
Wedding Day...
Akhirnya hari yang di nantikan Albian dan Ayza pun datang juga. kini para keluarga dan kerabat dari keduanya pun telah berkumpul di aula hotel untuk mendengarkan akad yang akan di ucapkan oleh Albian.
Acara akad nikah itu hanya di hadiri oleh keluarga dan juga sahabat dari kedua mempelai. semua yang ada disana terlihat mendengarkan setiap prosesinya dengan khidmat. hingga tibalah saatnya bagi Albian mengikrarkan janjinya lewat ijab qabul.
"Ayo bro lo pasti bisa" Arvin memberi semangat kepada sahabatnya itu.
"Huuuuuhhh... " Albian membuang nafasnya perlahan.
"Baiklah nak Albian, sudah siap?" tanya penghulu tersebut.
"Insyaallah siap pak" jawabnya dengan mantap.
"Baik silahkan berjabat tangan pak" penghulu itu meminta pak Arsenio dan Albian berjabat tangan. lalu mengucapkan ijab qabulnya.
"Albian Sanjaya bin Fernand Sanjaya saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putriku yang bernama Ayzaila Reina Pradja binti Arsenio Pradja dengan mas kawin seperangkat emas 85 gram bertahtakan berlian 11 karat dan seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucap Arsenio
"Saya terima nikah dan kawinnya Ayzaila Reina Pradja binti Arsenio Pradja dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ujar Albian dengan lantang.
"Bagaimana saksi? sah?"
"Saahhh" sahut para saksi tersebut.
"Alhamdulillah broo selamat bro sudah jadi suami Ayza lo sekarang" ucap Dimas dan semua sahabatnya ikut menyelamati Albian
"Thank you bro"
Tak berapa lama setelah ijab qabul di kumandangkan, Ayza pun keluar dari salah satu ruangan dengan di iringi bunda Sonia, Dara, Amel serta Arin. Ayza terlihat sangat cantik dan anggun, membuat semua orang yang ada disana terkagum dengan kecantikan yang dipancarkan oleh Ayza.
Albian pun tak kalah tampan saat ini, ia dan Ayza adalah pasangan yang sempurna di mata semua orang. Ayza semakin mendekat kearah Albian, disana Albian sudah berdiri sambil terus tersenyum kearah bidadarinya.
"Kamu cantik sekali istriku" puji Albian setelah Ayza berada disampingnya.
Ayza tidak menjawab perkataan Albian namun wajahnya tak bisa bohong, ia sangat tersipu mendengar pujian Albian itu, apalagi Albian menyebutnya dengan kata istriku, sungguh membuat Ayza sangat bahagia kala mendengarnya.
__ADS_1
Kini mereka tengah menautkan cincin di jari manis mereka, senyum manis dari keduanya tak pernah luntur hingga Albian pun mencium kening Ayza setelah Ayza selesai memasangkan cincin di jari manis Albian.
"Selamat ya sayang, kamu sudah menjadi istri Albian sekarang. semoga rumah tangga kalian selalu di berikan kebahagiaan dan semoga cucu bunda segera hadir" ungkap Bunda Sonia sembari memeluk anak sulungnya itu, hingga air matanya pun menetes karena rasa haru yang ia rasakan.
"Terimakasih bunda, Ayza sayang bunda" balas Ayza yang kini ikut meneteskan air matanya
"Selamat Al, kamu kini sudah menjadi suami Ayza, jadilah suami yang bertanggung jawab dan bahagiakan istrimu. semoga kedepannya keluarga kalian selalu di berikan kebahagiaan" mama Denisa ikut mendoakan anaknya. ia sungguh bahagia dan terharu melihat anak laki-lakinya itu kini sudah menikah dan memiliki tanggung jawabnya sendiri.
"Terimakasih ma, doakan Albian dan Ayza selalu. doakan Albian bisa langsung memberikan mama cucu" bisik Albian membuat mama nya tersenyum sembari mengangguk gemas karena ulah anaknya itu.
Begitupun dengan para Ayah dan papa dari keduanya, mereka sangat terharu hingga air mata yang tak pernah Ayza maupun Albian lihat sebelumnya kini mereka dapat melihatnya dengan jelas. memang sekuat apapun seorang ayah tetap saja air matanya akan tumpah juga ketika melihat anak kesayangan mereka bahagia. air mata kebahagiaan yang menetes itu pun segera mereka hapus tak kala para sahabat Albian dan Ayza menghampiri mereka.
"Ayzaaaaa.... hikss.. gue pengen nyusul" ujar Amel membuat Ayza, Dara, Syasya dan Arin yang mendengarnya terkejut dan akhirnya mereka pun tertawa bersama.
"Aduh kak Amel bukannya kasih selamat sama kak Ay malah minta nikah juga ck ck ck" ujar Dara sambil menggelengkan kepalanya.
"Tau nih kak Amel, harusnya kakak ngomong gitu sama kak Dimas noh disana bukan disini" ujar Syasya menimpali.
"Dasar bocil, rusuh banget sih. kalau kakak mau ngomongnya sama Ayza emang kenapa? masalah buat kalian" kesal Amel.
"Ya enggak masalah kak, tapi percuma ngomong ke kita karena kan kita bukan kak Dimas" sahut Arin
"Nah bener itu... hahaha" mereka pun menertawan Amel yang kini masih sangat kesal.
Semua tamu yang hadir siang itu terdiri dari rekan bisnis Fesnd Corp dan Pradja group. tak lupa pula para sahabat dan karyawannya baik karyawan ALsan Development serta Ayza Boutique yang juga turut hadir memeriahkan resepsi pernikahan Albian dan Ayza.
Semuanya nampak ikut bahagia ketika menyaksikan Albian dan Ayza yang tengah berdansa dengan sangat romantisnya, sambil di iringi sebuah lagu yang berjudul forever my friend dari Ray LaMontagne yang membuat suasana menjadi indah kala lampu di buatnya redup dengan lampu-lampu kecil berwarna warni menjadikan suasana semakin romantis.
Baik Albian maupun Ayza sudah sepakat melakukan resepsi hanya sampai sore hari. karena mengingat kondisi Ayza yang baru keluar dari rumah sakit dan juga Albian yang tidak begitu menyukai keramaian akhirnya pesta pernikahan mereka pun selesai tepat pada pukul 5 sore.
Albian sendiri lah yang meminta pihak WO untuk menyelesaikan acara tepat pukul 5 sore. setelah acara selesai Albian pun segera membawa Ayza ke sebuah kamar yang sudah di siapkan oleh pihak hotel.
"Sayang, kamu kenapa narik-narik aku sih, kedua orang tua kita kan masih di aula" kesal Ayza.
"Mereka pasti paham kok sayang" jawab Albian sembari tersenyum
"Kamu mau bawa aku kemana sih?" tanya Ayza bingung.
"Kekamar" jawabnya santai. sedangkan Ayza yang mendengar kata Kamar, mulai berfikir yang tidak-tidak.
"Mampus gue, cinta sih cinta tapi gue belum siap ya Allah" batin Ayza
__ADS_1
Mereka terus berjalan menyusuri koridor hotel menuju salah satu kamar yang berada di paling ujung koridor.
"Sayang tunggu dulu" tahan Ayza ketika Albian sudah hendak membuka pintu kamar itu.
"Kenapa sayang?" tanya Albian
"Emm... itu... anu... sayang... " bingung Ayza sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal. ia bingung bagaimana bicara dengan Aibian kalau ia belum siap melakukannya malam ini.
"Ayo sayang" Albian yang sudah tidak sabar pun langsung menarik Ayza agar segera masuk kedalam kamar itu.
"Nah sayang, kamu atau aku duluan yang mandi?" tanya Albian dengan nada yang sedikit menggoda.
"Emm.. itu... "
"Itu apa sayang?" tanya Albian terus saja menggoda Ayza yang sudah memerah pada wajahnya.
"A... a.. aku mau mandi" dengan cepat Ayza berdiri dan berlari menuju kamar mandi.
"Jangan lari-lari sayang, aku akan sabar menunggu" teriak Albian sambil terkekeh melihat tingkah menggemaskan Istrinya itu.
Cukup lama Ayza membersihkan dirinya, dan akhirnya ia keluar juga dari kamar mandi itu dan dilihatnya Albian yang tersenyum kearah Ayza.
"Sayang, kamu cantik sekali" puji Albian dan segera memonyongkan bibirnya untuk menci*m Ayza namun dengan cepat Ayza menghalau bib*r Albian itu dengan tangannya.
"Mandi dulu sana, bau tau" ucap Ayza sedikit gugup tak berani melihat wajah Albian.
Albian hanya tersenyum melihat tingkah lucu istrinya itu lalu ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. sebelum menutup pintunya Albian kembali menggoda Ayza.
"Sayang, tunggu aku. akan aku pastikan kamu bahagia malam ini" ujarnya sembari mengedipkan matanya lalu langsung menutup pintu kamar mandinya.
Ayza yang mendengarnya mulai bergidik ngeri. fikirannya kini sudah kearah sana.
"Huft... bismillah. sebagai istri yang baik aku harus melayani suamiku dengan baik" gumam Ayza menekatkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan dirinya, Albian pun keluar dengan kimono tidurnya. Ayza yang sudah menyiapkan dirinya mulai menunduk karena gugup. namun tiba-tiba
Brukkk....
"Hahhh... lelahnya. sini sayang kita tidur" ajak Albiak yang langsung berbaring di tempat tidur membuat Ayza melongo dibuatnya.
"Sayang, sini" panggil Albian kembali. membuat Ayza tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Eh... i.. iya" Ayza pun segera mendekat dan berbaring di samping Albian.
Dengan segera Albian memeluk tubuh Ayza, kepala Ayza diletakkannya diatas dada Albian hingga detak jantung Albian terdengar sangat jelas di telinganya. hingga tanpa sadar, mereka pun akhirnya sama-sama tertidur pulas.