
drrtt... drrtt.... " Suara ponsel Nadya tiba-tiba berdering.
"Halo" seru Nadya
📞 ..........
"Apa???" Nadya pun langsung terduduk lemas setelah menerima telephone barusan.
Yah wajar saja ia merasa lemas, kini orang tuanya sudah dinyatakan bangkrut karena saham terbesar diperusahaan papa Nadya adalah Pradja group, sekali Pradja group menarik sahamnya maka semua investor pun akan mengikutinya hingga tak ada lagi yang menaruh saham di perusahaan tersebut semua habis tak tersisa.
"Apa mungkin ini ulah Ayza? tapi tidak mungkin dia hanyalah orang miskin yang tidak punya kuasa apapun" bantah Nadya yang bertanya-tanya pada didinya sendiri.
"Albian, mungkinkah dia yang melakukannya karena ia tau guelah dalang dari semua ini. iya jika Albian yang melakukannya gue percaya karena Al adalah anak dari pemilik Fesnd Corp perusahaan nomor 1 di asia" fikir Nadya.
Nadya pun kini masih sibuk memikirkan cara agar Albian mau memaafkannya dan mengembalikan kejayaan perusahaan papanya.
Disisi lain, Ayza langsung di telephone oleh Arsenio untuk pulang ke mansion saat itu juga. ia tau jika Ayahnya akan menanyakan mengenai penarikan saham di perusahaan VrNers dimana itu adalah perusahaan milik keluarga Nadya.
💬 Mel, gue langsung pulang ada urusan lain.
Usai mengabari Amel ia pun segera menaiki mobil om Jo yang sudah ada di parkiran hotel verton. sedangkan Albian sudah di bawa oleh Robby dan juga Arvin menjauh dari hotel.
"Awww..." ringis Albian yang mulai sadar dari pengaruh obat yang diberikan Nadya tadi.
"Syukurlah lo udah sadar Al" seru Arvin
"Aww... emang gue kenapa?" tanya Albian sambil berusaha untuk bangun.
"Ini semua ulah sih Nadya Al" ungkap Robby dan menunjukkan rekaman cctv yang Ayza dapatkan.
"Ciee Albian apakah tubuh Nadya mantap?" goda Arvin menunjukkan sebuah video yang menampakkan Albian didalam kamar hotel tadi.
"Aaagh shit, apa gue melakukannya?" tanya Albian cemas
"Haha takut lo? tenang bro lo aman kok" ledek Arvin
"Ah syukurlah" Albian bernafas lega
"lo harus berterimakasih sama Ayza karena dia lah yang membawa kami kehotel Verton" ujar Robby.
"Apa?? apa Ayza tau gue di hotel sama Nadya?" tanya Albian kembali cemas.
__ADS_1
"Bukan tau lagi bro, justru dia melihat langsung lo yang terlentang dengan baju terbuka setengah hahah" goda Arvin kembali.
"Hah!!!! mampusss gueeeee" Albian langsung mencari ponselnya dan segera mencari kontak MyLuv 💓.
"Arrrgghhh gak diangkat lagi, duh kalau Ayza putusin gue gimana?" ucap Albian dengan sendu
Robby dan Arvin pun saling menatap dan mulai lah ide jahilnya muncul.
"Hemm kasihan banget nasib lo Al, hubungan baru seumur jagung sebulan saja belum eh udah kandas ck.. ck... " Arvin semakin membuatnya khawatir.
"Iya Al, gue juga ikut prihatin" Robby dengan wajah sedihnya.
"OMG, pusing pala gue" Ujarnya memegang kepalanya.
Mansion Arsenio Pradja....
"Selamat sore nona muda" sapa para pelayan yang menyambut anak pemilik mansion.
"Sore, Ayah dimana pak?" tanya Ayza langsung pada pak Iko, kepala pelayan mansionnya.
Belum sempat pak iko menjawab, Arsenio pun muncul.
"Ayah" sahut Ayza yang langsung menghampiri Arsenio dan menyalaminya.
Ayza beserta Arsenio pun segera berjalan menuju ruangan kerja Arsenio.
"Jelaskan pada Ayah" ucap Arsenio ketika mereka sudah berada di ruangan kerjanya.
"Pertama Ayza ingin meminta maaf kepada Ayah karena Ayza sudah seenaknya menggunakan kekuasaan Ayah. alasan Ay menarik semua saham dari perusahaan VrNers itu selain karena urusan Ayza dengan anaknya yang bernama Nadya, perusahaan itu juga sering kali menyalahgunakan kekuasaannya untuk bertindak seenaknya kepada orang-orang lemah Ayah, maaf Ayza sangat tidak menyukai perusahaan itu ayah" jelas Ayza panjang dan Arsenio hanya mendengarkan secara seksama.
"Hemmm,,, jika begitu alasannya Ayah pun setujuh akan tindakan mu" ujar Arsenio tersenyum.
"Sejujurnya Ayah ingin sekali kamu memegang perusahaan Ayah Ay, agar ayah dapat pensiun saat ini" seru Arsenio.
"Ayza akan membantu ayah kapan pun. tapi maaf yah Ayza tidak bisa meninggalkan impian Ayza menjadi desainer" jawab Ayza sendu karena ia tak enak hati harus menolak permintaan ayahnya.
"Iya sayang ayah akan mendukung apapun yang anak ayah inginkan" ujar Arsenio seraya mengelus kepala Ayza lembut.
"Makasih ayahku tersayang" peluk Ayza dan mencium pipi kanan Arsenio.
"Yasudah ayo kita keluar nanti bunda mencari kita" ajak Arsenio dan akhirnya mereka pun pergi keruang keluarga.
__ADS_1
"Bunda" pekik Ayza sedikit berlari dan memeluk bundanya
"Sayang, dari kapan kamu disini? kok bunda gak tau" tanya Sonia.
"Barusan kok bun" jawab Ayza yang masih berada dipelukan sonia.
"Kakakkkk" suara lengking Dara memenuhi ruang keluarga tersebut.
"Kakak Dara rindu" ucap Dara yang langsung memeluk Ayza.
"Lebay banget sih dek, kayak aku tuh pergi gak pulang-pulang aja padahal baru tadi pagi aku pergi" sahut Ayza gemas.
"Iya sayang bunda perhatikan kamu sering sekali pergi pagi pulang malam, kamu ngapain aja sih nak diluar sana? bunda gak mau loh kamu ngelakuin hal-hal aneh" seru Sonia yang khawatir terhadap Ayza.
"Mampus gue.... gara-gara Dara somplak nih bunda jadi sadar kan" omel Ayza dalam hatinya.
"Paman Jo juga gak ada laporan ke Ayah, ada apa ini? apakah anak-anak Ayah ini menyembunyikan sesuatu dari Ayah dan bunda?" tanya Arsenio penuh selidik.
"Emm.. it.. u....emm... " gagap Ayza yang melirik lirik kearah Dara guna meminta bantuan Dara namun Dara malah berpura-pura tak melihat Ayza.
"Anak kutu ini memang minta gue jitak" kesal Ayza dalam hati.
"Maaf tuan, nyonya ada sekretaris tuan" ujar pak iko.
"Alhamdulillah setidaknya gue bisa menghindar untuk sementara" batin Ayza merasa sedikit lega
"Oke terimakasih pak iko" ucap Arsenio.
"Ayza kamu hutang penjelasan" seru bunda sonia.
Ayza yang mendengarnya hanya bisa nyengir kuda menanggapi ucapan bundanya barusan.
.
.
.
.
Hai readersku semua, Author minta maaf nih karena telat up-nya, soalnya Author baru punya waktunya sekarang 😭😭😭 🙏🙏🙏
__ADS_1