Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]

Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]
Bab 85 - My Doctor


__ADS_3

Beberapa hari berlalu ....


Hari ini aku kembali menginjakan kaki di kota kelahiranku, sudah lima tahun berlalu sejak aku meninggalkan kota yang membesarkanku, rasanya saat berbeda dengan saat Han meninggalkan kota ini, hanya kesalahan pahaman yang terjadi membuatnya melarikan diri dari kota ini.


Han, pria itu kembali setelah sekian lama melarikan diri, setelah semua urusannya selesai dirumah sakit dia segera kekorea sudah saatnya dia bersikap dewasa sekarang, dia menunggu sang adik untuk menjemputnya dibandara, sebelum Han naik pesawat dia sempat untuk menghubungi Ayahnya dan sang Ayah menyuruhnya untuk menunggu karna ayahnya ingin Sean yang menjemputnya.


Hari ini Han tidak terlalu memakai pakaian yang tebal hingga membuatnya kedinginan, dia sengaja memakai jas putihnya dia ingin menunjukkan padanya jika selama dia pergi dia bukan pria yang suka membuat ulang di negera lain, Han juga ingin mengenang jas yang mungkin tidak akan dia gunakan lagi dimasa depan.


Tak lama kemudian Sean sudah datang, dia berhenti tepat dimana Han berdiri, Sean melambaikan tangan saat dia melihat kakaknya, wajahnya terlihat sangat bahagia karena setelah sekian lama akhirnya kakaknya bisa kembali rumah, Sean berjalan mendekati sang Kakak.


“apa kamu menunggu lama?” Sean bertanya, dia membantu sang kakak membawa barangnya didalam mobil.


“tidak, aku baru saja tiba, kamu tepat waktu”


Setelah itu tidak ada percakapan di antara mereka berdua, Sean pun juga seperti tidak ada hal yang ingin dia sampaikan pada sang Kakak, dia segera menyalakan mesinnya dan segera meninggalkan bandara.


Selama di perjalanan mata Han terus menatap jalan kota Seoul, yang tidak begitu banyak perubahan di sana, mungkin karna dia perginya tidak terlalu lama.


“bagaimana dengan urusan rumah sakit?” Sean bertanya, dia mencoba membuka pembicaraan setelah sekian lama tidak berbicara selama perjalanan.


“aku bekerja disana karna suka rela, itu tidak sulit untukku keluar dari sana”


“lalu dengan wanita yang kamu cari?”


“Sean, dia sudah tiada, aku pergi dari rumah karna Ibu, bukan karna mencarinya”


“kenapa setelah lima tahun baru kamu kembali? Kakak tahu selama kakak Han meninggalkan rumah Ayah jarang pulang dan selalu menghabiskan waktunya di kantor”


“apa sekarang Ayah ada dirumah? Bagaimana dengan kesehatannya”


“semenjak penyakit Ayah kambuh, Ayah tidak pernah meninggalkan rumah lagi, pekerjaan ayah sementara di ambil oleh Kakak Lisa”


Han terdiam sejenak, dia mencoba mencerna ucapan yang dikatakan oleh Sean 'sementara diambil oleh kakak Lisa?'

__ADS_1


“karna itu Ayah menurunku untuk pulang?” Han bertanya.


“Kakak, Ayah tidak bisa terus merepotkan keluarga Lisa, kakak tahu Ayah bahkan ingin menjodohkanmu dengan Lisa, pasein yang kamu rawat”


“apa ayah menjodohku pada Lisa untuk mengucapkan rasa terimakasihnya pada keluarganya?”


“apa kakak tidak ingin menerima perjodohan ini? Kakak Han tahu sendiri bagaimana sikap Ayah”


“aku tidak masalah dengan perjodohan, tapi bagaimana mungkin dia melakukan itu karna .. Aku semakin tidak mengerti dengan sifat Ayah yang tidak pernah berubah”


“Kakak Han, tolong jangan seperti ini, aku tidak mau menikah, aku ingin mengejar cita-cita menjadi seorang seniman terkenal”


“Sean, bukan itu maksudku, kamu baru harus mengejar cita-citamu biar aku yang mengurus semua ini agar tidak terjadi padanya”


Keduanya kembali menjadi hening, Han lebih memilih untuk mengeluarkan ponselnya saku jasnya, rasanya dari tadi ponsel itu terus bergetar.


'20 panggilan tak terjawab dan 1 pesan masuk'


By : Lisa (Dear My Panda)


« Han, selamat pagi ....


Apa kamu sudah bangun?


Atau kamu sedang bekerja?


Aku ingin sekali mendengar suaramu tapi kamu tidak mengangkat panggilanku ...


Hari ini aku berkuliah pagi .. Jadi aku putuskan untuk memberitahumu ..


Semoga harimu menyenangkan ... »


Han segera membalas pesan itu yang baru dikirim 20 menit yang lalu, mungkin Lisa sudah dalam perjalanan menuju universitasnya.

__ADS_1


By : Han (My Doctor)


« pagi juga Lisa ....


Aku sudah bangun, dan sedang ...


Ditempat dimana aku sudah lama sekali kesana ...


Maaf, tidak karna ponselku tidak aku deringkan ...


Semangat untuk kuliahmu hari ini ...


Kamu juga harus terus tersenyum


tapi bukan pada pria lain ...


Jika aku ada waktu aku akan menelponmu .. »


Tak lama kemudian dia sampai di rumah yang sudah lama tidak dia lihat, Han mencoba untuk menyakini hatinya untuk tidak melakukan kesalahan, dia kembali untuk Lisa dan untuk meluruskan semua masalah, dia berjalan mengikuti Sean yang sudah lebih awal melangkah masuk kedalam rumah.


Saat melihat kearah ruang tamu dia melihat sang Ayah yang saat berbeda saat berakhir lalu dia melihatnya, tidak ada lagi wajah yang gagah dan juga dingin, sekarang hanya ada wajah yang terlihat kuriput dan juga kurus, wajahnya pun terlihat lebih pucat diwajah terangnya cahaya matahari.


“Han?”


Saat Han sudah ada dihadapannya, Sang Ayah segera menariknya untuk memeluknya, betapa Han sangat merindukan dirinya, berapa beratnya hal yang Han lakukan pada dirinya, walaupun dia bukan anak kandungnya tapi tetap saja dari bayi hingga detik ini dia adalah ayahnya Han.


“ayah ....”


Tuan Kim segera menarik sang anak untuk menuntunnya duduk disofa yang sudah di sajikan banyak makanan disana.


“putraku .. Kamu semakin dewasa”


Akhirnya keduanya berbicara banyak hal yang tidakm pernah lakukan selama bertahun-tahun lamanya, diwajah Tuan Kim saat tersirat jika dirinya sangat bahagia dan juga bersyukur dengan apa yang ada dihadapannya, dan Han? Pria itu menangis saat sang ayah yang kini memanggilnya dengan sebutan 'putra' sudah lama rasannya dia tidak mendengar panggilan itu.

__ADS_1


__ADS_2