![Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ibu-muda-presiden-lian--revisi-.webp)
Hari sudah menunjukan pukul 9 malam, Lisa masih setia menunggu Sona di rumah sakit, untung saja besok Lisa tidak ada jadwal kuliah, Lisa menarik nafas panjang saat dirinya menatap pada lorong rumah sakit yang sudah tampak sepi karena hari sudah malam dan mungkin sudah banyak orang beristirahat, Lisa menatap heran pada kehidupannya.
Lisa semenjak bertemu dengan Han, Lisa selalu terlibat dirumah sakit tapi jika difikir juga Lisa memang seharusnya sudah terbiasa dengan rumah sakit yang akan menjadi pekerjaan yang dia cita-cita sejak kecil.
Lisa sehari ini selalu memikirkan pria yang tidak memberikannya kabar dari pagi hingga detik ini, perasaan itu kembali menyelimuti Lisa. Lagi-lagi dan lagi Lisa yang terus fikir jika pria itu mungkin sudah melupakannya atau mungkin dia sudah memiliki pujaan hatinya.
Lisa menatap layar ponselnya, tidak ada satupun notifikasi pesan atau telepon tak terjawab yang menghiasi layar ponselnya, ingin sekali Lisa menghubunginya sekarang juga namun keegoisan kewanitaannya mulai mempengaruhinya, mengatakan jika wanita tidak seharusnya seperti itu, seharusnya jika memang pria itu peduli dan mengutamakan wanitanya, dimanapun keberadaannya pria itu pasti akan menyempatkan dirinya untuk memberi kabar atau menelpon.
Lisa ingin sekali memberitahu Han jika nanti sahabatnya akan menikah dalam dua minggu, Lisa berharap jika pria itu bisa hadir disana nanti untuk menunjukan kepada keluarganya jika Han adalah lelaki yang baik untuk Lisa, agar kelak Ayahnya tidak menjodohkan dengan pria lain, karena jika ayahnya sudah berkata Lisa tidak akan bisa membantah karena selama hidupnya Lisa selalu menyusahkannya dan dengan menuruti perintahnya mungkin akan membalas semua kebaikannya.
Lisa tidak ingin mengganggu Sona dengan Samuel yang baru saja bertemu karena sebelum menikah sahabatnya harus memutus hubungan dengan pria itu, dan Kevin pria itu pergi tadi sore karena ada urusan yang sangat penting hingga dia meninggalkan rumah sakit, dia pergi setelah berdebat dengan Samuel dalam segala hal.
Untung saja ada Karan yang mencoba meleraikan perkelahian itu, karena bagaimanapun tenaga wanita tidak sebanding dengan pria yang sedang berkelahi walau wanita adalah yang paling kuat dalam urusan perasaan dan anak.
“apa yang sedang kamu tunggu?” tanya Karan yang ternyata sudah ada disamping Lisa.
“Ya--Apa?”
Lisa yang sedang melamun hingga tidak mendengarkan apa yang dikatakan Karan hingga dia berharap pria itu mengulangi lagi pertanyaannya.
“menunggu kabar dari seseorang?” tanya Karan lagi, dia sedikit mengubah pertanyaan menjadi tertuju pada 'seseorang'.
“Ya--aku menunggu dia menghubungiku” jawab Lisa dengan sedikit sedih saat dia menatap kalung yang ada di tangannya, saat Lisa membuka syal yang diberikan Karan, kalung itu ikut terlepas dari lehernya tapi saat Lisa ingin memasang lagi entah kenapa Lisa menjadi ragu untuk memakainya lagi, sedari tadi dia hanya menggenggam tanpa berpikir ingin memakainya.
“untuk apa menunggu jika kamu tidak yakin pada dirimu sendiri Lisa, jika dia sangat berarti untukmu, maka kamu tidak akan ragu menghubunginya sekarang juga, karena cinta yang sama tidak akan pernah datang untuk yang kedua kalinya Lisa, aku tidak ingin kamu seperti diriku yang terlalu takut untuk memperjuangkan cintaiku hingga sekarang dia milik orang lain” ucap Karan.
'Lisa, seandainya kamu tahu jika aku cintaimu saat itu akankah sekarang ini kita bersama, aku tidak bisa merebutmu saat hatimu milik orang lain dan juga tidak ingin memaksamu tapi jika dia yang membuatmu terluka aku akan satu langkah di depanmu untuk melindungimu, maaf karena aku hanya bisa menjadi pengagum rasamu selama ini' ucap Karan dalam hati, dia bukan pria yang egois dalam hal cinta jika itu bukan menjadi miliknya maka dia akan melepaskannya.
“jadi aku harus menghubunginya?” tanya Lisa
“jika menghubunginya bisa membuatmu lebih baik maka lakukan saja Lisa”
“terimakasih untuk saran yang kamu berikan, ini sangat membantuku”
“baiklah, aku akan kedalam untuk mengajak Samuel untuk kembali pulang, tidak baik di dalam rumah sakit seperti ada dua wanita dan dua pria tanpa hubungan, sampai jumpa nanti Lisa”
“Ya, Sampai jumpa Karan”
Lisa melambaikan tangan ke arah Karan, kemudian dia menyalakan ponselnya mencari nomor yang selama ini dia pikirkan, setelah itu dia menekan tombol panggilan.
Lisa : “Hallo Han--”
Han : “Ya, Lisa”
Lisa : “kamu ini kenapa? Seharian tidak memberiku kabar! Bahkan saat aku menghubungimu, tidak ada rasa bersalah dari suaramu”
Han : “Lisa, aku minta maaf untuk hari ini, aku tahu kamu khawatir padaku, aku punya alasan tertentu hingga sulit untuk menghubungimu”
Lisa : “apa aku harus berbicara seperti itu dulu agar kamu minta maaf?”
Han : “Lisa aku tahu aku salah, lain kali aku akan yang lebih dahulu menghubungimu”
Lisa : “lain kalinya itu kapan? Kita dua minggu berpisah dan kau sudah sangat berbeda dengan Han yang dulu, apa kamu akan kembali menjadi Han seperti dulu?”
Han : “Lisa, sayang dengarkan aku, kamu pasti sangat marah saat ini? Aku tidak bisa muncul di depanmu untuk menenangkan amarah mu, tapi aku benar-benar mencintaimu Lisa, tidak ada satu niat pun aku ingin meninggalkanmu atau mengubah diriku”
Lisa : “jika memang kamu mencintaiku pergilah ke korea temui aku, aku tidak butuh harta dan aku tidak sanggup untuk berjauhan denganmu selama bertahun-tahun Han”
__ADS_1
Han : “Lisa, jangan menangis, aku sangat tidak suka mendengarmu menangis disaat aku tidak ada, Lisa aku bisa saja menikahimu saat kamu akan pergi tapi aku tidak mau menghancurkan hidup dengan mengabaikan kebutuhan hidup kita dan juga anak kita, Memang kamu tidak butuh harta tapi kehidupan ini butuh uang dan juga jaminan, Lisa tolong jangan membahas ini lagi, aku juga merindukanmu, aku ingin sekali berada disampingmu setiap hari, tapi Lisa kita harus yakin satu sama lain jika kita bisa melewati semua ini”
Lisa : “aku harap ucapanmu bukan hanya akan menjadi ucapan tapi juga bisa kamu tepati Han”
Han : “aku mencintaimu Lisa, aku akan selalu mengingat apa yang sudah aku ucapkan padamu Lisa, tolong berhenti menangis dan tersenyumlah demi aku”
Lisa : “Sona dan Kevin akan menikah dalam dua minggu lagi, aku harap kamu bisa datang kesana disaat mereka mengikrarkan janji mereka, aku hanya takut jika ayah akan menjodohkanku karna anak rekan bisnis ayah sudah kembali dan kami akan bertemu disana”
Han : “itu tidak akan pernah terjadi, aku yang akan membatalkan perjodohan di depan ayahmu”
Lisa : “aku akan menghubungimu lagi Han, jangan lupa untuk menjaga kesehatanmu”
Han : “kamu juga, semangat untuk kuliahmu, saat membuka matamu saat pagi pastikan untuk melihat pesanku”
Lisa mematikan sambungan ponselnya, dia kembali memakai kalung panda pemberian Han dengan bahagia, saat dia ingin kembali ke ruangan Ibu Sona, Lisa melihat Karan dan Samuel yang baru saja ingin meninggalkan ruangan Ibu Sona.
“kami akan kembali pulang dan besok siang” ucap Samuel.
“perasaanmu sudah lebih baik Lisa?” giliran Karan yang bertanya pada Lisa.
Lisa hanya mengangguk, dia membiarkan mereka untuk lewat terlebih dahulu, Lisa menatap punggung teman masa SMA-nya yang awalnya bermusuhan kini sudah menjadi sahabat baik, memang kehidupan kita kedepannya tidak ada yang tahu tapi setidaknya kita harus siap untuk menghadapinya.
Satu minggu telah berlalu ....
Ibu Sona sudah mulai berangsur baik dari hari kehari, ibunya sudah bisa kembali kerumah dan harus menjalani pengobatan selama dua minggu sekali, semenjak Sona bertemu dengan Samuel, gadis itu selalu terlihat murung dan juga bingung, Sona tidak pernah mau menceritakan apapun pada Lisa.
Sudah seminggu berlalu juga hubungan Lisa dan Han semakin membaik, pria itu sering menghubunginya dan bahkan mengirimkan beberapa pesan yang diluar dugaan Lisa, pria itu seperti mencoba untuk menjadi pria yang manis seperti dulu.
Lisa semakin bahagia dengan hubungan jarak jauhnya, hubungan Karan dan Lisa juga semakin baik, pria itu sering mengajak Lisa pergi ke berbagai tempat yang tidak Lisa ketahui.
Hari ini Lisa akan menghadapi persidangan untuk skripsinya, Sona pun juga sama seperti dirinya. Lisa mengenakan pakaian terbaiknya untuk menyambut kelulusannya yang tidak lama lagi, mungkinkah Lisa akan menjadi seorang dokter?
« selamat pagi tuan putri ....
Hari ini janganlah terlalu gugup dan juga tegang
Sentuhlah kalungmu, kamu akan merasa jika aku ada disampingmu sambil menggenggam tanganmu,Semangat untuk hari ini, cepatlah lulus agar aku bisa menikahimu .. Apa kamu sudah sarapan sebelum berangkat? »
Di dalam bus menuju kampusnya Lisa tersenyum melihat layar ponselnya yang terdapat notifikasi dari seseorang yang dia cintai, rasa senang menggantikan rasa gugupnya dan juga ketegangan, dengan cepat dia mengetik beberapa huruf di layar ponsel tipisnya.
By : Lisa
« selamat pagi juga pak dokter ....
Terimakasih aku selalu menjaga porsi makanku ...
saat akan menghadapi persidangan aku akan terus mengenggam kalung ini pak dokter,
anda tidak bisa menikahiku sebelum aku menyelesaikan tugas pertamaku menjadi dokter »
Lisa terkejut saat melihat ketempat duduk sebelahnya sudah ada Karan disana, sejak kapan pria itu duduk disana? Kenapa Lisa tidak menyadarinya?
“kenapa? Terkejut melihatku?”
“tidak”
“aku belum sempat membeli mobil jadi aku terpaksa pergi ke kantor menggunakan bus”
__ADS_1
“kamu sudah bekerja?”
“lebih tepatnya aku sedang magang di perusahaan ayahnya Samuel”
“apa Samuel juga sedang magang disini?”
“Ya, kami hanya disini selama 1 bulan setelah itu kami akan kembali ke inggris lagi”
“Oh, seperti aku sudah sampai di kampus, sampai jumpa lagi Karan"
Saat Lisa sudah sampai di depan kampus dia sedikit terkejut dengan melihat apa yang ada di hadapannya, dia segera berlari mendekati seseorang yang sangat dia rindukan selama beberapa minggu ini, dia berlari mendekati pria dengan pakaian jas lengkap dengan dasi dan juga sepatu hitamnya.
Han, pria itu memberikan kejutan pada Lisa dengan datang ke kampus lebih awal daripada Lisa, dia memakai pakaian yang sangat jarang digunakan apalagi sambil membawa bunga yang ada di tangannya, dengan senang hati dia membuka kedua tangan biarkan gadis itu masuk kedalam pelukannya.
“Han--Aku merindukanmu” ucap Lisa, dia memeluk tubuh Han dengan sangat erat saat dia menghampiri pria itu.
“aku juga merindukanmu sayang, maaf jika aku baru menemuimu”
Cukup lama mereka bertahan dalam pelukan rindu yang mereka lampiaskan satu sama lain, hingga akhirnya Han harus melepaskan Lisa karena gadis itu tidak boleh terlihat jelek saat persidangannya nanti, Han menyerahkan bunga yang ada di tangannya lalu mencium kening Lisa.
“Han, apa kamu akan pergi lagi?”
“Tidak, aku selalu dihatimu Lisa, kita akan bertemu disaat pernikahan Sona nanti dan aku akan menjelaskan semuanya padamu, pergi, persidangan akan dimulai”
“aku masih merindukanmu Han, kita baru saja bertemu kenapa harus berpisah lagi”
“tidak ada perpisahan Lisa, hanya tidak saling bertemu saja”
Lisa terpaksa meninggalkan Han yang berada di luar gerbang kampusnya, dia melambaikan tangan pada pria yang tidak ingin dia pergi, namun setidaknya Lisa bisa bernafas lega jika dirinya bisa bertemu dengan Han yang rasanya seperti mimpi.
Saat Lisa masuk ke dalam ruangannya, Han mulai melangkah pergi menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari tempatnya, dia segera masuk kedalam mobil dan meninggalkan kampus.
Beberapa jam kemudian ....
Persidangan Lisa berjalan dengan sangat lancar sesuai dengan harapannya, Lisa sangat bahagia hingga memutuskan untuk menemui sahabatan yang seperti sudah selesaikan persidangan lebih awal dari Lisa, gadis itu sedang duduk ditempat biasa Lisa dan Sona sering menghabiskan waktu mengerjakan tugas ataupun berbicara tentang hal lain.
Lisa mendekati Sona yang lebih banyak terdiam dari biasanya, Sona juga terlihat lebih kurus dan juga pucat, Lisa mengerti jika sahabatnya sangat tertekan dengan masalahnya yang sulit untuk dipahami, Lisa menyentuh pundak Sona yang membuat gadis itu tersadar dari malumannya.
“Kamu baik-baik saja Sona?”
“aku hanya akan terus berbohong jika aku mengatakan aku baik-baik saja Lisa”
“Sona, kamu belum menemui Kakak Kevin setelah bertemu dengan Samuel, apakah kamu menghindarinya?”
“aku tidak sanggup untuk bertemu dengannya, aku takut aku akan semakin ragu untuk menikah Lisa, aku masih mencari semua jawaban permasalah ini”
“pernikahanmu akan terjadi minggu depan, kamu tidak akan bisa menemukan jawabannya jika hanya terus menghindarinya, tolong jangan seperti ini Sona”
“tolong jangan seperti ini Lisa, aku butuh waktu”
“mau sampai kapan? Setelah kamu menikah dengan kakakku? Atau apa Sona?”
“Lisa, aku harus bagaimana?”
“temui Kakak Kevin”
Sona tidak menjawab pertanyaan Lisa, dia lebih memilih untuk meninggalkan sahabatnya di tempat biasa mereka berkumpul, dan Lisa hanya menatap punggung sahabatnya yang berjalan meninggalkannya.
__ADS_1
'aku harap Sona bisa bahagia menikah dengan Kakak Kevin, dan aku juga berharap Han tidak pernah membuatku ragu dalam segala hal'