
Setelah selesai makan, Dimas pun akan menghantarkan Amel pulang sedangkan Amel meminta Albian untuk menghantarkan Ayza.
"Al, tolong anterin Ayza ya" pinta Amel
"Gue tidur disini" ujar Ayza yang langsung berdiri.
"OMG gue lupa lagi, duh bisa abis gue besok diomelin Ayza" batin Amel, ia lupa jika Ayza tak akan mau orang tahu siapa dia sebenarnya.
"eh, iya beb aku lupa pekerjaan ku belum selesai semua, maaf ya beb aku sama Ayza sepertinya tidur disini deh" sesal Amel
"Kalau seperti itu, kami akan menemani kalian disini" ujar Albian dan ia pun kembali duduk.
"Tidak perlu, kalian pulang saja" usir Ayza
"No, kami akan disini" sahut Dimas dan ikut duduk disebelah Albian.
Ayza hanya bisa menghembuskan nafas kasar. sedangkan Amel hanya tertawa kecil pada Dimas.
Ayza langsung melanjutkan pekerjaannya, Ayza kini tengah mengumpulkan bukti-bukti tentang tante inka sehingga nantinya jika hal yang di gosipkan itu benar ia dapat dengan mudah mematahkan tuduhan tante inka tersebut.
"Ay, sepertinya kalau kita tambahkan payet dibagian sini akan terlihat lebih menawan deh" saran Amel yang tadi sedang mengelilingi manekin.
__ADS_1
Hening..... Ayza tak ada tanggapan apapun ketika Amel berbicara. ia masih asyik saja dengan laptopnya. jari-jarinya yang terampil membuat Albian yang tak pernah memalingkan tatapannya dari Ayza pun terpanah. ditambah tampang seriusnya yang sungguh menawan.
"Woi lo ngapain sih gue ngomong malah diem" kesal Amel menghampiri meja Ayza.
Amel yang melihat senyum Ayza yang tak biasa membuatnya penasaran apa yang Ayza lakukan sedari tadi. ia pun langsung melihat laptop Ayza dan betapa terkejutnya Amel melihat semua fakta tentang tante inka.
"Hah!!! Ay ini... "
Dimas dan Albian yang melihat ekspresi Amel pun langsunh berdiri dan ikut penasaran dengan apa yang dilihat Amel pada laptop Ayza tadi.
"Hei... kalian ngapain ikutan lihat" Ayza langsung berusaha menutupi laptopnya ketika Albian dan dimas mendekat.
"Mel" Ayza langsung memeloti Amel.
"Siapa tau mereka bisa bantu kita Ay, Hehe "
Sedangkan Albian dan Dimas saling menatap, mereka tak percaya jika Ayza dapat dengan mudahnya menemukan sesuatu, pasalnya hal itu biasanya hanya dapat dilakukan oleh hackers dan sebagainya. sedang Ayza yang dari jurusan Fashion Desain dapat melakukannya, hal itu cukup mengejutkan bagi Albian dan juga Dimas.
"Ini benar kamu yang lakuin?" tanya Albian sedikit ragu.
"Hem" jawab Ayza singkat
__ADS_1
Suasana kembali hening tak kala Ayza kembali mengambil laptopnya dan berjalan masuk menuju kamar yang ada diruangannya itu.
"Ayza cuek banget sih hon, apa dia sariawan gak hilang-hilang?" tanya Dimas.
"Haha... bukan sariawan beib. Ayza tuh..."
"Amelllll tidur" Teriak Ayza dari dalam kamarnya.
"Busyet dah Ay, tidur aja sono" teriak Dimas membalas Ayza.
Ayza yang mendengar teriakan Dimas tadi pun langsung keluar lagi dari kamarnya. ia menatap Dimas tajam membuat orang yang ditatap itu bergidik ngeri.
"eh.. hehe... honey kamu tidur ya istirahat sana honey.. jangan lupa mimpikan aku ya...hehe silahkan Ay" canggung Dimas
Sedangkan Albian hanya cengengesan dibelakang Dimas.
"Ay, gue gak pernah bertemu perempuan seperti lo Ay. Ya Allah please bantu gue mendapatkan cinta Ayza" pinta Albian dalam hatinya.
Hari semakin larut, Dimas dan Amel telah tertidur pulas. Dimas tidur disofa sedangkan Amel di kamar bersama Ayza. sedangkan Albian masih belum bisa tidur karena sofa diruangan itu hanya 1 itupun sudah dikuasai oleh Dimas. dengan terpaksa ia duduk di meja kerja Ayza. disana terlihat satu buah foto Ayza yang memperlihatkan senyum manisnya, membuat jantung Albian tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Cantiknya ciptaanmu ya Allah" lirih Albian yang terus memandangi dan mengelus bingkai foto tersebut. cukup lama ia memandangi foto Ayza, hingga akhirnya ia pun mulai terlelap.
__ADS_1