
Usai Albian melamar Ayza di paris, mereka semua memutuskan untuk segera melaksanakan pernikahan dan pulang ke indonesia untuk menyiapkan segala sesuatunya. bahkan saat ini mereka langsung mengadakan makan malam bersama untuk membicarakan kapan waktu yang tepat untuk pernikahan mereka.
"Sayang, aku sudah tidak sabar lagi" bisik Albian saat mereka makan malam bersama.
"Tidak sabar apa?" bingung Ayza
"Memakanmu" bisik Albian kembali.
Uhuuukk... uhuukk...
"Sayang pelan-pelan, ini minum dulu" Albian segera memberikan minumannya untuk Ayza.
"Kamu tidak apa-apa nak?" tanya bunda Sonia khawatir.
"Tidak apa-apa bun" jawab Ayza sembari tersenyum kikuk.
"Kau ingin membuatku mati kesedak?" bisik Ayza kesal.
"Tidak dong sayang, maafkan aku ya. ayo makan lagi" ajak Albian sembari memberikan senyuman manisnya.
Mereka berdua pun melanjutkan makan malam mereka kembali.
"Pak Arsenio saya sangat tidak menyangka kita sebentar lagi akan besanan" ujar pak Fernand setelah mereka menghabiskan makanannya.
"Iya pak Fernand, saya juga tidak menyangka keluarga pak Fernand mau menerima keluarga kami yang sederhana ini sebagai besan kalian" sahut pak Arsenio merendah.
"Ah, pak Arsenio ini terlalu merendah" ujar ibu Denisa ikut berbicara.
"Iya memang dibandingkan kalian, kami ini bukan apa-apa jeng" timpal ibu Sonia
"Tapi siapa yang tidak mengenal Pradja Group bukan?" ucap pak Fernand
__ADS_1
"Hahah.... pak Fernand bisa saja membalasnya, sudahlah sekarang kita rundingkan dulu masalah anak-anak kita ini pak Fernand. karena sepertinya Albiam sudah sangat tidak sabar" sindir pak Arsenio sembari melirik kearah Albian membuat Albian hanya bisa menunjukkan tertawa sembari menggaruk-garuk pundaknya yang tak gatal.
"Hahaha pak Arsen benar, bukan hanya Albian yang tidak sabar pak. kami juga sangat tidak sabar menjadikan Ayza sebagai menantu kami, benar kan ma" ujarnya sambil bertanya pada mama Albian.
"Iya benar sekali itu pa. jeng, pak Arsen bagaimana kalau pernikahan di adakan satu minggu lagi?" tanya ibu Denisa.
"Bagaimana Ayza? kamu setujuh kan?" tanya Arsenio kepada Ayza.
"Setujuh Om, ya kan sayang?" jawab Albian cepat sembari menaik turun kan alisnya kearah Ayza.
"Al, yang ditanya itu Ayza bukan kamu" tegur pak Fernand
"Hehe... Ayza malu-malu sih pa jadi Al saja yang jawab" bela Albian santai.
"Insyaallah Ay siap dan setujuh" jawab Ayza malu-malu
"Alhamdulillah" ucap kedua belah keluarga.
Di Lain sisi, ternyata di samping ruangan keluarga Albian dan Ayza tadi, ada Ray yang sedang meeting dengan kliennya. ketika ia mendengar masalah pernikahan Ayza ia mulai tidak fokus dengan pekerjaannya dan menghentikan meeting mereka. setelah semua klien pulang, Ray pun lebih mempererat pendengarannya supaya ia dapat mendengar semua yang dibicarakan kedua keluarga itu.
"Jadi mereka akan menikah satu minggu lagi" guman Ray dengan geramnya.
"Tidak, ini tidak boleh terjadi. Ayza hanya boleh menikah dengan gue karena hanya gue yang pantas mendampinginya" gumamnya kembali.
Kali ini ia akan benar-benar menyusun rencana agar pernikahan Ayza dan Albian tidak terjadi. Ntah mengapa Ayza selalu membuatnya bahagia, meskipun Ayza tidak pernah meresponnya tapi ntah mengapa rasanya selalu bahagia bila berada di dekat Ayza. mungkin ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama sama seperti Albian, namun bedanya Ray selalu menyukai Ayza dalam diam hingga kini perasaannya sudah tidak dapat lagi ia bendung. meski pun sudah lama berpisah karena Ayza melanjutkan studinya di paris selama 2 tahun ini tapi mendengar suara Ayza membuat hatinya seakan meledak dan semakin membuatnya ingin memiliki Ayza seutuhnya.
Ray segera menelpon seseorang untuk memuluskan rencananya nanti.
"Kali ini gue tidak akan kalah dari siapa pun. Ayza harus menjadi milik gue, jika gue tidak bisa maka orang lain termasuk Albian pun tak akan bisa memilikinya" ujar Ray bertekat diri.
Setelah itu Ray pun ikut meninggalkan resto itu dengan senyum yang sulit di artikan.
__ADS_1
...****...
Keesokan harinya, Ayza dan Albian bersiap untuk mencari WO untuk pernikahan mereka nanti.
"Sayang, kamu ingin konsep yang seperti apa?" tanya Albian menatap Ayza.
"Hemm.... kita lihat nanti saja ya sayang, jujur saja aku belum kefikiran hehe"
"Yasudah fikirkan selama kita diperjalanan" Albian pun segera melajukan mobilnya.
"Haizzz...menyebalkan" gumam Ayza pelan.
Albian yang mendengar gumaman Ayza tadi hanya menyunggingkan senyuman tipisnya.
Waktu yang dibutuhkan untuk menuju gedung Wedding Organizer membutuhkan waktu sekitar 1 jam.
"Selamat siang, tuan dan nona. silahkan" sambut wedding planer disana.
Mereka hanya mengangguk dan langsung masuk, hingga wedding planer mempersilahkan mereka untuk duduk.
"Ada yang bisa kami bantu tuan, nona" tanya sang WP.
(Maaf ya author singkat jadi WP \= wedding planer)
"Iya mbak, jadi kami akan melangsungkan pernikahan kami satu minggu lagi, jadi kami ingin menggunakan WO anda untuk mengurus pernikahan kami" ujar Albian.
"Baik tuan, apakah ada konsep yang tuan dan nona inginkan? atau bisa melihat rekomendasi konsep dari kami tuan, nona" Ujar WP sembari meletakkan buku konsep di depan Albian dan Ayza.
"Hemm... biar kami lihat dulu ya mbak" ujar Ayza dan mengambil buku konsep yang di berikan oleh WP tadi.
Setelah cukup lama memilih konsep yang akan mereka gunakan nanti, akhirnya mereka menjatuhkan pilihan pada konsep Rustic. usai semuanya disampaikan dan pihak WO pun siap mewujudkan pesta pernikahan sesuai yang diinginkan oleh Albian dan Ayza, mereka pun segera pulang dan menyerahkan semuanya kepada pihak wedding organizer tersebut.
__ADS_1