Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 38


__ADS_3

"Aaaaa yessss.... akhirnya sebentar lagi masa jomblo gue berakhir" ucap Dimas dengan girangnya sampai ia loncat-loncat sambil mengangkat kertas kecil yang berisi nomor HP Amel tadi. hingga tanpa ia sadari ada Dara, Syasya dan Arin yang tengah melihatnya dari ruangan Ayza.


"Kenapa tuh orang?" tanya Arin bengong melihat tingkah absurd Dimas.


"Haha... pasti nanti bang Dimas di ledekin terus sama bang Al, dan yang lainnya" Ucap Syasya setelah selesai merekam Dimas tadi.


"Lo jahil banget sih" ujar Dara yang kembali duduk.


"Dasar Dara gak pernah bisa lihat teman happy apa?" sunggut Syasya namun tak dijawab lagi oleh Dara maupun Arin.


Di parkiran bawah terlihat Albian, Robby dan Arvin masih berdiri sembari menunggu Dimas. tiba-tiba Ayza dan Amel keluar dari butik sambil berjalan menuju mobil Ayza.


"Eh Ayza noh" tunjuk Arvin memberi kode dengan matanya.


"Bukannya kata lo dia orang biasa, kenapa dia mempunyai butik?" tanya Albian yang langsung ikut melihat kearah Ayza.


"Yah itu kan gue juga dengar dari mahasiswa lain Al, lagian didukung banget sama penampilan Ayza yang biasa-biasa saja selama ini" ungkap Arvin


"Sudah lah Al, kalau memang lo suka langsung saja gue dengar ada anak kelas mereka yang juga suka dengannya" seru Robby


"tumben lo dengar gosip" heran Arvin


"Yah hanya mendengar sedikit" sahutnya


"Sudahlah ayo kita kembali ke kantor, Dimas biar dia nyusul saja" Albian langsung masuk kedalam mobilnya, begitupun dengan Robby dan Arvin yang ikut masuk kedalam mobilnya.


Mereka menjalankan mobilnya masing-masing untuk menuju kekantor mereka. sedangkan tak lama Albian, Robby dan Arvin berjalan, Dimas keluar dari butik dan mencari keberadaan sahabat-sahabatnya itu.


"lala lala lala, eh kemana mereka?" setelah bersenandung ria, ia mencari keberadaan Albian dan yang lainnya.

__ADS_1


"Lah, mobil mereka kemana? apa gue ditinggalin?" gumamnya pada dirinya sendiri.


tutt... tuttt....


"Woi kalian dimana?" tanya Dimas yang langsung menelpon Arvin.


๐Ÿ“žYa pulang lah" jawab Arvin santai


"Terus gue gimana woi?"


๐Ÿ“žJalan aja sono, siapa suruh lama.


"Astaga jahat banget kalian yah, dompet gue ketinggalan woi dimobil lo"


Arvin pun mencarinya dikursi belakang, karena yang mengendarinya Robby jadi ia bisa mencari keberadaan dompet Dimas tersebut.


๐Ÿ“žYaudah jalan aja Dim, hitung-hitung olahraga hahahha"


tutt...


"Jangan gitu do... eh halo...halo... woi Arvin... halo... anak syaiton emang" kesal Dimas.


"Hah nasib nasib" pasrah Dimas.


Disisi lain, Ayza dan Amel baru saja tiba di acara fashion show yang dibuat oleh desainer favorit mereka yaitu Paco Rabanne ia ada seorang desainer asal prancis yang memulai karirnya dalam desain kostum. ia juga pernah berkolaborasi dengan merk-merk terkenal seperti Dior, Gavenchy dan Balenciaga.


"Wah Ay, busana-busananya sangat fantastis" kagum Amel


"Iya Mel, kita harus menciptakan karya yang originil seperti ini" bisik Ayza yang juga terpesona dengan karya-karya yang ditampilkan oleh desainer favoritnya

__ADS_1


"Mbak, bisa bantu kami" tiba-tiba ada seorang staf yang menghampiri Ayza dan meminta bantuannya.


"Ada apa?"


"Mari mbak ikut kami sebentar"


Ayza dan Amel pun berjalan mengikuti para staf tadi dan tibalah mereka dibelakang panggung. Seketika itu Ayza dan Amel sedikit menganga karena didepan mereka kini ada Paco Rabanne.


"Mel apa gua mimpi" bisik Ayza sambil terus melihat kearah Paco.


"Nggak tau Ay, gue juga berasa mimpi" bisik Amel kembali.


"Sorry, saya membutuhkan model karena 1 orang model saya tiba-tiba tidak bisa hadir. tolongin yah mbak" pinta paco.


"Ini dia aja yang menggantikannya" jawab Amel sembari menyodorkan Ayza.


"Mel"


"Udah gue tau lo yang paling suka sama Paco Rabanne jangan sia-siakan Ay" bisik Amel lalu menyuruh mereka membawa Ayza untuk berganti pakaian.


Setelah menghantarkan Ayza dan sedikit berbincang dengan Paco tadi Amel pun kembali ke kursinya dengan diantarkan oleh staff.


Tak lama bersela Ayza pun muncul dengan sangat cantiknya.



"Waaahh... sangat cantik" semua orang yang berada di ruangan itu pun seakan terpanah dengan kecantikan Ayza.


"Gak salah gue sodorin lu tadi Ay" ucap Amel tersenyum puas.

__ADS_1


__ADS_2