![Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ibu-muda-presiden-lian--revisi-.webp)
Kevin dan Sona kembali pulang lebih awal karena perjalanan bisnis yang akan Kevin lakukan satu minggu lagi, tiba-tiba harus Kevin percepat karena project yang sedang dia lakukan dengan perusahan jepang mengalami kendala pada proposal yang Kevin buat, ada yang berani meniru rancangannya hingga akhirnya mau tidak mau Kevin harus mengajukan ulang proposal ke perusahaan tersebut, sebelum Kevin belum pernah seperti ini, membiarkan idenya dicuri oleh orang lain.
Kevin terpaksa harus melakukan penerbangan dini hari bersama sekretarisnya, awalnya dia ingin membawa Sona namun itu akan membuat wanita itu kesulitan harus dia tidak mungkin mengambil cuti saat wanita itu belum menerima satu kasus untuknya, jadi Kevin harus menghubungi sekretarisnya di malam hari dan meminta dirinya untuk melakukan perjalanan bisnis.
Kini keduanya sedang menunggu untuk melakukan check-up keberangkatan mereka yang begitu mendadak, ini juga pertama kalinya Kevin akan berpisah dengan Sona untuk waktu yang tidak sebentar, tapi disinilah mungkin dia akan melewati proses namanya menjalani hubungan jarak jauh.
Sebelum lepas landas, Kevin memutuskan untuk mengirimkan satu pesan untuk Sona, walau mungkin wanita itu sudah tertidur.
< Kevin >
Maaf, kita harus menunda perjalanan kita ke swiss, aku sungguh gugup harus meninggalkanmu sendiri, tapi aku harap kita bisa saling berkomunikasi dengan baik.
Setelah itu tak lama seorang penyiar memberitahukan jika keberangkatan Korea-Jepang sudah siap untuk berangkat dalam waktu 25 menit lagi. Kevin segera memasukan ponselnya kedalam saku jasnya, walau dirinya bersama sekretaris Yoona mulai memasuki kabin pesawat, kali ini Kevin tidak memilih penerbangan kelas atas dia hanya memesan kelas ekonomis saja.
Didalam pesawat.
Yoona dan Kevin duduk di satu tempat yang sama, dimana Yoona lebih memilih untuk duduk didekat jendela, Kevin segera mengeluarkan ipad-nya untuk melihat cadangan yang sudah dari jauh bulan dibuat sebagai pengganti untuk rancangan awal, walau kali ini lebih sedikit sederhana dan tidak terlalu menarik namun ini bisa membantu memberikan perbedaan dari rancangan tiruan itu.
“Tuan Kevin, bisakah aku beristirahat? Maksudku … aku ingin tidur karena Tuan terlalu mendadak menghubungiku sehingga tidurku terganggu” ucap Yoona, dia sangat tidak suka jika melakukan perjalanan bisnis yang terkesan begitu mendadak, hingga membuat dirinya tidak ada kesempatan untuk mempersiapkan segalanya, wanita itu bahkan membawa sedikit barang karena waktu yang tidak cukup banyak.
“silahkan beristirahatlah dengan baik, aku akan membangunkanmu ketika sampai” ucapnya, walau wajahnya tidak menatap Yoona tapi pria itu tetap peduli dengan sikap dinginnya.
Waktu terus berjalan hingga rasanya dua jam setara dengan 20 menit, dalam sekejap dirinya sudah berada di negara yang dijuluki dengan kota anime atau kota seribu bunga sakura, sayang Kevin berkunjung kesana saat musim dingin jadi tidak akan ada bunga sakura yang berguguran di sana, tapi bukankah ini perjalanan bisnis untuk apa dia berpikir untuk berlibur?
Dengan koper yang di seretkan dan juga ipad yang masih di tangannya, Kevin kini sudah berada diluar bandara menunggu mobil yang disiapkan oleh rekan bisnisnya disini, mereka bahkan sudah menyiapkan hotel untuk Kevin.
“Tuan Kevin, apa--apakah kita akan menginap di hotel?” tanya Yoona, ada satu pemikiran yang terus menganjal pikirannya saat ini, ini merupakan perjalanan bisnis pertamanya Yoona terlalu bingung untuk melakukan apa untuk saat ini pasalnya dia belum sempat melihat-lihat perhotel atau perumahan disini yang dekat dengan Grup Crop yang kini menjadi rekan kerjanya, yang dipimpin oleh seorang Ceo yang bernama Min Wonjong, Dia merupakan pria keturunan jepang dan korea.
“Yoona, bukankah aku sudah mengatakan untuk lebih sering mengecek surelmu?” ucap Kevin, dia bukan seseorang yang suka meninggikan nada bicaranya namun jika seseorang terus bertanya hal yang seharusnya diketahui hanya akan memancing emosinya saja.
“ponselku mati dan belum sempat untuk mengisi baterai”
Kevin sedikit menghela nafas pelan walau mungkin sedikit terdengar oleh Yoona, dengan malas dia menyerahkan jadwal baru yang sudah di update oleh dirinya sendiri di ipadnya. Saat Yoona sedang sibuk mengingat semua jadwal baru, Kevin terus melirik jam yang sudah menunjukan pukul 3 pagi, di jam seperti akan sulit untuk menemui taksi yang melintas di bandara, sedang untuk memesan secara online dirinya tidak memiliki koneksi internet disini.
Hingga 35 menit berlalu, barulah sebuah mobil berwarna merah berhenti di hadapan keduanya dan langsung menyambut kedatangan mereka.
Kevin langsung mendekati pria yang ingin mengambil koper miliknya, mengajak pria itu berbicara dengan bahasa jepang untuk menanyakan hal tentang dirinya dan juga Yoona yang tidak akan mungkin tinggal di satu kamar hotel.
“Yoona kamu kembalilah dengan supir ini, aku akan mencari hotel lain” ucap Kevin, dia membiarkan Yoona untuk masuk lebih dahulu.
“tunggu! Tuan Kevin, aku tidak bisa membiarkan Tuan Kevin mencari hotel lain, aku bisa mencari perhotelan di dekat sini” ucap Yoona, dia menahan kopernya saat sang supir ingin mengambilnya dari dirinya.
“kau seorang wanita, walau kota ini terlihat baik tapi tetap saja di sebuah titik gang pasti ada seorang yang jahat, ini perintah jadi pergilah” ucap Kevin, dia sedikit memaksa Yoona untuk segera masuk kedalam mobil, sebenarnya Kevin merasa sangat lelah dan ingin segera beristirahat, hari ini dia melewati banyak waktu tanpa beristirahat dan bahkan dia belum memejam matanya saat hari sudah berganti.
Yoona berusaha menolak hingga terpaksa menarik tangan Kevin untuk mencegah pria itu semakin melangkah jauh, Yoona tidak kenapa Kevin memerintahnya untuk berangkat sendiri sedangkan mereka berdua bisa berangkat bersama menuju hotel sama bukan?
Kevin sebenarnya sangat lelah dan segera meninggalkan tempat ini tapi akan sulit baginya jika tidak menjelaskan apa yang sedang terjadi, dengan perlahan Kevin melepaskan tangan Yoona yang memegang lengan jasnya, dia sedikit berjalan mendekati wanita itu dan berkata “Yoona, hotel yang dipesan oleh Tuan Min sedang penuh, hanya tinggal satu kamar tersisa, aku bisa menginap hotel di dekat bandara jadi kita harus berpisah, kita bisa mendiskusikan ini lagi, kau harus beristirahat dan aku juga”
Yoona terdiam, dia merasa malu atas tindakan yang terlalu ceroboh, seharusnya saat ini ponselnya tidak mati jadi dia bisa mengetahui jika hanya ada satu kamar tersisa.
“pak, anda bisa memasukan koper wanita ini” ucapnya, Kevin mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang, dia sudah beberapa ke jepang jadi dia sudah tahu dimana perhotelan yang dekat dengan bandara, dia meninggalkan asistennya tanpa berkata apapun lagi. Dia hanya ingin memejamkan kedua matanya untuk beberapa jam saja walau mungkin dirinya akan kesulitan saat melakukan pertemuan karena istirahat yang kurang.
Yoona, menundukkan badannya saat Kevin pergi dengan kopernya, dia sangat beruntung memiliki atasan yang peduli akan tanggung jawabnya terhadap bawahannya, sekali lagi Yoona harus menahan hatinya untuk memikirkan jika ini pekerjaan bukan sebuah perhatian.
“sampai jumpa Tuan Kevin”
******
Hari sudah menunjukan pukul 9 pagi, dari lantai 12 bisa dilihat jika matahari sudah sejajar dengan lantai itu.
Kevin tertidur dengan pakaian yang masih lengkap di tubuhnya, pria itu bahkan tidak punya tenaga untuk sekedar membuka ikatan tali sepatunya, dia tidur seperti seseorang yang tak kenal waktu hingga akhirnya tertidur dengan segala pakaian kerjanya, jika ada sang istri mungkin Kevin masih bisa bangun tidur dengan bahagia karena segalanya sudah disiapkan oleh wanita.
Namun jika menjalani perjalanan bisnis dia tidak pernah bisa bangun lebih awal dan terpaksa harus membuat pertemuan mereka berubah disaat jam makan siang, untung saja Tuan Min rekan bisnisnya bersedia untuk melakukan pertemuan pada malam hari jadi banyak sekali waktu yang bisa Kevin manfaatkan untuk mengisi energinya.
Jika diingat-ingat pria itu baru saja bisa memejamkan matanya pukul 5 pagi karena proses pemesan dan juga berdiskusi dengan yang lain membutuhkan waktu lebih lama jadi pria itu baru tertidur sekitar 4-5 jam.
Dengan kamar yang didominasi oleh warna putih, dan juga suite room yang cukup bagus sangat disayangkan jika hanya digunakan untuk beberapa jam dengan harga yang cukup mahal, bagaimana tidak suite room sudah seperti kamar VVIP namun kamar ini diperuntukan untuk yang sedang berbulan madu karena kamar yang dirancang khusus ruangan kedap suara.
Alasan Kevin memesan suite room karena dia ingin menikmati tidur yang baik tanpa gangguan dari siapapun, dia tidak ingin suara-suara dari luar mengusik tidur baiknya.
Namun tetap saja, nada dering yang mengisi ruangan itu langsung bisa membangunkan dirinya dengan segala kebisingan suaranya, dengan kesal Kevin mengambil ponsel tipis yang sedang menjadi trending karena bisa dilipat, dia melihat nama Sekretaris Yoona bertulis di layar ponselnya.
Dengan sedikit memperbaiki posisi tidurnya, Kevin membuka ponselnya dan langsung diletakkan di telinga.
“Yoona, bukankah aku sudah memberitahumu lewat surel? Pertemuan dengan Tuan Min ditunda, kita akan bertemu dengannya pukul 8 malam” ucap Kevin, padahal pria itu belum mendengarkan apa yang akan Yoona katakan tapi dia sudah lebih dahulu mengatakan hal yang bisa menyakiti perasaannya.
__ADS_1
“oh, kau bisa menyiapkan materinya dan kita akan bertemu di restoran Coleum, aku akan mengirimkan alamatnya, aku juga akan menyiapkan taksi untukmu dan juga gaun? Kau sudah menerimanya?”
“Ya, baiklah”
Kevin melepas ponsel itu disisinya yang kosong, dia kembali menarik selimut dan melanjutkan tidurnya, namun belum sampai menjatuhkan tubuhnya ke ranjang ponselnya kembali berdering dengan tulisan my honey. Namun Kevin tidak sempat melihatnya dan berkata dengan nada yang cukup tinggi.
“Yoona, bukanka-- sayang kamu sudah bangun?”
Kevin cukup terkejut saat Sona malah berbalik berteriak pada dirinya saat Kevin menyebut nama wanita lain dihadapannya, secara refleks Kevin menggosokkan kepalanya yang tidak gatal.
“tidak, kamu salah paham sayang, tadi dia menghubungiku dan aku pikir dia yang kembali menghubungiku, aku tidak tahu jika dirimu yang menghubungiku”
Jika sudah seperti ini Kevin tidak akan bisa tidur kembali, karena pikiran akan langsung berpikir hal lain.
“aku berkata jujur, aku tidak melihat nama siapa yang menghubungiku”
“pesan? Aku tidak sempat melihat surel yang kamu kirim karena terl--”
“sona?”
“sayang?”
Saat Kevin melihat layar ponselnya yang sudah tertuliskan jika panggilan itu berakhir, dengan sedikit kesal dia mengusap wajahnya dan berteriak tidak jelas hingga menendang selimutnya, dia masih pagi tapi rasanya Kevin sudah terbangun dari malam, hanya karena istirahat yang kurang membuat dirinya mudah ceroboh, seharusnya Kevin mengerti perasaan Sona saat dirinya terlalu memprioritaskan orang lain sampai melupakan siapa yang memang menjadi prioritasnya.
Kevin membuka surel yang Sona kirimkan dari jam 3 pagi.
< My Honey >
Aku harap kamu bisa menjaga kesehatanmu disana, aku juga menaruh beberapa pakaian hangat didalam kopermu, cepatlah kembali dan ayo kita melakukan honeymoon yang tertunda itu, aku akan menghubungi pukul 9 pagi saat kamu tidak membalas surelku, sampai jumpa, aku mencintaimu ….
Ada rasa bersalah melihat surel Sona, saat Kevin akan pergi ke bandara semua kebutuhan pria itu langsung disiapkan olehnya tapi Kevin memintanya, bahkan saat Kevin sibuk mencari proposalnya Sona juga memesankan penerbangan mereka secara online, seharusnya sebelum pergi Kevin menyempatkan diri untuk mengucapkan terimakasih tapi dia malah berteriak pada wanita itu dan bahkan mencoba bersikap egois jika pekerjaanya lebih penting daripada orang yang dia cintai.
Jika Kevin menghubungi Sona sekarang, dia hanya akan mengganggu dirinya yang mungkin saat ini sedang dalam perjalanan menuju kantornya, jadi Kevin memutuskan untuk menghubungi Sona nanti saat wanita itu sedang makan siang.
“baiklah, kita harus menyelesaikan semua ini”
Kevin memaksa tubuhnya untuk turun dari ranjang untuk mengutamakan membersihkan dirinya. Lalu merapikan semua barangnya untuk pindah ke hotel milik Tuan Min, kali ini Kevin mencoba mengajak kerja sama dengan perusahan bergerak satu bidang dengannya, melakukan kerjasama untuk memajukan perusahan Jung yang kini sudah di dalam genggaman.
Hingga menghabiskan waktu 45 menit untuk membersihkan dirinya dan memakai pakaian setelan dengan warna yang sama yaitu biru, hanya kaos yang berbeda Kevin memilih untuk memakai kaos berwarna putih lengan pendek. Kevin kembali merapikan semua barang-barang yang tadi malam dia bongkar hanya untuk mencari charger ponselnya padahal Sona mengatakan jika benda itu berada di dalam tas kecilnya tapo seperti biasa Kevin adalah tipikal orang pelupa dan malas untuk bertanya.
“Yoona, aku akan segera kesana jadi kita berangkat bersama menghadiri pertemuan itu”
“apa kau sudah mencoba gaunnya, jika tidak sesuai dengan seleramu kamu bisa membeli gaun lain, masih banyak waktu untuk memilih gaun” ucap Kevin, kini pria itu sudah berdiri di depan hotel untuk menunggu taksi yang sudah dipesan.
“aku? Kau bisa berbelanja sendiri, aku masih banyak hal yang harus dilakukan, sudah pakai saja gaun itu, aku akan menghubungimu lagi”
Tak lama taksi pesanannya tiba, Kevin segera mematikan panggilan itu dan menaruh kopernya di bagasi mobil taksi.
“hotel Coleum eternion” ucap Kevin, saat pria itu sudah duduk di kursi penumpang, tak lama kemudian dia meninggalkan hotel yang hanya tempatnya menumpang mandi dan beristirahat beberapa jam namun dia harus menyewanya dengan uang tidak sedikit yang mungkin seharga 10 juta per malam.
Perjalanan bisnis Kevin berjalan lancar, pria itu kembali setelah 2 minggu telah berpisah dengan sang istri, rasa rindu yang ingin segera tersampaikan membuat Kevin sengaja tidak memberitahu kepulangannya kepala sang istri, sebelum kembali dia juga sempat membeli beberapa hadiah untuk diberikan pada Sona, karena Kevin tahu jika istrinya sangat suka diberikan kejutan seperti ini.
Setelah semua perencanaan dan juga project kerjasama dengan Tuan Min berjalan dengan baik membuat Kevin bisa kembali lebih awal yang rencananya akan kembali bulan depan, selama dijepang Kevin kembali mengingat kenangan awal dari sebuah hubungannya dengan Sona dan kadang sesekali dia mengunjungi taman sakura bersama Yoona.
Dua minggu waktu yang sangat singkat namun bagi Kevin itu waktu yang cukup panjang, menghabiskan waktu dengan kesedirian dan juga segala kebutuhan yang dilakukan sendiri membuat Kevin sangat mengerti kenapa seorang wanita seharusnya tidak bekerja karena tugas sebagai seorang istri untuk mengurus segala kebutuhan dan kebersihan rumah sangatlah melelahkan.
Dia memesan penerbangan sore hari, karena setelah sampai dia bisa langsung kembali kerumahnya, didalam pesawat Kevin tidak henti-hentinya membayangkan ekspresi Sona saat melihat dirinya sudah kembali, membayangkan saja sudah membuat Kevin yakin dia wanita itu pasti akan sangat bahagia.
Sedangkan disamping Kevin, sekretarisnya sedikit terlihat gelisah dan juga banyak dia akhir-akhir ini, entahlah apa yang membuat Yoona jadi seperti ini dia begitu gugup untuk duduk disamping atasannya, dia bahkan beberapa hari ini menghindari bertatap langsung dengan Kevin, apakah mungkin dia menyimpan satu rahasia dari Kevin?
“Yoona, kamu sakit?” tanya Kevin, saat dia ingin menatap keluar jendela pesawat tanpa sengaja dia melihat Yoona yang terlihat gugup dan bahkan berubaha menghindari tatapannya.
“Tuan Kevin, apa anda tidak ingat apapun setelah-- setelah--”
“apa terjadi sesuatu? Kenapa kamu begitu gugup Yoona?”
Kevin mencoba menghadap Yoona yang wajahnya sudah terlihat pucat, Kevin juga sadar jika Yoona terus menghindarinya akhir-akhir, dia mengirimkan laporannya bahkan melalui surel dan juga dia selalu mengatakan jika dia tidak bisa mengikuti pertemuan lainnya setelah mereka melakukan pertemuan pertama dengan Tuan Min.
“apa kamu sakit?”
Yoona menggelengkan, dia ragu, dia juga takut, dia bingung Dan dia takut jika dirinya salah mengira, untuk sekarang semua ini masih tidak ada kebenarannya dan juga belum bisa kitakan jika itu terjadi, Yoona hanya tidak berani untuk mempertanyakan hal yang belum pasti. “b-bukan h-al penting”
“setelah sampai, kamu mengambil cuti jika memang kamu sedang sakit” ucap Kevin, dia berubahan untuk tidak ikut campur dalam masalah Yoona. Dia tidak boleh melakukan satu hal yang melewati batasan dari seorang atasan jadi Kevin memilih untuk tidak perduli dengan masalah Yoona yang akhir-akhir ini aneh dan membuat Kevin sedikit sulitan.
“terimakasih Tuan Kevin”
__ADS_1
Karena kali ini Kevin mengambil kelas atas, Yoona bisa mengalihkan semua ketakutannya dengan berpura-pura tidur, karena tempat duduknya bisa menjadi sebuah tempat tidur, dia menutupi tubuhnya dan berusaha menganggap jika itu adalah mimpi buruk.
Dan secara nyata itu tidak terjadi.
Sesuai dengan jadwal keberangkatan mereka sore hari, dua jam kemudian kini mereka kembali pada saat matahari terbenam yaitu pukul 6, Kevin dan Yoona sama-sama menyeret kopernya dan membawanya keluar dari bandara.
Segala menunggu taksi melintas, Kevin memutuskan untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang jarang sekali dia tanyakan pada sekretarisnya selama ini, mungkin dengan ini Yoona bisa berhenti menghilangkan kegugupannya.
“Yoona, dimana rumahmu?”
“aku tinggal di apartemen forsythia”
“aku juga tinggal disana, tapi tidak pernah melihatmu”
“aku tinggal dilantai 9”
“kamu bisa berkunjung kerumahku di lantai 5, kamu bisa bertemu dengan istriku”
Yoona langsung menatap kearah Kevin saat kata ‘Istriku’ berucapkan dari mulutnya, kegugupan itu semakin menjadi dan Yoona hanya bisa mengigit jari-jari ketika dirinya terlalu bingung untuk menjawab.
“I-istri? Anda sudah menikah?”
Kevin mengangguk, dia menujukan cincin pernikahan dijari manisnya pada Yoona, “kita baru menikah enam bulan yang lalu”
“Taksi!!” teriak Yoona, dia langsung mendekati taksi itu tanpa berkata apapun, dan langsung meninggalkan Kevin begitu saja.
“Kenapa dengan Yoona? Padahal kita bisa naik taksi yang sama”
Kevin terpaksa menghubungi supir pribadi Sona untuk menjemputnya, karena sudah hampir 30 menit dia menunggu namun belum satupun taksi melintas dibandara padahal seharusnya jam segini taksi masih berlalu lalang didepan bandara.
Dan akhirnya dalam waktu lima belas menit mobil datang dan berhenti didepan Kevin, dia memasukkan kopernya kedalam bagasi mobil dan betapa terkejutnya saat dia membuka pintu dia melihat Sona yang duduk disana.
“bagimana kamu bisa tahu jika aku kembali hari ini?”
“kau! Tidak membalas pesanku dan bahkan segaja mematikan ponselmu! Aku hampir saja akan terbang kejepang untuk memarahimu! Untuk apa kau membeli ponsel mahal jika tidak bisa digunakan untuk menjawab telpon orang lain!”
Baru saja mendudukkan dirinya di samping sang istri, namun yang dia terima bukannya sebuah pelukan hangat tapi malah sebuah omelan yang membuat Kevin gagal untuk membuat kejutan.
“aku hanya ingin memberikan kejutan padamu sayang”
“tidak apa pelukkan sambutan untukku?”
Sona hanya diam, dia begitu khawatir dengan Kevin yang selalu jaga jika sibuk akan lebih memilih mematikan ponselnya “kita bisa jalan pak supir”
*******
Kini keduanya sedang diruang tamu …
Setelah melakukan segala cara agar Sona mau memaafkan segala kebiasaan yang dia lakukan akhirnya Kevin bisa kembali melihat wajah senang dari Sona.
“aku membawa beberapa pakaian untukmu dan juga hadiah” ucap Kevin, dia membuka koper yang khusus untuk menyimpan barang untuk Sona, dia membuka secara hati-hati agar barang didalam tidak berantakkan.
“kamu membeli semua ini?”
Kevin mengangguk.
Sona melihat satu persatu barang yang ada didalam koper yang cukup banyak hingga dia bingung untuk mengeluarkannya, padahal Sona tidak pernah meminta apapun pada Kevin tapi pria itu selalu saja memberikan hal yang tak terduga hingga membuat Sona merasa jika cinta yang Kevin berikan begitu besar.
Saat dia membuka sebuah kotak berbentuk persegi panjang dengan pita biru, betapa bahagianya Sona saat melihat ada dua tiket untuk perjalanan ke Swiss, melihat hal itu Sona segara memeluk tubuh Kevin dengan gembira.
“kau suka?”
“terimakasih my husband, kapan kita akan berangkat?”
“dua minggu lagi, kamu masih bisa menghabiskan waktu untuk mengambil cuti, karena disana kita akan pergi selama satu bulan”
Sona melepaskan pelukannya untuk menatap wajah sang suami, dia meletakkan semua hadiah itu dimeja ruang tamu lalu menarik wajah sang suami untuk memberikan satu tanda terimakasihnya melalui ciuman sederhana yang Sona berikan.
“hanya itu imbalan yang aku terima?”
Sona mengerti, dia naik kepangkuan Kevin dan secara perlahan membuka kancing kemejanya untuk mengoda pria itu. “sepertinya kau harus mandi, kau sangat bau dan aku tidak suka itu”
“baiklah aku akan mandi tapi setelah itu jangan lari dariku!”
“kamu ingin makan malam apa?”
__ADS_1
“aku sudah makan tadi didalam bandara, aku hanya ingin memakanmu saja”
Keduanya kembali menyatuhkan kedua bibir mereka walau hanya sebentar, setelah itu keduanya sibuk pada urusan masing-masing entah Sona yang merapikan semua pakaian Kevin yang harus di pindahkan lagi kedalam lemarinya dan Kevin yang sibuk membersihkan dirinya.