Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 48


__ADS_3

"cantiknya ciptaanmu ya Allah" lirih Albian yang terus memandangi dan mengelus bingkai foto tersebut. cukup lama ia memandangi foto Ayza, hingga akhirnya ia pun mulai terlelap.


Ayza merasa haus ia pun keluar hendak menuju pantry, biasanya memang dia selalu menyiapkan air mineral disampingnya namun karena semalam ia lupa jadilah ia kini dengan malasnya keluar menuju pantry.


Baru saja keluar dari ruang kamarnya, ia melihat Albian yang tertidur di meja kerjanya.


"hem.. Kenapa dia tidur di meja kerja gue" gumam Ayza pelan.


"Mana foto gue di peluk-peluk segala" sambungnya.


Ayza pun kembali berjalan menuju pantry. sekitar 1 menit ia kembali ke ruangannya dengan membawa kasur lipat. Di bentangkannya kasur lipat tersebut di dekat sofa, setelah selesai ia kembali menuju meja kerjanya untuk menyuruh Albian pindah. ia tahu jika tidur disana tidak akan nyaman oleh karena itu ia mengambil kasur lipat di almari dekat pantry butiknya.


"Ehem... hei bangun" Ayza mencolek bahu Albian dengan jari telunjuknya.


"Emm.. 5 menit lagi maa" ucap Albian mengigau.


"Ma?? Lah dikira gue udah mama mama kali ah" Ayza lirih lalu ia kembali menoel bahu Albian dan kali ini berhasil.


"errggkkk..." Albian menggeliat hingga tanpa sadar telapak tangannya sudah memenuhi wajah Ayza.


"Eh Maaf Ay" Kaget Albian yang langsung berdiri ketika mendapati Ayza berada disampingnya.


"Hemm... "


"Itu foto gue mau lo bawa pulang? dipegang mulu" sindir Ayza yang berjalan menuju kasur lipat yang ia bentang tadi.

__ADS_1


"Kalau boleh sih mau" ucap albian pelan namun masih bisa didengar oleh Ayza.


"Eh maaf Ay, tadi kirain foto mama gue hehe" ujar Albian berbohong.


"Hemm... nih tidur disini saja" ucap Ayza sambil menunjuk kasur yang sudah tersedia disana.


Albian yang merasa dapat perhatian dari Ayza pun merasa sangat senang. hingga tanpa sadar senyuman lebar mengembang di wajah tampannya.


"Makasih Ayzaila" ucap Albian tersenyum.


Ayza mengangguk dan berlalu kembali kekamarnya tanpa menjawab ucapan Albian.


Melihat Ayza sudah masuk kembali kekamarnya Albian pun langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang sudah disiapkan Ayza tadi.


"Nyaman" lirih Albian dan mulai memejamkan matanya.


Setelah itu Albian langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci mukanya.


"Al, ini lo yang beli?" tanya Dimas yang berjalan sempoyongan sambil menenteng kantung plastik.


"Iya sarapan untuk kita" Albian menyambut kantung plastik yang ada ditangan Dimas.


"Emm wanginya enak" ujar Amel yang baru keluar dari kamar.


"Ayza belum bangun mel?" tanya Albian yang mencari keberadaan Ayza.

__ADS_1


"Oh Ayza sudah pulang" jawab Amel santai


"APAA?"


"Woi ini masih pagi Al, kenapa sih teriak-teriak" kesal Dimas yang langsung terbangun.


"Eh Honey, sudah bangun toh" sambung Dimas sambil menunjukkan deretan giginya yang putih.


"Sana cuci muka dulu" ujar Amel malas.


"Baru jadian jangan sampai bikin gue ilfeel" batin Amel.


Mereka pun memulai sarapan mereka dengan canda tawa, kecuali Albian yang tak bersemangat karena tak ada Ayza disana.


Mansion Arsenio


"Selamat pagi nona Ayza" sapa para pelayan


"Pagi semuanya" jawab Ayza tersenyum ramah.


"Kak Ayza, kakak baru pulang?" tanya Dara yang baru saja turun dari tangga.


"Iya dek, kemarin ada masalah sedikit jadi kakak dan Amel terpaksa lembur deh" bisik Ayza agar tidak terdengar di cctv yang ayahnya pasang disekitar rumahnya.


"emmm... iya kak Arin sudah bilang sih soal tante inka kan?" tebak Dara dan di angguki oleh Ayza.

__ADS_1


"Terus kakak sudah dapat kelemahannya tuh tante tante resek?" bisik Dara kembali.


"Sudah dong, Yasudah kakak mau mandi dan bersiap-siap kembali ke butik" ujarnya sembari berlalu menaiki tangga menuju kamarnya.


__ADS_2