
Flasback ke cerita Nadya, kenapa ia bisa keluar dari pulau terpencil itu?....
Nadya dan keluarganya yang baru saja sadar dari pingsan mereka, terkejut melihat rumah atau lebih tepatnya gubuk yang sangat jelek. dengan segera mereka keluar dari sana dan. lebih mengagetkannya lagi ternyata di luar sana adalah sebuah laut yang luas. mereka merasa sangat frustasi saat itu, bahkan kedua orang tuanya pun tak henti-hentinya menyalahkan Nadya. kalau bukan karena anak yang selalu mereka banggakan itu tidak membuat kekacauan maka nasib mereka tidak akan separah ini.
Mereka mencoba mencari cara untuk keluar dari pulau itu, namun semuanya hanya sia-sia karena pulau itu sangat terpencil jadi akan sangat sulit bagi mereka dapat keluar dari sana.
Berbulan-bulan mereka lalui di pulau itu, hingga sebuah keajaiban datang menghampiri keluarga Nadya. sebuah kapal tiba-tiba datang menghampiri, mereka melihat kepulan asap yang di buat oleh keluarga Nadya untuk memasak.
"Maa... mama.. papa... lihat ada sebuah kapal yang mendekat kemari" teriak Nadya senang.
Mereka pun dengan segera menyangkutkan baju mereka ke sebuah bambu dan mereka kibar-kibarkan agar orang-orang di kapal itu tahu jika di pulau itu ada orang.
"Bos, ternyata benar di pulau itu ada penghuninya" seru seseorang kepada bosnya yang berada di kapal tersebut.
"Kita kesana" ujarnya memberi perintah.
Setelah kapal mereka bersandar dipulau itu, sang bos pun turun menghampiri keluarga Nadya.
"Tuan, tuan tolong selamatkan kami tuan... kami terdampar disini sudah berbulan-bulan lamanya" ungkap papa Nadya.
"Iya tuan, kami mohon bawalah kami bersama kalian" mohon mama Nadya, mereka bertiga duduk bersujud pada lelaki tua kepala pelontos.
"Bagaimana bisa kalian terdampar di pulau tak berpenghuni ini?" tanya pria tua itu.
"Ada orang dari saingan bisnis kami yang tidak suka kami sukses jadi mereka menculik kami dan membuang kami disini tuan. jadi kami mohon selamatkan kami sekeluarga" pinta papa Nadya memohon.
"Hemm... baiklah tapi itu tidak gratis" jawab pria tua itu santai sembari menghidupkan sebatang rokok.
__ADS_1
"Apa yang bisa kami lakukan tuan?" tanya papa Nadya
"Anak kalian harus menjadi istriku, maka kalian akan ku bawa keluar dari pulau ini" serunya.
Keluarga Nadya terkejut dan berfikir sejenak, awalnya Nadya sangat tidak setujuh karena harus di nikahkan dengan pria tua yang jelek seperti itu. namun perkataan orang tuanya benar, yang penting mereka bisa keluar dulu dari tempat itu kemudian masalah tua bangka ini akan mereka habisi setelahnya. mendengar itu Nadya pun akhirnya setujuh walau pun berat rasanya melakukannya namun demi bisa keluar dari pulau tak berpenghuni itu ia rela harus menikah dengan pria tua yang botak itu.
Setelah semuanya sudah mereka diskusikan bersama, keluarga Nadya pun bisa ikut menaiki kapal itu dan pergi dari sana. hingga setibanya mereka disalah satu kota, mereka pun langsung menikah disana. Nadya pun meminta agar mereka pindah ke negera italia untuk sementara waktu, sembari keluarga itu mengumpulkan kekuasaannya kembali. sehingga mereka dapat balas dendam kepada keluarga Albian.
Nadya selalu berusaha membela Albian, karena dia yakin Albian tidak akan sejahat itu kepadanya dan keluarganya. ia pun terus saja berdalih kalau ini semua karena Ayza, ia pun mengetahui jika Ayzaila adalah putri tertua dari Pradja Group, jadi itu pula yang menguatkan dugaannya selama ini.
Nadya terus hidup berkecukupan, meskipun ia menjadi istri ke tiga dari pria botak itu, namun Nadya terus saja mencoba mengendalikannya, sehingga semua yang Nadya inginkan selalu di penuhi oleh pria itu. seperti saat ini ia meminta berlibur ke Sassari dan tak sengaja melihat Albian serta Ayza yang selalu menunjukkan kebahagiaan mereka, membuat Nadya sangat kesal dan iri. ia sungguh ingin membuat Ayza hancur sehancur-hancurnya.
Flasback off....
Kembali pada Albian dan Ayza....
Hari sudah semakin sore, Albian pun mengajak istrinya untuk pulang ke villa mereka kembali.
"Selamat sore tuan, selamat sore nona" sapa keduanya dengan ramah.
"Sore... " jawab keduanya bersama.
"Sayang, aku membersihkan diri dulu ya" pamit Albian lalu mencium kening Ayza. sedangkan Ayza hanya mengangguk dan memberikan senyum manisnya.
"Mbak, ibu kita hari ini masak makanan indo saja ya. aku bosan dengan makanan disini" ungkap Ayza dan ia pun berjalan menuju dapur.
"Biar kami saja nona yang memasakannya" ujar ibu itu. mereka takut tuan mereka akan mengamuk kala melihat istrinya masak. mereka sangat tau jika tuannya itu sangat mencintai istrinya, mereka juga takut karena Albian tetap memasang sikap dinginnya kepada mereka, berbeda dengan Ayza yang sudah tidak menunjukkan sikap cueknya lagi.
__ADS_1
"Tidak apa buk, saya bisa kok melakukannya" Ayza bersikeras ingin memasak sore itu.
"Tapi nona, nanti tuan akan marah" takut mbak satunya.
"Saya jamin dia tidak akan marah, kalian tidak perlu takut seperti itu. toh kami tidak akan memakan kalian, tenang saja" sahut Ayza yang kini sudah fokus ke bahan-bahan untuknya memasak.
"Baiklah nona, biar saya bantu" tawar mbak-mbak itu.
Mereka akhirnya memasak bersama, terkadang Ayza tertawa kala mendengar cerita lucu yang di lontarkan oleh kedua pembantunya itu. hingga masakan mereka pun jadi semua, masakan khas indonesia.
"Baiklah, aku akan mandi terlebih dahulu, kalian tolong ya susunin ini semua di meja makan" pinta Ayza kepada mereka berdua.
"Siap nona" sahut ART itu.
Ayza pun hanya tersenyum dan berlalu meninggalkan dapur.
"Kamu tuh ngelihatin nona Ayza terus" tegur ibu itu.
"Hehe... habis nona Ayza sangat cantik dan baik hati pula. beruntung banget ya tuan Albian bisa memilikinya" ungkap mbak itu dengan kagumnya.
"Bukan hanya tuan Albian yang beruntung mendapatkan nona Ayza tapi nona Ayza juga beruntung memiliki tuan Al" ujarnya
"Iya buk, mereka memang pasangan yang serasi" ungkap mbak itu kembali.
Akhirnya Albian dan Ayza pun selesai membersihkan diri mereka dan segera turun menuju ruang makan. seperti hari kemarin, kedua pembantu di rumah itu ikut duduk bersama kedua majikannya.
Seusai makan malam mereka kembali naik ke lantai atas. saat tiba di dalam kamar, tiba-tiba Albian langsung memeluk Ayza dari belakang. lalu di ci*minya pundak Ayza hingga Ayza berbalik badan dan dengan segera Albian menci*m bi*ir Ayza yang ranum.
__ADS_1
Pada akhirnya mereka melanjutkan aksi pan*s mereka kembali di atas ranjang. Albian terus saja beraksi hingga Ayza sudah sangat kelelahan meladeni suaminya itu. namun Albian seakan tak menindahkan ucapan Ayza yang meminta berhenti, mereka pun akhirnya selesai pada waktu subuh.
Albian selalu saja membuat Ayza tak mampu berdiri sendiri, hingga akhirnya mereka pun kembali mandi bersama lalu setelahnya mereka tidur kembali seusai menunaikan sholat subuhnya.