
Villa ...
Setelah menempuh perjalanan yang panjang, akhirnya mereka pun tiba di sebuah villa yang telah di siapkan oleh keluarga Albian.
"Sayang, ayo kita membersihkan diri dulu setelah itu kita istirahat" ajak Albian yang terus melingkarkan tangannya pada pinggang Ayza.
"Hemm hubby, tapi aku sangat ingin jalan-jalan" ujar Ayza dengan nada manjanya.
"Iya my wife nanti setelah kita istirahat kita akan jalan-jalan" Albian dengan nada lembut.
"Tapi sebelum itu, kita harus membuat Albian junior dulu istriku" batin Albian sembari tersenyum tipis.
Ayza pun menuruti perkataan suaminya itu, dengan segera ia melangkahkan kaki menuju kamar mandi di kamar atas. sedangkan Albian menuju kedapur untuk menyiapkan makanan untuk mereka. meski pun sudah di larang oleh asisten rumah tangga disana namun tetap saja Albian ingin memasakkan sesuatu untuk istrinya tercinta, ya.. bisa dikatakan sedikit menyogok agar istrinya memberikan haknya. (😆)
"Tuan biar saya bantu" tawar salah satu asisten rumah tangga itu.
"Tidak perlu" jawabnya datar dan sedikit ketus.
Sang asisten itu pun langsung terdiam tak berani lagi berbicara. dia tak tau jika majikannya itu sangat galak. dengan segera ia pun undur diri dari dapur yang tengah di gunakan oleh Albian itu. ia kini menuju halaman belakang untuk sedikit bergosip dengan teman satu profesinya.
"Buk, majikan kita dua-duanya sangat angkuh, wajah mereka sangat dingin. aku saja mau membantu malah di ketusin" adu salah satu art yang masih lumayan muda.
"Ssstt... jangan ngomong sembarangan nanti mereka dengar. apa kamu mau dipecat?" sahut art yang sudah paruh baya.
"Enggak buk, gaji disini lumayan besar sayang kalau di lewati hehe... ya nasib orang seperti kita ya buk, mana mau mereka beramah tamah sama kita yang hanya seorang pembantu" ujarnya kembali.
"Sudahlah, tugas kita disini hanya bekerja jangan mimpikan sesuatu yang tak mungkin" sahut ibu itu kembali dan mereka pun kembali membersihkan kebun belakang.
Usai bergelut dengan masakannya, Albian pun segera menuju lantai dua untuk menemui istri nya tercinta. tak lupa ia menyuruh salah satu art tadi untuk membersihkan dapur yang sudah berantakan karena ulah masaknya tadi.
"Hubby, kamu dari mana?" tanya Ayza yang sedang mengeringkan rambut.
"Aku habis masak, coba hirup aromanya wangi kan?" ujar Albian sambil meniup-niupkan masakannya ke arah Ayza.
"Hemm... wanginya enak hubby, bolehkah aku mencicipinya?" tanya Ayza dengan mata yang sudah berbinar.
"Tentu dong, ini kan aku masakin menu spesial hanya untuk istriku tercinta" Bangga Albian lalu meletakkan makanannya di atas meja rias Ayza.
"Etttt.... nanti dulu dong sayang, main samber saja" cegah Albian saat Ayza sudah hampir mendaratkan sendok yang berisi makanan ke mulutnya.
"Kenapa sayang? aku sangat lapar" bingung Ayza
__ADS_1
"uuuuu" Albian memonyongkan bibirnya meminta hadiah kiss dari Ayza.
"Huft.... cup... Sudah kan" dengan cepat Ayza pun menci*m bi*r Albian. sedangkan Albian di buat seakan terbang ke udara, ia senang sekali mendapat hadiah itu dari Ayza.
"Yasudah cicipilah sayang, aku akan membersihkan diri dulu" pamit Albian lalu mengecup dahi Ayza.
Setelah Albian masuk kedalam kamar mandi, Ayza pun langsung menyuapkan makanan yang di masakkan Albian dengan spesial tadi.
Uhuukk... uhuukk...
"Astaga asin sekali" lirih Ayza pelan karena takut jika Albian mendengarnya.
Dengan langkah cepat Ayza keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur, di lihatnya para Art yang sedang membereskan bekas Albian masak tadi.
"Selamat sore nona, ada yang bisa kami bantu" tanya salah satu art yang masih muda.
"Tidak" tolak Ayza dengan terburu-buru ia segera mengambil kuali untuk menambahkan beberapa bumbu agar rasanya tidak terlalu asin.
Art itu pun semakin yakin kalau kedua majikannya itu adalah orang yang angkuh dan sombong. membuat malas untuk bekerja disana, namun ia kembali teringat dengan adiknya yang kini sedang sakit dan membutuhkan banyak biaya untuk operasinya sehingga ia pun harus bertahan apapun yang terjadi.
Ayza yang sudah selesai pun meminta art tadi membersihkan kuali yang baru saja ia pakai, dengan sedikit berlari ia pun manaiki tangga itu hingga tibalah ia di dalam kamar itu kembali. setelah ia baru saja duduk di meja rias, Albian pun keluar dari kamar mandi.
"Loh sayang, kok belum dimakan?" tanya Albian
"Oh... bagaimana...bagaimana istriku? apakah enak?" tanya Albian dengan antusias karena ini adalah pertama kalinya ia memasak dan masuk kedapur.
"Tentu saja enak, masakan suami ku ini yang terbaik" puji Ayza
"Maafkan aku suamiku, aku harus berbohong demi keutuhan rumah tangga kita yang masih seumur jagung ini" batin Ayza sedikit terkekeh karena fikirannya yang sangat lebay itu.
"Coba aaa" Albian segera meminta Ayza untuk menyuapinya.
"Emm.... enak sekali sayang, wah aku ini sungguh luar biasa padahal ini pertama kalinya aku memasak loh sayang tapi rasanya tidak mengecewakan" bangga Albian memuji dirinya sendiri.
Ayza hanya menanggapi dengan tersenyum canggung. ia tak percaya seorang Albian yang di katakan orang lain dingin dan menyeramkan ternyata punya sisi narsis yang luar biasa.
"Kalau istriku suka masakanku maka aku akan sering memasak untukmu mulai sekarang" ujarnya dengan semangat.
"A ahahha.... ti... tidak perlu repot-repot suamiku. aku istrimu jadi aku yang berkewajiban memasak dan mengurusmu sayang" tolak Ayza halus.
"Tidak apa-apa istriku, aku hanya ingin memanjakanmu. baiklah besok pagi biar aku saja yang membuat sarapan" Albian terus saja bersikeras ingin memasak membuat Ayza bingung dan takut jika orang-orang yang memakannya akan berkomentar yang tidak mengenakan hati suaminya itu.
__ADS_1
"Hubby, bolehkah aku jujur?" tanya Ayza sedikit takut.
"boleh dong, mau jujur apa sih istriku ini?" tanya Albian sedikit bercanda.
"Itu, masalah.... emmm.... " Ayza ragu untuk mengungkapkannya.
"Bicara saja istriku" desak Albian
"Itu... masakanmu sungguh sangat asin" ucap Ayza yang langsung menunduk karena takut dan tak tega melihat suaminya itu kecewa.
"Oh....jadi itu yang membuat istriku keluar kamar terburu-buru" goda Albian dengan santai. sebenarnya tadi ia lupa membawa pakaian dalamnya jadi Albian keluar dari kamar mandi bertepatan dengan Ayza yang terburu-buru keluar kamarnya. awalnya ia ingin menyusul Ayza namun ketika dilihatnya masih ada piring dengan makanan yang ia buat tadi, ia pun mencicipinya sedikit dan dengan cepat ia masuk kembali kekamar mandi untuk memuntahkannya, setelah itu ia keluar kembali untuk menyingkirkannya namun terlambat karena Ayza sudah membawanya kebawah.
"Kok kamu biasa saja?" tanya Ayza heran.
"Hahaa karena aku tau masakanku sungguh gagal" ujar Albian
"Dasar.... " Ayza langsung memukul dada Albian pelan.
"Maafkan aku ya, lain kali akan aku masakan yang enak" janji Albian, dan Ayza pun mengangguk lalu memeluk Albian.
"Sayang, yuk buat adonan" ajak Albian seraya mengelus punggung Ayza lembut.
"Adonan?" bingung Ayza
"Anak sayang, aku ingin segera jadi daddy" ujar Albian dengan senyum nakalnya.
"Hubby, bukankah kita akan jalan-jalan?" tagih Ayza namun Albian sudah tak menghiraukannya karena ia sudah sibuk menjelajahi leher jenjang Ayza yang putih bersih itu.
"Sss... sa.. yang... aahh" Suara Ayza yang sudah tak dapat di tahannya lagi.
Ayza pun akhirnya larut dalam gairah yang di ciptakan Albian itu, Albian terus mendominasi permainan sore itu, hingga waktu pun sudah menunjukkan pukul 9 malam. akhirnya mereka menghentikan kegiatan mereka karena suara perut Ayza yang sudah meronta ingin meminta asupan makan sesegera mungkin.
"Hubby stop, aaa. aaa. ...hah hah hah" Ayza menghentikan Albian yang tak ingin berhenti lagi.
"Ada apa sayang, satu ronde lagi ya" pinta Albian.
"Hubby aku lapar, dan juga aku sangat lelah sekujur tubuhku sangat sakit hubby" Ujaar Ayza memelas dengan suara yang tak bertenaga lagi.
Albian yang merasa kasihan dengan istrinya itu pun dengan terpaksa menurutinya. karena ia juga tak ingin membuat istrinya itu sakit karena kelaparan dan karena keganasannya di atas ranjang.
"Biar aku suruh para art itu masak untukmu sayang" Albian pun segera bergegas menutupi tubuhnya dan keluar dari kamarnya untuk meminta para art untuk memasakan sesuatu untuk mereka berdua.
__ADS_1
Usai itu, ia kembali lagi kedalam kamar dan dilihatnya Ayza yang sudah tertidur pulas karena kelelahan akibat ulah suaminya itu.