Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 68


__ADS_3

Albian kini tengah menyusuri semua koridor kampus hingga di kelas Ayza, namun tak jua bertemu dengan kekasihnya itu. namun ia memutuskan untuk menunggu Ayza di kelasnya. hingga tak berapa lama Amel pun datang sendirian.


"Loh Al, ngapain lo disini?" tanya Amel bingung melihat Albian disana.


"Ayza mana mel?" tanya balik Albian


"Hemm... dia ada urusan jadi sepertinya tidak masuk" jawab Amel santai dan duduk di mejanya


"Apa dia ada di apartemen kalian?" tanyanya lagi.


"Enggak ada Al"


"Hemm Butik?"


"Enggak ada Albian Sanjaya" jawab Amel geram.


"Huft.... terus dia dimana mel?"


Amel yang terus-terusan ditanya pun menjadi kesal sendiri, pasalnya hari ini ada ujian dan ia ingin membaca-baca ulang tapi Albian malah sibuk dengan terus menerus bertanya tentang Ayza.


"I DON'T KNOW" jawab Amel kesal.


"Kok lo kesel sih mel" ucap Albian bingung


"Gue mau ujian Al, please gak usah nanya mulu" sahut Amel lalu matanya kini kearah bukunya.


"Yeee biasa aja dong mel, rusuh lo" kesal Albian


"Elo yang rusuh... sono pergi" usir Amel.


"Gue aduin Dimas elo ya, gue bilang kalau lo aslinya galak kayak singa kelaperan" ledek Albian lalu pergi meninggalkan Amel yang semakin kesal karena Albian.


"Untung lo pacar sahabat gue Al kalo gak udah gue gantung lo" gerutu Amel


Dilain sisi Ayza sedang sibuk mengurusi kekacauan yang ia sebabkan kemarin. Baru kali ini Ayza menggunakan kekuasaannya, selama ini ia selalu menghadapi masalah dengan tangannya sendiri atau tanpa bantuan ayahnya. ia selalu mandiri sedari dulu, itulah yang membuat Arsenio bangga dengan anak-anaknya yang tumbuh menjadi anak yang baik, tidak manja dan selalu berusaha sendiri untuk mencapai apa yang mereka mau, padahal baik Arsenio maupun Sonia selalu berusaha memanjakan mereka.


"Baik, saya fikir segitu dulu meeting kita hari ini. segera di selesaikan apa yang saya katakan tadi. terimakasih" seru Ayza setelah menyelesaikan meetingnya bersama semua dewan direksi Pradja Group.


Semua dewan sudah berlalu meninggalkan ruangan meeting sedangkan Ayza masih memeriksa beberapa dokumen di ruang meeting itu.


"Permisi nona Ayza" pak bowo sekretaris Arsenio.

__ADS_1


"Iya ada apa pak?" tanya Ayza


"Begini nona, diruangan pak Arsenio ada pak ifan dari perusahaan VrNers nona" ungkap pak bowo.


"Oke, saya kesana sekarang" Ayza segera bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruang meeting.


Tokk... tok.. tok..


"Masuk" pekik Arsenio dari dalam ruangannya.


Ayza segera membuka pinta ruangan tersebut dan terlihatlah pemilik VrNers yang tengah memohon agar Pradja group kembali berinvestasi di perusahaannya.


"Sayang, sudah selesai meetingnya?" tanya Arsenio lembut


"Sudah yah, apakah dia pemilik VrNers ayah?" tanya Ayza yang terus menatap pak ifan dengan sinis.


"Iya sayang dia pemilik VrNers" jawab Arsenio.


"Sebenarnya apa yang terjadi hingga Ayza seperti ini, aku belum pernah melihat anakku sesinis itu kala melihat orang" batin Arsenio yang sedari tadi memperhatikan anak sulungnya itu.


"Ini alasan kami menarik semua saham di perusahaan anda pak ifan" Ayza memberikan sebuah amplop coklat yang berisi semua kelakuan buruk tuan ifan dan mengenai semua kerja sama mereka hampir 80% di manipulasinya sehingga semua keuntungan yang di berikan hanyalah sebuah kebohongan pak ifan dan ketua keuangan yang merupakan adik kandung pak ifan sendiri.


"Pak bowo, tolong bawa pak defan bagian keuangan kemari" titah Ayza dan di angguki oleh pak bowo.


"Aa... ada a.. apa pak Arsen memanggil saya?" tanya defan seraya menunduk.


"Ayza ada apa ini?" tanya Arsenio yang memang belum tau situasinya.


Ayza pun langsung menjelaskan semuanya secara detail kepada Ayahnya dan tak hanya itu Ayza pun berhasil mendapat bukti-bukti yang tak mungkin terelakkan lagi. hingga akhirnya pak defan pun di pecat secara tidak hormat begitu juga dengan pak ifan yang langsung disuruh keluar dari ruangan pak Arsenio.


"Ayza bagaimana bisa kamu mengetahui ini semua?"tanya Arsenio heran.


"Ayah lupa pelatih putri ayah ini siapa?" ujar Ayza seraya menaik turunkan alisnya.


"Kamu memang paling mirip kakekmu Ay, sampai nyerah ayah kalau berhadapan sama kamu" Arsenio menggelengkan kepalanya karena ia sedikit malu, sebagai pemimpin perusahaan malah terlambat mengetahuinya. sebenarnya Arsenio sudah curiga dengan VrNers tapi ia tidak menyangka jika kepala bagian keuangan diperusahaannya ikut terlibat, padahal ia sudah menyaring semua karyawan yang terbaik dari yang baik.


"Ayah... Sebenarnya... itu ayah...em.... " Ayza ragu untuk memberitahu ayahnya jika masalah ini hadir karena anak dari VrNers yang mengganggu pacarnya.


"Sudah lah nak, meskipun ayah sedikit lambat mencari tahunya tapi ayah senang dan bangga sama kamu" ujar Arsenio sambil tersenyum.


"Enggak Ayah, Ayah adalah pemimpin yang sangat berkompeten. sebenarnya pada awalnya Ayza ingin memberi sedikit pelajaran untuk Nadya anak dari VrNers. alasannya karena dia selalu mengganggu hubungan Ayza sama pa... c.. ar Ayza yah" jelas Ayza sedikit takut jika Ayahnya marah.

__ADS_1


"Apa?? kamu punya pacar Ay?" tanya Arsenio memastikan dan Ayza pun mengangguk malu kala ditanya Ayahnya itu.


"Siapa? anak siapa? orang seperti apa dia? kenal dimana? apakah dia... "


"Ayah stop,, banyak sekali pertanyaannya" gerutu Ayza yang kini sudah mengerucutkan bibirnya.


"Ayah harus tau nak, gak bisa ini... ayah harus beri tahu bunda" Arsenio langsung mencari ponselnya dan hendak menelepon istrinya sedangkan Ayza yang sudah tak tahan dengan intimidasi ayahnya pun keluar dari ruangannya.


"Ay mau kemana kamu? ayah belum selesai bicara" teriak Arsenio yang sadar jika Ayza sudah melangkah Keluar dari ruangannya.


"Huh Ayah ini, belum juga selesai aku jelasinnya" gerutu Ayza kesal.


Tringgg.. Trinngg....


"Halo assalamualaikum, iya Ayah kenapa?" tanya Ayza malas


📞Dimana kamu? bukankah kamu belum selesai menjelaskannya?


"Nanti saja ya yah, dirumah. Ayza ada meeting lagi dengan bagian IT"


📞Yasudah, ayah tunggu nanti dirumah.


"Iya ayah, assalamualaikum" Ayza pun menutup panggilan tersebut dan berjalan menuju ruang meeting kembali.


Tanpa disadari Albian dan Robby pun kini sudah berada di lobby Pradja Group. mereka hendak memberikan laporan kepada Arsenio mengenai perkembangan kerja sama mereka tempo hari. disaat pintu lift terbuka bersamaan dengan itu Ayza masuk kedalam ruang meeting sehingga mereka tak saling bertemu disana.


Albian langsung disambut oleh pak bowo sekretaris Arsenio dan di bawalah Albian dan Robby menuju ruangan CEO.


Tokk... tokk.. tokk..


"Ya, masuk"


"Selamat siang pak Arsenio" sapa Albian dengan ramah.


"Siang, silahkan duduk" Arsenio mempersilahkan Albian dan Robby duduk.


Usai berbasa basi sebentar mereka pun mulai membicarakan tentang bisnis mereka. Arsenio sunggu dibuat terkesan dengan penuturan Albian yang lugas, dan dapat dengan mudah dipahami. semua ide yang diberikan Albian sangat brilian menurut Arsenio. hingga setelah beberapa saat mereka pun sudah menentukan keputusan yang cukup memuaskan.


"Baiklah pak terimakasih sudah memberikan tanggapan yang positif sehingga kami dapat dengan segera merealisasikannya" ujar Albian sembari mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan dengan Arsenio.


"Saya juga sangat senang dengan ide ide yang kamu sampaikan. saya tunggu peluncurannya" Arsenio membalas jabatan tangan Albian dengan suka cita.

__ADS_1


Sehabis itu Albian dan Robby pun pamit pulang untuk segera mendiskusikan hasil rapat mereka hari ini. dan Arsenio yang hendak mengajak mereka makan bersama Ayza anaknya pun tak jadi mengatakannya karena ia tak dapat memaksakan keinginannya dan membiarkan mereka untuk pulang.


__ADS_2