Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 108


__ADS_3

Rumah Albian dan Ayza..


Pagi ini kedua keluarga mereka kumpul dirumah Albian dan juga Ayza, karena mereka telah mendengar cerita dari Dara dan juga Syasya mengenai penculikan itu.


tokk... tokk... tokk....


Cukup lama seorang pelayan itu mengetuk pintu kamar Albian dan Ayza, akhirnya pintu kamar pun perlahan terbuka.


"Hemm... siapa?" tanya Ayza masih dengan matanya yang tertutup.


"Saya Siti nyonya, pembantu baru disini, maaf nyonya dibawah ada keluarga nyonya dan tuan" ujar mbak Siti sopan.


"Baiklah, nanti kami akan turun, terimakasih" Ayza kembali menutup pintunya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. baru setelah itu ia membangunkan Albian yang masih terlelap tidur.


Usai Albian selesai membersihkan diri, mereka pun turun menemui keluarga mereka di lantai bawah.


"Ayza, kamu tidak apa-apakan nak? ada yang sakit ? dimana nak bilang sama mama" tanya mama Denisa dan bunda Sonia bersamaan dengan perasaan cemas.


"Bunda mama, Ayza gapapa kok. Alhmdulillah baby juga gapapa" jawab Ayza dengan senyum manisnya


"Alhamdulillah kalau begitu, pokoknya mulai sekarang kami akan melakukan penjagaan ketat untuk kalian berdua" ujar papa Fernand


"Tidak perlu pa, menantu papa tuh kan jagoan" sindir Albian, langsung saja ia mendapat toyoran dari papa Fernand dan ayah Arsenio.


"Hehe... maaf pa, ayah Al hanya bercanda" ujarnya sambil menunjukkan deretan gigi putihnya.


"Al, bagaimana dengan para penculik itu?" tanya papa Fernand dan Ayah Arsenio yang berada disamping papa Fernand pun ikut penasaran.


"Sudah diurus Blackwoe pa, yah" jawab Albian.


"Siapa Blackwoe?" tanya ayah Arsenio.


"Blackwoe? apakah mafia yang diketuai oleh sepupu Arvin itu?" papa Fernand memastikan


"Iya pa, yang dulu ikut berlatih bersama kami waktu kecil"


"Hemm... sudah serahkan saja mereka disana, terserah mereka mau melakukan apa kau dan Ayza tak usah ikut campur lagi. biar papa dan Arsenio yang membereskannya" ujar papa Fernand.


"Iya pa, nanti minta saja Dimas, Robby atau Arvin untuk membantu"


"Apa kau ikut mafia juga?" tanya ayah Arsenio dengan tatapan mengintimidasi.

__ADS_1


"Hahaha tentu saja tidak ayah, kebetulan aku dulu pernah berlatih bersama paman Arvin di gojonya dan disana sepupu Arvinlah yang sering membantu kami belajar hingga saat dia besar ia memilih untuk menjadi mafia jadi kami sering meminta bantuannya untuk menyingkirkan musuh kami yah" jelas Albian.


"Oh begitu rupanya, baguslah jika begitu ayah jadi lega" ujar ayah Arsenio sembari menepuk-nepuk bahu Albian.


Setelah lama berbincang dan makan bersama, kedua keluarga itu pun akhirnya pamit untuk pulang.


............


Waktu terus berlalu hingga kini usia kandungan Ayza sudah memasuki bulan ke-7. mereka semua sudah tidak sabar untuk menyambut anak pertama dan calon penerus dua kerajaan bisnis Fesnd Corp dan Pradja group.


"Ayza" panggil bunda Sonia setelah masuk kedalam ruangan Ayza dibutik.


"Loh bunda, kok kesini gak bilang-bilang Ay?" Ayza segera menghampiri bundanya dan mencium tangan bunda Sonia.


"Iya bunda, habis bunda bosen di rumah jadi bunda pergi ke rumah kamu eh malah kata Sarah kamu ke butik. sayang kamu kapan cutinya? nanti kamu kelelahan loh" bunda Sonia khawatir


"Nanti lah bun, tunggu 8 bulan" jawab Ayza santai.


"Ck... kamu itu Ay, memangnya Albian tidak melarang?"


"Jangan di tanya bun, kalau Albian mah pengennya Ayza di rumah aja, tapi kan Ayza sudah biasa kerja jadi kalau berdiam diri dirumah Ayza malah pusing bun" ungkap Ayza.


"hemm... kamu itu Ay Ay.... " Bunda Sonia hanya bisa menggelengkan kepalanya setelah mendengar penuturan anaknya itu.


"Oh iya bunda ampe lupa, bunda tadinya juga mau nanya soal tujuh bulanan kamu, eh kamu sudah bilang duluan hehe"


"Bunda, selalu deh begitu" sunggut Ayza.


"Ya, maaf sayang. namanya juga sudah faktor U Ay"


"Kita adakan acaranya lusa saja Ay, nanti masalah makanannya akan bunda pesankan di cetering langganan bunda" sambung bunda Sonia.


"Nanti Ay, bicarakan lagi dengan suami Ay deh bun"


"Yasudah nanti kabarin bunda dan mama Denisa, biar urusan seperti ini para ibu yang bereskan" tambah bunda Sonia.


"Siap buk bos....hahaha... " mereka pun akhirnya tertawa bersama.


Disisi lain ada Albian yang masih di sibukkan dengan pekerjaannya, lalu masuklah trio ARD, Arvin, Robby dan Dimas.


"Bro, makan siang dulu kuy" ajak Dimas yang langsung duduk di kursi depan meja Albian.

__ADS_1


"Duluan saja, gue masih sibuk" ujar Albian tanpa melihat kearah sahabatnya itu.


"Astagaaa... gila banget sih nih orang" celetuk Arvin


"Kenapa sih lo?" tanya Robby yang berada di samping Arvin.


"Nih lihat" Arvin menunjukkan sebuah video yang di kirimkan oleh anak buah sepupunya itu.


Mereka pun langsung mendekat pada Arvin, lalu diputarnya video itu. disana terlihatlah video yang menampilkan Nadya dan Yanuar yang kepalanya sedang di botaki oleh anggota Blackwoe. tak hanya itu Yanuar yang kepalanya memang sudah botak itu pun kemudian di kuliti oleh anggota Blackwoe hingga ia menjerit-jerit seperti orang kesurupan. mereka bertiga yang melihat itu pun hanya mampu menelan salivanya.


"Sadis bener Vin, sepupu lo" ungkap Dimas ngeri.


"Lebih sadis noh orang yang duduk disono" sindir Arvin sambil memonyongkan bibirnya kearah Albian yang masih menunduk melihat berkas-berkas di mejanya.


"Perasaan dia diem aja disana" celetuk Robby dengan polosnya.


"Ck... lo lupa kejadian berdarah yang dia lakuin ke Ray ha?" gemas Arvin


"Ohhh... kalau gue jadi Albian juga pasti akan memotong tangannya, bila perlu beserta kakinya juga" tambah Robby


"Astagaa... kalian memang gila" Dimas tak habis fikir dengan apa yang Robby ucapkan itu.


"Biarkan nenek lampir itu dikurung disana selamanya. tapi tak tau jika anakku sudah lahir ia masih membuatku jengkel maka langsung saja suruh bang Bim menebasnya" ujar Albian dengan wajah dinginnya.


Drrtt... drrtt...


~ Hallo istri cantikku...


"Huh... mulai deh bucinnya, lihatlah dia langsung mengubah ekspresi dinginnya secepat kilat hanya dengan melihat nama penelpon doang. sungguh luar biasa bucin tingkat dewa sekali" gerutu Arvin


"Hahaa makanya punya pasangan yang benar dong vin, biar lo ngerasain indahnya cinta yang sesungguhnya" ledek Dimas.


"Tau lo vin, jangan kelamaan jadi playboynya keburu cewek satu dunia ilfil semua sama lo" timpal Robby.


"Sialan kalian berdua" kesal Arvin


"Lusa akan ada acara tujuh bulanan buat anak gue. jadi tolong persiapkan ya teman-temanku" ujar Albian seraya merangkul ketiga sahabatnya itu sambil tersenyum.


"Giliran begini aja senyam senyum lo Al" sindir Arvin seketika langsung mendapat tatapan tajam dari Albian.


"Hehe... bercanda bro, lo tenang aja kita akan siap menjalankan perintah dari pak bos. ya kan?" Arvin langsung menoleh ke arah Robby dan Dimas namun mereka berdua justru berpura-pura tak tau dan sibuk memainkan ponselnya seraya bersiul-siul.

__ADS_1


"Dasar teman-teman laknut" gumam Arvin namun masih bisa di dengar mereka semua.


Dan pada akhirnya mereka hanya bisa menertawakan Arvin yang tampak sangat kesal pada mereka termasuk Albian yang ikut menertawakan sahabatnya itu. karena memang Arvin selalu menampilkan ekspresi paling lucu saat sedang kesal makanya mereka sangat suka menjahili Arvin lalu yang kedua Dimas mereka berdua selalu menjadi korban kerjahilan Albian dan juga Robby.


__ADS_2