
Usai kejadian yang menghebohkan itu, akhirnya usaha yang sebelumnya telah dirusak oleh tante inka pun kini pelan-pelan memulai kembali usahanya, namun ada juga beberapa yang sudah kehabisan modal sehingga tak mampu lagi untuk berdiri.
Dari kejadian ini, Albian semakin kagum akan sikap Ayza. bahkan ia tak hentinya memandangi Ayza baik saat dimonitor maupun secara langsung.
Ayza sesekali menyadari jika dirinya ada yang memperhatikan tapi ia tak mau ambil pusing, akhirnya ia hanya mendiamkannya saja.
"huft.... Syukurlah semuanya telah berakhir" ucap Amel yang merebahkan diri ke sofa.
"Honey, kamu pasti lelah" Dimas membelai rambut Amel lembut
Ayza yang malas dengan kemesraan sahabatnya itu pun memilih untuk kembali keruangannya. Albian hendak menyusulnya namun segera ditahan oleh Amel.
"Mau kemana lo Al?" tanya Amel menahan Albian.
"Menyusul Ayza lah" jawabnya santai
"Al, lo kalo suka sama Ayza yah lo boleh kejar dia. gue dukung kok. tapi setidaknya lo mandi dulu napa" ujar Amel polos.
"puff... hahahahhaha" Albian langsung memberikan tatapan tajamnya kearah Dimas.
"Haha... sorry bro. Lagian benar yang dikatan Amel, kita harus pulang dulu bro merapikan diri. agar nanti Ayza terpanah lihat ketampanan lo" bujuk Dimas.
"Benar juga, ayo kita pulang" Dengan langkah cepat Albian pun keluar dari ruangan Amel dan menuju lift.
SMA Merah Putih
__ADS_1
"gue jadi gak enak deh sama kak Ay dan kak Amel" ucap Arin menunduk.
"Kenapa rin?" tanya Syasya
"Karena pekerjaan itu tanggung jawab gue Sya"
"Rin, berhentilah bersikap menyedihkan begitu. apa apa minta maaf, apa apa menunduk tak berani menatap orang"
"Dara" tahan Syasya namun Dara tetap melanjutkan perkataannya.
"Lo ingat kan kata-kata gue yang bilang kalau mau berteman sama gue. lo harus percaya diri rin, gue gak suka lo selalu menyalahkan diri lo sendiri. terus terusan merasa lemah, gue pengen lihat Arin yang kuat kedepannya gak ada lagi yang melow melow begini" ungkap Dara panjang lebar.
Arin yang mendengar penuturan Dara pun menangis. karena bahagia sekarang ia benar-benar ada seorang sahabat yang perduli padanya. Sedangkan Syasya langsung memeluk Arin dan menepuk nepuk pundaknya.
"Makasih yah Dar, maaf eh nggak aku akan menjadi lebih kuat"
Syasya pun terharu dengan perkataan yang dilontarkan oleh Dara. kagum, itulah yang Syasya dan Arin rasakan.
"Heh cewek belagu. minggir ini meja gue" Bara yang tiba-tiba datang ntah dari mana.
"Ayo Dar, kita kembali kekelas saja" ajak Syasya tak mau ribut.
"Haha... lo beneran Syasya? kenapa sekarang jadi menye menye gitu Sya? takut ya sama cewek songong ini?" cercah Bara mengejek.
Dengan secepat kilat Dara berdiri dan meninju wajah Bara hingga ia hilang keseimbangan lalu tersungkur ketanah.
__ADS_1
Semua orang yang masih berada dikantin pun terkejut melihat ketua osis mereka yang galaknya super itu tersungkur tak berdaya karena Dara.
Tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya Dara pun mengajak Arin dan syasya untuk meninggalkan tempat itu.
"Jangan pernah lagi lo hina orang-orang disekitar gue" ucap Dara dingin
Kienzo dan Rifal pun melongo melihat Bara yang tersungkur ketanah. setelah beberapa menit mereka terdiam, kini mereka pun mengangkat Bara menuju ruang UKS.
Bara yang sudah sadar pun, duduk bersandar di kasur UKS sambil mengingat kejadian yang memalukan tadi.
"Arrrgggghj... Gue malu banget.... malu malu malu... mau gue taro dimana muka gue" ucap Bara sambil mengacak acak rambutnya.
"Elo sih bro cari gara gara aja sama Dara" sahut rifal.
"Bara, kamu gapapa sayang?" tanya mamanya yang baru saja tiba di sekolah.
"Iya ma, Bara gapapa. maaf ya ma bikin mama khawatir" sesal Bara.
"Siapa orang yang berani melakukan ini sayang?"
"Emm... itu.... "
"Dara tante, namanya Dara musuh Bara" ungkap Kienzo
Mama Bara pun langsung keluar dari ruangan UKS menuju ruangan kepala sekolah. ia ingin murid yang bernama Dara itu mendapatkan hukuman.
__ADS_1
Setelah itu, pihak sekolah pun memanggil Dara untuk keruangan kepala sekolah.
📢 kepada siswi yang bernama Andara Indah P. mohon untuk segera keruang kepala sekolah. terimakasih.