Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 119


__ADS_3

"Tunjukkan" titah Ayza dan di mengerti oleh orang-orang suruhannya.


Masuklah seorang wanita yang tengah mengandung, kemunculan wanita hamil itu pun sukses membuat pak Bayu terkejut dan tak dapat berkata-kata lagi.


"A....yah" panggilnya membuat semua orang bingung dengan situasi ini.


"Bagaimana pak Bayu? anda mau menjelaskan sendiri atau perlu sayang wakilkan?" tanya Albian dengan smirknya.


Pak Bayu diam tak bergeming, ia bingung harus bagaimana sekarang karena semuanya sudah di bongkar habis oleh Albian dan Ayza.


"Siapa wanita itu pa? jawab?" tanya ibu Reta sedikit membentak.


"Bukan urusanmu" ucap pak Bayu sembari menggandeng wanita hamil tadi.


"Jadi papa juga selingkuh dari mama? papa jahat" ujar bu Reta sambil menangis.


"Halah gak usah sok nangis kamu Reta, kelakuan kamu juga sama saja, tapi kamu lebih menjijikan" cercah pak Bayu.


"Sayang, apa sudah selesai?" tanya Albian berbisik di telinga Ayza.


"Tunggu sebentar suamiku" balas Ayza sembari tersenyum kearah Bayu dan Reta.


Ditengah-tengah perdebatan pak Bayu dan bu Reta, Ayza makin memperkeruh suasana dengan menghadirkan kekasih bu Reta yang tadi ada di dalam video.


"Tante sayang" panggil pria itu tanpa ragu membuat bu Reta langsung menganga tak percaya.


"Ngapain tante ngemis-ngemis sama tua Bangka ini? tante masih ada aku Tante" ujar pria muda itu mencoba menenangkan bu Reta.


"Cih, kau kira kau bisa memenuhi kebutuhan wanita jalang ini hah? dasar bocah" kesal pak Bayu.


"Tante, ayo kita pergi dari sini" ajak pria muda itu lagi.


"Lepaskan" tepis bu Reta


"Tante..."


"Lebih baik kamu pergi dari sini, tidak usah lagi temui saya" ujar bu Reta seraya menyingkirkan genggaman tangan pria itu.


"Tapi saya mencintai tante, dan lagi aku adalah ayah dari Denis tante" mohon pria itu kembali.


"Kamu bawa saja sana anak merepotkan itu, aku tidak mau hidup susah bersama kamu yang masih bocah"


Ucapan bu Reta itu sukses membuat pria muda itu sangat marah, dan langsung membawa Denis bersamanya tanpa menoleh lagi ke bu Reta yang masih memohon kepada pak Bayu.


"Ternyata semua ucapan jeng Reta bohong semua ya ibu-ibu" bisik ibu-ibu yang masih berada di pesta itu.

__ADS_1


"Iya ya jeng, berarti selama ini jeng Reta juga bohong masalah keluarga harmonisnya itu" timpal yang lainnya.


"Ehemm" Ayza mendekati para ibu-ibu rumpi yang tengah bergosip.


"Eh nona Ayza, sini nona gabung bersama kami saja" ajak salah satu ibu tadi dengan senyum yang tak pernah luntur.


"Hm...Saya fikir kalian akan memikirkan kesalahan kalian, tapi ternyata tidak sama sekali"


"Mak...maksudnya nona?"


"Kalian terlihat dekat, namun disaat satu orang terkena masalah, kalian malah sibuk menggunjing kannya. bahkan kalian tidak bercermin sedikit pun dari masalah yang di hadapi teman kalian disana, kalian fikir jika tidak kelihatan orang terus kalian jauh lebih baik dari bu Reta? tentu tidak, justru bisa jadi kalian lebih buruk dari orang yang kalian gunjingkan itu" ujar Ayza panjang lebar membuat para ibu-ibu disana terdiam dan saling lirik satu sama lain.


"Dasar bocah ingusan, berani sekali mengancam orang tua" kesalnya saat Ayza sudah menjauh dari mereka.


"Tapi sebaiknya kita tidak usah mencari masalah dengan keluarga itu, yang ada kita habis kayak jeng Reta" ujar mereka lagi sambil bergidik ngeri.


Usai memberi pelajaran malamnya, Ayza dan Albian pun menuju kamar hotel yang sudah ada Fairel didalamnya.


"Anak Daddy" Albian langsung menggendong Fairel dan berputar-putar seakan Fairel dapat melayang diudara.


"Hahaha.... Daddy cukup Dad Fairel pusing" pinta Fairel.


"Haha... Besok mau kerumah eyang Arsenio gak?" tanya Albian


"Mau mau mau ....." jawab Fairel dengan semangat.


"Kita tidur di hotel Mom?"


"Iya nak, kasihan Daddy nanti kelelahan kalau harus bawa mobil"


"Oh gitu ya Mom, oke deh tapi Fairel boleh ya bobok sama Daddy dan Mommy. boleh ya Mom...boleh ya....please.." mohon Fairel sambil menggoyang-goyangkan tangan Ayza dengan menggemaskan.


"haha iya anak kesayangan Mommy"


Setelah melewati hari yang melelahkan itu, mereka pun bersiap untuk tidur dan menyambut hari esok yang lebih baik.


..........


Mansion Arsenio Pradja.


Pagi ini tugas Albian adalah menghantarkan Ayza dan juga Fairel ke mansion ayah Arsenio sedangkan Albian sendiri akan langsung berangkat kekantor karena akan ada meeting penting pagi ini.


"Selamat datang nyonya Ayza dan tuan muda Fairel" sapa pelayan di mansion.


"Pagi" jawab Ayza lalu lanjut berjalan dengan menggandeng tangan Fairel.

__ADS_1


"Eyang uti" teriak Fairel saat melihat Bunda Sonia baru turun dari lantai atas.


"Waahh cucu eyang sudah datang..." bunda Sonia pun langsung memeluk Fairel dengan erat.


"Faireeelll" teriak Dara dari lantai atas.


"Ah Mommy, kenapa sih ante Dara selalu teriak-teriak? kan Fairel gak budek ya Mom" tanya Fairel dengan polosnya.


"Ante Dara itu, saking kangen nya sama kamu rel makanya begitu" jawab bunda Sonia.


"Mommy" Fairel melihat kearah Ayzaa


"Iya nak, bener kata Eyang" jawab Ayza


"Hei boy, emmm ante kangen banget sama Fairel" ujar Dara yang langsung memeluk Fairel.


"Sakit ante, jangan kuat-kuat peluknya" protes Fairel.


"Hehehe....kekencengan ya Rel, maaf deh habis ante kan gemes sama kamu rel" Dara mencubit gemas kedua pipi Fairel.


"Ck...jangan di unyel-unyel dek pipi anak kakak. kamu mah kebiasaan" kesal Ayza.


"Yaelah kak biarin napa, orang gemas doang" sanggah Dara.


"Ay, Albian mana?" tanya bunda Sonia sambil celingukan mencari keberadaan menantunya itu.


"Mas Albian langsung kekantor bun, tadi cuma nganter sampai depan aja karena harus meeting bun" jawab Ayza


"Terus ayah kemana?" sambung Ayza


"Oh gitu...ayah biasa lah Ay, ditaman belakang tapi sudah di panggil sama Jo paling sebentar lagi juga nongol" ujar bunda Sonia.


"Fairel" panggil ayah Arsenio


"Tuh kan bener" ucap bunda Sonia. lalu hanya di balas senyuman dari Ayza dan Dara.


"Eyang Akung, Fairel kangen sama eyang akung" ujar Fairel


"eyang akung juga sangat sangat merindukan Fairel"


"Sudah sudah, ayo kita sarapan dulu" ajak bunda Sonia.


"Ayo anak ganteng, kita sarapan dulu" ajak ayah Arsenio menggandeng tangan cucunya itu.


Mereka menikmati sarapan pagi itu dengan khidmat , diiringi dengan canda tawa dari celotehan Fairel yang terdengar sangat lucu. bahkan mereka seakan melupakan kebiasaan lama mereka yang tidak mengeluarkan suara saat sedang menyantap makanan. kini justru sering terdengar mengobrol dan tertawa ria, membuat suasana dirumah itu lebih hidup dari biasanya.

__ADS_1


Saat ada Fairel maka mansion Arsenio akan terlihat ramai dan penuh suka cita. bahkan om Jo yang tidak banyak bicara itu pun jadi sangat cerewet saat berbincang dengan Fairel. sungguh suasana yang sangat damai dan penuh kebahagiaan.


__ADS_2