
Welcome baby Fairel...
Hari ini merupakan hari kepulangan Ayza dan baby Fairel kembali kerumahnya. tentunya Albian tetap setia mendampingi sang istri dan anak pertamanya itu.
Setelah lama menempuh perjalanan, mereka pun tiba di istana cinta mereka. disana sudah berkumpul kedua orang tua Albian dan Ayza beserta adik mereka.
"welcome baby Fairel" pekik Dara dan Syasya...
"Kalian ini kebiasaan deh, anak Abang bisa kagetan nanti" protes Albian
"Tau nih berdua suka rusuh" timpal Ayah Arsenio
"Hehe...maaf bang, ayah dan semuanya kita terlalu excited menyambut kedatangan baby Fairel" ujar Syasya tertawa kikuk.
"Betul itu hehe" timpal Dara, membuat semua yang ada disana hanya menggelengkan kepalanya.
"Dasar kalian ini" Papa Fernand
Dara pun mengambil alih Fairel ke gendongannya, ia bermain bersama Fairel dan Syasya. rasanya sangat senang, semenjak kehadiran Fairel walaupun baru 3 hari tapi sudah sangat ramai dan menyenangkan. bahkan Dara dan Syasya selalu melakukan video call pada Ayza atau Albian hanya untuk melihat baby Fairel.
"Sini gantian eyang dong yang gendong" pinta bunda Sonia
"Iya habis itu Oma ya" sahut mama Denisa tak sabar.
"Jadi sudah menentukan panggilan toh" sindir papa Fernand.
"Hehe...iya pa kami sudah sepakat, kita di panggil Oma dan opa sedangkan besan kita di panggil Eyang dan Akung, yakan jeng?" terang mama Denisa dan di anggukki oleh bunda Sonia.
Lama mereka bercengkrama, bermain bersama baby Fairel. Hari pun sudah mulai senja, mereka pun akhirnya pulang ke mansion mereka masing-masing.
"Mommy" Panggil Albian seraya menci**umi leher Ayza.
"Massss....ngapain sih geli tau" protes Ayza.
"Pengen" ujarnya dengan manja.
"No, aku baru lahiran mas. kamu gak kasihan sama aku?"
"Hugh....Nyicip itu aja deh" pinta Albian seraya mengkode dengan mata nakalnya.
"Enggak mas, nanti baby Fairel gak cukup minumnya" tolak Ayza
"Sedihnyaaaaaaa" Albian merajuk dan langsung tidur membelakangi Ayza.
"Rel, lihat tuh Daddy udah bangkotan masih aja ambekan" adu Ayza pada Fairel, sedangkan Fairel seakan merespon sang mommy ia tersenyum kala mendengar aduan Ayza barusan.
"ulllluuhhh,,, anak mommy pinter banget sih" gemas Ayza.
__ADS_1
Tak berapa lama Ayza pun berhasil menidurkan Fairel.
"Daddy, jangan ngambek dong. aku beneran masih nyeri dad" bisik Ayza sendu.
Tanpa aba-aba, Albian langsung berbalik badan dan memeluk Ayza erat.
"Maaf sayang, aku terlalu egois" sesal Albian seraya menci**um dahi Ayza.
"Tidak apa-apa mas" jawab Ayza dengan senyum manisnya.
"Eh, sejak kapan aku jadi mas mas?" tanya Albian
"hehe ... Yakan kamu lebih tua dari aku mas" jawab Ayza sambil tertawa kala melihat ekspresi wajah Albian yang seperti heran.
"Hisss....iya deh yang masih ABG" sewot Albian sukses membuat Ayza tertawa.
"Sudah sih mas, sensi banget sama istri sendiri juga" goda Ayza
"Oh ya sayang, bagaimana dengan ulat keket itu? mau di apakan?" tanya Albian
"Siapa yang kamu maksud mas?" tanya Ayza yang memang sudah tak mengingat tentang Nadya
"Ck...sih Nadya itu loh sayang orang aku malas nyebut namanya kamu ini" kesal Albian
"Ohh... terserah deh mas, aku udah bodo amat sama tuh orang" Malas Ayza.
"Yasudah serahkan saja sama sepupunya Arvin itu mas" ujar Ayza.
"Hemm...kamu yakin sayang? gak mau turun tangan?"
"Aku fikirkan dulu deh mas, aku lagi gak ada ide apapun untuk memberi orang pelajaran. dari pada nanti dia dapat nol" jawab Ayza santai.
"Kamu kira pelajaran sekolah" sewot Albian
"Hahhaa... mas... kamu sedang PmS? sewot amat dah" ujar Ayza sambil tertawa.
Usai perdebatan kecil itu, mereka pun akhirnya tertidur dengan Albian memeluk Ayza dari belakang.
.............
Tanpa terasa satu bulan sudah mereka melakukan perannya sebagai orang tua baby Fairel.
"Ay, nih" Amel memberikan sebuah undangan.
"fyuuurrr....." Ayza yang tak kuasa menahan keterkejutannya pun seketika menyemburkan air yang dia minum.
"Elo mau nikah Mel?" tanyanya seraya menolak balikan undangan yang di berikan Amel tadi.
__ADS_1
"Hehe... yo'iii" jawabnya
"Gilaaa....kok gak ngomong sih? lamarannya kapan? kok ada yang bilangin gue" tanya Ayza beruntun
"Yah,, elo kan sibuk ngurusi baby Fairel Ay, gue kasihan sama Fairel nanti dia kelelahan kalau Lo ajak dia....iya kan sayang bunda" ujar Amel sembari mengunyel-unyel baby Fairel dengan gemas.
"uuueeekkk.....mam mamamam...." tangis Fairel
"Ck... elo nih bikin anak gue nangis aja deh" ujar Ayza menepuk lengan Amel.
"Maaf Ay, abis gue gemas banget sama Fairel. makanya gue pengen cepet nikah biar bisa bikin temannya Fairel hehee" ujarnya sambil terkekeh.
"Hahhaa najong Lo Mel Mel , geli gue dengarnya" ledek Ayza
"Halah, iri aja Lo Ay"
"Ngapain iri sama Lo, gue suami udah ada, mas Albian yang ganteng, perhatian pula, anak juga udah ada Fairel yang menggemaskan. so apa lagi yang gue harus tunjukin ke Lo" ledek Ayza
"Ah suek banget Lo Ay, malah pamer lagi. iya deh iya gue ngaku kalah, Ampunn Ayzaila ampun" canda Amel lalu mereka berdua pun tertawa bersama.
Karena takut anaknya terganggu, Ayza pun menitip kan Fairel pada Sarah sementara ia mengobrol dengan Amel.
"Oh ya Mel, tau gak? sih ulet bulu ternyata masih di sekap, lebih gilanya lagi dia menikahi seorang wanita yang sudah operasi anu-nya" beritahu Ayza.
"Yang Lo maksud sih Nadya?" tanya Amel memastikan. dan Ayza pun mengangguk.
"Wah, terus terus? mereka lesbi dong?" tanya Amel lagi, penasaran
"Yah bisa dikatakan begitu, manalah sih Nadya jadi istri ke 3 apa 2 ya gue lupa" jawab Ayza
"Itulah karma dia selalu ganggu ketentraman Lo dan Albian. terus rencananya mau Lo apain tuh ulet bulu?" tanya Amel kembali.
"Hemm.... entah lah gue bingung. jujur gue udah males liat dia Mel, jadi gue terserah mas Albian aja lah mau ngapain" tutur Ayza
"Lo mau mereka kayak gimana? mau Lo bunuh aja apa?"
"husshh.... ngaco. kalau bisa jangan lah Mel, gue pengennya Nadya berubah jadi lebih baik lagi. gue yakin Nadya itu sebenarnya baik tapi karena keinginannya yang besar itu lah yang membuat nya buta dan bersedia melakukan apapun asal ia bisa mendapatkan keinginannya tanpa adanya penghalang" tutur Ayza
"Ah Lo mah terlalu baik Ay, andai Lo gak bisa bela diri kemarin , apa Lo yakin Lo masih bisa hidup sekarang?"
"Iya sih Mel, tapi kan kita sebagai manusia memang sering salah dan khilaf, jadi apa salahnya kita memberikan kesempatan pada Nadya untuk berubah"
"Yah terserah Lo lah Ay, gue sih jujur gak setujuh gue yakin banget nanti tuh ulet bulu akan bertingkah lagi. jadi gue saranin mending lu gencet aja tu ulet bulu ke truk biar penyet kayak rempeyek" kesal Amel.
"Sudahlah gue mau pulang, bikin gue emosi aja ngomongin Nadya. pokoknya Ay gue sebagai sahabat Lo gak setujuh kalau ulet bulu tetap di kasih kesempatan. karena itu juga akan menjadi kesempatannya untuk menyingkirkan elo dan pada akhirnya Albian yang harus kena juga karena yang diinginkan ulet bulu itu sedari dulu adalah Albian. ingat itu baik-baik" Amel memperingati Ayza.
Seusai kepergian Amel itu pun, Ayza kembali memikirkan perkataan Amel tadi. ada rasa takut di hatinya akan kejadian yang di sebutkan Amel tadi akan terjadi, tapi disisi lain ia juga sangat tak tega dengan keadaan Nadya.
__ADS_1