Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]

Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]
Bab 39 - I Will Not Agree


__ADS_3

suasana diperjalanan menuju kerumah sangat hening, seperti Sona sangat kesal pada Kevin yang sifatnya sangat menyebalkan, jelas-jelas mereka tak mempunyai hubungan apa-apa tapi sikapnya seakan-akan Sona adalah kekasihnya.


“lain kali lebih sopan Tuan Kevin! aku bukan siapa-siapa untukmu, dan ambil jasmu! aku tak mau menyimpannya” ucap Sona, tanpa menatap kearah Kevin, gadis itu melempar jas mahal milik Kevin ke wajah tampannya.


“pakai!”


“bukankah aku sudah bilang! aku tak mau memakai barang milikmu!”


“lalu kau akan membiarkan pria lain untuk melihat tubuhnya yang terekspos! disaat diluaran sana semua wanita menutupi tubuhnya karena musim dingin, kau malah membukanya!”


“Tuan Kevin ingatlah batasanmu! kita tak mempunyai hubungan apapun”


“baiklah, aku akan menikahimu”


“kau gila? aku tak mau menikahimu! aku masih mau menonton konser oppaku dan menunggunya selesai wamil”


“berhentilah berhalusinasi, mereka akan melirik dirimu”


“aku tidak perlu!”


sesampainya dia di daerah perkomplekkan Sona, sang Ibu sudah menunggu Sona di depan pagar depan rumah, dengan kedua tangan yang ada di pinggangnya, sepertinya ibunya benar-benar salah paham dengan semua yang dibicarakan Ibu Lisa.


Sona mencoba berpikir keras, bagaimana cara dia menghindari perdebatan dengan sang Ibu, tiba-tiba sebuah ide melintas di pikiran.


“bisakah kamu menggendongku? rasanya kepalaku sedikit pusing”


“menggendongmu? kau sudah didepan rumahmu, tinggal beberapa langkah kau sudah sampai di kamarku”


“bukankah kamu ingin menikahiku? baru kali ini aku meminta seperti ini saja kamu tidak mau menolongku apalagi setelah menikah”


“kau inginku gendong sampai mana? aku harus segera ke kantor”


“kekamarku”


setelah sang supir mengeluarkan koper mereka dari bagasi mobil, Kevin segera mengangkat tubuh Sona dan menggendongnya, dengan ragu-ragu Kevin mencoba menghindari tatapan tajam dari Ibu Sona, wanita itu menghalangi jalan Kevin untuk lewat.


“Mom, bisakah memberi calon suamiku jalan, kepalaku sangat pusing dan juga aku merasa tubuh sangat dingin, aku butuh istirahat”


Kevin yang sedang menahan rasa gugupnya, langsung terkejut mendengar apa yang gadis dalam gendongan mengatakan 'calon suami?'


“kau pikir bisa menipuku gadis bodoh! turun dari gendongannya! kalian berdua harus berbicara denganku!”


mendengar ancaman dari Ibu Sona, dia segera melepaskan tubuh Sona begitu saja sampai gadis itu tergeletak di tanah yang tertutupi salju, itu pasti sangat sakit dan juga sangat dingin.


“Tante maaf sebelumnya, aku masih harus mengurusi beberapa pekerjaanku di kantor, lain kali aku akan mampir kesini untuk menjelaskan semua”


“Tidak bisa! kau sudah menghamili putriku! masih ingin lari”


Ibu Sona, menarik telinga Kevin dan menyeret pria itu untuk masuk kedalam rumahnya, lalu tangan satunya menarik sang putri.


“Mom, you misinterpreted it”


Sona dan sang Ibu duduk berdampingan di sofa dan diseberangnya ada Kevin yang sedikit gugup karena tatapan Ibu Sona sangat mengintimidasi.


“siapa yang ingin menjelaskan semua masalah ini?”


“Tante biar aku saja yang meluruskan masalah ini”


“No, I will explain, Mom”


“you shut up, aku ingin mendengarkan penjelasan dari pria ini”


“aku akan menjelaskan semua ini dari awal”


Kevin menjelaskan semua kejadian satu persatu, kenapa orang tuanya bersikeras untuk menikahnya Kevin dengan Sona, hingga melibatkan Ibu Sona, agar kedua belah pihak bisa mendesak Kevin dan Sona untuk menikah atas keinginan mereka.


“jadi begitulah Tante, Sona tak salah, aku yang membuat masalah ini”


“kalian harus menikah”


“Mom, I will not agree”


Kebiasaan yang Sona lakukan jika dirinya sudah kesal dengan sesuatu dia akan berbicara bahasa inggris tanpa henti, itu sudah menjadi kebiasaan, mengingat Sona adalah blasteran dari London dan Korea, Ya Ibu yang ada di sampingnya adalah murni orang London dan Ayah Sona yang sudah meninggal keturunan orang Korea. jadi wajar saja jika Sona lebih menguasai bahasa inggris daripada bahasa korea.

__ADS_1


“aku memang akan menikahinya, Tante bisa percaya itu”


“No! Mom, aku tidak ingin menikah, bagaimana dengan oppa-oppa-Me?”


“berhenti memikirkan oppa-oppa ku, toh mereka tak akan ada yang mau menikahimu”


“I hate all of this”


Sona terlalu malas mendengar percakapan Ibu dan Kevin yang membuat telinganya terasa sangat panas, dia meninggalkan ruang tamu dengan kesal dan segera berlari menuju kamarnya.


“kau pria yang baik, senang bertemu denganmu, lain kali datanglah untuk makan malam denganku dan Sona”


“Thanks, aku akan mengunjungi rumah ini lagi nanti, aku harus kembali, pekerjaan selalu menuntutku untuk terus kembali ke kantor”


dengan senang hati Ibu Sona menghindar Kevin sampai keluar pintu, disana sudah ada mobil mewah yang menunggu Kevin diluar.


“senang bertemu denganmu, Tante”


Ibu Sona hanya tersenyum melihat mobil Kevin yang sudah meninggalkan rumah mereka, Ibu Sona tak tahu jika putrinya akan menikah di usianya yang masih muda, oh jangan lupakan pria tampan yang tadi menggendong putrinya, jika seperti Ibu Sona bisa bernafas lega karena putrinya akan menikah, putrinya akan dijaga oleh pria itu dan mungkin akan meninggalkannya sendirian dirumah.


saat malam harinya .....


disebuah Cafe di persimpangan jalan kota Tokyo, kedua pria yang sedang duduk di bangku masing-masing dan saling bersebrangan.


Tiba-tiba, Lian mengajak Han untuk keluar, katanya ada hal yang ingin dipertanyakan dan banyak hal yang ingin dibicarakan.


“Dokter Han, kau masih bingung kenapa aku mengajakmu untuk berbicara di luar”


“anda bisa memanggil saya Han, ini sudah bukan waktunya saya menjadi dokter”


“baiklah, aku bukan orang yang suka berbasa-basi dalam berbicara, sekarang jika langsung to the point, apa kau mencintai Lisa”


“saya mengerti maksud anda, Ya, saya tak ragu lagi untuk mengatakan jika memang saya mencintai putri anda Lisa”


“apa yang kau punya? untuk berani mencintai putri? aku akan menjodohkan dengan putra pertama rekan bisnisku”


Han cukup terkejut bukankah ayahnya ingin menjodohkan Sean dengan Lisa, kenapa menjadi putra pertamanya, itu berarti Han lah yang akan di jodohkan Lisa?


“aku mempunyai cinta yang tulus pada Lisa”


“aku tahu, aku hanya dokter biasa yang tak bisa dibandingkan dengan pekerjaan anda dan putra anda, tapi aku yakin aku bisa memenuhi kebutuhan Lisa”


“hanya kebutuhannya saja?”


“aku juga akan memberikannya kebahagiaan padanya dan selalu meluangkan waktu untuk Lisa, Tuan Lian, anda tak perlu takut saya sangat mengerti apa yang ada dipikiran anda, saya janji saat melamar Lisa, saya akan memberikan yang terbaik untuk kehidupan Lisa, dan saat itu anda tak akan malu mempunyai menantu seperti saya”


“Bagus, kau membuatku kagum, aku akan mengajukan beberapa pertanyaan, apa kamu yang menyelamatkan Lisa saat malam di mana aku putraku pernah memukul”


“itu hanya sebuah kebetulan saja Tuan Lian, saat saya melewati kamar Lisa, saya melihat gadis itu sedang berdiri depan jendelanya, lalu saya segera menariknya namun saya tak bisa mengimbanginya hingga kami jatuh dengan posisi saya yang ada diatas tubuh Lisa”


“apa kamu anak Tuan Park?”


“dia hanya ayah angkat saya di sini, saya mempunyai keluarga di korea dan beberapa tahun saya belum kembali”


“itu berarti Tuan Park, tak memiliki seorang anak?”


“lima tahun yang lalu putrinya baru saja meninggal”


“baiklah, aku akan memberikan kesempatan untukmu menikahi putriku jika putra pertama Tuan Kim rekan bisnisku tidak menerima perjodohan ini”


“terimakasih untuk restumu Tuan Lian,”


Lian melangkah lebih awal, memimpin jalan kembali ke rumah sakit yang tidak jauh dari cafe, dan Han, pria itu tersenyum bahagia, setidaknya sekarang Ayah Lisa sudah menyukainya, dalam hati Han dia sangat bahagia.


'aku pasti akan menerima perjodohan ini'


Han mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya dan mengirimkan pesan kepada ayahnya sambil berjalan kembali ke rumah sakit.


'By : Kim Han


ayah, bagaimana kabarmu?


sesuai yang kamu inginkan, dalam satu minggu lagi aku

__ADS_1


akan kembali kerumah dan akan mengurus perusahan ayah yang ada di paris'


*********


Tiga Hari kemudian .....


Hari ini adalah hari minggu, sama seperti hari biasanya dengan hari lain, salju pun masih suka menutupi jalanan ataupun benda-benda lainnya yang ada di luar.


Hari hari terakhir Lisa berada dirumah sakit ini, dia menatap ruangan yang sudah seperti kamar kedua nya, di bawah ranjang tepatnya di lantai sudah banyak barang miliknya yang dikemas oleh Ibunya kemarin malam.


Lisa menghela nafas panjang, dalam hatinya tidak ingin melangkah keluar dari rumah sakit ini karena jujur Lisa tidak ingin meninggalkan Han, awal pun kemarin pria itu sudah mengajaknya pergi berjalan selama satu hari penuh sebelum tapi tetap saja itu tak akan membuatnya puas bersama pria itu, karena setelah kembali Lisa hanya bisa melihat pria itu melalui layar ponselnya dan tak akan bertemu dengannya beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun.


Lisa juga harus mengejar tugas-tugas kuliahnya yang tertinggal sangat banyak, itu juga akan membuat Lisa tak punya waktu banyak untuk sering mengganggu Han dan juga membalas pesan pria itu.


“ah! rasanya sangat berat untuk meninggal semua kebersamaan ini, aku ingin terus bersamanya tapi aku juga tidak bisa egois, Han sedang berjuang untuk diriku”


Lisa hanya bisa menunggu sang Ibu kembali dari ruangan Park yang sedang mengurus kepulangannya, dengan sedih Lisa memeluk boneka yang tadi malam Han berikan padanya, ini adalah boneka panda, katanya Han sangat menyukai panda, jadi Han memutuskan untuk memberikan boneka panda sebagai pengganti dirinya jika Lisa merindukannya.


kemarin sangatlah indah untuk Lisa kenang, dia tidak pernah merasa sebahagia itu dengan Han, kemarin adalah kencan pertama mereka, Lisa dan Han pergi ke berbagai yang belum pernah Lisa kunjungi selama dia ada di jepang, tanpa dasar Lisa tersenyum saat mengingat moment-moment kebersamaan mereka.


'Flashback On'


Perjalanan kencan mereka di mulai di Tokyo Disneyland (Chiba), Lisa yang memaksa Han untuk pergi kesana karena Lisa ingin menaiki beberapa wahana di sana, dan Han hanya bisa menuruti semua keinginannya karena dia sudah berjanji dengan Lisa akan meluangkan waktu dan akan menuruti semua keinginan sang pujaan hati.


setelah puas menaiki beberapa wahana di sana, kali ini Han yang mengajak Lisa ke wahana yang bernama Pirates of the Caribbean, itu adalah sebuah wahana permainan bertemakan bajak laut dibangun di Disneyland, kamu akan berkeliling menggunakan sebuah kapal di sebuah gua penuh kejutan. Selama kamu berlayar, kamu akan dikejutkan dengan berbagai macam atraksi para bajak laut! Bunyi-bunyi Meriam akan terdengar silih berganti, bahkan kamu juga bisa terkaget-kaget dengan munculnya tengkorak-tengkorak para bajak laut.


di dalam sana Lisa hanya terus menyembunyikan ketakutannya di dalam pelukannya, dia tak mau membuka kedua matanya sampai mereka keluar dari gua, dan Han, pria itu terus tertawa, dia tak pernah berfikir jika Lisa sangat penakut.


“aku tahu aku salah, tolong jangan marah padaku, aku minta maaf sayang”


“I Don't Care!!!”


“bagaimana kalau jika pergi menaiki Splash Mountain”


“Itu wahana apa?”


“kita akan naik sebuah kapal berbentuk seperti batang pohon. kita akan menaiki kapal tersebut dan jatuh ke air terjun yang tingginya mencapai 16 meter! Rasakan menyenangkan”


“tapi baju jika bisa basah Han”


“jika bisa membeli baju Couple disini, ayo kita harus membeli tiket dulu”


Han yang lebih dahulu menggendong Lisa ke wahana selanjutnya yang tak juah dari tempat mereka sebelumnya.


kali ini yang takut menaiki wahana itu adalah Han, pria itu banyak berteriak dan juga tak mau melepaskan genggaman tangannya pada Lisa, dan Lisa hanya bisa tertawa melihat aksi lucu Han yang seperti anak kecil.


“kamu ingin kemana lagi?”


“bagaimana jika pergi ke Minnie’s House, aku ingin mengambil banyak foto disana”


“Minnie’s House? itukan tempat untuk wanita, aku tak mau!”


“Ya, sudah kalau tak mau, aku bisa sendiri kesana”


“baiklah tapi kita harus membeli pakaian dulu, aku tak suka melihat pria lain melihat tubuhmu yang basah seperti ini! pakailah jaketku sementara”


Mereka mampir di toko merchandise Tokyo Disneyland, sekalian mereka membeli beberapa barang di sana untuk diberikan yang lain atau untuk mereka berdua, lalu melanjutkan pergi ke Minnie’s House, untuk mengambil beberapa foto.


setelah sore harinya mereka berdua singgah ke restoran di Tokyo Disneyland, karena hampir seharian mereka tak memakan apapun, jika Han tidak mengingatkan Lisa maka mereka berdua tak akan makan sampai malam.


“apa kamu menyukai makannya?”


“Hm.. aku sangat menyukainya, sudah lama aku tak memakan steak”


Mereka berdua menikmati makan sore mereka dengan baik dan senang, kadang mereka saling menyuapi makan yang mereka pesan, suasana di restoran juga sangat nyaman karna bertemakan Pirates of the Caribbean.


setelah itu mereka memutuskan untuk kembali, karena sepertinya Lisa sudah kelihatan kecapean, awalnya Lisa menolak tapi akhirnya dia menyerah dan pasrah.


sesampainya di depan rumah sakit, tiba-tiba Lisa minta di gendong oleh Han, karena kakinya sudah lelah berjalan.


“Han, gendong”


“kamu sangat manja hari ini”

__ADS_1


Han berjalan mendekati Lisa yang sudah membuka kedua tangannya, yang dimaksud Lisa itu gendong di belakang bukan di gendong didepan. tapi Lisa tetap terima, dan keduanya kembali ke berjalan masuk kedalam rumah sakit.


__ADS_2