Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 104


__ADS_3

Albian yang merasa penasaran dengan orang yang mengawasi istrinya pun mulai bertindak, apalagi ia teringat akan sosok Rey yang belum sempat ia tanyakan kembali karena sibuk mengurus Ayza waktu itu.


tutt... tutt...


📞 Halo bro... ada apa gue sibuk karena bosnya libur terus" Sindir Arvin.


~ Sialan... vin, apa lo lagi bareng Dimas dan Robby?


📞 Hanya Robby karena sih Dimas lagi meeting dengan anak-anak. ada apa?


~ Loudspeaker" titah Albian dan Arvin pun langsung klik tulisan loudspeaker.


~ Gue mau nanya sama kalian, sih kunyuk maksud gue sih Rey itu nasibnya gimana?


📞 Yaelah bro, kejadian sudah lama juga masih aja di bahas" ujar Robby


~ Jawab saja cepat.


📞 Sudah Tamat bro, waktu itu sehabis lo pergi kami biasa mengobrol sembari mendengar jeritannya. terus kami ketiduran deh ketika besok paginya kita mau bawa ke rumah sakit eh dia sudah meninggal karena kehabisan darah.


~ Jadi dia sudah meninggal?


📞 Iya, memangnya ada apa bro?" Tanya Arvin.


~ Nanti saja gue ceritakan. yasudah gue tutup dulu nanti Ayza mencari gue lagi, dan ingat Kerja yang benar. bye....


"Sih Albian kebiasaan sekali sih mengakhiri panggilan begitu saja" kesal Arvin lalu Robby hanya mengangkat bahunya tanda bahwa ia juga tak tahu.


"Pasti ada yang tidak beres" celetuk Robby dan Arvin pun menebak hal yang sama. tapi mereka hanya bisa menunggu hingga Albian sendiri yang menceritakannya nanti.


Setelah menutup panggilannya, Albian kembali menemui istri di halaman belakang.


"Sayang" Panggil Albian lalu memeluk Ayza dari belakang.


"Dari mana saja kamu by?" tanya Ayza penuh selidik.


"Habis menelpon orangku sayang, katanya mall itu sudah berhasil di beli dan sudah di alihkan menjadi nama kamu" ujar Albian.


"Really?" tanya ayza dan Albian hanya mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


"Aaa... makasih hubbyku tercinta" Ayza yang gembira langsung memeluk Albian dengan eratnya.


"Sama-sama sayangku" Albian membalas pelukan Ayza dan menciumi puncuk kepala Ayza.


"Kenapa yah semenjak hamil, Ayza sering sekali meminta sesuatu yang dulunya tidak pernah mau ia lakukan. dan selama ini dia tidak semanja ini, bahkan dia bukanlah wanita yang gampang menangis tapi sekarang jadi cengeng hanya karena hal kecil, dia juga bukan tipe orang yang suka menghamburkan uang tapi sekarang malah minta mall sebelum-sebelumnya juga minta barang-barang branded sebelum tau kalau dia hamil" batin Albian bingung dengan perubahan Ayza.


"Hubby aku lelah, yuk kita istirahat dulu" pinta Ayza.


"Yasudah ayo sayang biar aku hantarkan ke kamar"


Usai menghantarkan Ayza kekamar dan dilihatnya Ayza sudah tertidur pulas, Albian langsung keluar menuju halaman belakang dan meminta pelayan untuk memanggilkan om Jo.


"Selamat sore tuan Albian, ada yang bisa saya bantu?" tanya Om Jo seraya sedikit membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.


"Silahkan duduk om, ada yang ingin saya tanyakan" titah Albian dan om Jo pun menurutinya.


"Begini om Jo, mengenai orang yang mengikuti Ayza. apa om Jo sudah mendapat informasi mengenai dalangnya?"


"Mengenai itu, kami sudah mengantongi satu nama tuan tapi -" omongan om Jo terpotong sejenak.


"Tapi dari data yang kami dapat orang itu bukanlah orang indonesia tuan" ungkap om Jo membuat Albian sedikit tersentak.


"Yang jelas mereka ingin mencelakai nona Ayza tuan, karena waktu itu mereka sempat ingin menerobos rumah kalian tapi segera di halau oleh penjaga bayangan nona dan tuan" jelas om Jo.


"Penjaga bayangan?"


"Iya tuan, jadi semenjak kejadian nona di culik waktu itu, nona Ayza selalu di iringi oleh penjaga bayangan karena saya sendiri tak mampu melawan nona Ayza kala ia sedang tidak ingin saya kawal. jadilah saya meminta tuan Arsenio untuk memberikan nona Ayza penjaga bayangan saja agar nona tidak tau. meskipun nona bisa bela diri tapi tetap saja nona wanita dan hatinya terlalu baik untuk orang-orang yang sekiranya baik padanya lalu menusuknya seperti orang yang menculiknya dulu" ungkap om Jo.


"Iya om Jo benar, Ayza selalu berusaha membalas kebaikan orang lain terlebih dahulu baru memikirkan dirinya sendiri" ujar Albian


"Kalau begitu, perketat penjagaan. penjaga bayangan itu tidaklah buruk, biar mereka tidak tau kalau banyak yang menjaga kami. pokoknya pantau terus Ayza jangan sampai lengah karena saya tidak mau terjadi apa-apa pada istri saya" pinta Albian.


"Baik tuan, akan saya tambahkan personil penjaga bayangan untuk nona Ayza dan tuan" ucap Om Jo.


"Saya tidak perlu karena saya tidak akan melepaskan musuh saya dengan mudah yang terpenting adalah istri saya apalagi ia sedang mengandung anak saya jadi saya mohon om Jo bantu saya menjaga Ayza" pinta Albian


"Tanpa tuan meminta pun saya akan menjaga nona Ayza dengan ekstra tuan" pangkas om Jo.


"Baiklah om Jo terimakasih, oh ya mengenai orang itu tolong kirim ke email saya, agar saya juga bisa menyelidikinya"

__ADS_1


"Sama-sama tuan"


"Baik tuan, akan segera saya kirimkan. ada lagi tuan?" tanya Om Jo.


"Tidak"


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan, ada yang harus saya kerjakan" pamit om Jo sopan dan di balas anggukan dari Albian.


...........


Sardinia...


Disisi lain tepatnya di negara sardinia, Nadya sedang asyik menikmati makanan di sebuah cafe, tiba-tiba kedua orang tuanya datang menghampirinya.


"Halo anak papa tersayang" papa Nadya langsung mencium kening anaknya itu begitu pun dengan mama Nadya.


"Bagaimana keadaan kamu sayang? apa kamu sudah hamil?" tanya mama Nadya.


"Hamil? kalau anak Albian sih Nadya mau tapi kalau anak di botak itu Nadya gak mau hamil" ucapnya sinis.


"Berhenti mengharapkan pria busuk itu Nadya, sudah berapa kali papa ingatkan jangan pernah sebut nama orang itu" geram papa Nadya menggenggam tangannya kuat.


Nadya tak menghiraukan kemarahan papanya itu, yang selalu ia fikirkan adalah cara balas dendam pada Ayza dan bagaimana caranya memiliki Albian, hanya itu dan itu saja.


"Nadya, mama gak mau tau pokoknya kamu harus hamil anaknya Yanuar. titik" tegas mama Nadya


"Tidak ma, aku tidak akan sudi hamil anak sih botak tua itu sangat tidak mau. kalau mama ingin tau rahasiaku akan aku kasih tau. asal mama dan papa tau Selama ini aku selalu memimum pil kb saat hendak berhubungan dengannya...hahaha" seketika tawa Nadya pecah seperti orang gila.


Plakkk... (Satu tamparan berhasil mendarat di pipi Nadya yang putih)


"Sinting, oh tuhannnnn mengapa aku mempunyai anak yang bodoh seperti ini" Teriak papa Nadya sembari menjabak rambutnya sendiri. ia sungguh kehabisan kata akibat ulah anak kesayangannya itu.


"Dengar Nadya, kamu lupa jika Yanuar menikahimu karena ia menginginkan anak dari kamu Nad, karena istrinya yang lain tidak bisa memberinya keturunan. kamu tau jika kamu hamil maka harta Yanuar akan jatuh ke tangan kamu. jika kamu bersikeras seperti ini, siap-siap saja karena sebentar lagi kita akan di depak oleh Yanuar. mending masih bisa menghirup udara segar kalau langsung di masukkannya ke tanah bagimana???" ujar mama Nadya mengingatkan anaknya yang sulit di kasih tau itu.


Nadya pun tampak berfikir sejenak, ia mencerna setiap perkataan mamanya itu.


"Benar juga kata mama, kalau sampai Yanuar mendepak kami. terus bagaimana aku bisa membalaskan dendamku kepada Ayza. boro-boro di ceraikan dan dapat harta, yang ada gue dan keluarga di berikannya liang lahat" batin Nadya ketakutan.


"Oke, Nadya akan hamil anak sih botak" ujarnya ketus. membuat kedua orang tuanya itu tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2