
Sudah lama Albian tidak memberikan kejutan romantis untuk Ayza, kali ini ia kefikiran untuk mengajak Ayza makan di Marseille (lokasi wisata yang berhubungan dengan laut). Albian juga kefikiran untuk memberikan Ayza sebuah gelang pasangan. setelah memikirkan semuanya Albian pun langsung mencari website salah satu cafe di Marseille untuk membuat reservasi. usai membuat reservas, Albian segera pergi ke sebuah mall terbesar yang ada di kota paris untuk mencari gelang yang ia inginkan.
Setelah memakan waktu hampir setengah jam ia pun tiba di mall tersebut dan langsung mencari sebuah toko perhiasan.
"Puis-je vous aider monsieur?" tanya salah satu penjaga toko perhiasan ter
(Ada yang bisa saya bantu tuan?)
"Je veux trouver un bracelet en couple. s'il vous plaît trouver le meilleur"
(Saya ingin mencari gelang pasangan. tolong temukan yang terbaik).
"Bien, s'il vous plait, attendez"
(Baik, tolong tunggu).
Setelah menunggu beberapa menit, penjaga toko itu kembali menghampiri Albian sengan membawa beberapa gelang untuk Albian pilih. usai memilih gelang mana yang cocok untuk mereka, ia pun segera meminta penjaga toko tadi untuk membungkuskan dengan rapi dan cantik, tidak lupa ia meminta agar gelang tersebut di beri inisial nama mereka berdua.
"Semoga kamu senang sayang" seru Albian setelah ia masuk kedalam mobilnya.
Sebenarnya ia ingin langsung memberikannya kepada Ayza namun demi kelancaran rencananya ia pun harus bersabar agar rencana yang ia buat dapat berjalan sesuai dengan yang ia inginkan.
Dilain sisi ada Ayza yang masih disibukkan dengan pekerjaannya sebagai desainer. hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja.
"Ughh... lelahnya" ujar Ayza menggeliat.
"Ayza, are you okay?" tanya pemilik rumah mode tempat Ayza bekerja.
__ADS_1
"Yes, i'm okay madam" ujar Ayza sembari tersenyum.
"Ayza lihatlah penghasilan kita selalu naik karena dirimu" puji madam seraya menunjukkan kurva pendapatan mereka bulan ini.
"Madam terlalu berlebihan, yang bekerja keras disini kan banyak madam enggak semuanya Ayza yang handle" elak Ayza.
"Ya memang, tapi desainan kamu selalu sold out dan selalu menjadi penjualan teratas di sini Ay" ungkap madam itu kembali.
"Terimakasih madam atas pujiannya, semoga saya kedepannya tidak mengecewakan anda"
"Tentu saja, saya sangat mempercayakan kamu Ay. kamu tau kan saya selalu berbicara berdasarkan fakta"
"iya madam" ujar Ayza lalu mereka pun tertawa bersama diruangan Ayza.
"Cih, selalu Ayza yang mendapat pujian, padahal desain gue jauh lebih bagus dari dia. dasar orang-orang berselera kampungan semua" gumam salah satu rekan Ayza yang tak sengaja mendengar obrolan Ayza dan pemilik rumah mode saat melintas di depan ruangan Ayza.
Semua karyawan pun keluar bergantian, begitu pun Ayza yang hendak keluar namun ia bingung melihat rekan-rekannya yang berkumpul di depan pintu keluar. ketika di lihatnya ternyata semua rekannya itu sedang melihat Albian yang sedang berdiri di depan mobilnya.
Melihat kekasih hatinya sudah keluar, Albian pun langsung berjalan mendekat kearah Ayza membuat semua orang berfikir jika Albian sedang menghampiri mereka hingga rasanya mereka ingin pingsan dibuatnya.
"Sayang" Panggil Albian sambil menggenggam tangan Ayza, saat ia sudah berada di depan Ayza.
Melihat wajah terkejut dari semua rekannya, Ayza hanya tersenyum kikuk. lalu mengikuti Albian berjalan di belakangnya.
"Gila pasangan serasi banget, gue gak sangka pacar Ayza seorang pangeran" ucap salah satu rekannya yang masih melongo menatap punggung Ayza dan Albian yang semakin menjauh dari kerumunan.
__ADS_1
"Kenapa sih Ayza itu selalu beruntung, andai cowok itu menjadi milikku" ujar rekannya yang lain.
Begitulah celotehan para rekan kerja Ayza yang tercengang dengan ketampanan Albian dan kecantikkan Ayza yang dinilai sangat cocok jika mereka bersanding seperti itu.
"Sayang, kamu membuatku jadi bahan gosip di tempat kerjaku" rengek Ayza ketika mereka sudah berada di dalam mobil Albian.
"Aku kan ingin menjemput pacarku yang cantik ini, biarkan saja mereka bergosip. bukankah kita memang pasangan fenomenal sayang" goda Albian sembari tertawa cekikikan.
"Kamu tuh bercanda terus" kesal Ayza membuat Albian menepikan sejenak mobilnya
"Maaf sayang, hemm kamu besok libur kan? bagaimana kalau kita jalan-jalan?" ajak Albian.
"Jalan-jalan?" tanya Ayza memastikan, kini matanya sudah berbinar karena sudah lama ia tidak jalan berdua bersama Albian. kesibukkan mereka yang padat membuat mereka harus menahan diri bahkan hanya untuk sekedar makan malam diluar pun susah mereka lakukan.
"Iya sayang, kita sudah lama tidak jalan berdua" ungkap Albian
"Aku sangat mau sayang, tapi kita mau kemana?" tanya Ayza dengan exaited.
"Ada deh, kamu tenang saja aku sudah mempersiapkan semuanya sayang" seru Albian dan membuat Ayza bertambah semangat.
"Aku tak sabar menantikannya sayang" sahut Ayza.
"Mana hadiahku?" tanya Ayza sembari menunjuk pipinya agar Ayza mencium pipi Albian.
"Belum juga pergi sudah minta hadiah" rutuk Ayza dab mengikuti kemauan Albian.
cup...
__ADS_1
"Oke, sumber daya sudah terisi penuh" pekik Albian lalu melajukan mobilnya kembali.
Ayza yang mendengar teriakan Albian tadi hanya bisa tertawa karena pacarnya itu sangat konyol. orang yang melihat Albian pasti bilang jika ia lelaki yang dingin dan angkuh tapi kenyataannya Albian selalu bertingkah konyol saat bersama dengan Ayza. Bahkan Albian sendiri suka heran mengapa ia tidak bisa bersikap keren di depan wanitanya itu. namun ia tak mempermasalahkannya yang penting ia mampu membuat Ayza tertawa itu sudah membuatnya bahagia.