Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 65


__ADS_3

Universitas Biru


Awalnya Albian akan menjemput Ayza di apartemennya namun Ayza justru ingin berangkat bersama Amel. alhasil Albian hanya bisa menunggu kedatangan Ayza dan Amel bersama Dimas di parkiran kampus. saat mereka tengah mengobrol tiba-tiba Nadya and the geng datang, seperti biasa ia selalu berlaga manja saat ada Albian.


"Hai Al" sapanya dengan manja.


"Hai Dimas" sapa Sinta yang ikut bersikap manja.


Namun sapaan mereka tak dihiraukan oleh Albian dan Dimas. Mereka justru asik memainkan ponsel mereka masing-masing.


Nadya yang melihat Ayza dan Amel baru saja turun dari mobilnya tanpa Albian dan Dimas sadari, Nadya pun langsung berusaha membuat Ayza kesal.


"Awww.." Ringis Nadya yang berpura-pura jatuh di tubuh Albian.


Albian yang terkejut pun refleks memegang bahu Nadya.


"Ehem" Ayza berdehem dan Albian langsung saja menoleh kearah sumber suara.


"Sayang" panggil Albian dan langsung mendorong tubuh Nadya hingga ia terjatuh.


"Hahaha sukurin lo" ledek Amel dan Dimas bersamaan.


Ayza hanya menyunggingkan senyum setipis mungkin.


"Sayang, ayo kita masuk" ajak Albian yang sudah menggandeng tangan Ayza erat.


"Tunggu sayang"


Ayza mulai mendekat kearah Nadya CS hingga mereka sebenarnya rada takut karena kejadian tempo hari yang mereka alami.


"Ma..mau apa lo?" tanya Nadya gugup tapi masih dengan nada nyolotnya.


"Mau gue bantu?" Ayza mengulurkan tangannya agar Nadya dapat berdiri kembali.


"Cih, dasar bermuka dua" decih Nadya kesal.


"Untung cuma muka dua, dari pada elo muka sepuluh" sindir Ayza seraya memasang wajah datarnya.


"Elo... " saat Nadya hendak berdiri dan mencengkeram Ayza. dengan segera Sinta dan Sisil menahannya, karena mereka takut akan kemarahan Ayza dan lagi disana masih ada Albian yang setia berada disisi Ayza.

__ADS_1


"Sudahlah Nad, belum saatnya kita membalas mereka" bisik Sinta.


"Iya Nad, biarkan saja dulu mereka menang untuk saat ini sebelum pada akhirnya mereka akan hancur" timpal Sisil


Nadya yang telah mencerna perkataan kedua sahabatnya itu pun langsung mengerti dan mereka memilih untuk pergi meninggalkan Albian dan Ayza beserta sahabatnya tersebut.


"Iihh... itu para nenek lampir rasanya pengen gue gampar deh" kesal Amel ketika Nadya dan teman-temannya itu pergi.


"Sabar honeyku, nanti biar aku saja yang membalas menyumpal mulut mereka. aku tak rela tanganmu yang halus menyentuh nenek-nenek seperti mereka" geram Dimas


"Hahaha... nenek-nenek?" Amel tertawa


"Iya kan kamu bilang tadi nenek lampir" ucap polos Dimas.


"Haih, bukan teman gue" ujar Albian dan berlalu bersama Ayza yang berada disampingnya.


Semua mahasiswa yang melihat Albian menggandeng tangan Ayza pun mulai bertanya-tanya mengenai hubungan mereka. bahkan mereka menyebutkan bahwa hari ini adalah hari patah hati nasional.


"Eh itu Albian dan Ayza kan? wah apa mereka berpacaran?"


"Aduh Ayzaku sudah menemukan pangerannya"


"Pasangan serasi diabad ini"


Begitulah beberapa percakapan para mahasiswa dan mahasiswi yang melihat mereka berjalan beriringan.


"Em... Al" lirih Ayza


Mendengar Ayza memanggilnya dengan sebutan Al bukan sayang.


"cup... "Albian langsung mencium pipi Ayza didepan semua mahasiswa yang masih melihat mereka. seketika para mahasiswa bersorak, mereka sangat tidak menyangka seorang Albian yang selalu menjaga jarak dengan wanita disekelilingnya kini dengan santainya menggandeng serta mencium Ayza didepan mereka. bahkan senyuman di wajah Albian tak pernah luntur seraya lirikannya selalu kearah Ayza.


"Siapa itu Al? sekarang namaku s a y a n g" ujar Albian dengan santainya.


"Dasar tak tau malu" gerutu Ayza kesal dan berjalan cepat meninggalkan Albian yang masih tersenyum pada Ayza.


"Eh, sayang" pekik Albian yang sangat senang sekali menggoda Ayza. kapan lagi ia bisa melihat seorang Ayzaila bisa malu-malu kucing seperti itu.


"Sayang" panggil Albian kembali saat mereka ada ditempat yang sudah agak sepi.

__ADS_1


"Ck....aku gak suka jadi pusat perhatian seperti tadi" Ayza menyampaikan keluhnya.


"Maaf deh sayang, tapi kan aku gak bisa melarang mereka juga sayang kan mereka punya mata jadilah mereka bisa melihat kita yang uwu ini. hehe" ujar Albian kembali.


"Kamu bercanda terus" sebal Ayza.


"Haha... abis kamu lucu kalo sedang ngambek, apalagi kalau malu-malu kucing begitu" Albian dengan tawanya.


"Nyebelin banget" ucap Ayza seraya memonyongkan bibirnya.


"Eh tuh bibir kayak bebek aja sayang haha" canda Albian yang kini sudah mendapat tatapan mematikan dari Ayza.


"Opss.... sorry sayangku, gak lagi deh" ujar Albian sembari mengangkat dua jarinya.


Ayza hanya menggelengkan kepalanya.


"Bisa-bisanya gue suka sama Albian" batinnya lalu ia menampilkan senyumnya kembali pada Albian.


"Yasudah, kita berpisah disini saja. aku mau kekelas" ujar Ayza


"No, aku akan menghantarkanmu sampai kekelas" ucap Albian dan kembali menggandeng tangan Ayza.


"Tak akan gue biarin tuh cecunguk genit sama pacar gue. akan gue perlihatkan pada seisi kampus kalau Ayza milik gue dan pria lain gak ada yang boleh mendekatinya" batin Albian.


Ayza hanya bisa menuruti kemauan Albian, ia mengikuti Al di belakangnya dengan tangannya yang masih di genggam oleh Albian erat. sebenarnya dia sedikit risih karena semua mahasiswa kini sedang menggosipkan mereka berdua. bahkan setiap langkah mereka selalu diperhatikan tak jarang mereka langsung berbisik dengan teman yang ada disebelahnya. meskipun begitu tetap saja Ayza merasa bahagia bisa berada didekat Albian.


"Semoga kelak saat jarak memisahkan kita, kau tak akan berubah Al, tetaplah seperti ini. aku mencintaimu" batin Ayza seraya menatapan Albian yang berjalan didepannya.


Disisi lain ada Nadya yang masih sangat kesal karena mendengar panggilan sayang dari Albian untuk Ayza begitu pun sebaliknya.


"Sepertinya mereka benar-benar memiliki hubungan" celetuk Sisil.


"Aaarrgghh... tak akan gue biarin" ujar Nadya marah.


"Terus apa yang akan lo lakuin Nad?"tanya sinta.


"Persiapkan segala rencana kita, pastikan Albian datang" titah Nadya dengan senyum liciknya.


"Oke Nad gue pastikan besok malam akan menjadi akhir dari hubungan mereka" sahut Sisil.

__ADS_1


Kini mereka sama-sama tersenyum dengan senyuman yang sulit diartikan. mereka sangat tidak sabar dengan hari esok, dimana pada hari itu mereka akan merencanakan sesuatu agar Ayza dan Albian menjauh.


__ADS_2