
Bugh...
"Astaghfirullah, Hubby" kaget Ayza saat ia tersandung tubuh Albian.
Errggghhhh....
"Sayang, kamu sudah bangun" Ucap Albian sembari mengucak matanya.
"Kamu tidur disini semalaman?" tanya Ayza
"He'em.. aku sudah bilang, aku tidak bisa tidur bila jauh darimu sayang" ungkapnya dengan suara serak khas bangun tidur
"Maafkan aku hubby" Ayza langsung menunduk karena merasa bersalah.
"Gapapa sayang" jawab Albian seraya tersenyum.
"Yasudah hubby pindah saja kedalam, aku akan membuat sarapan untuk kita" ujar Ayza.
"Aku akan bersiap saja sayang, aku hari ini harus kekantor"
"Hemm,,, baiklah kalau begitu aku akan siapkan dulu baju untuk hubby nanti baru aku akan masak" Albian hanya mengangguk dan tersenyum pada Ayza.
Setelah semuanya beres, Ayza pun menata piring di meja makan dan menuangkan susu untuk mereka berdua.
"Morning istriku yang cantik" Albian langsung memeluk Ayza dari belakang.
"Morning to suamiku yang ganteng, ayo hubby duduk, biar aku ambilkan sarapannya" Albian pun menuruti perkataan Ayza dan segera duduk seraya melihat masakan istrinya itu.
"Waahh dari bau nya saja sudah sangat lezat sayang"
"Hehe... kamu tuh belum juga dimakan sudah bilang lezat saja" ucap Ayza sedikit malu.
Mereka akhirnya memulai sarapannya dengan hening, hanya suara sendok dan garpu yang tercipta.
"Sayang, kamu mau ke butik juga?" tanya Albian setelah mereka selesai sarapan.
"Belum hubby, hari ini aku akan membereskan rumah ini dulu. mungkin besok aku akan mulai ke butik"
"Hemm... biar aku panggil paman Ben dan menyuruhnya membawa beberapa pelayan untuk membantumu ya sayang"
"Tidak perlu hubby, aku bisa membereskan barang kita sendiri" tolak Ayza halus.
"No, nanti kamu lelah sayang. ingat nanti malam aku akan menghukummu" bisik Albian membuat Ayza membelalakkan matanya.
"Huk... hukuman? hukuman apa hubby?"
"Nanti juga tau" jawab Albian dengan senyum penuh arti.
"Dasar menyebalkan"
__ADS_1
Usai perdebatan kecil itu akhirnya Albian pun pamit untuk segera pergi kekantor.
"Sayang, aku pergi dulu ya. nanti siang kita makan diluar ya....cup..." Albian mengecup kening Ayza.
"Insyaallah hubby" Albian pun bergegas menuju mobil yang sudah di Kendari oleh sopirnya.
Ayza yang sudah di tinggal sendirian di rumah pun langsung bergegas menuju kamarnya bersama Albian. ia melihat koper yang masih tergeletak di dekat kasur, lalu di seretnya masuk ke ruang walk in closet dan disusunlah barang yang ada di koper tersebut di sana.
Ayza terus membereskan kamar itu dengan teliti, mulai dari menyusun semua isi koper, hingga mengganti bedcovernya, semua Ayza lakukan sendiri hingga keringat menyucur deras di tubuhnya. hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang.
Drrtt... drrtt....
Handphone Ayza terus berdering, namun ia tak mendengarnya karena handphone Ayza ia letakkan di kamar. ia terus saja membersihkan ruangan bawah hingga tak ingat waktu.
"Kemana Istriku? tumben aku telfon gak diangkat-angkat" tanya Albian yang berada dikantor.
"Ck.... masih tidak di angkat juga, kamu kemana sih sayang" cemas Albian.
tokk... tokk.. tok..
"Masuk"
"Bos, gawat perusahaan Arir tiba-tiba ingin membatalkan kontrak kerja sama kita" lapor Arvin
"Kenapa?"
"Katanya proposal kita terlalu berlebihan dalam anggarannya, dan juga ada beberapa point yang tidak masuk dalam misi perusahaannya"
"Baik bos" Arvin pun segera keluar dari ruangan Albian untuk meminta semua rekannya meeting dan mengatur meeting bersama Arir Company.
"Hufh.... ada-ada saja, padahal aku ingin pulang bertemu istriku" kesal Albian namun ia kembali fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar ia dapat segera pulang dan bertemu istri kesayangannya.
Waktu terus berjalan hingga tak terasa sudah menunjukkan pukul 3 sore. Ayza baru saja selesai membereskan peralatan dapur yang baru ia beli di supermarket.
"Awww...kenapa perutku sakit ya" ringis Ayza merasakan perih di perutnya
"Astaga sudah jam 3 sore, pantas saja perut ku sakit, aku belum makan siang ternyata"
Ayza pun ingin memesan sesuatu melalui aplikasi. namun saat dilihat ponselnya itu sudah terdapat banyak panggilan tak terjawab dari suaminya.
Ayza mencoba menghubungi Albian namun gantian saat ini Albian yang tidak ada jawaban. akhirnya ia kembali memilih aplikasi pesan antar makanan untuk mengisi perutnya yang sudah protes ingin minta makan.
Drrtt... drrt...
Akhirnya Albian menelpon kembali...
📞 Halo.. kamu kemana saja sih sayang? aku khawatir, dari tadi kamu gak angkat-angkat telfon dari aku.
- hehe... maaf hubby, tadi handphonenya aku tinggal di kamar.
__ADS_1
📞 Hemm... maaf ya sayang tadi aku ada meeting mendadak jadi tidak sempat pulang.
- iya hubby gapapa, tapi hubby sudah makan kan?
📞 iya sayang sudah, kamu sendiri sudah makan?
- emmm.... be... sudah hubby
📞 kamu tidak berbohong kan sayang?
- hemm... Sebenarnya belum sayang.. hehe..
📞 Astaga sayang, ini sudah jam berapa? aku akan pulang sekarang.
- tidak perlu hubby, tadi aku sudah memesan makanan tinggal menunggu drivernya menghantarkan pesananku saja.
📞 tetap aku akan pulang....
Albian pun. mengakhiri panggilannya dan bergegas untuk pulang kerumah walaupun pekerjaannya belum selesai semua.
"Eh bos mau kemana? pekerjaan kita belum selesai" tanya Dimas.
"Dim, nanti kirimkan saja berkasnya ke email gue, gue harus pulang segera" ujar Albian dengan terburu-buru.
"Tapi -" belum sempat Dimas menyelesaikan kalimatnya, Albian sudah pergi menaiki lift khusus Ceo.
"Dasar Albian kupret" rutuk Dimas kesal.
Kediaman Albian dan Ayza....
"Sayang.... sayang.... " teriak Albian ketika sudah tiba di kediaman sederhananya bersama Ayza.
"Ada apa hubby? kenapa teriak-teriak begitu?" tanya Ayza yang baru muncul dari dapur.
"Astaga sayang, kenapa kamu kucel begini sih?"
"Iiss... kok ngomongnya begitu? jangan sampai aku suruh hubby tidur di luar lagi ya" ancam Ayza kesal.
"hehe... jangan dong sayang, tapi ini kenapa kamu bisa begini? kan tadi sudah aku bilang panggil paman Ben sayang" keluh Albian
"Yakan aku habis beres-beres rumah hubby, jadi apakah perasaanmu hilang karena penampilanku yang kucel ini?" sindir Ayza
"Oh tentu tidak dong sayangku, aku akan selalu disisi istriku apapun yang terjadi"
"Hemmm... yasudah aku mau membersihkan diri dulu ya. sini tasnya biar sekalian aku letakkan dikamar" ujar Ayza.
"Kamu sudah makan?" tanya Albian
"Nanti saja habis mandi, kita makan bersama ya hubby" sahut Ayza seraya memberikan senyum manisnya.
__ADS_1
"Yang begini ini bikin betah di rumah" goda Albian membuat Ayza malu dan mulai berjalan menaiki tangga untuk masuk kekamarnya.
Setelah membersihkan diri, Ayza pun turun kembali untuk menyantap makanan yang tadi ia pesan. mereka berdua pun makan bersama dengan Ayza yang menyuapi Albian. sedangkan Albian hanya sibuk menatap Ayza seraya tersenyum dan ia selalu mengagumi wajah cantik Ayza yang alami, mau difikirkan bagaimana pun ia merasa sangat beruntung bisa mendapatkan Ayza gadis dingin yang tak pernah bisa memberi senyumnya tapi sekarang wanita itu malah selalu memberi senyum manis dan kehangatan untuk dirinya.