Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 98


__ADS_3

Tiba di indonesia....


Setibanya Albian dan Ayza di bandara soekarno-hatta, mereka telah di sambut oleh sopir yang akan menghantarkan mereka ke rumah baru yang akan mereka tempati.


Mereka berjalan dengan cool-nya, membuat semua perhatian tertujuh pada mereka. seakan tersihir oleh pesona yang terpancarkan dari Albian dan Ayza.


"Istriku, aku sudah menyiapkan rumah untuk kita. tidak mungkin kan kita tinggal sama orang tua apalagi apartemenku terlalu kecil untuk kita sayang" ujar Albian saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Berangkat sekarang tuan?" tanya sopir didepan.


"Hemm" jawab Albian singkat lalu beralih menatap ponselnya.


"Hubby, kenapa sih kamu tidak pernah membicarakannya dulu padaku?. semuanya serba mendadak untukku, sebenarnya aku ini istrimu bukan sih?" kesal Ayza membuat Albian langsung merasa bersalah kepada istrinya itu. memang harusnya ia diskusikan terlebih dahulu masalah ini kepada Ayza.


"Istriku, aku tidak pernah bermaksud seperti itu, jangan ngambek ya, maafin aku sayang. Aku hanya ingin membuat kamu nyaman istriku" ujar Albian sembari bergelayut di tangan istrinya seperti anak anj*ng yang menempel pada majikannya.


"Tidak disangka tuan Albian yang galak, bisa bertingkah seperti itu. nona Ayza hebat" batin sopir itu.


"Ck... kamu gak malu apa bertingkah begitu?"


"Malu pada siapa?" tanya Albian bingung, lalu Ayza langsung melihat kearah sopir dan diikuti oleh Albian.


"Ck... istrikuuu.... jangan marah ya.. uuuu... " Albian membuat wajahnya seimut mungkin agar Ayza tidak marah lagi dan seakan tidak memperdulikan sopirnya yang melihat tingkah manjanya.


"Kamu tuh, mana bisa aku marah kalau suami ku ini bertingkah sangat lucu begini" Ayza menangkup wajah Albian dengan kedua tangannya lalu mengecup sekilas bi*r Albian.


"Sebentar doang nih?" goda Albian dengan senyum nakalnya.


"Ck... sepertinya aku marah saja"


"Hahaa... jangan dong istriku" Albian pun langsung memeluk istrinya.


Setelah menempuh perjalan yang lumayan lama, mereka pun tiba di sebuah komplek perumahan mewah.


"Kita sudah tiba tuan, nona" ucap sopir tadi dengan sopan.


Albian dan Ayza pun turun dari mobilnya setelah mereka tiba di depan pintu rumahnya.


"Ayo sayang kita masuk" ajak Albian seraya melingkarkan tangannya di pinggang ramping Ayza.


Cklekkk....


Dooorr..... 🎉🎉🎉


"Welcome back pasutri batu es" teriak semua keluarga dan sahabat mereka berdua.


"Batu es??" Albian dan Ayza bersamaan


"Kalian kan sama-sama dingin kayak batu es makanya kami panggil kalian pasutri batu es" ungkap Arvin girang


"Sangat kreatif otakmu itu" ucap Albian.

__ADS_1


"Terimakasih bos" jawab Arvin tersenyum bangga.


"Ayza" bunda Sonia langsung berhambur memeluk putrinya.


"Bunda, Ayza sangat rindu" sahut Ayza membalas pelukan bundanya tercinta.


"Sama Ayah gak kangen nih?"


"Hehe jelas kangen dong yah" Ayza beralih memeluk ayahnya. begitu pun dengan Albian yang melepas rindu dengan kedua orang tua dan adik-adiknya.


Setelah melepas rindu mereka semua pun beralih ke kebun belakang, mereka sudah menyiapkan pesta kecil-kecilan untuk menyambut kedatangan Albian dan Ayza. rencananya mereka akan barbeque-an di dekat kolam renang.


"Bagaimana sayang honeymoon kalian? apa menyenangkan?" tanya ayah Arsenio saat mereka sedang duduk santai berenam bersama besan mereka.


"Alhamdulillah sangat menyenangkan yah, Albian selalu memberi Ayza kejutan yang tak terduga dan tentunya Albian selalu bisa membuat Ayza bahagia" jawabnya sembari menatap suaminya tercinta.


"Syukurlah, kalau kamu bahagia sayang, mama dan papa senang mendengarnya. awalnya kami takut Albian terlalu mengecewakanmu" ujar mama Denisa


"Mama... selalu saja meremehkan Al" kesal Albian.


"Hemm... apakah kalian sudah membuat cucu untuk kami?" tanya mama Denisa kembali.


blushhh ....


Rona merah langsung menyelimuti wajah Ayza, sangat malu rasanya bila harus membicarakan hal seperti itu. karena itu mengingatkannya pada penderitaannya kala di atas ranjang. penderitaan yang mendapat pahala, dan tentunya you know lah yah... 😁


"Sudah dong ma, kalian tenang saja mungkin saat ini sedang berproses" celah Albian dengan senyumannya.


"Hahaha... kalian ini sangat lucu, Ay kamu tak perlu malu pada kami" sahut bunda Sonia senang melihat putrinya itu bahagia bersama pria yang di cintainya.


"Apaan sih bun, ma. Ayza.... tidak melakukan apapun kok disana.. ya kan hubby" Ayza langsung melirik kearah Albian.


"Ciee... hubby nih sekarang?" goda papa Fernand.


"Sepertinya banyak kemajuan nih" goda ayah Arsenio.


Godaan dari kedua orang tuanya itu membuat Ayza semakin malu dan kesal. kesal karena Albian sama sekali tak memberi jawaban malah sibuk senyam senyum sendiri ketika di goda ayah dan papa mertuanya tadi.


"Hahaa sudah lah pa, ayah. kasihan istriku, lihatlah wajahnya sudah seperti udang rebus" canda Albian dan mereka semua pun tertawa bersama namun tidak dengan Ayza yang kini sudah sangat kesal akan tingkah suaminya itu.


"Kemari" pinta Ayza dan Albian pun menurut. ia mendekatkan wajahnya kedepan Ayza.


"JANGAN HARAP MALAM INI BISA TIDUR DENGANKU" bisik Ayza mengancam.


Bagai kesengat listrik, Albian terkejut dan tak rela kalau sampai tidak diizinkan tidur bersama istrinya itu. karena sekarang wangi tubuh Ayza sudah menjadi candu baginya, ia tak bisa tidur jika tidak bersama Ayza.


Usai membisikan Albian, Ayza pun dengan santainya berjalan menghampiri adik-adiknya serta para sahabatnya itu.


"Mana yang sudah matang?" tanya Ayza yang baru saja tiba ditengah-tengah mereka


"Sayang"

__ADS_1


"Sayang"


"Sayang" panggil Albian namun Ayza hanya cuek tak menanggapinya.


"Istriku tercinta... maafin aku ya" bisik Albian namun Ayza tetap diam tak bersuara.


"Ck.... sepertinya aku harus mengeluarkan jurusku" batin Albian


"Sayangggg.... uem uemm" Albian bertingkah imut didepan semua orang, membuat semua yang melihat melongo dan tak sedikit yang sedang minum airnya keluar kembali saking terkejutnya. sedangkan Ayza yang sudah terbiasa dengan tingkah konyol Albian hanya tersenyum geli melihat reaksi semua orang yang terkaget-kaget akibat ulah suaminya itu.


"Tuhan... gue gak mau sebucin dia" ujar Robby yang masih melongo.


"Astagaaaaa.... ingin muntah gue" ujar Arvin


"Apa Albian kesurupan?" tanya Dimas


"Beib, itu sahabat kamu?" Amel ikut bertanya


"Sebenarnya saat ini aku tak ingin mengakuinya honey" jawab Dimas.


"Wah menantuku ternyata seperti itu" ujar Ayah Arsenio dan diangguki bunda Sonia.


"Haha... tidak pak Arsen, itu karena Albian saja yang terlalu cinta dengan Ayza" bela Papa Fernand


"Pa, mama rasanya malu melihat Albian seperti itu"


"Papa juga ma"


"Sayang, masih marah hem?" tanya Albian kembali.


Ayza masih diam saja, sebenarnya ia sudah tak marah lagi, setiap Albian bertingkah gemas ia selalu gagal untuk marah pada suaminya itu. namun kali ini ia ingin sekali mengerjai Albian.


Hingga acara selesai, mereka semua pun membubarkan diri dari kediaman Albian dan Ayza. begitupun kedua orang tua mereka yang juga ingin pulang, padahal baik Albian maupun Ayza sudah meminta mereka menginap saja dirumah mereka namun jawabannya tetap mereka ingin pulang saja.


Dan kini sudah waktunya untuk tidur, Ayza langsung masuk kesembarang kamar karena memang ia belum diberitahu Albian, dimana kamar mereka.


"Sayang" Albian terus memanggil Ayza dan mengetuk kamar yang Ayza masuki tadi.


"Sayang kamar kita diatas sayang, ini kamar tamu sayang buka dong.. " pinta Albian.


Cklek....


Tanpa melihat kearah Albian, Ayza langsung menempel sebuah kertas di pintu kamar.


~ TIDUR SENDIRI-SENDIRI ~


"Astagaaaa.... sungguh teganya kau adindaku" ucapan Albian barusan sontak membuat Ayza tertawa terbahak-bahak dikamar namun sedikit ditahan agar suaranya tak terdengar oleh Albian.


"Besok akan ku hukum kamu istri nakal" gumam Albian dan akhirnya ia keatas dan mengambil selimutnya, setelah itu ia kembali ke depan kamar Ayza dan menggelar selimut itu didepan pintu lalu tidur disana.


"Good night istriku tercinta" ucap Albian yang sudah berbaring di atas selimut seraya menatap pintu kamar Ayza.

__ADS_1


__ADS_2