi bingung sebenarnya situasi apa yang sedang terjadi setelah dirinya pergi meninggalkan rumahnya, belum lagi sang ayah yang terus menelponnya mengatakan apakah di rumahnya ada ibunya, sang ayah juga sekarang menjadi seorang yang pemabuk hingga membuat Kevin harus menjemputnya setiap malam, dan belum lagi masalah rumah tangga yang baru berjalan beberapa hari namun harus mengalami konflik perselisihan yang sangat rumit untuknya.
Sungguh konflik permasalahan hidup, Lisa merasa takut untuk menatap sang kakak yang terlihat sang frustasi, lingkaran hitam di matanya menjelaskan semua ini, sebenarnya Lisa tidak ingin menyeret sang kakak yang pada akhirnya harus disini, ini bukanlah hari libur jadi seharusnya Kevin sudah duduk di kursi kebesarannya dan mengurus semua permasalahan perusahaannya, Lisa juga tahu jika sang kakak akan segera pergi ke inggris untuk bekerja sama dengan perusahaan disana.
“Ibu sebenarnya apa yang terjadi? Ada apa dengan kalian? Dan aku masih tidak mengerti kenapa kalian berdua ada dirumah Han?”
Kevin melontarkan begitu banyak pertanyaan yang tidak tahu kenapa tujuannya pertanyaan itu, Lisa dan Risa hanya bisa saling memandang untuk menentukan siapa yang akan menjawab semua pertanyaan Kevin, yang memutuskan untuk memulai percakapan di saat keheningan mulai memenuhi ruangan.
“sebenarnya kami tidak ingin melibatkan dirimu kakak” ucap Lisa, dia mengalah untuk menjawab pertanyaan sang kakak.
“aku juga bagian dari keluarga ini bukan?”
“kakak--”
“biar ibu saja yang menjelaskan semua masalah ini, Lisa biarkan saja kakakmu tahu, dia sudah terlanjur mengetahuinya”
“apa kamu hamil Lisa?”
“tidak!”
“Kevin, dengarkan penjelasan ibu dulu baru kamu bisa menyimpulkan apa yang terjadi, ayahmu dan ibu bertengkar--” ucap Risa, dia berhenti sejenak untuk menghela nafas panjang, ada sedikit keraguan untuk mengatakan masalah ini, Risa takut Kevin salah paham dan malah mengira Risa menyuruh untuk membenci sang ayah.
“ibu apa terjadi? Kenapa kalian bisa bertengkar?” ucap Kevin, dia terlalu penasaran dengan apa yang terjadi pada keluargamu.
“Kevin, maafkan ibu, pertengkaran ini terjadi karena ayahmu yang terus memaksa Lisa untuk menikahi Han, kamu tahu sendiri Lisa ingin menjadi dokter tapi ayahmu tidak memperdulikan itu, dia hanya memikirkan bisnisnya yang harus semakin maju, ibu menentangkan dan memilih untuk pergi” ucap Risa
“lalu untuk apa ayah menyuruhku pergi ke inggris? Lalu aku harus tinggal disana enam bulan, ayah bahkan melarangku mengajak Sona”
“apa? Tunggu Kevin kamu baru saja menikah dan meninggalkan istrimu? Enam bulan bukan waktu singkat” ucap Risa, dia terlihat terkejut dengan apa yang dikatakan pada Kevin, selama ini Risa tidak pernah berpikir bahwa Lian akan melakukan itu pada anak-anak, memisahkan orang yang baru saja menikah.
“Han juga akan pergi ke inggris karena ayahnya memintanya” ucap Lisa, gadis itu juga tidak mau tinggal diam hanya mendengarkan percakapan sang kakak dengan ibunya.
“apa sebenarnya Lian rencanakan?”
Tiba-tiba ponsel Lisa berdering, di layar ponselnya bertuliskan nama Han, tanpa menunggu lama lagi dia mengangkat panggilan dan meninggalkan ruang tamu.
Han : Lisa?
Lisa : Ya, Han ada apa?
Han : apa kamu baik-baik saja? Aku dengar Kevin kerumahku.
Lisa : Han masalahnya sangat panjang, aku sulit menjelaskannya, bagaimana dengan ayahmu?
__ADS_1
Han : maaf aku tidak bisa ada di sana untuk memberikan solusi, ayahku masih dalam masa krisisnya
Lisa : seharusnya aku yang minta maaf karena tidak bisa menemanimu di saat masa sulitmu, aku akan kesana jika masalah ini sudah terselesaikan.
Han : baiklah, hubungi aku jika kamu ingin kemari
Lisa mematikan ponselnya, dia berjalan kembali ke ruang tamu, melihat sang ibu yang masih bingung dengan situasi yang sedang terjadi, Lisa juga tidak tahu harus berbuat apa, ini semua di luar dugaan Lisa dan kemampuan batasnya, harusnya gadis itu sudah ada di rumah sakit untuk mengurus para pasiennya.
“bagaimana dengan kondisi ayah Han?” tanya Risa
“masih belum ada tanda-tanda jika Tuan Kim lewat dari masa krisisnya”
“ibu, aku rasa jalan satu-satu untuk mengetahui semua rencana ayah adalah dengan kembalinya ibu”
“tapi kakak Kevin, ini terlalu memaksa ibu, kakak tidak tahu betapa berubahnya ayah sekarang”
“Ya, aku tahu Lisa, aku tidak mungkin menyuruhmu atau diriku, apalagi ayah berfikir aku tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini”
“mungkin yang dikatakan Kevin benar, hanya ibu yang bisa melakukannya, semua akar permasalah ini bermula karena pertengkaran kami”
“ibu yakin?”
“Lisa, ibu juga tidak bisa lari dari masalah ini bukan? Bagaimanapun dia suami ibu walau ibu sudah melepaskan cincin pernikahan kita”
“baiklah aku akan menghubungi ayah dan mengatakan jika sore nanti ibu akan kembali kerumah” ucap Kevin.
“tidak ada yang terjadi, aku dan Sona baik-baik saja, baiklah aku akan kembali pulang, jika ada sesuatu hubungi aku saja” ucap Kevin, dia mengambil jasnya dan berjalan meninggalkan rumah Han, rasanya kepalanya begitu pusing memikirkan masalah keluarganya.
“ibu, akan merapikan barang-barang ibu” ucap Risa
“lalu aku bagaimana?” tanya Lisa
“Lisa, bisakah kamu tinggal bersama Han untuk beberapa hari? Ibu takut kamu melihat kami bertengkar lagi” ucap Risa, dia mulai menaiki anak tangga.
Lisa terdiam di ruang tamu, dia berbaring dirinya di sofa dan menatap langit-langit ruang tamu, permasalahan yang begitu rumit, Lisa tidak pernah berfikir jika permasalahan rumah tangga bisa serumit ini sampai harus melibatkan anak-anaknya.
Dia mengambil ponsel, mengetik beberapa kata di layar ponselnya dan mengirimkan pada Han.
By : lisa
Han, kamu masih dirumah sakit?
Beberapa menit kemudian Han membalasnya
By : Han
Ya, kamu sudah selesai?
__ADS_1
By : Lisa
Ya, aku akan kerumah sakit sekarang, kamu bisa kirimkan alamatnya.
By : Han
Send lokasi
Hati-hati di jalan …
Lisa mengambil tas dan juga mantelnya, dia berjalan ke bagasi mobil milik Han, lalu mengambil salah satu mobil miliknya dan mengendarainya ke rumah sakit.
Selama diperjalanan menuju rumah sakit cukup ramai dan lokasinya yang ada di pusat kota, dengan tenang Lisa mengendarai mobil yang terlihat sangat mahal. “pria itu sangat menyukai barang-barang mahal dan bermerek” ucap Lisa.
Beberapa menit kemudian …
Lisa sudah sampai dirumah sakit saat jam makan siang, dia berjalan sambil membawa beberapa makanan ringan dan Coffe untuk Han, gadis itu tahu jika Han pasti belum makan apapun. Lift terbuka saat sampai ke lantai lima, lantai ini adalah ruangan khusus VIP, kakinya berjalan menelusuri lorong rumah sakit mencoba mencari kamar Tuan Kim.
Lisa melihat Han yang duduk disamping sang ayah dengan tubuh yang dipenuhi dengan alat-alat rumah sakit, dengan lembut dia berjalan mendekati Han, menyentuh bahu Han untuk menyalurkan rasa ketenangan.
“semua ini akan baik-baik saja” ucap Lisa, dia melingkarkan tangannya untuk memeluk tubuh Han, dia tahu jika Han mencoba untuk tidak rapuh di depan Lisa.
“terimakasih” ucap Han, dia mengecup punggung tangan Lisa, menatap pada jari manis yang belum isi dengan cincin.
“aku membawakan Coffe dan makanan ringan”
Lisa membawa Han untuk sedikit menjauh dari ayahnya, menyuruh pria itu duduk di sofa dengan meja yang sudah diisi makanan.
“Lisa aku tidak ingin makan”
“sedikit saja, aku memaksamu Tuan Han”
Han hanya bisa pasrah membiarkan Lisa melakukan apa yang dia mau, setidaknya rasa ketegangan di hatinya berkurang dengan adanya Lisa.
“Lisa, asisten mengatakan jika mereka sudah menemukan keberadaan orang tua kandungku”
“apa? Han kamu tidak pernah menceritakannya padaku, tapi itu bagus kamu bisa bertemu dengan mereka”
“aku ragu untuk bertemu dengan mereka”
“aku akan menemanimu jika kamu ragu”
“aku tidak tahu harus bagaimana jika aku tidak bertemu denganmu Lisa”
Han menarik Lisa untuk lebih sedikit dekat dengannya, menyentuh wajah Lisa yang sudah mulai dipoles oleh make up sambil tangannya ada di belakang kepala Lisa dan ciuman singkat yang Han lakukan.
“Han, jangan seperti itu, ini rumah sakit”
__ADS_1
Lisa terus memberikan makanan ringan pada Han, dia juga tertawa saat wajah pria itu kelihatan untuk enggan menolaknya, setidaknya hanya dengan kebahagian sederhana ini semua masalah mereka berdua bisa menghilang sesaat walau tidak akan hilang selamanya, setidaknya ada tumpuan tangan untuk saling menyemangati dan saling menguatkan, itu adalah hal yang dibutuhkan untuk sepasang kekasih.