
Universitas Biru
Ayza baru saja tiba dikampus dengan menggunakan ojek online. bersamaan dengan Albian CS yang baru saja turun dari mobil mereka masing-masing.
"Hai Ayza" sapa Albian dengan senyumannya yang memikat.
"Amel kemana Ay?" tanya Dimas
"Mana gue tau" jawab Ayza dan berlalu meninggalkan Albian CS.
"Busyet dah jutek banget calon kakak ipar" celetuk Arvin yang langsung mendapat tatapan tajam dari Albian.
Mereka berjalan menyusuri koridor, saat hendak melewati mading mereka melihat banyak mahasiswa yang berkumpul disana. dengan segera Arvin, dan Dimas pun ikut melihat mading.
"Waah ulang tahun kampus, tema topeng pula" ujar Arvin semangat.
"Eh Al, ada pesta topeng lusa acara ulang tahun kampus kita"
"Terus?" acuhnya.
"Yah siapa tau dapat cewek hehe" celetuk Arvin.
Mereka pun meninggalkan kerumunan tadi dan berlalu menuju keruang kelas mereka.
__ADS_1
#2 hari telah berlalu....
Hari yang ditunggu para mahasiswa dan mahasiswi universitas biru pun datang. semua orang telah menyiapkan malam spesial itu dengan excited. begitu pun dengan Ayza yang ikut acara itu karena dipaksa Amel. meskipun begitu Ayza tetap menyiapkan gaun yang akan ia kenakan nanti malam.
Malam harinya, semua mahasiswa telah berkumpul di aula universitas biru. begitu pun dengan Albian Cs yang sudah memisahkan diri. Albian yang ditinggalkan sahabat-sahabatnya itu memilih berdiri didekat meja minuman.
Ayza dan Amel baru saja tiba di depan aula, namun segera memisahkan diri dari Amel karena Dimas telah menunggunya di depan aula.
Begitu Ayza memasuki aula yang lumayan padat dengan suara musik yang lumayan bising. Ayza berjalan hendak mencari minuman sembari melihat- lihat suasana pesta.
Albian melihat seorang wanita yang berjalan mengarah kepadanya, ia hanya melihat sepintas lalu kembali melihat kearah orang-orang yang sedang bersorak riang sembari berjoget ria. Albian tidak menyadari jika wanita yang berdiri didekatnya itu adalah Ayzaila, wanita yang telah berhasil meluluhkan hatinya. begitu pun dengan Ayza yang tidak menyadari jika pria yang berada didekatnya kini adalah Albian, pria yang selalu menganggunya.
Mereka sama-sama tidak menyadari karena kini mereka harus menggunakan topeng.
#
Ntah apa yang merasuki Albian, ia pun langsung menarik tangan wanita yang berdiri tak jauh darinya itu untuk turun kelantai dansa. wanita itu tak lain adalah Ayza.
Meskipun sempat ditepis Albian tetap saja menariknya hingga kini mereka berdansa dengan sangat romantis hingga orang-orang yang sedang berdansa didekat mereka pun berhenti dan beralih memperhatikan mereka.
tanpa Albian dan Ayza sadari tatapan mereka berdua tak pernah lepas. mereka saling memandang satu sama lain, meskipun terhalang topeng namun wajah mereka tetap terlihat tampan dan cantik. dipandangnya terus manik mata Ayza yang sangat indah, begitupun Ayza yang juga memandang mata indah Albian. hingga Ayza pun sadar dan berusaha memalingkan tatapannya. kini ntah mengapa jantung Ayza berdetak dengan cepat.
__ADS_1
"Boleh saya tau nama kamu?" tanya Albian yang kini sudah tau jika wanita yang sedang ditatapnya kini adalah Ayza, sang pujaan hatinya.
deg... deg... deg...
Ayza yang tak dapat lagi menyembunyikan kegugupannya itu pun langsung meninggalkan Albian yang masih berdiri disana. begitu pun orang-orang yang menonton mereka sedari tadi ikut membubarkan diri. sedangkan Albian masih tersenyum-senyum sendiri kala mengingat momen romantisnya barusan.
"Malam yang super indah" lirih Albian lalu ia pun meninggalkan lantai dansa tersebut.
Dilain sisi Ayza langsung berlari menuju toilet. ia merasakan panas di pipinya, ntah mengapa kini pipi Ayza sudah merah merona karena kegugupannya.
"Siapa pria tadi? aaa bahkan jantungku ikut meronta ingin keluar" gumamnya saat sedang berada di depan cermin toilet kampusnya.
"Matanya sangat cantik seperti mata wanita, senyuman yang menawan sungguh membuatku seakan terbang melupakan dunia untuk sesaat" lirihnya kembali sembari menahan degupan jantungnya yang semakin cepat kala ia mengingat senyuman pria tadi.
Berbeda dengan Albian yang kini juga terus saja menyunggingkan senyumnya tatkala ia mengingat momen romantisnya bersama Ayza. sungguh keberuntungan sedang berpihak kepadanya. ia tahu jika orang yang berdansa bersamanya adalah Ayza saat mereka berdansa tadi, diam diam Albian memperhatikan wajah Ayza dengan lekat, dilihatnya mulai dari bibir Ayza, matanya, rambutnya dan yang paling meyakinkan Albian adalah wangi dari tubuh Ayza yang khas. tentu saja Albian sangat hafal akan wangi dari Ayza, karena setiap berpapasan dengan Ayza ia selalu menghirup wangi itu.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, Ayza pun meminta om Jo untuk menjemputnya di halte yang berada di depan universitasnya. dan setengah jam ia menunggu akhirnya om Jo tiba.
Albian yang masih didalam pun sibuk mencari Ayza, ia bermaksud untuk menghantarkan Ayza pulang. namun sayang beribu sayang Albian tak kunjung menemukan Ayza.
ia pun berinisiatif mencari Amel untuk menanyakan keberadaan Ayza. saat Amel menghubunginya ternyata Ayza sudah hampir tiba di mansionnya.
Ada sedikit sedih dihati Albian karena tak dapat menghantarkan Ayza pulang tapi juga ia merasa lega karena Ayza sudah pulang dengan selamat.
__ADS_1