Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]

Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]
Bab 53 - problem life


__ADS_3

Acara pesta pernikahan Sona dan Kevin berjalan dengan baik, semoga para tamu menikmatinya dengan sangat baik dan bersuka cita dengan berbaur satu sama lain, ini merupakan suatu kesempatan bagi mereka untuk bertukar informasi tentang apa yang terjadi selama mereka bertemu.


Han dan Lisa, kedua orang itu seperti merasa jika dunia milik mereka berdua, saat orang lain lebih suka berkumpul dengan orang lain mereka berdua malah memilih mencari tempat yang cukup sunyi untuk menyalurkan semua rasa kerinduan yang tidak ada habisnya, rasanya kali ini mereka ingin egois dalam segala hal.


“Han apa ini akan menjadi pertemuan terakhir kita?” tanya Lisa.


Lisa dengan sangat berani menyandarkan kepalanya ke dada bidang Han, memainkan dasi berwarna abu-abu itu, rasa bosan kembali menyapa Lisa saat Han hanya dia saja saat Lisa mencoba mengganggu nya.


“tidak ada namanya pertemuan terakhir Lisa, kita hanya akan jarang bertemu saja” ucap Han, dia menahan tangan Lisa, menghentikan gadis itu untuk menaikkan dasinya.


“kamu baik-baik saja Han? Kamu terlihat gelisah?” tanya Lisa, dia mengangkat kepalanya untuk menatap Han.


Lisa terkejut saat melihat keringat dingin yang ada dikening Han, pria itu kelihatan tidak nyaman dan seperti ada yang mengganggunya, saat tangan Han menyentuh tangan Lisa dia juga merasa tangan pria itu sangat dingin dan gemetar.


“Ya, Lisa rasanya sangat menyiksa” ucap Han, pria itu mulai merasa gelisah dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri.


“apa tadi kamu banyak minum? Atau kamu makan sesuatu” 


Lisa mulai khawatir dengan apa yang terjadi pada sang kekasih, dia sampai mengusap keringat yang terus bercucuran dari keningnya, wajahnya begitu pucat dan sedikit lemas.


“seperti aku akan--”


Detik berikutnya Han langsung menunduk kebawah dan memuntahkan, Lisa begitu panik hingga dia bingung untuk melakukan apa, dengan ragu-ragu Lisa membantu pria itu dengan mengusap-usap punggung sang kekasih yang masih sibuk mengeluarkan sesuatu dari mulutnya.


“sudah merasa lebih baik? ingin aku bawakan air hangat?” 


Lisa membantu Han itu bersandar di kursi, lalu dia mengelap sisa-sia muntahan Han dengan sapu tangan miliknya, kemudian meninggalkan Han untuk mengambil air hangat.


Tak lama kemudian Lisa kembali dengan air hangat di tangannya, jas milik Han masih melekat di tubuhnya, lalu dia membantu Han untuk meminum air hangat itu hingga habis.


Risa yang melihat apa yang sedang terjadi pada anaknya dan calon menantunya memutuskan untuk mendekati mereka.


“apa yang terjadi pada Han?” tanya Risa.


“ibu bisakah kamu memeriksa apa yang terjadi pada Han? dia terlihat sangat tersiksa” ucap Lisa.


Risa mendekati Han, dia mencoba mengecek suhu tubuh pria itu, lalu memperhatikan Han yang terus memegang perutnya.


“lain kali beritahu Han untuk makan dengan teratur, dan berhentilah meminum alkohol jika perutmu sedang keadaan kosong, bawalah dia ke kamar Kevin, dia perlu istirahat dan taruhlah air hangat di perutnya agar rasa keramnya berkurang” ucap Risa.


“terimakasih Ibu” 


Lisa dengan hati-hati membawa Han kedalam rumahnya, memang saat sulit membawanya ke dalam karena tubuh pria itu yang lebih besar dari tubuh Lisa, dan akhirnya Lisa bisa membawa Han kedalam kamar Kevin, lalu membaringkan tubuh sang kekasih di ranjang milik sang kakak, Lisa juga melepas sepatu yang Han kenakan.


Han, pria itu hanya bisa terdiam memperhatikan Lisa yang sibuk mengurusnya, dia merasa telah merepotkan Lisa, jika Han tahu akan seperti ini dia tidak akan menerima minuman yang diberikan oleh ayahnya.


Tak lama Lisa kembali, dia membawa kantung untuk menyimpan air hangat, seperti gadis itu juga sudah mengganti pakaiannya, Han terus menatap Lisa yang terlihat sangat khawatir dengan kondisinya yang sangat lemas, tapi dia tetap mencoba untuk tersenyum pada Han, dia meletakkan kantong itu dibagian perut Han, Lisa melangkah menaiki ranjang dan duduk disisi Han.


“Lisa, maaf” ucap Han, suaranya terdengar begitu lemah saat dia menggenggam tangan Lisa.


“tidak apa-apa, beristirahatlah Han” ucap Lisa, dia mengelus punggung tangan Han dengan lembut.


Beberapa menit kemudian nafas Han mulai teratur yang menandakan jika pria itu sudah tertidur, Lisa merasa sedih karena dia tidak bisa mengerti apa yang Han rasakan saat kesakitan.


“aku akan menjadi dokter yang hebat, hingga saat kamu sakit aku bisa langsung menanganinya tanpa harus bertanya pada orang lain” ucap Lisa.


Kening dingin masih ada di kening Han, seperti pria ini juga demam karna suhu tubuhnya yang sangat panas melebihi suhu normal manusia, untung saja tadi Lisa sudah menyiapkan air hangat untuk Han, dia mencari kain lalu memasukkannya ke wadah yang terdapat air hangat, kemudian dia merasa sedikit dan meletakkan di kening Han.


Hal yang dilakukan Lisa seperti seorang istri yang sedang merawat sang suami yang sedang sakit, kakinya tidak pernah melangkah sampai melewati kamar sang kakaknya, padahal Lisa bisa saja meninggalkan Han untuk beristirahat namun dia tidak melakukannya karena mungkin saat terbangun Han membutuhkan sesuatu.


Waktu berjalan hingga jam sudah menunjukan pukul 5 sore, Lisa tidak sadar jika dirinya ikut tertidur di ranjang sang kakak, saat membuka kedua matanya Lisa begitu terkejut dengan apa yang dia lihat! 


'bagaimana bisa? Maksudku … kenapa aku bisa ada didalam pelukan Han? Kapan pria itu menyadari jika aku tidur disampingnya?' ucap Lisa dalam hatinya, dia segera melepaskan tangan Han yang melingkar di pinggangnya.


“Han! Aku tahu jika kamu sudah bangun!” ucap Lisa dengan sedikit nada kesalnya.


“Han! Bangun!”


“Ya, Lisa”


“kenapa kamu malah memelukku? Kamu tidak takut jika orang lain melihat kita?”


“kenapa aku harus takut? Kamu kekasihku”


“apa kamu bodoh? Orang lain akan berpikir jika kita melakukan hal yang aneh-aneh!”


“Lisa, jika kita melakukannya sudah pasti kamu dan aku tidak mungkin masih memakai pakaian”


“tapi tetap saja aku tidak suka, ini kamar kakakku, kamu tidak boleh seperti itu!”


“baiklah, aku minta maaf dan juga terimakasih karena sudah merawatku, aku merasa jauh lebih baik sekarang”


“kamu ingin langsung pulang?”


“Ya, besok aku akan sangat sibuk”


Han kembali memakai sepatu dan jas miliknya, lalu berjalan untuk membuka pintu kamar Kevin yang diikuti oleh Lisa dibelakangnya.


“setidaknya makanlah sesuatu Han, atau kamu ingin ikut makan malam bersama keluargaku?” 


“Lisa, aku akan menjaga kesehatanku, terimakasih sudah melakukan semua ini untukku, aku tidak bisa berlama-lama di rumahmu, sama seperti yang kamu bilang orang lain pasti akan berpikir berbeda dengan apa yang mereka lihat” ucap Han.


“baiklah hati-hati dijalan”


Han menyempatkan dirinya untuk mengusap kepala Lisa dan memberikan ciuman di kening sang kekasih, kemudian dia tersenyum pada Lisa sebelum meninggalkan Lisa.


“hubungi aku jika sudah sampai” ucap Lisa, dia melambaikan tangannya pada Han yang sudah mulai menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan rumah Lisa.


Lisa kembali kedalam rumah setelah Han sudah pergi, dia melihat sang ayah yang sedang berjalan ke arahnya dan berkata.


“aku punya kabar gembira untukmu, kamu akan segera menikah dengan Han”

__ADS_1


“ayah, benarkah itu?”


“Ya, tapi kamu harus menjadi dokter yang hebat, kalian hanya akan menikah lalu setelah itu beberapa bulan tidak bertemu”


“itu tidak adil ayah”


“itu adil, karena ayah ingin melihat dia, apakah dia bisa kembali tanpa membawa wanita lain”


“ayah, Han tidak seperti itu”


“ayah tahu, aku hanya ingin menguji perasaannya padamu saja Lisa, setidaknya kalian bisa menikahkan?”


“ayah tidak ada lelahnya terus mengganggu hubungan kami”


Lisa berjalan begitu saja meninggalkan sang ayah yang menatapnya dengan bingung, Lisa terlalu malas untuk berdebat dengan sang ayah, lebih baik dia menunggu kabar Han yang sudah sampai rumah atau belum.


Saat Lisa sampai di kamarnya, dia langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Han, ucapan yang dikatakan oleh ayahnya membuat Lisa berfikir apakah itu benar atau hanya omong kosong ayahnya saja.


*By : Lisa 


Apakah kamu sudah sampai di rumahmu? Ada hal yang aku ingin katakan padamu, tapi jika kamu masih di jalan, hubungi aku setelah kamu sampai*


Beberapa menit kemudian ponsel Lisa berdering


*By : Han 


Ada hal apa yang ingin kamu bicarakan?


Apa kita bertemu saja? Agar kamu mudah menyampaikannya*.


Lisa langsung membalas pesan itu detik berikutnya.


*By : Lisa


Apa kamu sudah sampai di rumahmu?


Bukankah kamu besok akan bekerja?


Kita bicara lewat pesan saja*.


Sepuluh menit kemudian Han baru membalas pesan Lisa.


*By : Han


Aku sedang ada diruang tamu bersama ayahku, katanya ada hal ingin dia sampaikan, aku akan menghubungimu nanti jika aku sudah selesai berdiskusi dengan ayah.


By : Lisa 


Baiklah, aku akan menunggumu* 


*******


Di Ruangan tamu yang cukup sepi, hanya ada dua orang yang saling duduk bersebrangan, Han merentangkan tangannya di sofa yang empuk itu dan melipat kedua kaki, dia menatap malas pada sang ayah yang hanya diam.


“jika kamu sudah tahu, maka aku tidak perlu repot-repot untuk menceritakannya padamu” ucap Tuan Kim, di usianya yang sudah tua pria itu masih saja berani meminum alkohol yang sewaktu-waktu dapat membuatnya terbaring dirumah sakit.


“aku tidak mau menikahi Lisa karena ayah ingin memperkuat hubungan ayah dengan teman ayah, lihatlah dirimu di usiamu yang sudah tua itu, seharusnya dirimu tidak perlu memikirkan perusahaanmu, aku akan membuat perusahaan itu tetap stabil dari kebangkrutan” 


“Han! Setidaknya hargai aku sebagai orang yang sudah membesarkanmu selama 20 tahun, itu adalah perusahaan yang sudah turun temurun dari keluargaku”


“karena ayah tidak mau percaya padaku! Aku bisa membuktikannya, aku janji jika ayah percaya padaku selama 6 bulan perusahaan itu akan kembali stabil seperti dulu”


“bukankah kamu kekasihnya?”


“jangan mencoba memanipulasiku ayah, aku tidak akan pernah mau menikahi Lisa karena perjanjian yang ayah buat! Jangan pikir aku tidak tahu maksud buruk ayah untuk menikahkan aku dengan Lisa! Ayah ingin menghancurkan mereka bukan?”


“aku akan ada di pihak mereka jika ayah benar-benar akan melakukan itu!” ucap Han, dia sudah tidak suka berlama-lama di ruang tamu bersama ayahnya, dia bukan Han yang berusia 17 tahun yang bisa dia pengaruhinya atau dimanipulasi, Han adalah pria dewasa yang sudah mengetahui segalanya baik dan buruknya suatu rencana.


“ayah, berhentilah merebut sesuatu yang bukan milikmu! Aku bukan robot untuk dirimu lagi sudah cukup!” ucap Han, 


dia melangkah meninggalkan ruang tamu dengan perasaan yang bercampur menjadi satu membuat Han semakin hancur dalam perasaan yang begitu rumit, tidak pernah terlintas di pikiran Han untuk menghancurkan kehidupan keluarga kekasihnya, Han tidak mau kehilangan Lisa dan menyesal mengikuti kemauan sang ayah.


'aku hanya ingin hidup bahagia bersama Lisa tanpa menyesali apapun, begitu sulitnya untuk membuat ini menjadi lebih mudah'


Tuan Kim hanya menatap putranya yang sudah menaiki anak tangga menuju kamarnya di lantai dua, dia tidak habis pikir putra yang selama ini dia rawat dengan uangnya malah ingin berpihak pada orang lain, “anak sialan!”


Han segera mengeluarkan ponselnya yang berada disaku celana, setidaknya masih ada Lisa yang mampu membuatnya berdiri disini, membuat Han bertahan dari kehancuran hidupnya, dia sejak lahir sudah dibuang dan sekarang orang tua asuhnya meminta balas budi darinya, jika bukan Lisa yang menjadi tumpuan terakhir Han mungkin dia sudah menggantung dirinya atau menjadi pria yang brengsek yang suka menghamburkan uang ayahnya untuk wanita malam.


*By : Han 


Sayang apa sedang kamu lakukan?


Aku sudah selesai berbicara dengan ayahku, 


aku merindukanmu*,


Han langsung menekan kirim, lalu di melirik jam dinding yang sudah menunjukan pukul 10 malam, dia membuka jas dan meja, Han bermaksud ingin mandi namun ponselnya berdering.


*By : Lisa 


Aku sedang membaca buku, 


Apa ayahmu membicarakan sesuatu? 


Seperti 'pernikahan' atau lainnya*.


Han mengurungkan niatnya, dia membalas pesan Lisa dulu baru, dia akan mandi.


*By : Han 


Ya, ayah menyuruhku menikahimu, tapi aku menolaknya, Apakah Tuan Jung juga membicarakan pernikahan ini padamu Lisa*?

__ADS_1


Ponsel Han kembali berdering namun dia mengabaikannya, tubuhnya sudah sangat lengket dan juga berkeringat, dia buru-buru menyelesaikan mandinya. 


Dari dalam kamar mandi suara nada dering ponselnya terus mengusir kesunyian dari kamar Han, beberapa menit berlalu ponselnya berdering lagi saat Han baru saja melangkah keluar dari kamar mandi, tetesan air masih membasahi wajahnya dan juga rambutnya, dia meraih ponsel yang dan melihat layar ponselnya, ada satu panggilan video call dari Lisa, dengan santai pria itu menjawabnya.


Lisa : Yak!! Apakah kau bodoh! Pakai pakaianmu Tuan penggoda!


Lisa sangat terkejut melihat Han di layar ponselnya tidak memakai pakaian, tetesan air masih membasahi wajahnya, membuat Lisa tanpa sadar menelan air liur terus menerus.


Han : aku baru saja selesai mandi, kamu saja yang tidak sabaran


Lisa : aku pikir jika dirimu ketiduran atau mungkin lupa meletakkan ponselmu! Cepat pakai baju!


Lisa langsung menutup panggilan video call, tanpa mau menunggu apa yang akan dibicarakan Han. Dan Han pria itu hanya tersenyum, betapa lucu wajah Lisa saat dia terlihat terkejut dan juga malu.


Setelah selesai memakaian pakaian tidur, dia segera mengirim pesan pada Lisa.


*By : Han


Apa kamu marah padaku?


Bukankah saat menikah nanti kamu akan lebih sering melihat diriku*? 


Seperti dugaan Han jika Lisa akan segera membalas pesannya dalam hitungan detik.


*By : Lisa 


Berhentilah berbicara omong kosong!


Ayahku bilang jika kamu akan menikahiku, 


Tapi Han, aku tidak mau menikah sekarang ..


Aku takut pernikahan ini akan membuat kita semakin jauh, 


By : Han 


Aku tidak akan menikahimu jika karena suatu perjodohan atau perjanjian yang ayahku dan ayahmu buat, aku ingin kita menikah atas dasar cinta Lisa, dimana saat mengucapkan janji suci semua akan terasa indah dan tulus …


By : Lisa


Apa kita menikah secara diam-diam dan baru kembali saat aku hamil


By : Han 


Siapa yang mengajarimu seperti itu Lisa?


Kita akan menikah, aku berjanji setelah 6 bulan aku berhasil, aku akan segera menikahimu Lisa, buanglah jauh-jauh pemikiranmu seperti itu


By : Lisa


Aku hanya takut Han, semua ini semakin membuatku takut akan apa yang akan terjadi kedepannya, kenapa semua ini begitu sulit Han*?


*By : Han 


Tidak Lisa, ini hanya masalahku, aku butuh meyakini ayahku jika menikahimu bukanlah solusi untuk permasalahan perusahaan, apakah kamu bersedia menungguku selama 6 bulan tanpa bertemu atau saling memberi kabar? Can you stay with me?


By : Lisa


Aku selalu yakin pada dirimu Han, aku akan menunggu selama apapun itu, selagi kamu bisa meyakini hatimu jika aku akan selalu menunggumu kembali, waktu bukanlah halangan untukku untuk tidak yakin padamu*,


Rasa semua yang Han pendam akibat ayahnya semua sirnah begitu saja, rasa hangat menyelimuti hatinya secara perlahan, seandainya Lisa ada disini mungkin Han sudah memeluk gadis itu.


*By : Han 


Terimakasih karena sudah memilihku sebagai pelabuhan terakhirmu Lisa, betapa bersyukurnya hidupku memilikimu di hidupku, aku akan selalu mengingat semua tentang cinta Kita, aku mencintaimu* 


*By : Lisa 


I love you too more*, 


Aku akan segera tidur, aku tidak mau membuatmu harus tidur larut malam, tidurlah Han, ini sudah pukul 11 malam.


Mata Han langsung menatap layar ponselnya, Lisa benar dia harus segera tidur, besok dirinya akan sibuk dengan tumpukkan pekerjaan yang tidak akan selesai dalam satu hari.


*By : Han 


Kamu benar, aku akan segera tidur 


Happy nice dream my little panda*, 


Han menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya, tangannya mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur yang tidak terlalu terang membuat kamarnya redup akan cahaya, hari yang begitu panjang akan segera berakhir berganti dengan hari esok yang sama seperti hari ini, akan menjadi lebih melelahkan untuk pikiran dan hatinya.


Besok Lisa juga akan mulai kesibukannya menjadi seorang perawat, lalu berahli menjadi dokter, semua itu menjadi mudah karna Tuan Park yang membantu Lisa dengan memasukannya di salah satu rumah sakit miliknya di kota Seoul, awal Lisa ingin menolak namun jika dipikir lagi kenapa tidak mencobanya saja. Dan lagi pula Ibunya selalu mendukung apa yang sudah Lisa putuskan.


*******


Sebuah kamar, ada dua orang yang terus bertukar argumen, Ya itu adalah Risa dan Lian, dimalam yang sudah larut ini mereka masih memperdebatkan persoalan yang seharus sudah menjadi hak Lisa dan Han.


“kamu pikir dengan diamnya aku, aku bisa membiarkan putriku dikendalikan olehmu!”


“apa yang kamu bicara Risa?” ucap Lian, dia menarik Risa untuk mendekatinya.


“jangan mencoba mengalihkan pembicaraan dan berhenti menyentuhku!” ucap Risa, dia menepis tangan Lian yang menariknya untuk duduk disampingnya.


“apa yang kau inginkan!”


“berhenti ikut campur dengan urusan Lisa dan Han, mereka mempunyai impian mereka, dan kau tidak perlu menyeret mereka kedalam pernikahan bodoh yang kau buat! Mereka juga akan menikah saat keduanya siap”


“jika aku tidak mau? Apa yang akan kamu lakukan”


“jangan harap bisa melihatku dan Lisa kemudian hari, aku masih bisa mencari pekerjaan! Kamu terlalu mementingkan perusahaan, tidakkah kamu memikirkan hidupmu yang akan segera mati” ucap Risa, dia menutupi pintu kamar itu, meninggalkan Lian dengan segala kekesalan dan penyesalan dari dirinya.

__ADS_1


Setelah pintu itu tertutup, barulah Risa meluapkam semua kesedihan, semejak Lian berkerja sama dengan Tuan Kim sikapnya sangat berubah dan jauh berbeda dengan Lian yang Risa kenal, wanita itu sudah tidak pernah merasakan cinta dan kasih sayang yang biasa pria itu berikan, dipikirannya hanya ada perusahaan dan kekuasaan.


Jika memang berpisah membuat Lisa dan Han bahagia, maka sebagai ibu, Risa akan melakukan segalanya untuk Lisa, sudah cukup dia hidup lama didunia ini sebagai wanita yang hanya menuruti perkataan Lian, setidaknya sebelum Risa pergi, dia ingin melihat sang putri bahagia tanpa menyesali apapun dalam hidupnya.


__ADS_2