
15 menit sudah mereka berbincang-bincang diruang keluarga Arsenio pradja. tiba-tiba pak Iko datang untuk memberitahu jika makan malam sudah siap. Ayza dan Albian kemudian langsung menuju ke meja makan.
Dengan telaten Ayza mengambilkan makanan untuk Albian, membuat semua pelayan yang berdiri disekitar mereka bertanya-tanya dalam hati mereka masing-masing.
"Makasih istriku" celetuk Albian membuat Ayza merona karena malu, sedangkan para pelayan yang masih berada disana sembari menunduk kini langsung mengangkat kepala mereka saking terkejutnya.
"Jangan bercanda terus" ketus Ayza.
"Haha... maaf sayang, aku suka sekali melihatmu kesal begitu. karena sangatlah menggemaskan" ujar Albian sembari mengunyel unyel pipi Ayza.
"Sudah makan saja. pipi ku sakit ini" kesal Ayza kembali.
"Emm iya iya" Albian langsung menyantap makanannya.
Usai menyelesaikan makan malam mereka, Albian yang hendak menunggu kedua orang tua Ayza pun tidak jadi karena ia diberi kabar jika ada masalah dikantornya akhirnya ia pun pamit pulang.
"Sayang, aku sungguh minta maaf karena tidak bisa menunggu orang tuamu kembali. ada masalah dikantorku sayang" adu Albian dengan sedih.
"Tidak masalah sayang, kan masih bisa dilain waktu"
"Tapi sungguh aku tak enak hati sayang"
"Pekerjaan kamu lebih penting sekarang sayang, aku janji akan memperkenalkan kamu kepada Ayah nanti" tenang Ayza.
"Baiklah, besok aku jemput yah"
__ADS_1
"Tidak usah sayang, aku besok pergi sama Amel ada sesuatu yang harus kami beli dulu untuk butik"
"Huft.. baiklah sayang. aku pulang dulu yah, nanti aku telepon jika urusanku selesai tidak terlalu larut" ucap Albian lalu berdiri dan mencium kening Ayza.
"Hati-hati dijalan" ujar Ayza yang menghantarkan Albian ke mobilnya.
"Iya sayang, bye... "
Tak lama Albian keluar dari gerbang mansion, mobil yang ditumpangi Arsenio dan Sonia pun masuk keperkarangan mansionnya.
"Loh Ay, kamu ngapain didepan pintu?" tanya Arsenuo yang baru saja turun dari mobilnya.
"Oh itu yah, Ay baru pulang juga dari butik. kalau begitu Ayza masuk dulu ya ayah, bunda" ujarnya lalu segera melesat masuk kedalam menuju kamarnya.
"Anak itu mencurigakan sekali" celetuk Sonia
🎦
"Siapa pria ini yah?" tanya sonia penasaran
"Ayah juga gak tau bun, Ayza pasti sengaja membuat lelaki ini membelakangi kamera sehingga kita tidak bisa melihat wajahnya" ujar Arsenio kesal.
"Memangnya Ayah tidak memasangnya disetiap sudut?"
"Yah tidak bun, hanya tempat-tempat tertentu saja. tapi semua sudut masih bisa terlihat" jawab Arsenio
__ADS_1
"Ck... anak ini selalu saja merahasiakan sesuatu dari kita" Arsenio ingin menemui Ayza dikamarnya namun segera ditahan oleh Sonia.
"Sayang, jangan biarkan saja Ayza mempunyai pacar, sepertinya ia lelaki yang baik. badannya juga bagus yah" ujar Sonia
"Bunda kok malah dukung. nanti kalau pacarnya hanya memanfaatkan Ayza saja bagaimana bun? Ayah tidak mau melihat anak-anak ayah disakiti dan menangis nantinya" ujar Arsenio
"Kita percayakan saja sama mereka ayah, jangan terlalu membatasi mereka" ujar sonia memberi pengertian
"Apa bisa dia meninggalkan lelaki itu nanti, Ayza sebulan lagi bun berangkat keparis. apa yang akan terjadi nanti?" khawatir Arsenio
"Mereka pasti bisa melewatinya ayah" ucap sonia memberi ketenangan bagi Arsenio.
Dikamar Ayza...
Setelah membersihkan diri, Ayza duduk didepan meja riasnya. dilihatnya kalender yang sudah disilangkannya.
"Tinggal 1 bulan lagi, apakah keputusan gue kemarin sudah benar ya?" tanyanya pada dirinya sendiri.
"Albian, disaat perasaan gue sudah jelas gue malah akan pergi ninggalin lo disini" gumam Ayza sedih.
"Gue janji akan segera menyelesaikannya agar bisa sesegara mungkin kembali lagi ke kota J" tekat Ayza.
Setelah cukup lama berkutat dengan fikirannya ia segera membaringkan tubuhnya keatas kasur king sizenya. Dan tak butuh waktu lama Ayza pun tertidur pulas. sampai ponselnya berdering pun tak lagi didengarnya.
Albian yang tau jika Ayza pasti sudah tertidur pun, tidak lagi meneleponinya dan ikut berbaring dikasurnya.
__ADS_1
"Selamat malam Ayzailaku sayang" ucap Albian lalu menutup matanya hingga ia tertidur pula.