Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 76


__ADS_3

Hari ini seperti hari-hari biasanya, Ayza terlihat sangat fokus dengan desainnya di butik. tiba-tiba Ayahnya menelpon.


Tringg... tringg..


"Halo Assalamualaikum yah"


📞 Walaikumsalam, Ay Ayah masih belum bisa pulang. jadi ayah mau minta tolong sama kamu. bisa?


"Bisa yah, apa yang bisa Ay bantu untuk Ayah?"


📞 Begini sayang, seharusnya siang ini Ayah ada meeting dengan ALsan Development tapi berhubung ayah belum bisa pulang ke indonesia jadi ayah mau minta tolong kamu buat gantikan ayah ya.


"ALsan Develop namanya seperti tidak asing" batin Ayza


📞 Ay... Ayza apa kamu masih disana?" tanya Arsenio karena tidak mendapat tanggapan dari Ayza


"Eh iya yah bisa, siang ini kan yah?" tanya Ayza sedikit kaget karena ia tadi sempat melamun.


📞 syukurlah kalau begitu, iya siang ini nanti pak Bima akan menjemputmu dirumah.


"Eh tidak perlu ayah, suruh saja pak Bima langsung menunggu Ay di lokasinya" tolak Ayza karena dia belum memberitahu Ayahnya jika ia membuka butik.


📞 Yasudah terserah kamu saja sayang. nanti kabari ayah. terimakasih ya Ay. ayah matikan dulu karena ayah harus menemui klient lagi.


"Baik ayah"


"Sekarang sudah jam setengah dua belas, ketemuannya jam 1. baiklah mending gue pergi sekarang saja dari pada nanti telat, gak enak sama klient ayah" gumamnya lalu Ayza segera membereskan barangnya dan keluar.


Tak lupa ia menitip pesan kepada Amel dan Arin jika ia ada urusan diluar. Ayza berjalan dengan wajah datarnya keluar dari butik dan langsung menaiki ojek online yang sudah ia pesan saat masih diruangan Amel.


"Ke A resto ya pak" ujar Ayza


Ojol itu kemudian melajukan motornya dengan kecepatan sedang. hingga lebih kurang 15 menit mereka tiba di A resto. Pak Bima yang sudah menunggu anak dari pemilik perusahaan itu pun langsung menghampirinya setelah Ayza membayarkan ongkosnya.


"Selamat siang nona Ayza" sapa Bima sekretaris Arsenio.


"Siang pak, dimana?" tanya Ayza langsung.


"Mari silahkan nona" Ayza mengikuti pak Bima dari belakang, hingga mereka kini sudah berada di ruang VIP.


"Boleh saya lihat dulu berkasnya pak?" pinta Ayza

__ADS_1


"Oh ini nona silahkan" Pak Bima memberikan beberapa berkas yang harus Ayza pahami.


Tak perlu waktu lama Ayza sudah paham maksud dari semua berkas itu. bersamaan dengan Ayza yang selesai membaca berkas, orang yang mereka tunggu pun tiba. yah perusahaan ALsan Development langsung dipersilahkan masuk keruangan oleh pak Bima yang tak sengaja bertemu mereka diluar.


"Nona, klient sudah datang" beritahu pak Bima kepada Ayza yang masih menunduk merapikan berkas.


"Baik, selam.. at, sayang" kaget Ayza.


"Loh sayang, kamu ngapain disini?" tanya Albian yang juga ikut terkejut melihat kekasihnya berada ditempat yang seharusnya untuk pertemuannya dengan Pradja Group.


"Apa kamu CEO ALsan Development?" tanya Ayza sedikit ragu.


"Iya sayang"


"Tunggu dulu, jangan bilang kamu anak om Arsenio Pradja?" tanya Albian masih dengan keterkejutannya.


"Iya" jawab Ayza sambil mengangguk anggukan kepalanya.


"Oh my god"


Setelah selesai keterkejutannya, mereka sama-sama tertawa karena tak percaya akan takdir yang tak bisa mereka terka.


"Astaga sayang... kamu selalu bisa membuatku terkejut" keluh Albian setelah mereka sudah duduk.


"Jadi, nona Ayza dan pak Albian ini berpacaran?" tanya pak Bima.


"Iya pak kami berpacaran" jawab Albian masih dengan senyum manisnya.


"Kalian memang jodoh" Robby akhirnya angkat bicara.


"Amminnn" jawab Albian cepat dan langsung membuat pak Bima, Robby dan juga Ayza tertawa karena melihat tingkah Albian itu.


"Sudah ya, sekarang kita fokus pada kerja sama kita. aku tidak mau di marahi ayah karena tidak profesional" ujar Ayza tegas.


"Tidak bisakah kita sedikit santai sayang, ayahmu itu benar-benar membuatku tegang setiap saat. masak kamu juga ikutan bikin aku nervous" aduh Albian sembari mengedipkan matanya sebelah kearah Ayza.


"Tidak bisa, silahkan jelaskan masalah proyek kalian. saya akan memperhatikannya" ujar Ayza dengan tegas dan serius.


"Hemm" Albian mengerucutkan bibirnya, ia tak tau jika sudah berkerja maka kekasihnya itu tidak bisa diajak bercanda.


Robby segera menjelaskan detailnya kepada Ayza. Ayza terlihat sangat serius dengan penjelasan yang dilontarkan oleh Robby itu. sedangkan Albian sama sekali tak bisa fokus ke rapat karena di fikiran dan matanya hanya tertujuh kearah Ayza yang nampak sangat mempesona ketika serius seperti itu.

__ADS_1


"Oke, itu sudah bagus. mungkin sedikit saran saja, untuk desainnya jangan terlalu terbuka. karena pasar kalian memang lah orang dewasa tapi realitanya kebanyakan anak sekarang sudah memainkan game-game seperti ini. jadi akan lebih baik desainnya lebih sopan, desainan kalian ini menurut saya terlalu seksi" pangkas Ayza membuat Albian semakin kagum akan sosok Ayza yang lugas itu.


"Bagaimana Al?" tanya Robby


"Hemm... benar yang dikatakan kekasih saya ini, ikuti saja sesuai perkataannya tadi" ujar Albian yang tidak terlalu fokus mendengarkannya dari tadi.


"Kamu fokus gak sih dari tadi?" tanya Ayza sedikit kesal.


"Bagaimana aku bisa fokus coba? kalau kamu semempesona ini sayang" batin Albian.


"Fokus kok fokus sayang" jawab Albian cepat.


"Hemm.... kita memang berpacaran tapi saat bekerja tolong untuk profesional Al, aku tidak tau kamu tidak sedewasa ini"


"Maaf sa... maksud saya bu Ayza. maaf atas ketidak profesionalan saya tadi. mari kita lanjutkan"


Melihat Albian yang sudah tak memandanginya lagi dan melihat wajah Albian yang murung membuat Ayza merasa bersalah.


Setelah satu jam mereka membicarakan kerjasama mereka dan menyantap makan siang mereka, akhirnya meeting itu pun selesai. baik Robby dan Pak Bima langsung izin pamit untuk pulang duluan.


Sedangkan Albian dan Ayza sama-sama terdiam saat pak Bima dan Robby sudah meninggalkan mereka yang masih berada di ruang VIP.


"Sayang" panggil Ayza sedikit ragu.


"hemm" jawab Albian cuek.


"Sayang maaf ya, bukan maksudku untuk... "


Cup....


Albian langsung berdiri menghampiri Ayza dan langsung menci*m bi**r Ayza dengan rakusnya.


"Emmm... Say....emmm.... Al... " Ayza yang terus meronta ingin Albian melepaskannya.


hah hah....


"Puas?" tanya Ayza sembari terisak, ketika Albian sudah melepaskan pugutannya.


"Sayang... maaf aku... " Belum sempat Albian meneruskan perkataannya Ayza langsung pergi begitu saja meninggalkan Albian yang masih menyesal dengan perlakuannya tadi.


Albian memang salah karena melampiaskan kekesalannya itu malah membuat Ayza marah kepadanya. ia dengan segera berlari mengejar Ayza namun terlambat karena Ayza sudah berada didalam taxi dan melaju keluar dari resto.

__ADS_1


"Arrrggggh Albian bodoh" teriaknya kesal lalu masuk kemobilnya untuk mengejar Ayza.


__ADS_2