Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 69


__ADS_3

Universitas biru...


Sudah dua hari ini Albian selalu mencari keberadaan Ayza, baik di kampus, apartemen hingga ke butik Ayza namun tidak juga ia bertemu dengan kekasih hatinya itu.


Hari ini Albian mendapat kabar dari Amel jika Ayza ada mata kuliah sehingga ia dengan sabar menunggu kedatangan Ayza di parkiran. sudah hampir 1 jam Albian menunggu Ayza disana namun Ayza tak juga terlihat.


"Ay, aku kangen banget sama kamu" batin Albian sembari terus menatap kendaraan-kendaraan mahasiswa yang baru saja tiba.


"Albian" panggil seseorang yang tak lain adalah Nadya.


"Ck... ngapain lagi sih ni orang" kesal Albian ketika melihat siapa orang yang memanggilnya.


"Al, tolong maafkan aku al, aku khilaf kemarin" ucapnya masih dengan nada centilnya.


"Mending lo pergi deh, gue malas lihat lo" usir Albian dengan sinisnya.


"Al, please.... " Nadya memelas.


"Gue harus ambil hati Albian bagaimana pun caranya, untuk sekarang cukup mambantu papa untuk membangkitkan kembali perusahaannya setelah itu baru gue akan merebutnya dari Gadis setres itu" batin Nadya seraya tersenyum licik.


"Pergi atau gue akan bertindak kasar" ancam Albian sembari menatap Nadya tajam.


Mendengar penuturan Albian membuat Nadya bergetar ketakutan. ia masih ingat betul bagaimana sakitnya cengkeraman Albian waktu itu. akhirnya ia pun pergi meninggalkan Albian.


"Lain kali akan kubuat kau bersamaku Al" gumam Nadya penuh kemarahan.


Drrtt.... drrtt...


"Halo sayang... kamu dimana?"melihat nama yang tertera di Hpnya, Albian pun langsung mengangkat panggilan itu.


📞.......


"Oke, aku akan kesana kamu jangan kemana-mana" Albian langsung berlari menuju kantin kampus.


Di kantin tersebut ternyata sudah ada Ayza, Amel, Robby, Dimas dan juga Arvin yang sedang duduk bersama sembari menunggu makanan mereka datang.


"Hossh.. hossh... " Albian langsung duduk disamping Ayza dengan nafas yang ter'engah-engah.


"Busyet, lo dari mana pak?" goda Arvin.


"Nih" Ayza memberikan tisu untuk Albian menyeka keringatnya.


"Ikut aku" ajak Albian langsung menarik tangan Ayza.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Ayza bingung tapi ia tetap mengikuti langkah Albian.


Albian tak menjawab pertanyaan dari Ayza dan terus saja menggenggam tangan Ayza hingga tibalah mereka di taman belakang kampus yang lumayan sepi.


Cup....


Tanpa aba-aba Albian langsung mengecup b***r Ayza hingga Ayza memelototkan matanya. Albian semakin memperdalam ci*mannya hingga Ayza ter'engah karena merasa nafas hampir habis.


"Hah.. hah... hah.... Kamu apa-apaan sih Al" Ayza sembari memegang bi**rnya yang terasa kaku.


"Sayang, tolong jangan tinggalkan aku. aku tidak sanggup jauh darimu, aku sangat merindukanmu sayang" Ujar Albian langsung memeluk Ayza dengan erat.


"Siapa yang meniggalkanmu hem?" tanya Ayza yang kini telah membalas pelukan Albian.


"Kamu tidak mengangkat teleponku sudah dua hari ini, aku mencarimu kemana-mana juga tidak ada. masalah Nadya aku akan membereskannya sayang. aku sungguh tidak berbuat apa-apa dengan wanita gila itu" ungkap Albian serius sembari menampakkan sedikit wajah sedihnya.


"Hemmm.... Aku ada urusan yang mendesak dua hari kemarin jadi aku tidak sempat lagi memegang Hpku. masalah Nadya tak usah terlalu difikirkan sayang" tenang Ayza.


"Sungguh?" tanya Albian meyakinkan.


"Hemm" jawab Ayza mengangguk.


"Hah syukurlah, tau kah kamu sayang, aku sulit tidur, sulit makan hanya memikirkan cara bagaimana bisa bertemu denganmu sekarang aku lega kamu tidak marah dan tidak menjauh dariku" Ujar Albian seraya kembali memeluk Ayza.


"Sudah ayo kita kembali kekantin, aku sangat lapar" ajak Ayza gantian menggandeng tangan Albian.


Sepanjang jalan Albian terus saja tersenyum dengan tatapan yang tak pernah berpaling dari Ayza. membuat orang-orang yang berada disekitar mereka merasa iri.


"Wah dua bintang kampus kita, sungguh membuatku iri saja" bisik mahasiswa lain yang dilewati Ayza dan Albian.


"Couple goals Universitas Biru lewat. minggir-minggir" seru salah satu mahasiswa disana.


"aaaaaa.... Albian tersenyum seperti itu semakin tampan"


"Tatapan Albian penuh dengan cinta, Ayza sangat beruntung bisa mendapatkan cinta yang besar dari seorang Albian"


Begitulah seruan dari para mahasiswa dan mahasiswi yang mereka lewati. namun baik Albian dan Ayza tidak ada yang menanggapi dan terus berjalan menyusuri koridor kampus dengan tatapan yang saling mencinta.


"Hei, pasangan ini selalu saja membuat heboh kampus" celetuk Dimas ketika Albian dan Ayza baru tiba dan duduk kembali dikursinya.


"Gak perlu iri" seru Albian santai.


"Kalian ini tidak kasihan apa sama gue dan Robby yang jomblo ini" kesal Arvin melihat kedua sahabatnya selalu bermesraan dengan pacar mereka masing-masing.

__ADS_1


"Kalau Robby gue kasihan kalo elo, apa yang perlu dikasihani dari playboy cap landak kayak lo?" cibir Dimas


"Gue gak butuh dikasihani" kesal Robby yang hanya diam tapi namanya ikut terseret.


"Woho.... Sorry broo" ujar Arvin seraya menepuk pundak Robby.


"Rob, elo mau gak gue kenalin sama cewek bohay" celetuk Dimas dan langsung mendapat gamparan dari Amel, kekasihnya.


"Oh jadi kau banyak kenalan cewek bohay?" sindir Amel yang sedikit geram dengan Dimas.


"O o o... no honey, aku hanya menggoda Robby saja" elak Dimas.


"Bohong mel, coba saja kau periksa Hp-nya disana banyak nomor dengan nama lelaki tapi aslinya itu adalah nomor wanita" adu Arvin yang membuat Dimas melototkan matanya kearah Arvin.


"Tidak hon, jangan percaya omongan kutu busuk ini" bujuk Dimas yang sudah tidak direspon oleh Amel lagi.


"Diam... tak usah bicara padaku" ucap Amel


"Honey" Dimas memelas, karena tidak direspon ia pun langsung diam sambil terus memperhatikan Amel.


Sedangkan Albian, dan yang lainnya hanya bisa terkekeh melihat kesialan Dimas itu.


"Sayang, setelah ini kamu mau kemana?" tanya Albian usai menyelesaikan makannya.


"Hemm... memang kenapa?" tanyak balik Ayza.


"Yah aku akan menghantarkanmu kemana saja" jawab Albian.


"Oh"


"Hanya OH???" celetuk Albian dengan wajah cengo'nya.


"Aku mau kebutik sayang" jawab Ayza sembari menunjukkan senyuman cantiknya kearah Albian.


"Baiklah aku akan antar kesana dan menunggumu disana" Ujar Albian dengan semangat.


"Tidak perlu sayang, nanti kerjaan kamu terbengkalai kalau kamu menungguku" ucap Ayza menolak secara halus.


"No sayang, aku akan tetap disana. aku rindu sekali sama kamu, karena sudah 2 hari kamu mengacuhkanku jadi biarkan aku disana menemanimu" ujar Albian


"Hemm baiklah terserah kamu saja" Ayza sudah tak ingin berdebat.


Usai mereka menyantap makanannya, mereka pun segera beranjak meninggalkan kampus. begitu pun dengan Ayza dan Albian yang telah memisahkan diri dari para sahabatnya itu.

__ADS_1


Mereka kini sudah berada di dalam mobil Albian, dengan segera Albian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan pergi menuju kebutik Ayza.


__ADS_2