
Kali ini Albian nampak sedang memikirkan cara agar ia bisa membuat Ayza menerima cintanya.
"Duh gue harus ngelakuin apa ya agar Ayza langsung menerima cinta gue?" tanyanya pada diri sendiri.
"Arrrgghhh mengapa gue gak ada sisi romantisnya sih" gerutunya kesal karena belum menemukan cara yang tepat untuk menyatakan perasaannya.
"Apa gue tanya Amel ya? eh tunggu tapi Amel selama ini udah bantuin gue buat bujuk Ayza" kembali ia berfikir dan pada akhirnya ia tetap akan menghubungi amel. π
tutt... tutt... (panggilan terhubung)
πHalo Mel.
π² Iya ada apa Al?
π emmm... Lo lagi sama Ayza gak?
π² Enggak dia sedang berada di ruangannya. ada apa?
π oke, begini mel..... " Albian menceritakan semua kegundahannya dan menanyakan apa yang Ayza suka dan tidak disukanya agar ia bisa menungkapkan perasaannya dengan mudah.
Amel pun faham dan segera memberitahu Albian. hingga Amel pun mengajukan diri untuk ikut membantu. Mereka pun sepakat akan memberikan kejutan pada Ayza besok dan Albian mulai mempersiapkan semuanya.
Keesokan harinya, Albian Cs sudah berkumpul di sebuah Hotel mewah. mereka pun mulai membooking salah satu kamar yang akan menampakan pemandangan malam yang indah. karena menjrut informasi yang diberikan Amel tadi, Ayza sangat menyukai sesuatu yang simple namun berkesan dan Amel pun berpesan untuk mencari lokasi yang bisa memperlihatkan pemandangan malam yang indah karena biasanya Ayza akan terkagum jika kita bisa membawanya ketempat seperti itu. Jadilah Albian memilih Hotel mewah tersebut sebagai lokasi yang tepat untuk ia menyatakan perasaannya kepada Ayza.
"Bro, persiapan sudah beres nih" ungkap Arvin yang baru saja selesai mendekorasi ruangan tersebut.
"Oke, ada yang kurang gak yah?" tanya Albian sambil jarinya mengetuk-ngetuk dagunya.
"Bunga udah, makanan udah sepertinya lengkap Al" sahut Dimas yang kembali mengecek ulang persiapan mereka.
"Kalungnya lo gak lupa bawa kan?" tanya Robby yang tau jika Albian akan menghadiahkan sebuah kalung berlian.
"Oh ya ketinggalan di mobil. gue ambil dulu deh" Albian pun langsung berlari keluar kamar hotel yang mereka pesan tadi.
Dimas juga langsung menghubungi Amel untuk memberitahunya jika persiapan sudah selesai. Amel mengerti dan mulai menjalankan rencananya.
"Ay" panggil Amel yang memasukkan kepalanya sedikit saat pintu terbuka sedikit.
"Eh mel, ada apa?" tanya Ayza melihat pintu ruangannya yang terbuka sedikit.
"Emm... Ay, bisa minta tolong gak? anterin ini ke hotel xx" pinta Amel memelas.
__ADS_1
Ayza memicingkan matanya heran.
"Tugas siapa itu?"
"Gue hehe.. tapi Ay nyokap gue minta gue anterin arisan, mang dadang gak ada Ay lagi pulang kampung. tolongin dong Ay. please" pinta Amel memohon pada Ayza.
"Huft... Yasudah taruh saja disitu nanti gue anter" jawabnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya
"No, harus sekarang Ay. nanti mbak-mbaknya menunggu lama" ujar Amel kembali.
"Hadduh Mel, gue masih desain ini. sebentar lagi yah"
"Nanti saja dilanjutkannya, Ay ayolah... " Amel makin memelas
"Huft.... untung elo sahabat gue. kalo enggak udah gue pepes lo mel" kesal Ayza dan langsung berdiri menyambar gaun yang dibawa Amel tadi.
"Hehe... maaf Ay, dan terimakasih yah Ayzaila sayang. muach muach" ucap Amel sambil memberikan kiss jauhnya.
"Dasar Amel" ujar Ayza
Ayza berjalan menyusuri padatnya jalanan kota, kali ini Ayza menaiki ojek online untuk sampai di hotel xx yang dimaksud Amel tadi. jika naik taxi ia takut akan telat mengingat Amel tadi cukup terburu-buru dan jalanan kota sedang padat karena memang sudah jam pulang kerja.
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, Ayza pun tiba di lobby hotel dan langsung masuk kedalam sesampainya Ayza di depan lift. ia lupa menanyakan kamar nomer berapa dan siapa namanya.
lalu ia pun menelpon Amel untuk menanyakan tentang pelanggannya itu. setelah tau kamar nomor berapa Ayza pun kemeja resepsionis untuk bertanya dimana letak kamar tersebut.
"2404. nah ini dia" ujar Ayza yang sudah berada didepan kamar hotel.
Tokk... tokk.. tokk...
"Siapa?" tanya seorang pria yang ada didalam kamar tersebut
"Saya dari Ayza Boutique, menghantarkan gaun pesanan nona Desi" jawab Ayza
lalu tak lama pintu pun terbuka, dan ia dipersilahkan masuk oleh salah satu pegawai hotel. setelah Ayza masuk pegawai hotel tadi langsung keluar dan menutup pintunya. Ayza bingung dengan apa yang dilakukan pegawai hotel itu. kamar nya terlihat minim cahaya, dari luar terdengar pria tadi berteriak menyuruh Ayza menaruh gaun tersebut di tempat tidur. dengan cepat Ayza berjalan menuju ketempat tidur untuk meletakkan gaun yang ia bawa sedari tadi.
Begitu gaun sudah diletakkannya, terdengarlah suara musik yang mendayu indah. terdengar sangat romantic, Ayza pun langsung memalingkan pandangannya kesudut kamar. Ayza cukup terkejut melihat Orang yang ia kenal ada disana. dan melihat betapa romantisnya suasana disana dengan menampilkan keindahan kota dimalam hari.
"A....Albian" gumamnya.
__ADS_1
"Mari tuan putri" ucap Albian mengajak Ayza untuk duduk di meja yang sudah ia siapkan.
Ayza tak protes akan perlakuan Albian tersebut, jujur saja Ayza merasa terkesan dengan apa yang Albian persiapkan ini.
Albian pun segera menarikkan kursi untuk Ayza duduki.
"Apakah kamu menyukainya Ay?" tanya Albian dan Ayza menjawabnya dengan mengangguk.
"Sebenarnya aku ingin lebih heboh lagi, tapi karena kamu menyukai hal-hal sederhana seperti ini..."
"Gue sangat menyukai ini" sela Ayza sambil tersenyum lebar. senyuman yang tidak pernah ia tunjukkan ke siapapun selain keluarga dan sahabatnya.
"Sungguh?" tanya Albian senang
"Iya"
"Ayza, aku tidak tau bagaimana menjadi pria romantis. Aku sungguh mencintaimu Ay, semua akan aku lakukan untuk bisa bersamamu. aku jatuh cinta padamu dari pertama kali aku melihatmu. tapi pada awalnya aku selalu mencoba mengelak akan rasa ini. namun semakin hari rasa ini semakin tumbuh lebih besar lagi hingga aku tak sanggup jika sehari saja tak melihatmu. Jadi aku memutuskan untuk mengejar kamu Ay. Apakah kamu mau menjadi kekasihku dan hidup bersamaku selamanya? hingga hanya maut yang memisahkan kita Ay" tutup Albian panjang lebar mencurahkan segala perasaannya terhadap Ayza.
"Gue... gue mungkin juga mulai merasakan hal yang sama seperti lo Al, tapi... " Ayza tak tahu harus melanjutkan bagaimana.
"Tapi kamu ragu karena kamu harus ke paris?" tanya Albian tiba-tiba membuat Ayza langsung mengangguk.
"Aku akan mendukung kamu Ay, aku tidak permasalahkan itu Ay, jika perlu aku akan terbang ke paris setiap hari untuk bisa bertemu denganmu" ujar Albian serius.
"Haha... gak setiap hari juga kali" sahut Ayza
"Demi kamu aku bersedia melalukannya Ay" tutur Albian lagi.
"Oke" jawab Ayza singkat
"Oke apa? kamu menerimaku?" tanya Albian bingung.
"Iya, tapi kalau kau mau aku menolakmu juga bisa" jawab Ayza santai, untuk sedikit menetralkan detak jantungnya yang tak bisa terkontrol.
"Jangan dong.... berarti mulai detik ini kita pacaran yah" ucal Albian dan Ayza pun kembali mengangguk malu hingga kini wajahnya telah berwarna merah merona.
"Ohh yessss.... " pekik Albian dan berjalan kedepan Ayza lalu memeluknya.
"Terimakasih Ay, aku janji eh enggak deh. aku akan buktikan keseriusanku dan aku akan membuatmu bahagia" ucap Albian sembari mengecup kening Ayza.
"Aku akan menantikan bukti itu" sahut Ayza yang kini mereka sudah saling berhadapan.
__ADS_1
Karena malu Ayza pun cepat-cepat memalingkan wajahnya kembali. membuat Albian gemas akan tingkah wanita yang dicintainya itu.