Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 100


__ADS_3

Sardinia


Di negara lain ada seseorang yang saat ini bak kebakaran jenggot, ia tak lain adalah Nadya. setelah mengetahui Albian dan Ayza sudah kembali ke indonesia membuatnya semakin kesal. bagaimana tidak, rencananya untuk balas dendam harus gagal begitu saja.


"Mami, kenapa sih kayak uget-uget begitu. pusing papi lihatnya" ucap Yanuar suami dari Nadya yang berkepala pelontos.


"Papi tahu, balas dendam mami jadi gagal gara-gara papi kelamaan tau gak" kesal Nadya.


"Memangnya kenapa mi?"


"Mereka sudah pulang ke indonesia papi" ujar Nadya penuh penekanan.


"Oh... bukan hal yang susah untuk pergi ke indonesia mi, tinggal berangkat mau kapan mami kesana?" sahut Yanuar enteng.


"Emm... papi serius kan? kalau begitu semakin cepat semakin baik pi, karena mami sudah tidak sabar untuk melihat wanita sialan itu mati" ucap Nadya dengan senyum jahatnya.


"Baiklah mami, biar nanti papi suruh anak buah papi untuk menyiapkan tempat untuk kita di indonesia"


"Terus apa rencana papi untuk membunuh wanita itu?"


"Mami tinggal duduk manis saja, biar papi yang bereskan hama itu" jawabnya seraya merangkul bahu istri kesayangannya itu.


"Uuuhhh mami makin cinta deh sama papi"


"Tapi bohong" sambung Nadya dalam hatinya.


"Ayzaila Reina Pradja, kamu akan berakhir di tanganku. tunggulah aku tiba di indonesia, maka akan kuhancurkan kau sampai tak berbekas" batin Nadya dengan smirknya.


...........


"Good morning cintaku" Sapa Albian lalu mencium bibir Ayza sekilas.


"Morning to hubbyku" jawab Ayza dengan senyum manisnya.


"Masak apa sayang?"


"Nasi goreng hubby, oh ya by, hari ini aku mulai ke butik ya" Ayza meminta izin.


"Iya sayang, tapi ingat jangan terlalu lelah ya"


"Aku lelah hanya karena ulah kamu hubby" ujar Ayza cemberut.


"Hehe.... maaf sayang, habis aku sulit berhenti kalau sudah bersamamu" ucap Albian sambil menyengir kuda.

__ADS_1


"Hemm alasan hubby saja. nafsu hubby tuh di kontrol dikit dong. kan aku jadi gak bisa bangun terus by" protes Ayza


"Hahaha... gak bisa janji ya istriku" Albian mengedipkan matanya sebelah.


Usai mereka menyelesaikan makan pagi, mereka pun bersiap menuju tempat kerjanya masing-masing dengan Ayza di hantarkan oleh Albian.


20 menit sudah mereka habiskan di perjalanan, kini tibalah mereka di butik Ayza.


"Sayang, aku langsung ya, nanti jangan lupa makan siangnya. aku ada meeting penting mungkin tidak bisa menjemputmu" ungkap Albian.


"Iya hubby, yang penting hubby juga jangan telat makan ya. cup..... love you hubby" usai mengecup pipi Albian, Ayza pun turun dari mobil dan melambaikan tangannya.


Dirasa mobil Albian sudah menjauh, ia pun bergegas masuk ke butiknya.


"Selamat datang kembali nona Ayzaila" sapa semua karyawannya di butik termasuk Arin dan Amel.


"Waahh niat sekali kalian ini berdiri di depan pintu" ujar Ayza sembari tertawa.


"Ini demi nona Ayza kami berdandan serapi mungkin" ungkap Bunga lalu di benarkan oleh semuanya.


"Elo nih ya, disambut salah gak disambut lebih salah lagi" omel Amel.


"Eh... kenapa lo mel, sewot amat ampe keriputnya kelihatan haha" goda Ayza lalu semua karyawan disana pun ikut tertawa, namun segera terhenti saat melihat tatapan Amel yang tajam.


"Kenapa dah tu anak? lagi pms?" tanya Ayza lalu dibalas tidak tau dari semua karyawannya.


"Yasudah kalian kembali ke tempat masing-masing dan mulai buka saja butik kita hari ini. semoga ramai pengunjung ya... " ujar Ayza lalu di amiinnkan oleh semuanya.


Setelah sedikit berbincang dengan para karyawan, Ayza pun segera menyusul Amel bersama dengan Arin. Hingga tibalah mereka dilantai atas dimana disana hanya terdapat ruangannya, ruangan Amel dan juga ruangan Arin. dan terdapat ruangan pengendali, gudang tempat mereka merancang serta menjahit busananya.


Tokk.. tokk.. tokk....


"Masuk" jawab seseorang dari dalam dengan nada ketus.


"Hai" Ayza menyembulkan kepalanya sedikit. namun Amel tak menghiraukannya dan kembali fokus ke pekerjaannya.


"Hemm... elo kenapa sih mel? marah sama gue?" tanya Ayza bingung.


"Enggak"


"Busyet judes amat bukkk... cerita deh ke gue buruan"


"Enggak"

__ADS_1


"Kayaknya elo udah gak betah kerja disini"


"Ck.... ngancam lo?"


"Buruan cerita? jangan semua orang kena semprot begitu mel, gak baik tau gak"


"Huft... iya iya maafin gue Ay, habis gue lagi pms terus Dimas ngeselin banget. masa dia gak inget annive kami Ay, apa dia sudah gak cinta lagi ya sama gue?" Amel mulai ceritakan kekesalannya hari ini.


"Ohh... pantas saja elo bete maksimal ya mel"


"Iya Ay nyebelin banget"


"Ya bagaimana pun juga elo harusnya jangan bete in semua orang begitu dong mel, kan kami gak ada salah sama lo, terus masa iya tiba-tiba elo marahin kita semua kayak tadi. elo harus bisa pisahin urusan pribadi dengan pekerjaan" nasihat Ayza kepada Amel.


"Iya, kayak gak tau gue aja deh lu"


"Makanya gue tau elo dari zaman baholak, tapi masih aja tuh sifat gak berubah. udah puluhan kali gue ngomongin elo tapi masih saja gak berubah" ujar Ayza.


"Heheh... Ay tutup aja napa nih butik, gue pengen jalan-jalan yukk.. " ajak Amel membujuk Ayza.


"Gue baru juga masuk hari ini mel, sudah di suruh bolos lagi aja"


"Lah Ay, lo kan bosnya serah lo dong mau bolos atau enggak" Amel tak mau kalah.


"Hemmm... nanti saja deh mel habis kerja ya, kita hari ini tutup jam 3 saja bagaimana?" tawar Ayza.


"Hemm dasar bos pekit, tak mau rugi" kesal Amel.


"Elo gak butuh gaji emangnya ha?"


"Yah butuh lah hehehe....oke deh jam 3 tutup ya awas lo bohong. habis itu kita jalan ke mall no tawar menawar lagi" ucap Amel telak.


"Iya bawel... nanti gue izin dulu sama suami gue kalau gak izinin ya maaf aja ya mel hehe"


"Ck.... iya deh yang sudah bersuami... "


"Yehhh... sewoottt... yaudah ah gue mau ke ruangan gue dulu"


Akhirnya Ayza pun kembali keruangannya dan melanjutkan pekerjaannya yang sudah menumpuk karena ia libur honeymoon waktu itu.


"Huftt... semangat Ayzaaa.... " ucapnya menyemangati dirinya sendiri.


Sebelum bekerja, seperti biasa Albian akan terus menelponnya untuk memastikan Ayza baik-baik saja. memang suaminya ini sangat berlebihan jika Ayza tidak disampingnya maka Albian akan menelponinya setiap jam. awalnya Ayza risih namun lama kelamaan ia pun mulai terbiasa dan mulai menyukai kebiasaan Albian itu. karena menurutnya berarti Albian memang benar-benar sangat mencintainya hingga ia pun kadang rindu ingin ditelfon Albian bila Albian telat menghubunginya.

__ADS_1


__ADS_2