![Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ibu-muda-presiden-lian--revisi-.webp)
Setelah sampai dirumah, Lisa lebih memilih untuk langsung menuju kamar tidurnya, dia ingin segera mengistirahatkan tubuhnya di kamar yang sudah lebih dari bulan tidak dia tinggali, kamarnya masih seperti dulu ketika dia meninggalkan kamar ini, Lisa meletakan boneka pandanya didekat boneka doraemon miliknya.
Dengan sangat malas dia membaringkan tubuhnya diatas ranjangnya, mata tertuju pada langit-langit kamar yang berwallpaper doraemon, dalama pikirannya dia terus berbayang sosok pria hangat yang senyumannya selalu membuat hatinya berdebar dengan kecang, pria dengan jas putih yang sudah menjadi bagian dari hidupnya, pria yang kini baru beberapa jam yang lalu berpisah dengannya.
Han, pria itu tak pernah lepas dari pikiran Lisa, rasa ingin sekali Lisa langsung menghubunginya dan menanyakan apa dia merindukannya? Bagaimana rasa berpisah?
Tangan Lisa terulur untuk menyentuh kalung yang diberikan Han, dia bangkit dari ranjang, lalu berjalan mendekati meja rias menarik kursi itu lalu menatap dirinya sendiri. Dari balik cermin yang ada dihadapannya Lisa bisa melihat dengan jelas bentuk dari liontin di kalung, itu sangat indah dan berkilau, ini pertama kalinya Han memberikan barang yang berbeda dari biasanya, Han biasanya hanya memberi Lisa boneka, coklat atapun Ice Cream.
'apakah Han ingin aku menjadi wanita dewasa? Mungkin mulai sekarang aku akan merawat diriku, belajar menjadi wanita yang bisa diandalkan oleh Han, aku harus mulai merias diri, melakukan perawatan dan tentu juga menjadi sosok istri yang baik untuk Han'
Lisa terkejut dengan apa yang ada dalam benaknya, Lisa tertawa dengan apa yang baru saja dia pikirkan, dia benar-benar malu.
'menjadi sosok istri yang baik untuk Han? Oh ayolah Lisa, hayalanmu terlalu tinggi! Baru juga berpisah, kau sudah berfikir untuk segera menikah dengan Han?'
Lisa tidak mau terlalu larut dalam mikirkan Han, Lisa memilih untuk merapikan semua barang-barang yang masih didalam koper yang belum sempat dia buka, Lisa tidak mau menghubungi Han lebih dahulu, dia ingin Han yang menghubunginga agar tak menganggu pekerjaannya.
**********
Setelah kembali menghantar Lisa kebandara, Han langsung bergegas menuju rumah sakit, hari ini Han memiliki jadwal yang cukup pada karna Dokter Park sedang ada urusan yang membuat Han mengambil ahli rumah sakit itu.
Jika sudah berusaha dengan pekerjaan, maka sifat akan lebih serius dan bersikap profesional, semua yang ada disekitarnya akan merasa kagum dengan jiwa dokter dalam diri Han, tak jarang banyak suster yang ingin berkencan dengannya, Han sudah seperti kepala rumah sakit yang handal dalam mengurus semua masalah rumah sakit.
Waktu berjalan begitu cepat, fajar telah berganti dengan rembulan, sore sudah berganti dengan malam yang berhiaskan bintang-bintang, Han masih sibuk dengan dokumen yang sepertinya tidak berkurang sedari tadi, Han tidak berfikir gimana nanti jadinya jika dirinya sudah menjadi Ceo, akankah dia menghabiskan waktu lebih banyak dikantor? Dan melupakan istrinya yang mungkin menunggu kepulanganya.
Pikiran Han langsung tertuju pada Lisa, dia lupa untuk menanyakan kabar sang kekasih, selama seharian penuh ini dia tidak sempat untuk memang ponselnya yang ada disatu jas kerjanya, Han menghentikan aktivitasnya. Dia mengeluarkan ponselnya dan segera mencari kontak sang kekasih, namun sangat ingin menelpon Lisa, Han melihat jam yang ada dilayar ponselnya, ini sudah cukup malam untuknya menganggu Lisa.
Pria itu memutuskan untuk mengirim pesan pada Lisa saja, setidaknya dia masih bisa mengabari Lisa walaupun mungkin gadis itu sudah terlelap dalam mimpinya.
__ADS_1
by : Kim Han Hyung
Lisa apa kamu sudah tidur?
Aku bingung untuk menelponmu atau tidak, mengingat jam disini sudah menunjukkan pukul 11 malam, aku memutuskan untuk mengirimkan pesan pada untukmu.
Bagaimana dengan hari ini?
Maafkan aku sayang, jika aku baru memberi kabar padamu, pekerjaanku hari ini lebih banyak dari hari biasanya hingga membuatku melupakan dirimu, aku pun lupa untuk makan siang dan makan malam.
Hari ini aku merasa ada yang berbeda saat melewati kamar yang dulu kamu tempati, biasanya aku akan menganggumu atau hanya melihat dirimu dari pintu.
Setelah di fikir memang berat untuk berpisah denganmu, Lisa aku tidak bisa berjanji satu hal padamu tapi aku pastikan dalam satu bulan sekali kita akan bertemu ..
Selamat malam mimpi yang indah sayang, aku selalu mencintaimu ....
Sejenak Han berfikir untuk melakukan apa saat nanti Lisa sudah wisuda, Han hanya berhadap jika dirinya bisa hadir di sana menyaksikan gadisnya memakai pakain wisuda dan memberikan ucapan selamat padanya.
15 menit sudah berlalu, Han kembali meletakkan ponselnya kedalam saku jas putihnya, dia tidak ada niat ingin tidur sebelum pekerjaan ini selesai atau memang jika dirinya sudah sangat lelah.
Tiba-tiba ponsel Han bergetar dan membuat terkejut, itu adalah sebuah panggilan masuk dari sang ayah, Han mencoba mengatur nafas dan menyakini dirinya jika dia berani untuk berbicara dengan ayahnya setelah lima tahun tak bertatap muka ataupun berbicara satu kata dalam telpon.
Ayah : “Han?”
Han : “Ya, Ayah”
Ayah : “putraku, kupikir kamu tidak akan menjawab panggilanku”
__ADS_1
Han : “Ayah belum tidur?”
Ayah : “Han, kapan kamu kembali, bisakah kita menyelesaikan masalah ini secara baik-baik?”
Han : “Ayah, aku akan segera kembali, aku perlu mengurus sesuatu disini”
Ayah : “kamu sudah tidak marah padaku?”
Han : “bagaimanapun seorang anak tak akan pernah bisa marah pada Ayahnya”
Ayah : “baiklah, aku menunggu kabarmu”
“kamu akan pulang kekorea?” Dokter Park bertanya, dia berjalan mendekati Han yang ada diruangannya sambil membawa dua kotak besar ditangannya.
“Ya, aku tidak bisa terus lari dari masalahku, apa urusan anda sudah selesai?” ucap Han
“Ya, semua berjalan lancar, itu keputusan yang sangat baik Han, aku membawakan makanan untukmu, kemarilah”
Han berjalan mendekati Tuan park yang sedang duduk di sofa, “tapi aku tidak tega meninggalkan anda”
“hidupmu masih panjang Han, kamu harus bahagia dan berarti mengambil langkah untuk setiap keputusan, apapun keputusanmu aku selalu mendukungmu Han”
“aku sudah memutuskan untuk kembali kerumah minggu depan”
“lebih cepat lebih baik, cepatlah selesaikan masalahmu dengan ayahmu, sudah makanlah kamu pasti belum makan sesuatu dari siang”
Han dan Tuan Park, menikmati acara makan malam yang jarang terjadi dikeduanya, mereka bercerita tentang pengalaman hari ini yang terjadi didiri mereka masing-masing, tak lama lagi Han akan meninggalkan rumah sakit yang penuh dengan kenangan manis dan pahit dalam kehidupannya.
__ADS_1
note : maaf telat update🙏