
"Permisi" sapa Bara setelah mereka sampai tepat didepan kursi Dara dkk.
"Iya ada apa yah kak Bara?" tanya Arin gugup.
"Kalian minus poin" Bara langsung mencatat nama mereka bertiga di buku catatan yang selalu ia bawa kemana-mana.
"Salah kita apa kak?" tanya Syasya yang terkejut.
"Kalian bertiga kompak tidak menggunakan gesper" jawab Bara datar.
"Tapi kan kak... "
"Protes? mau saya minus lagi?"
"Sudah kan catatnya, kalau sudah silahkan pergi" ucap Dara datar seraya menyeruput minumannya dan berhasil membuat semuanya melongo tak percaya karena Dara dengan entengnya menyuruh Bara pergi.
"Kau berani sekali menyuruhku" geram Bara
Ini pertama kalinya ada yang berani mengusirnya, sungguh memalukan bagi Bara. ia menatap Dara tajam sedangkan Dara menanggapinya dengan santai sambil sesekali menyeruput minumannya.
"Ayo" ajak Dara berjalan melewati Bara
"Heh lo gak punya sopan santun sama sekali ya" teriak Bara saat Dara telah melewatinya.
__ADS_1
"Gue hanya bisa sopan sama orang yang gak songong kayak lo" sarkas Dara dan berlalu meninggalkan Bara, kienzo dan juga rifal.
"Maaf kak permisi" Arin dan Syasya mengikuti Dara sambil berlari kecil.
"Wah Bar, sungguh gadis dingin itu sangat berani" ucap Kienzo tak percaya.
"Lihat saja nanti, masih bisa sombong atau tidak tuh cewek" geram Bara sambil mengepalkan tangannya.
"Gue tarik kata-kata gue yang bilang dia cantik,dasar cewek sombong" gumamnya dalam hati.
Pelajaran hari ini pun telah usai, Dara, Syasya dan juga Arin berjalan bersama menuju gerbang sekolahnya. tanpa mereka tahu, di depan sekolah sudah ada Albian yang menunggu Syasya.
"Sya" panggil Albian ketika sudah mendekat kearah mereka bertiga
"Abang" lirih Syasya seketika mereka kompak menoleh kebelakang dan benar saja itu adalah abangnya Syasya.
"Abang" Syasya langsung memeluk Albian sambil menangis.
"Maafin Syasya bang, syasya janji gak akan kabur lagi dari rumah. Syasya rindu sama abang dan mama papa" sambung Syasya disela tangisnya.
"Yasudah, kamu janji ya jangan seperti ini lagi kedepannya" ucap Albian dan Syasya menjawab dengan anggukan.
"Ayo, dan kalian ikutlah biar abang antarkan kalian juga" ujar Albian tersenyum ramah pada Dara dan jufa Arin.
__ADS_1
"Ah tidak perlu kak, kami akan ke Ayza butik" tolak Arin sungkan
"Ayza butik... hemm kesempatan" batin Albian sambil menyeringai. namun tanpa ia sadari Dara sudah memperhatikan Albian bahkan seringai tipisnya pun tak luput dari perhatian Dara.
Dara mengernyitkan Dahinya.
"Oh tidak masalah biar abang antarkan saja, ayo mari" ajak Albian kembali sambil menggandeng Syasya untuk masuk kemobilnya.
"Tidak perlu, kami bisa pakai taxi" Dara pun langsung meninggalkan mereka yang hendak membuka pintu mobil lalu Arin pun minta maaf atas sikap Dara dan pergi untuk menyusul Dara.
"Teman kamu itu jutek banget sih sya, kamu betah temanan sama dia?" tanya Albian yang sudah berada didalam mobil.
"Oh Dara.. haha iya orangnya emang begitu tapi aslinya dia itu manja loh banget bang, apa lagi sama kakaknya. bahkan saat aku menginap dirumahnya aku jadi iri dengan kehangatan keluarga mereka" ungkap Syasya yang masih mengingat hari-hari yang menyenangkan dirumah Dara.
"Jadi selama ini kamu ada dirumah gadis itu?" tanya Albian kembali.
"Iya" jawab syasya singkat.
"Abang sudah curiga waktu itu, tapi sikap dinginnya itu loh bikin abang gak mau lagi nanya" jujur Albian.
"Hahah makanya aku nginep dirumah dia bang karena sudah pasti informasi akan aman hehehe" ucap syasya sambil cengengesan.
"Kamu itu Sya bikin khawatir aja tahu gak?" omel Albian
__ADS_1
"Maaf bang, abis Syasya sebal tidak pernah diperhatikan, tapi selama Syasya tinggal bersama Dara dan kakaknya Syasya merasa egois karena menuntut mama papa dan juga abang harus begini dan harus begitu. orang tua Dara sama seperti mama papa sibuk juga tapi Dara dan Kakaknya selalu mengerti dan mereka tetap bisa bercanda, bersenda gurau bersama. dari sana aku mulai berfikir jika keluarga kita juga bisa seperti itu bang" ujar Syasya panjang sambil tersenyum kearah abangnya.
"Syukurlah kalau kamu sudah mengerti Sya, waah sekarag adik abang sudah dewasa" ucap Albian sembari mengelus rambut Syasya lembut.