Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]

Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]
Bab 82 - My Ceo


__ADS_3

Setelah mendengar apa yang Lisa katakan, bukannya menghubungi Sona untuk menanyakan apa yang itu ucapkan Lisa itu benar atau tidak, Kevin malah memilih untuk membersihkan diri dan segera bergegas kerumah Sona sampai melupakan sarapan paginya.


Dia segera mengeluarkan mobil kesayangan miliknya yang baru saja beli satu bulan yang lalu, mobil Hyundai keluaran terbaru itu menelusuri kota Seoul, dikorea juga sedang musim dingin jadi wajar jika jalan tanpa sepi dan tertutup salju.


Sambil mengemudi, Kevin menatap kaca sepion yang memastikan jika dirinya terlihat rapi dan juga tampan, hari ini demi Sona pria itu meninggalkan pekerjaannya, pada sang ayah sebentar lagi akan memberikan jabatannya pada Kevin sebagai pemengang saham baru di Grup Jung yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun, seharusnya pria itu sudah duduk di kursi kebesarannya dan melihat semua laporan tentang perusahaan.


Entah karna Kevin memang sedang tidak ingin melihat tumpukan dokumen dimejanya atau memang pria itu ingin terus melihat Sona yang akhir-akhir ini terus memenuhi pikirannya, hingga membuat Kevin tidak fokus dalam bekerja, karna jarak rumah Sona yang tidak terlalu jauh dari rumahnya, kini mobil Kevin sudah berhenti di depan rumah Sona.


Dengan langkah yang tegas dan juga berwibawa, pria itu masuk melewati kebun bunga yang ada di sana, lalu segera menekan bel rumah Sona, tapi ini dia tidak melihat Ibu Sona yang biasanya dipagi hari dia akan menyirami tanaman dihalaman rumahnya.


Tak berlangsung lama, pintu itu terbuka dan memperlihatkan sosok Sona yang masih memakai pakaian tidurnya? Oh gadis ini bahkan tidak malu menunjukan tubuhnya di depan seorang pria.


Sona : “apa yang kau lakukan disini?”


Kevin : “bisakah kamu mengganti pakaianmu? Sangat menganggu mataku saja”


Sona lupa jika dirinya masih memakai pakaian tidurnya, memang pakaian tidurnya tidak pendek dan juga tidak terbuka, namun kebiasaan wanita saat tidur masih melepakan branya, dengan cepat dia menyilang tangannya didadanya, Sona tertunduk malu, dengan apa yang terjadi pada dirinya, 'ceroboh!'


Sona : “berhenti melihatnya! Dasar mesum!”


Kevin : “mesum? Kau lebih dahulu menggodaku! Ingatlah Sona kamu sedang berhadapan dengan 'pria dewasa' ”


Sona : “aku tidak perduli! Lagi pula apa yang kau lakukan dirumahku! Mom sedang tidak ada!”


Kevin : “benarkah? Seperti bagus untuk kita-”


Sona : “Hei! Buanglah jauh pikiran kotormu!”


Kevin : “Hei nona Sona, kalau ada seseorang yang lebih tua darimu sedang berbicara tolong dengarkan sampai selesai! Aku bilang itu bagus karna kita bisa langsung menjadi buku yang kau butuhkan, itu saja”

__ADS_1


Sona : “aku ... Aku tidak mengatakan minta ditemani olehmu, lagi pula orang sesibuk dirimu untuk apa membuang-buang waktumu hanya untuk mengantarku”


Kevin : “mungkin karna kita akan menikah”


Dengan kesal gadis itu menutup pintu saat mendengar ucapan Kevin, padahal Sona sangat kebal dengan semua ucapan atau rayuan manis dari teman prianya tapi didepan Kevin, seakan-akan hatinya benar-benar luluh pada Kevin.


Tidak mau memikirkan lagi, Sona segera berlari kedalam kamarnya, memcuci mukanya dan berganti pakaian yang layak, hari ini dia tidak ingin memakai pakaian pendek, entah karna apa Sona tadi menuruti kata pria yang menyuruhnya untuk berpakaian dengan benar.


Setelah selesai dengan make up yang tipis, Sona mengambil tipo baret dan tas, lalu gadis itu segera menuju pintu luar.


Kevin yang menunggu diluar, cukup terkejut saat melihat penampilan yang berbeda dari gadis ini, dia milik konsep cute untuk pakaian hari ini, dengan gemas ingin rasanya Kevin mencubit pipi itu namun dia tidak mau memancing keributan, dia hanya tersenyum lalu mengelus kepala Sona sebelum berjalan menuju mobilnya dan berkata.


“aku suka penampilanmu yang sekarang”


Mendengar apa yang dikatakan Kevin membuat Sona rasanya ingin bersembunyi dibalik selimut, dia menundukan pandangannya, wajah terasa panas dan juga degup jantung yang terus berdetak. Mengikuti langkah Kevin yang sudah didalam mobilnya.


Setelah Sona menutup pintu dan memasang sabuk pengaman, Kevin mulai menyalahkan mesin mobilnya dan berjalan ketempat toko buku yang ada dipusat kota, toko buku disana saat lengkap dan cukup mudah ditemukan lokasinya, dan juga dekat dengan kantor Kevin.


Mata Sona langsung berbinar lebih banyak buku-buku yang tersusun rapih disana, menurut Sona buka adalah dunia keduanya, dia sangat suka dengan novel, dia segera mendekati buku dan melupakan pria yang tadi ada disampingnya.


“semua novel ini rasanya ingin sekali kubeli semua, tapi Ibu akan marah jika aku mengabiskan uang bulanku untuk membeli novel”


Sona memilih untuk membeli salah satu novel yang dari dulu ingin dia beli, tapi jaraknya cukup tinggi hingga membuatnya sulit untuk mengapainya. Sebuah tangan menyentuh tangan Sona, sontak gadis itu berhenti melompat-lompat untuk mengambil buku itu.


“maaf, aku kira kamu butuh bantuan jadi aku ingin membantunya, ini buku yang kamu inginkan”


Seorang pemuda yang senyumnya sangat manis dari oppa-oppa yang Sona kagumi, oh wajah yang ramah itu membuat Sona tidak bisa berkutip melihatnya sedekat ini, dengan gugup dia mengambil buku dari tangan pria itu.


“terimakasih”

__ADS_1


“sama-sama, apa kamu masih butuh bantuan?”


“tidak ada, sekali lagi terimakasih”


Pria itu mengangguk dan tersenyum pada Sona yang menunjukan dimple yang cukup dalam, dia mulai meninggalkan Sona dengan perlahan, dan Sona, gadis itu hanya bisa terdiam melihat pria manis itu pergi.


“semalam aku mimpi apa? Sampai bisa bertemu pria tampan dan juga manis seperti dia”


“sudah cukup melihatnya! Kau itu calonku Sona”


Kevin yang dari kejauhan melihat adegan kemesraan pada kedua orang itu membuatnya sangat kesal, dia berbicara pada Sona dengan sedikit nada tingga dan juga dingin.


“apa? Aku ... ”


Kevin berjalan mendekati Sona, dia mengunci Sona dengan kedua tangannya yang berada dirak buku itu, menatapnya penuh dengan dingin dan juga tajam.


“menjauhlah, tidak baik dilihat orang lain”


Sona mendorong tubuh Kevin yang terlalu dekat dengannya, Sona sangat tidak mengerti dengan sifat yang berubah-ubah dari pria itu, Sona hanya menganggumi pria yang tadi menolongnya, tapi dia mengartikannya lain.


“saat pria tadi ada didekatmu kau tidak marah, tapi kenapa denganku kamu tidak suka?”


“apa yang sebenarnya kau pikirkan Kevin, dia hanya membantuku, sudah cukup! Jangan mengatakan apapun! Aku belum bilang setuju untuk menikah denganmu! Dan aku ingatkan sekali lagi jangan mencoba untuk melarangku tentang apapun”


Sona melepaskan dirinya begitu Kevin lengah, dia tidak mau berdebar dengan Kevin, apa yang sebenarnya terjadi bukan kemauan Sona, pria itu yang menolongnya dulu, jika Kevin yang lebih dahulu membantunya Sona juga tidak akan memarahinya.


Kevin lebih memilih untuk duduk dimeja, dia tidak mau memperpanjang masalah atau menyelesaikan, Kevin tetap menunggu Sona sampai menemukan buku, dia mengeluarkan ponselnya yang terus berdering, banyak sekali panggilan dari Tuan Min, dengan kesal pria itu mematikan ponselnya dan lebih memilih untuk membawa buku yang tadi sempat dia ambil.


jangan lupa like dan komen untuk bab ini ..

__ADS_1


see you ...


salam hangat My Ceo


__ADS_2