![Ibu Muda Presiden Lian [Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ibu-muda-presiden-lian--revisi-.webp)
Sesuai dengan rencana yang sudah mereka buat, Risa akhirnya kembali ke rumahnya, tanpa ada keraguan atau ketakutan di wajahnya, Risa kembali menyeret kopernya masuk kedalam rumahnya yang dulu selalu saja terang akan cahaya kini hanya kegelapan yang terjadi disana, semua terlihat sangat berantakan dan sangat sulit untuk dikatakan jika rumahnya sudah menjadi kapal pecah dan jangan lupakan juga bau alkohol yang memenuhi aroma rumahnya, setiap Risa melangkah ke dalam banyak sekali botol-botol Wine yang bertebaran di lantai rumahnya.
Bisa dikatakan rumah ini seperti sudah seperti bar atau klub malam, Risa meletakkan kopernya di ruang tamu melangkahkan kakinya untuk naik ke lantai dua, dia belum menemukan sosok yang telah membuat kekacauan ini.
Hingga akhirnya kaki Risa berhenti di depan kamar yang sudah beberapa hari dia tinggal, ada firasat buruk yang menyapa hatinya saat hendak membuka gagang pintu kamar, dengan ragu Risa membuka pintunya dan benar saja Risa melihat Lian yang tidur dengan seorang wanita di ranjang mereka!
Risa berjalan kedalam kamar dengan perasaan yang begitu marah dan emosi yang melonjak terus menerus, tidak ada air mata yang membasahi pipinya tidak ada lagi kekecewaan yang selama ini dia tahan, hal yang pertama kali Risa lakukan adalah membangunkan sang suami yang masih tertidur lelap dengan seorang wanita yang dia peluk.
“brengsek bangun!” ucap Risa
Saat itu juga Lian langsung panik melihat Risa yang ada di hadapan, pria itu langsung menarik Risa yang hendak pergi dari kamar menyingkirkan wanita yang juga sudah mulai panik karena melihat istri dari pria yang dia tiduri.
“Risa kamu salah paham” ucap Lian, pria itu menahan tangan Risa untuk berhenti melangkah menjauh dari dirinya.
Satu tamparan Risa berikan di pipi mulus Lian, Risa benar-benar merasa muak dengan sikap Lian yang di luar dugaannya, lupakan jika memang semua ini sudah akan berakhir, hanya demi putrinya Risa menahan semua beban dan penderitaan dalam dirinya, kini hati wanita itu kembali terluka karena perbuatan Lian yang sudah melewati batasan
“salah paham bagaimana? Salah karena aku membangunkan kalian yang sedang asik menikmati indahnya pagi ini dengan tubuh polos kalian! Kau kira aku bodoh Lian! Kita belum bercerai tapi kamu sudah tidur dengan wanita lain! Dasar brengsek!!”
Risa melepaskan tangannya dari genggaman Lian, kemudian dia mendekati wanita yang sudah memakai pakaiannya, dia juga memberikan tamparan untuk wanita itu.
“kau cantik tidak bisakah jangan menjilat seorang pria yang sudah menikah! Keluar dari rumahku!”
“Nyonya anda salah paham!”
“apanya yang salah paham saat aku melihat suamiku sendiri tidur dengan wanita lain!”
Wanita itu langsung keluar dari kamar, dia tidak bisa menghadapi situasi seperti ini lagipula dia juga tidak terlibat apapun tugasnya sudah selesai.
“Risa--”
“Diam! Berhenti memanggil namaku, kau bukan lagi orang yang aku cintai”
“aku harus bagaimana agar kamu memaafkan aku”
“maaf tidak akan membuat semuanya ini menjadi lebih baik, aku tidak pernah berfikir kamu masih ingin melakukan itu di usiamu”
“Risa, aku tahu aku salah aku terlalu mabuk hingga tidak sadar jika aku melakukannya”
“apa kau gila? Lian setan apa yang telah meracuni jiwamu, kenapa kamu menjadi pria brengsek seperti ini! Itukan alasanmu ingin cepat-cepat menikahi Lisa agar kau anak-anakku tidak memandang jika ayahnya brengsek!”
“Risa aku minta maaf, saat kamu melepaskan cincin pernikahan kita dan mengatakan akan bercerai, aku benar-benar hancur dan setiap hari aku selalu mabuk dan hingga tidak tahu jika aku membawa wanita kerumah”
“lepaskan tanganku, hubungan ini sudah tidak bisa diselamatkan lagi, aku datang kemari untuk memberikanmu kesempatan tapi seperti kamu tidak membutuhkan itu, kamu sudah lupa dengan janji yang kamu ucapkan Lian, aku pergi” ucap Risa, dengan segala emosi yang sudah membuat kepalanya pusing dia menuruni anak tangga dengan cepat, lalu mengambil kembali kopernya.
Lian, pria itu tidak mau membiarkan Risa pergi, dia berlari kearah pintu dan langsung berlutut di hadapan Risa.
“Risa aku mohon maafkan aku, baiklah aku akan menuruti semua keinginanmu”
“apakah kamu bodoh Lian, aku tidak bisa menerima semua ini, disaat kita ada pertengkaran kamu malah tidur dengan wanita lain, aku tidak bisa menerima ini Lian”
“Risa aku mohon, aku benar-benar menyesal, aku tidak akan melakukannya lagi, tolong kembalilah padaku”
“Risa aku hancur tanpa dirimu, aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa dirimu”
Pupus sudah semua pertahan Risa, wanita tidak mampu untuk melihat Lian yang berlutut di depannya dengan air mata di wajahnya, dia menghentikan langkah untuk pergi.
“bangunlah Lian”
*******
Di sebuah kota terpencil di pinggiran kota Seoul, siang ini Han dan Lisa memutuskan untuk mengunjungi rumah orang tua kandung Han yang dulu membuat pria itu, dengan motor besar milik Han, keduanya melewati kota yang tidak akan kenal lelah dan kota yang begitu sibuk dari aktivitas manusia.
Butuh waktu untuk satu jam sampai di rumah kedua orang tau Han, di rumah sederhana dengan hamparan kebun anggun benar-benar saat untuk dipandang, Han masih ragu untuk melangkah masuk kedalam rumah itu.
“Han, jangan seperti ini, kamu harus bertemu dengan mereka setidaknya berterima kasihlah pada mereka telah membuat dirimu ada di sini ” ucap Lisa, dia menarik tangan Han untuk masuk kedalam halaman rumah sederhana itu.
Di halaman rumah sudah ada dua orang yang sedang menikmati indah nya makan siang bersama, namun saat melihat Han dan Lisa memasuki rumah mereka, sang ibu langsung mendekati sang putra, semua emosinya begitu saja meluap saat melihat Han dengan pakaian seragam kerjanya.
Dia mendekati Han dengan sedikit ragu, menyentuh wajah sang putra yang sudah bertahun-tahun yang tidak melihat namun naluri seorang ibu selalu benar jika dihadapan adalah anak yang ditaruh didepan rumah panti asuhan.
“putraku”
Han, pria itu hanya diam dengan apa yang dilakukan wanita dihadapannya, tidak ada rasa benci atau bahagia yang meliputi hatinya.
“putraku maaf”
“tidak apa-apa i-bu” ucapan, dia sedikit ragu untuk memanggil wanita di hadapannya dengan panggilan 'ibu'
“aku pikir, selama hidupku tidak akan pernah bisa melihat dirimu, kamu tahu betapa menyesal diriku telah membuangmu, aku bahkan tidak memberimu nama saat itu”
“itu sudah menjadi masa lalu, aku kesini hanya ingin memastikan jika kalian hidup bahagia”
Wanita dihadapan Han tiba-tiba menatap Lisa, dia tersenyum saat melihat tangan Han yang menggandeng tangan Lisa.
__ADS_1
“dia adalah calon istriku, namanya Lisa”
“putraku akan menikah?”
“Ya, aku akan menikah satu minggu lagi, aku harap dirimu bisa hadir”
“aku tidak layak untuk mendapatkan itu putraku, aku ibu yang jahat, melihat dirimu ada di sini sudah cukup untukku, terimakasih sudah mau datang”
“tante jangan seperti ini, aku yang meminta Han untuk mengundang kalian, bagaimanapun aku ingin berterima kasih pada kalian karena terlalu melahirkan pria yang begitu hebat dan aku sangat beruntung bisa memilikinya” ucap Lisa
“terimakasih Lisa, kamu gadis yang baik, bolehkan aku minta sesuatu pada dirimu”
“Ya, tentu saja”
“aku ingin mengajaknya sebentar bolehkan Han? Kamu bisa berbicara dengan suamiku”
Ibu Han membawa Lisa kedalam rumahnya, wanita tua itu membuka lemari dan mengeluarkan gaun berwarna pink, itu adalah gaun pengantin yang sangat cantik, wanita itu menyerahkan pada Lisa dan berkata “aku harap bisa memakai gaun ini sebagai pemberian dari calon ibu mertuamu, aku tidak bisa hadir disana untuk melihat pernikahan putraku tapi dengan kamu memakai gaun ini aku seperti hadir disana”
“gaun yang sangat cantik, terima kasih” ucap Lisa, dia menerima gaun itu dengan senang hati.
“ini adalah gaun pernikahan diriku dengan ayah Han, kita menikah baru-baru ini karena banyak yang harus kita lewati untuk bisa bersatu, aku berterimakasih karena telah membawa Han kesini, kamu gadis yang memang ditakdirkan untuknya”
Saat Lisa dan ibu Han keluar dari rumah, mereka melihat Han dan ayahnya yang saling mengobrol, pemandangan yang sangat berbeda saat Han berbicara dengan Tuan Kim, Lisa sangat bahagia bisa melihat Han bisa bertemu dengan orang tuanya.
Setelah berbicara banyak hal tentang diri Han di masa lalu, akhirnya mereka berdua izin pamit untuk kembali pulang karena hari sudah mulai sore, Lisa bisa melihat wajah bahagia dari ibu dan ayahnya Han.
“kamu senang?” tanya Lisa
“terimakasih Lisa, apa yang ibuku berikan pada dirimu?”
“sebuah gaun pengantin, dia berharap aku memakai gaun ini”
“kamu akan memakainya”
“aku akan bertanya pada ibu dulu”
Han dan Lisa, keduannya segera kembali pulang, di motor besar Han, wanita itu memeluk tubuh itu dengan erat, ada perasaan yang begitu lega dihati Lisa, karena setidaknya Han sudah tidak lagi merasa sedih karena tidak bisa bertemu dengan orang tua kandungnya.
Pertengkaran yang terjadi pada Lian dan Risa membuat keduanya tidak bisa langsung berbaikan atau langsung berinteraksi seperti suami istri pada umumnya, pada akhirnya Risa mengalah untuk memberikan Lian untuk memperbaiki semua kesalahan yang sampai melibatkan dua anaknya, Lian mulai menuruti apa yang diinginkan oleh Risa, mulai dari memberitahu jika dirinya ingin membuat Kevin dan Han bersaing untuk memperebutkan kontrak dari perusahaan Victory.
Lian menghubungi ke anaknya beserta pasangannya untuk berkumpul di rumah Jung, tapi sebelum mereka berkumpul dalam makan malam yang diutuskan Lian, secara pribadi pria itu membersihkan semua kekacauan yang dia buat, dia juga membuat ranjang miliknya yang bekas bercinta dengan wanita lain yang membuat hati Risa merasa sangat hancur karena kebodohan Lian membiarkan wanita lain naik keranjang milik mereka.
Hingga waktu sudah menunjukan pukul tiga sore, Lian dan Risa keduanya masih sibuk dengan urusan masing-masing, sang suami yang masih sibuk mengganti semua barang-barang di ruang tamu dan sang istri yang sibuk berperang dengan alat masak di dapur, sejak kejadian itu mereka jarang berbicara atau bertukar sapa satu sama lain, tapi tetap saja rasa bersalah yang masih menyelimuti hati Lian dan rasa sakit yang masih bersarang dihati Risa, membuat keduanya merasa tidak perlu berbicara lagi hingga membiarkan waktu yang membuat mereka melupakan apa yang terjadi.
Wanita yang masih memilih dirinya padahal dia sudah membuat harga dirinya hancur karena kebodohannya, Lian tersenyum sambil melangkah meninggalkan dapur, pria itu perlu membersihkan dirinya sebelum bertemu anak-anaknya.
Sedangkan Risa, wanita itu sadar akan kehadiran Lian tapi dia tidak ingin membuat dirinya ketahuan menyadari kehadiran, dia mengalihkannya dengan menyibukkan dirinya, padahal dia sudah selesai membuat menu makan malam yang cukup banyak, ini pertama kalinya dia memasak sendiri dengan kemampuan dirinya.
Risa meletakan semua makan yang dia masak di meja makan, meletakkan piring di setiap kursi yang berjumlah enam kursi, dan akhirnya dia menatap puas pada apa yang dia lakukan, bau bumbu dapur dan keringat memenuhi tubuh Risa, setelah semua peralatan dapur tertata seperti sedia kala, wanita itu memilih untuk kembali ke kamarnya.
Dia membuka pintu kamar miliknya, betapa terkejutnya Risa melihat dekorasi kamarnya yang sangat berbeda dengan dahulu, kamar ini dibuat sangat nyaman dengan perpaduan warna putih dengan biru langit, ranjang yang tertutupi oleh kain berwarna putih, dan ada pintu yang berfungsi sebagai tempat pakaian atau barang aksesoris miliknya, di dalam kamar juga tidak terlalu banyak barang disana, hanya ada ranjang, laci, lampu tidur dan sofa.
Lian yang baru saja selesai mandi juga terkejut melihat Risa yang ada di dalam kamar mereka, pria itu dengan ragu berjalan mendekati Risa yang masih dipenuhi tetesan air, pria itu hanya memakai handuk kimono.
“kamu suka?” tanya Lian, dia bertingkah seperti mereka adalah sepasang suami istri yang baru saja menikah.
“Ya, dekorasi yang sangat bagus”
Risa membalik tubuhnya untuk menatap Lian, kini dia sudah menemukan pria yang dia cintai setelah hilang beberapa tahun lalu, mengambil handuk kecil di tangan Lian, mendorong pria itu untuk duduk di sofa dan Risa mulai membantu Lian mengeringkan rambutnya, hal yang Risa lakukan membuat hati Lian menghangat. Dia menarik Risa untuk duduk di pangkuannya, melingkarkan tangannya dipinggang wanita yang dia cintai.
“aku merindukanmu Risa, rasanya seperti sudah bertahun-tahun kita bertemu” ucap Lian
“aku juga merindukanmu Lian, setelah sekian lama akhirnya Lianku kembali”
“aku janji tidak akan berubah lagi, terimakasih untuk semua kesabaran dan juga cinta yang kamu berikan hingga aku bisa keluar dari kegelapan yang membuatku buta akan kekuasaan dan harga”
“berjanji-lah satu hal padaku Lian, jika kamu tidak akan pernah mencampuri urusan anak-anakmu, bukankah ini waktu untuk kita menikmati masa-masa tua bersama”
“ i'm promise , tapi tidak tua Risa, kita masih membuat satu mungkin”
“aku tidak mau!”
“ayolah Risa, rumah ini akan sepi”
“lepaskan aku! Aku ingin mandi”
Lian membiarkan wanita itu untuk bangkit dari pangkuannya, menatap Risa yang pergi ke arah kamar mandi.
Matahari sudah meninggal-kan bumi berganti dengan bulan dengan kegelapannya, waktu sudah menuju-kan pukul 7 malam.
Di Sebuah ruang makan sudah berkumpul pasangan-pasangan yang sebelumnya memang tidak pernah bertemu secara formal seperti ini, Lisa yang duduk berdampingan dengan Han, malam ini kedua tampak serasi dengan pakaian mereka, dan pengantin baru yang duduk bersebrangan dengan Lisa dan Han, dengan mesra Kevin menggenggam tangan Sona dimeja makan menunjukkan cincin pernikahan sebagai simbol cinta mereka.
Dan jangan lupakan pasangan yang sudah melalui lika-liku kehidupan rumah tangga, mereka berdua tampak sangat bahagia, baik Lian dan Risa keduanya saling meyakini hati masing-masing.
__ADS_1
“sebelumnya aku sebagai ayah dari Kevin dan Lisa, dan juga suami dari Risa, ingin mengucapkan terima kasih pada kalian yang sudah datang kesini, untuk menantuku Sona dan calon menantu Han” ucap Lian, dia berdiri sambil menggenggam gelas berisi wine.
Semua orang mengangkat gelas milik mereka masing-masing, itu menandakan jika makan malam akan dimulai dibukanya dengan meminum gelas masing-masing.
“kalian bisa menikmati makanan yang dibuat oleh istriku, ada beberapa hal yang ingin aku katakan pada kalian terutama untuk putraku dan Han, maafkan diriku yang telah memanipulasi kalian hingga memisahkan kalian dengan cinta kalian dengan mengirim kalian ke inggris untuk bersaing mendapatkan kontrak dari perusahaan Victory, untuk Lisa ayah minta maaf karena tidak memikirkan keinginan dirimu memaksa untuk menikah, hingga melibatkan dirimu kedalam kegilaan bisnis ayah, dan untuk Sona terimakasih karena telah menjaga Kevin dari kemarahannya karena Risa bukanlah ibu kandungnya” ucap Lian.
Pengakuan yang dilakukan Lian membuat semua orang menatapnya kearah dengan tidak percaya terutama pada Lisa gadis itu sampai ingin menangis karena pada akhirnya semua berakhir dengan indah, dia menyentuh tangan Han dan tersenyum padanya.
“dan ada hal yang ingin sampaikan juga, aku dan Risa sudah memutuskan untuk pergi ke inggris untuk urusan kontrak itu, Han jika kamu tidak keberatan aku ingin kamu menikahi Lisa atas dasar kepercayaan ayah untuk memberikan putriku padamu” ucap Lian, dia menatap Han setelah sekian lama tidak melihat pria itu.
“aku akan melakukan, terima kasih untuk restu yang anda berikan Tuan Jung” ucap Han, tidak lupa untuk menunjukkan rasa hormatnya dan sopannya.
“Ayah, terimakasih karna telah kembali, akhirnya aku bisa kembali dimana aku bisa merasakan kehangatan ini” ucap Lisa.
“untuk Kevin, aku tidak akan membebankan dirimu dengan pekerjaan, pergi berbulan madu dengan istrimu, aku tahu setelah menikah kalian tidak pernah memiliki waktu banyak untuk menghabiskan waktu bersama”
“terimakasih ayah, tapi--”
“terimakasih Tuan Jung, aku dan Kevin memang sudah berencana untuk pergi berbulan madu, bersama dengan Lisa dan Han” ucap Sona, dia sengaja memotong ucapan Kevin karena mungkin pria itu akan berkata lain dan membuat suasana ini berubah.
“baiklah, nikmati makan malam kalian”
Sebenarnya dalam hidup ini akan banyak persoalan yang bisa memicu masalah baru, namun tidak sebuah masalah diselesai dengan menghancurkan satu sama lain, hanya hal sederhana yang mampu untuk menyelesaikan masalah itu, lalu menyimpannya sebagai sebuah pelajaran hidup untuk kemudian hari.
*******
Hari ini sudah dinanti oleh pasangan Lisa dan Han akhirnya tiba, acara ini dilakukan di sebuah pantai dengan acara pernikahan yang tidak terlalu mewah tapi cukup menyenangkan untuk memanjakan semua tamu yang diundang dalam pernikahan mereka.
Di Depan altar sudah ada Han yang menunggu calon istrinya yang sedang berjalan bersama sang ayah yang menggenggam tangan putrinya dengan hati-hati, gaun yang Lisa gunakan adalah gaun pemberian ibu kandung Han, gaun pink itu sangat cocok dikenakan pada tubuh Lisa.
“aku serahkan putriku pada pria yang akan menjadi sandaran terakhirnya sekaligus pelabuhan terakhir dalam hidupnya, aku percayakan dirinya padamu pria yang putriku cintai, tolong jangan pernah menyakiti dirinya karena itu akan menjadi penyesalan untuk diriku dan cintai dirinya sebesar aku mencintai putriku” ucap Lian, dia menyerahkan tangan Lisa pada sang kekasih, ada sedikit kesedihan saat Lisa mendengarkan kata-kata yang ayahnya ucapkan.
Han membantu Lisa untuk menaiki anak tangga berjalan bersama menuju altar di mana sang pendeta sudah menunggu keduanya.
“langsung saja kita mulai pernikahan ini” ucap sang pendeta.
“Kim Lisa, Aku bersumpah setia mencintaimu dan meninggalkan yang lain, aku berjanji untuk mencintai, percaya dan menghormatimu. Berjanji menghiburmu saat kamu butuh dan menjagamu, semua yang kumiliki sekarang milikmu. Ku serahkan tangan dan hatiku seumur hidup kita.” ucap Han saat dia menatap Lisa dihadapan mengucapkan janji suci pada dirinya, melingkarkan cincin di jari manis Lisa.
“Kim Han, Aku bersumpah untuk menjadi rekan setiamu dalam sakit dan sehat. Aku berjanji untuk mencintaimu tanpa syarat, Berjanji menghiburmu dalam masa sulit,
Aku berjanji untuk menghargaimu dan menghormatimu” ucap Lisa dia juga melingkarkan cincin di jari manis Han.
“selamat kalian telah resmi menjadi suami dan istri” ucap sang pendeta.
Saat itu juga Han menarik tubuh Lisa dan mencium gadis itu tanpa disuruh oleh pendeta, sorakkan gembira dari para undangan mengusik kesunyian di pantai itu juga, di bangku para tamu ada Kevin dan Sona, Lian dan Risa, dan juga ada adik Han yaitu Sean.
Hingga akhirnya sesi pelemparan bunga pun dilakukan oleh Lisa, di luar dugaan bunga itu jatuh pada Sean yang padahal tidak minat untuk mengambil bunga itu, dia menangkapnya dengan santai dan menatap bingung pada undangan yang melihatnya.
“kenapa harus aku? Aku belum ingin menikah” ucap Sean dengan kebingungan.
“terimakasih untuk segalanya Han” ucap Lisa, kini keduanya sedang menikmati indahnya berdansa di tengah-tengah para undangan.
“tidak, aku yang harus mengucapkan itu, terimakasih untuk segalanya Lisa, aku tidak tahu bagaimana takdir mempertemukan kita, kamu menggenggam tanganku dan mengeluarkan aku dari kegelapan hidupku” ucap Han, dia membimbing Lisa untuk berdansa.
“mari kita nikmati indahnya hidup bersama hingga aku menutup kedua mataku”
“aku akan selalu memberikan kebahagiaan yang tidak pernah kamu rasakan sebelumnya”
Pesta pernikahan itu berjalan dengan sangat baik, acara demi acara berlalu begitu saja hingga akhirnya semua bisa kembali kerumah masing-masing dengan perasaan yang bahagia, Han membawa Lisa kerumah yang sudah dia dekorasi sebelumnya, menambahkan beberapa barang di rumah itu, mengecat ulang hingga Han sendiri yang mendekorasi kamar yang akan menjadi tempat nyaman mereka.
“Lisa tutuplah matamu” ucap Han
Gadis itu hanya bisa menuruti Han, pria itu menggendong Lisa sampai ke kamar mereka yang ada di lantai dua, masih menutup mata Lisa saat mereka sudah ada di dalam kamar.
“sekarang kamu bisa membuka matamu Lisa” ucap Han
Lisa terkejut dengan apa yang dia lihat, kamar yang penuh dengan balon dan juga bunga, Lisa juga terkejut saat melihat dia berada di lingkaran yang berbentuk hati, di sisi ranjang terdapat kotak besar berwarna pink dengan pita merah, dia mengangkat sedikit gaunnya lalu berjalan mendekati kotak tersebut dan membukanya.
Saat kotak terbuka, balon-balon berterbangan hingga membuat Lisa terkejut, di dalam setiap balon terdapat foto-foto dirinya yang diambil tanpa Lisa ketahui, disana juga ada foto dirinya dengan Han, semua hal yang dilakukan Han membuat Lisa tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menangis bahagia.
“Han, ini sangat indah dan terimakasih untuk hadiah manis ini” ucap Lisa.
“kamu menyukainya?” tanya Han, pria itu juga sudah ada disamping Lisa melihat hasil kerja kerasnya yang dilakukan kemarin.
“aku sangat menyukainya, aku tidak pernah menyangka kamu memikirkan semua ide ini” ucap Lisa.
“aku akan selalu memberikan dirimu kebahagian Lisa”
“aku tidak sabar untuk menunggu kejutan dari dirimu”
Hari ini adalah hari indah yang belum pernah Lisa lewatkan selama hidupnya, yang mungkin kedepannya akan menjadi hari-hari indah selanjutnya, bukankah tuhan sudah menentukan semua pertemuan yang tidak akan pernah menjadi sebuah perpisahan, jika takdirmu adalah dia maka sejauh apapun kamu pergi, kamu akan kembali pada dirinya, dan hati tidak akan pernah salah untuk menetapkan siapa cintanya.
Sebuah tantangan untuk menuju sebuah kebahagiaan adalah hal yang setimpal untuk diterima, begitulah perjalanan kisah cinta antara Lisa dan Han yang menghasilkan semua hubungan manis, satu hal yang harus kita dapatkan kisah ini adalah jangan pernah ragu pada seseorang yang akan menggenggam tanganmu, percayalah jika cinta memang persoalan yang tidak begitu rumit.
__ADS_1
Teruslah genggam tangan ini sampai kita berdua bisa menyebrang jembatan, hidup yang selamanya akan menjadi sebuah kisah yang tidak ada akhirnya, kisah yang akan terus dilakukan dari anak hingga ke cucu mereka, setidaknya semua ini bisa mereka lewati bersama, keputusan yang tidak pernah menyesali sebuah keputusan.