
"Jadi bagaimana keputusan lo Ay?" tanya Amel.
Amel akhirnya menginap dimansion Ayza karena ia sedikit penasaran alasan apa sebenarnya yang membuat Ayza masih sedikit ragu.
"Hemm... Mel, selain butik gue ngerasa ada yang beda dalam diri gue semenjak gue dekat dengan Albian" ungkap Ayza sontak langsung membuat Amel makin antusias mendengarkan cerita Ayza
"Apa lo sudah jatuh cinta Ay sama Albian?" tanya Amel dengan antusias.
"Gue gak tahu mel, tapi kekonyolannya itu kadang bikin gue senyum-senyum sendiri" ungkap Ayza yang juga tersenyum kala mengingat momen lucunya bersama Albian.
"Lo nyaman dekat dia?" tanya Amel lagi dan tanpa ragu Ayza langsung mengangguk.
"Aaa... serius Ay? berarti lo memang sudah jatuh cinta sama dia Ay, tapi lo nya aja masih gak sadar"
"Hemm... nyaman kan bisa dalam arti sahabat juga mel kayak gue sekarang nyaman dekat dengan lo karena kita sahabat" sanggah Ayza.
"Ehh beda dong Ay, coba kalo sama Al lo ngerasa kalo jauh kangen gak?"
"Iya sih kadang-kadang. tapi gak mungkin gue bilang ke amel. lagian gak mau ah sama Albian, kan dia banyak fans nya bisa abis gue kalau sampai suka sama Albian" batin Ayza.
__ADS_1
"Nggak tuh, sudahlah nanya mulu lo mel, gue ngantuk mau tidur" elak Ayza yang langsung berbaring membelakangi Amel.
"Isss... Sudahlah Ayzaila Reina Pradja saya sangat tau anda" goda Amel disamping kuping Ayza namun tidak dihiraukan Ayza.
Keesokan harinya,...
Ayza dan Amel baru saja tiba di universitas biru, seperti biasa Ayza selalu memasang wajah juteknya. tidak ada senyum sedikit pun yang teruntas diwajah Ayza. kecuali jika melihat Amel sahabatnya maka ia akan memberikan sedikit senyumnya.
"Al, tuh gebetan lo baru datang" ujar Arvin yang melihat kearah Ayza dan Amel.
"Wah bebeb gue juga baru datang" timpal Dimas dan langsung berjalan menuju Amel dan Ayza.
Dengan cepat Albian berjalan hendak menghampiri Ayza dan Amel. membuat Arvin dan Robby geleng kepala karena ulah kedua orang yang sedang jatuh cinta itu.
"Hai Ay" sapa Albian
"Hai beb" sapa Dimas
"Hai juga beib" jawab Amel yang langsung bergelayutan di lengan Dimas, membuat Ayza memutar bola matanya.
__ADS_1
"Ay, sudah sarapan?" tanya Albian yang sapaannya tadi tidak direspon oleh Ayza.
"Sudah" jawab ayza singkat lalu berlalu meninggalkan mereka semua.
"Kok dia balik cuek lagi yah, padahal kemarin-kemarin sudah agak mendingan gak terlalu cuek lagi, apa gue buat salah yah?" fikir Albian
"Al, gue tau banget Ayza seperti apa orangnya. gue harap lo sabar nungguin dia buat buka hatinya untuk lo. sabar sebentar lagi Al" ucap Amel yang seakan tahu isi fikiran Albian.
"Tapi mel, kemarin dia sudah gak sedingin itu. apa gue ada lakuin kesalahan yah mel?" tanya Albian bingung.
"Hemm.... sepertinya dia sedang mempertimbangkan masalah beasiswanya ke paris" ungkap Amel.
"Apa Ayza akan tetap pergi mel?" tanya Albian sendu
"Al, apapun keputusan Ayza nanti, gue harap lo bisa ya dukung dia. Al, Ayza dari kami SMP dia sangat menyukai dunia fashion dia sangat ingin bisa melanjutkan studinya di paris namun karena dulu adiknya menangis karena tidak ingin ditinggalkan Ayza makanya dia mengalah. tapi saat ini adiknya sudah mengerti jadi dia mengizinkan Ayza mengambil beasiswa ini Al. sebenarnya ia sedang bingung mungkin karena dia mulai sedikit menyukai lo, makanya gue minta lo tunggu sebentar lagi, sabar sebentar lagi Al" ujar Amel panjang lebar.
"Gue faham mel, tanpa lo minta pun gue pasti akan menunggu Ayza. bahkan kalaupun ia melanjutkan studinya diparis, gue adalah orang pertama yang akan mensupport dia. gue akan sering terbang ke paris untuk mengunjunginya jadi lo tenang aja gue akan berusaha untuk membahagiakan sahabat lo itu" janji Albian.
"Syukurlah kalau begitu Al" Amel lega mendengar penuturan Albian barusan, dia sangat yakin jika Albian adalah jodoh yang tepat untuk Ayza.
__ADS_1
"Andai lo mendengarnya tadi Ay, gue yakin lo akan meleleh. secara cewek mana yang gak akan meleleh melihat ketulusan Albian tadi" batin Amel.