
Albian kini sudah berada di dalam ruangan, ia duduk di tengah-tengah Robby dan Arvin. tak lama berselang Nadya and the geng datang menghampiri Albian.
"Hai Al" panggil Nadya manja
"Jelas-jelas gak direspon" lirih Robby kesal
"Ngomong apa lo?" tanya Nadya yang dapat mendengar ucapan Robby barusan.
Namun bukannya menjawab Robby hanya menatap ketiganya dengan tatapan tak sukanya.
"ehem... Nad kita duduk yuk sebentar lagi pak kris masuk" ajak Sisil yang agak takut dengan tatapan Robby.
"Al sayang, nanti lagi ya kita ngobrolnya" ujar Nadya dengan nada genit.
Albian hanya diam dengan wajah datarnya, ia memfokuskan diri melihat buku yang dibawanya. sebenarnya Albian sudah sangat jengah dengan tingkah centil Nadya yang tak bosan-bosan menggodanya.
"Al, tuh cewek kita masukin sumur aja yuk" celetuk Arvin
"Boleh tuh vin" sahut Robby tersenyum licik
"Kenapa lo yang semangat banget by?"
__ADS_1
"Gue naik pitam terus kalau lihat tu cewek ganjen" ujar Robby
"Terserah kalian mau diapain, gue juga udah males banget didekati uler keket model begitu" ungkap Albian
"Makanya buruan jadian sama Ayza biar tuh cewek ganjen gak dekati lo lagi Al" goda Arvin lalu disetujuhi oleh Robby.
"Gimana mau jadian? dekatnya saja susah. lagian Ayza kenapa ya cuek banget sama gue?" tanya Albian bingung namun belum sempat Robby dan Arvin mangap pak Kris selaku dosen management pun datang bersamaan dengan Dimas yang berlari dan langsung duduk di samping Albian.
"Selamat siang anak-anak" sapa pak Kris
"Siang pak" jawab mahasiswa serentak
"Oke silahkan dibuka materinya.... "
"Woi lo kemana aja dim kenapa suka ngilang sih?" tanya Arvin sambil membereskan buku-buku mereka
"Hehe... sorry broo...biasa lah orang baru jadian kan lagi bucin-bucinnya hehe" jawab Dimas sedikit malu.
"What? siapa cewek yang matanya siwer itu?" tanya Arvin kembali.
"Apa maksud lo hah?" Dimas tak terima hingga ia melempar pulpennya kearah Arvin.
__ADS_1
"Hahaha... sorry bro,, jadi siapa pacar lo? gak ada niatan lo kenalin ke kita?" tanya Arvin kembali.
"Nanti lah bro, tanpa gue kenalin juga kalian pasti tahu" ujar Dimas penuh makna
"Lebih baik kita segera pergi sebelum tuh cewek kesini" ajak Albian yang sudah tak ingin diganggu oleh Nadya.
Dilain tempat, Ayza dan Amel tengah menyusuri tempat bahan-bahan langganan mereka, kali ini Amel ingin mencoba mendekatkan Ayza dengan Albian karena menurutnya mereka sangat cocok.
"Ay, lo beneran gak ada niat pacaran?" tanya Amel disela-sela memilih bahan.
"Hemm untuk sekarang nggak" jawab Ayza santai
"Gak pengen gitu ngerasain jatuh cinta?" tanya Amel lagi.
Ayza yang mendapat pertanyaan-pertanyaan aneh dari sahabatnya itu pun jadi heran.
"To the point aja, lo mau ngomong apa sih mel?" tanyanya yang mulai tak mengerti arah pembicaan Amel.
"emm... gue pengen lo juga punya pacar gitu Ay hehe" jawabnya sambil nyengir kuda menunjukkan deretan gigi putihnya
"Kalo lo mau pacaran yah udah pacaran aja kenapa gue juga harus ikutan punya pacar? Gak usah aneh-aneh lo ya" skak Ayza membuat Amel tak ingin lagi melanjutkannya.
__ADS_1
Amel sangat tahu bagaimana Ayza, karena memang sedari awal kenal hingga mereka tumbuh bersama membuatnya sangat faham apa yang Ayza ingin dan yang tak Ayza ingin, ia juga sangat faham bagaimana sifat Ayza begitu pun sebaliknya Ayza pun sangat tahu tentang Amel. seperti masalah pacaran ini, yang Amel tau Ayza memang sangat ingin menjadikan orang itu pacar pertama dan terakhirnya makanya ia tak pernah mau berpacaran dengan berbagai alasan. itu juga yang membuat Amel salut dengan sahabatnya itu, karena Ayza benar-benar memegang kata-katanya meskipun banyak sekali lelaki yang mengejarnya namun tak satu pun dari mereka yang mampu merobohkan tekat Ayza tersebut.