
Karena malu Ayza pun cepat-cepat memalingkan wajahnya kembali. membuat Albian gemas akan tingkah wanita yang dicintainya itu.
Pada akhirnya mereka menyelesaikan makan malam romantis itu berdua dengan senyum yang tak pernah pudar dari keduanya.
Usai makan malam romantis itu, Albian pun menghantarkan Ayza pulang. karena Amel sudah menunggunya di apartemen jadi ia meminta Al untuk menghantarkannya ke apartemen x.
"Sayang, hei" panggil Albian sembari mengelus wajah mulus Ayza yang tengah tertidur disampingnya.
"Emm.... Apa sudah sampai?" tanya Ayza dengan suara khas orang bangun tidur.
"Sudah sayang" jawabnya sambil tersenyum.
Deg... deg... deg...
"Haduh kenapa udah sayang-sayang aja sih? kan gue belum siap. oh jantung yang sabar yah" batin Ayza
"Ehem... Makasih ya" Ayza pun tersenyum cantik lalu akan membuka pintu namun lagi-lagi Albian menahannya.
"Sayang, tunggu lah disini sebentar. biar aku yang membukakannya" tahan Albian
"Gue... maksudnya aku bisa buka sendiri kok, lagian kamu pasti lelah setelah mempersiapkan itu semua jadi... "
"Ssstt... tidak ada kata lelah untukmu" Albian meletakkan jari telunjuknya dibibir Ayza.
Lagi dan lagi jantung Ayza berdetak tak menentu begitu pun yang Albian rasakan. hal yang sangat membahagiakan dalam hidupnya yaitu bisa memeluk, dan membelai lembut seorang Ayzaila, wanita yang telah mencuri hati dan juga perhatiannya.
Albian segera turun dan berjalan kearah pintu tempat Ayza duduk. dibukanya pintu mobil itu dan dijaganya agar kepala Ayza aman tidak terbentur atap mobil.
"Lo... ah kamu mau kemana?" tanya Ayza, ia masih belum terbiasa memanggil Albian dengan sebutan kamu.
"Antarin kamu sampai depan pintu" jawab Albian santai dan langsung menggandeng tangan Ayza.
Ayza hanya terdiam sembari memperhatikan genggamannya bersama Albian.
"Hemm... kita sudah tiba sayang, bolehkah aku menginap disini saja? aku tak rela meninggalkanmu disini" rengek Albian seperti anak kecil.
"Hei... aku baru tau jika kau anak yang manja ck ck... " goda Ayza seraya melipat tangannya kedepan.
__ADS_1
"Sayang.... " rengeknya kembali dengan mata yang berbinar penuh harap.
"No... didalam ada Amel Al" ujar Ayza
Albian pun langsung merajuk dan membelakangi Ayza, benar-benar seperti bocah yang lagi ngambek karena mainannya di sembunyikan.
"Aku gak suka kamu memanggil namaku"
"Lah terus aku harus panggil apa?" tanya Ayza heran.
"Emmm... panggil aku sayang juga atau panggil aku luve juga bagus"
"Huh.... maaf aku gak selebay itu" kesal Ayza mendengar saran Albian barusan.
"iiss.... yasudah panggil sayang saja"
"Lihat nanti"
"Hei hei hei.... aku ini pacar kamu sayang, kenapa masih cuek aja sih" gerutu Albian.
"hem.... iya maaf, yasudah pulanglah dan istirahat"
"Huft.... Sayangku cintaku pulang dan istirahat ya" ucap Ayza seraya tersenyum paksa.
"ehem... ehem... haduh udah sayang sayangan aja nih" ledek Amel yang tanpa mereka sadari sudah berada disana dan mendengar percakapan mereka barusan.
"A.. amel... lo dari mana?" tanya Ayza gugup.
"Cari makan lah" jawab Amel masih senyum senyum kearah Ayza.
"Yasudah kalau begitu aku pulang dulu ya, kamu juga langsung istirahat ya sayang.. cup" pamit Albian lalu mencium kening Ayza dengan lembut.
"Lo jangan ajak pacar kesayangan gue bergadang oke, bye" Albian pergi namun pandangannya tetap ke Ayza.
"Woi, malah melongo" tegur Ayza
"Itu Albian abis lo kasih apa sih? absurd banget tingkahnya" ujar Amel yang terheran heran karena ia sangat tahu bahwa Albian cowok keren yang diidolakan di kampus mereka. tentu saja yang dilakukan Albian tadi sangat berbeda jauh dari Albian yang biasa ia lihat di kampus.
__ADS_1
Ayza menanggapi perkataan Amel dengan mengangkat bahunya tanda ia pun tak tau.
Setelah melihat Albian sudah menaiki lift, mereka oun masuk ke apartemen.
"Gimana gimana?" tanya Amel penasaran dengan cerita sahabatnya itu.
"Apanya yang gimana?" tanya Ayza yang tak faham kemana arah pembicaraan Amel.
"Iihh... yah elo sama Albian lah. gue penasaran sama ceritanya" sahut Amel
"Oohhh" Ayza tak menjawab pertanyaan Amel dan berlalu menuju kamarnya.
"Lah bocah ngapa yak? woi gue nanya Ayzaila Reina Pradja" kesal Amel
"Ada deh... kepo aja lo mel.. haha... " Ayza pun segera masuk kedalam kamarnya dan segera menutup pintu kamarnya.
"Ahh... sih kamvret emang" Amel semakin kesal karena ulah Ayza barusan.
Di sisi lain Albian baru saja tiba di apartemen miliknya, ia tak henti bersiul lalu tersenyum seperti itu terus hingga ia selesai membersihkan diri dan bersiap untuk tidur. namun sebelum itu, ia ingin mengchat Ayza terlebih dahulu.
💬 Sayang...
📩 hemm
💬 Jangan lupa mimpikan aku.
📩 iya
💬 Aku mencintaimu...
💬 Yasudah selamat istirahat pacarku yang cantik.
📩 iya... kamu juga istirahatlah.
💬 iya sayangku, good night my luve ♥
📩 Night to sayang.
__ADS_1
Membaca kata Sayang yang dikirimkan Ayza tadi membuat Albian terkejut sampai ia langsung bangun dari posisi tidurnya dan terus menatap Telepon genggamnya seraya tersenyum senang.
"Oh inikah namanya Cinta" Ucap Albian dan menghempaskan tubuhnya kembali ketempat tidurnya.