Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 103


__ADS_3

Keesokan paginya, keluarga Albian tengah menikmati makan pagi bersama dengan suasana hening seperti biasa.


"Apakah kalian akan menginap di keluarga Pradja malam ini?" Papa Fernand membuka obrolan saat mereka sudah usai makan.


"Iya pa, sekalian memberitahu ayah dan bunda" jawab Albian.


"Kalau saja papa gak ada pekerjaan hari ini, papa ingin ikut mengunjungi Arsenio, sudah lama kami tidak bermain golf bersama" ungkap Fernand


"Yasudah pa lain kali saja, lagian ayah Arsenio juga kan orang sibuk" sahut Albian dengan entengnya


"Huh, kamu fikir Papa ini gak sibuk?" papa Fernand menoyor kepala Albian


"Hehe.... maksud Al, papa juga harus bikin janji dulu kan karena kalian sama-sama orang sibuk" Albian ngeles.


"Heleh,, ngeles aja kayak bajaj kamu Al" sewot papa Albian.


Mereka semua pun kembali sibuk dengan rutinitasnya masing-masing, begitu pun Syasya yang hari ini masih harus sekolah. awalnya ia ingin izin karena ia masih rindu dengan kakak ipar kesayangannya itu, namun karena Ayza memberi pengertian untuk adik iparnya akhirnya Syasya pun menuruti perkataan Ayza.


"Hubby, kita berangkat sekarang saja yuk. nanti macet kalau kesorean" ajak Ayza.


"Hemm... boleh sayang sekalian aku cek pekerjaan aku dijalan saja" ujar Albian.


Mereka pun bersiap-siap, lalu pamit ke mama Denisa saja. karena papa Fernand masih dikantor dan Syasya masih harus les di sekolahnya. setelah berpamitan mereka pun keluar dari mansion keluarga Albian.


Di perjalanan Albian masih sibuk dengan pekerjaannya, sehingga mengharuskannya menghadap laptop sepanjangan jalan. ia meminta sopir di mansion untuk membawa mobilnya, karena pekerjaannya tak bisa di tunda.


"Hubby... " panggil Ayza sedikit manja.


"Hemm... kenapa sayang?" tanya Albian tanpa menoleh ke arah istrinya.


"Iihh lihat dulu by" kesal Ayza.


"Sebentar ya sayang, sedikit lagi aku selesai" Albian masih sibuk dengan laptop miliknya.


"Hemm.... Nak Daddy sudah tidak sayang kita lagi" Ayza pun menangis seraya mengelus-elus perut datarnya.


"Loh sayang, kenapa nangis? ya ampun. maaf ya maaf aku benar-benar lagi sibuk tadi, kamu mau ngomong apa tadi?" Albian langsung menyeka air mata Ayza.


"Tutup laptopnya" pinta Ayza masih dengan tangisannya.


"Hufh... ini sudah sayang" Albian menutup laptopnya dan menyingkirkannya di kursi depan.


"Ada apa istriku yang cantik" rayu Albian


"Hemm... Hubby aku ingin mall ini" Ayza menunjukkan Handphonenya dan menunjukkan salah satu mall terbesar di kota J pada Albian.

__ADS_1


"Hah??? untuk apa sayang? kalau kamu mau memborong semua isi mall nya gak masalah tapi ini mall nya juga mau kamu beli. itu loh sayang kasihan sama pemiliknya jadi gak ada pemasukan lagi" Albian terkejut akan permintaan Ayza.


"Pokoknya aku mau beli mall nya. titik" Ayza mutlak.


"Hemm.... Oke sayang oke aku akan menghubungi orangku dulu" pasrah Albian.


📞 Halo bos, apa yang harus saya kerjakan bos?" tanya orang diseberang telepon yang seakan sudah tau maksud dari bosnya itu.


~ Beli mall Cyerd yang ada di tengah kota itu. secepatnya" titah Albian.


📞 Bos serius ingin membeli mall itu?" tanya orang tersebut tak percaya.


~ iya, segera kerjakan saya mau sore ini mall itu sudah atas nama istri saya. Ayzaila Reina Pradja" pangkasnya.


📞 Ba... baiklah bos akan saya laksanakan.


Albian mengakhiri panggilannya.


"Terimakasih hubby ku tercinta...cup" tanpa aba-aba Ayza langsung mengecup bibir Albian sekilas.


"Kurang lama dong sayang" goda Albian dengan senyum nakalnya.


"Kebiasaan deh selalu minta lebih"


"hahaha,, itu mah maunya kamu by" Mereka pun tertawa bersama dan pada akhirnya Ayza tidur di pangkuan Albian.


"Untung aku kaya, kalau enggak bagaimana bisa aku membeli mall untuk Ayza? yang ada aku akan membeli mall mainan yang harganya 20 ribu untuk Ayza" batin Albian.


"Sayang, bangun kita sudah tiba di mansion ayah" Albian mencoba membangunkan Ayza dengan lembut.


Errgghhh.....


"Sudah tiba Hubby?" Tanya Ayza seraya mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Iya sayangku"


Setelah semua nyawanya terkumpul, Ayza dan Albian pun turun. ketika mereka hendak masuk, didepan pintu sudah ada om Jo yang melihat mereka dengan cemas.


"Sore om Jo" sapa Ayza yang sudah berada di depan om Jo.


"Selamat sore nona muda, selamat sore tuan muda" sahut Om Jo dengan senyuman.


"Ada apa om Jo? apa ada yang om Jo ingin sampaikan?" tanya Ayza yang sudah sangat faham dengan sifat om Jo.


"Nona memang paling mengerti" ujar om Jo tersenyum

__ADS_1


"Ada apa om? sampaikan saja" Albian yang disamping Ayza hanya bisa melihat interaksi istrinya itu. ia juga penasaran apa yang ingin di sampaikan oleh om Jo.


"Mari masuk dulu tuan, nona" Om Jo mempersilahkan kedua bosnya itu untuk masuk.


"Disini saja om, didalam ada cctv ayah yang bisa mendengar suara kita kalau disini hanya menampilkan gerak gerik kita saja jadi ayah tidak akan tau apa yang kita obrolin"


"Baiklah nona, jadi begini nona, tuan. sepertinya semenjak kalian pulang dari honeymoon ada seseorang yang selalu mengikuti nona. dan mereka selalu mencari informasi tentang nona, tapi nona tenang saja kami sudah menutup semua akses informasi tentang nona dan tuan. tapi tetap saja kalian juga harus hati-hati" jelas om Jo.


"Apakah kalian sudah tahu siapa dalangnya?" Albian membuka suara.


"Itu belum kami pastikan kembali tuan" jawab om Jo.


"Belum di pastikan kembali? berarti kalian sudah mencurigai seseorang?" tanya Albian kembali.


"Iya tuan, sepertinya dia memiliki dendam teramat namun entah dengan tuan atau dengan nona. tapi -"


"Tapi apa om?" tanya Ayza penasaran.


"Tapi mereka selalu intens mengawasi nona dari pada tuan Albian. maaf nona, apakah nona ada menyinggung seseorang dimasa lalu?" tanya om Jo sedikit takut


"Hemm... gak tau juga om, karena om tau sendiri kan bagaimana aku ? aku dan Dara tidak pernah menunjukkan ekspresi atau ikut campur akan urusan orang lain jadi rasanya tidak pernah... hah... atau jangan-jangan Ray" tebak Ayza dan Albian yang disampingnya pun langsung tersedak air liurnya sendiri saking kagetnya.


uhuuukk... uhhuukk....


"Hubby, kamu gapapa? om Jo tolong ambilkan minum" pinta Ayza.


"Ti... tidak apa-apa sayang, ayo kita masuk dulu, masalah ini nanti kita bicarakan lagi di ruang kerja ayah. nanti aku akan pinjam ke ayah" ajak Albian.


"Apa sih Ray belum mati ya?" tanya Albian dalam hati


Mereka pun masuk, dan disana ternyata masih sepi karena ayah Arsenio masih di kantor, bunda sedang arisan dan Dara masih disekolah. Albian dan Ayza pun menuju ruang keluarga dan duduk disana sembari menunggu om Jo datang membawa minum untuk Albian.


"Ini nona air minumnya" om Jo memberikan satu gelas air mineral untuk tuan mudanya.


"Terimakasih om Jo" Albian langsung mengambil gelas itu dari tangan Ayza dan meminumnya hingga tandas.


"Kamu haus sekali rupanya" sindir Ayza dan Albian hanya cengengesan menanggapi omongan istrinya itu.


"Maaf nona, masalah tadi. nona menyebut nama Ray? apakah ada sesuatu dengan nama itu nona?" tanya om Jo kembali.


"Emmm... nanti saja kita bahasnya om, sebentar lagi ayah akan pulang. kejadian ini ayah belum tau kan?" tanya Ayza memastikan.


"Iya nona, kami belum memberitahu tuan besar. kami memang berencana untuk bertanya terlebih dahulu kepada nona Ayza"


"Iya om Jo benar, lebih baik jangan beritahu ayah dulu. kita harus memastikannya terlebih dahulu, jangan sampai kita salah orang" ujar Albian, ia sekalian ingin memastikan keadaan Ray pada ketiga sahabatnya yaitu Arvin, Robby dan Dimas.

__ADS_1


__ADS_2