Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 116


__ADS_3

Kesal....


Sepulang Ayza dari taman kanak-kanak bersama Fairel, ia langsung membaringkan tubuhnya di kasur. mengingat apa yang ibu-ibu itu bicarakan tentang Fairel sungguh membuat Ayza sangat marah. orang tua mana yang tidak marah jika anaknya di bilang yang tidak-tidak, bahkan anaknya di bilang anak haram cuma karena mereka mengira Sarah adalah ibu Fairel dan merupakan wanita yang belum menikah.


"Hugh....Dasar ibu-ibu rumpi itu, sangat menyebalkan. tidak tahu apa-apa tapi lagaknya seperti mengetahui segala hal" gerutu Ayza.


"Hem... kamu ngedumelin apa sayang?" tanya Albian tiba-tiba, membuat Ayza terkejut.


"Loh, mas kok sudah pulang? bukannya ada rapat penting?" tanya Ayza kembali seraya menyalami suaminya itu.


"Iya sayang, meeting di batalkan karena klien ku harus berangkat ke eropa setelah mendengar anaknya sakit disana. oh ya kamu belum menjawab pertanyaan ku tadi sayang"


"Duh kalau mas Albian tau bisa gawat tuh nasib ibu-ibu, gimana ya?" batin Ayza


"Sayang" panggil Albian membuyarkan lamunan Ayza.


"Ohh gitu...ini mas tadi itu...em...orang yang jagain anak mereka juga di sekolah Fairel, mereka sibuk minta foto... iya mas mereka sibuk minta foto aku, kan aku bukan artis jadi aku sedikit kesal aja sih mas" jawab Ayza berbohong.


"Sepertinya ada yang Istriku sembunyikan" batin Albian.


"Hemm....yakin hanya itu?" Albian menatap Ayza intens, sungguh membuat Ayza gugup.


Ayza hanya mengangguk sebagai jawabannya, namun ia tak berani untuk menatap Albian, membuat Albian semakin yakin kalau ada sesuatu yang terjadi pada istri kesayangan nya itu.


"Baiklah kalau begitu, kita makan siang dulu sayang. habis itu kita ajak Fairel jalan-jalan ke mall, kasihan dia selalu di rumah" ajak Albian


"Iya mas, aku sangat setujuh. anak kita harus refreshing, setelah ini aku akan sering mengawasi Fairel" Ayza keceplosan. membuat Albian mengernyitkan alisnya.


Menyadari jika Albian semakin curiga, Ayza langsung keluar dan memanggil Fairel terlebih dahulu.


"Fairel sayang" panggil Ayza mengetuk pintu anaknya.


"Yes Mom?" Fairel membukakan pintunya.


"Sayang, ayo kita makan siang, Daddy sudah menunggu"


"Daddy makan dirumah Mom?" tanya Fairel dengan wajah yang berseri.


"Iya sayang, Daddy akan makan siang bersama kita" ujar Ayza


"Yesss...oke Mom, nanti Fairel akan segera turun"


Fairel terlihat sangat senang karena setelah sekian lama akhirnya ia bisa makan bersama Mommy dan Daddy-nya kembali. memang semenjak Albian di minta mengambil alih perusahaan Fesnd Corp, ia semakin sibuk bahkan ia sering bepergian keluar kota bahkan ke negera orang untuk menjalankan bisnisnya itu. begitu pun dengan Ayza, Selain sibuk mengurus butik yang semakin berkembang. ia juga sering di mintai tolong oleh Ayah Arsenio untuk membantunya di Pradja Group, tapi tidak sampai berpergian seperti Albian karena Ayza memang tak ingin meninggalkan Fairel sendiri. ia tak ingin Fairel merasa kurang kasih sayang dari orang tuanya.

__ADS_1


"Daddy" teriak Fairel yang langsung berlari memeluk Albian


"Jagoan Daddy, sudah besar" Albian membalas pelukan Fairel lalu menciuminya.


"Daddy, Fairel sangat rindu Daddy" ujar Fairel seakan tak ingin melepaskan pelukannya.


"Daddy juga sangat sangat merindukan Fairel. maaf ya Daddy terlalu sibuk hingga jarang pulang dan bermain bersama Fairel" Albian mengelus rambut Fairel dengan lembut.


"No problem Dad, yang penting Daddy tidak melupakan Fairel dan Mommy. tetap menjaga hati Daddy hanya untuk kami, itu sudah cukup buat Fairel" ujar Fairel dengan tatapan serius.


"Astaga...anak Daddy sangat pintar sekali. kamu di ajari siapa ngomong begitu sayang hem?" tanya Albian heran, anak usia 5 tahun bisa berfikiran seperti itu. bahkan Fairel memang tidak pernah menuntut apapun dari kedua orang tuanya, ia selalu bisa memahami dan bersikap dewasa.


Fairel hanya tersenyum menanggapi pertanyaan sang Daddy, dan melepaskan pelukannya lalu duduk di sebelah Mommy Ayza.


"Rel, mau kemana nak?" tanya Ayza setelah mereka selesai makan.


"Mau kekamar Mom" jawab Fairel dengan polos.


"Ada yang mau jalan-jalan ke mall gak ya sama Daddy dan Mommy?" goda Albian


"Hah....mau mau mau....Daddy Fairel mau...tunggu ya Dad, Mom Fairel akan ganti baju dengan cepat" teriak Fairel seraya menaiki anak tangga.


"Jangan lari-lari Rel, nanti jatuh" pekik Ayza khawatir anaknya salah pijak.


...........


Mereka bertiga memasuki Mall, membuat semua mata hanya tertujuh pada mereka bertiga. bahkan Albian meminta beberapa penjaga untuk menjaga mereka terutama Fairel dan Ayza.


"Ayza" panggil seseorang dari belakang.


"Siapa sayang?" tanya Albian


"Tidak tau mas" jawab Ayza sambil menatap orang yang memanggilnya tadi.


"Hai, kalian apa kabar?" tanyanya setelah tiba di depan Ayza, Albian dan Fairel.


"Siapa?" tanya Albian


Orang tersebut pun tersenyum kala mendengar pertanyaan Albian barusan.


"Gue Nadya" jawab wanita itu.


"Nadya??? beneran kamu Nadya?" tanya Ayza memastikan.

__ADS_1


Nadya pun mengangguk dengan malu-malu.


"MasyaAllah Nad, kamu cantik pakai kerudung begini. kami sampi pangling melihatnya" ujar Ayza senang.


"Ayo Fairel kita main disana saja" ajak Albian, ia masih malas melihat Nadya. dari pada emosi mending dia mengajak Fairel pergi menjauh dari Nadya.


"Sayang ayo kita kesana" ajaknya lagi kepada Ayza.


"Mas duluan aja ya, boleh kan aku mau ngomong sama Nadya?" mohon Ayza.


"Hugh... baiklah, kalian jagain istri saya dengan benar" titah Albian setelah itu ia segera pergi bersama Fairel.


"Sepertinya Albian masih sangat marah" Ucap Nadya sendu.


"Nad, kita duduk disana saja yuk, biar enan ngobrolnya" ajak Ayza.


"Maaf ya Nad, gue rasa perlu waktu buat mas Albian memaafkan elo" terang Ayza.


"Iya gapapa Ay, kamu baik banget Ay, setelah semua yang aku lakukan sama kamu dan Albian tapi kamu masih mau ngomong sama aku. aku malu Ay, tapi aku sungguh menyesal sangat sangat menyesal Ay" sesal Nadya sembari menangis penuh sesal.


"Sudah lah Nad, yang lalu biarlah berlalu. gue..maksudnya aku sangat senang melihat perubahan kamu yang sekarang, sungguh adem lihatnya Nad"


"Ini semua berkat kamu Ayza, perkataan kamu waktu itu sungguh membuatku berfikir dan tersadar jika semua yang aku lakukan selama ini memang salah dan tak sepantasnya aku melakukan hal-hal merugikan seperti itu" ujar Nadya sendu.


"Syukurlah kamu sudah sadar Nad, jadi kamu sekarang tinggal dimana Nad?" tanya Ayza.


"Masih di markas blackwoe Ay" jawabnya


"Mama... mama..." panggil seorang anak perempuan.


"Mama....ante tantik ini tapa ma?" tanya seorang gadis kecil kurang lebih usianya 3 tahun.


"Naura, Ini tante Ayzaila Sayang, salim dulu sama tantenya"


"Halo ante atu Naula, anakna mama Nadya" ujar anak itu.


"Halo sayang, kenalin nama tante Ayza, Tante temannya mama Naura" Ayza gemas melihat anak Nadya yang sangat ceria dan cerewet itu.


"Nad, bukannya Yanuar???"


"Bukan Ay, Yanuar sedih meninggal akibat infeksi karena kulit kepalanya ya kamu tau lah. ceritanya panjang Ay, intinya aku sekarang bahagia Ay berkat kamu, makasih ya Ay tanpa kamu mungkin aku akan terus menjadi Nadya yang bodoh dan merugi hingga akhir" ujarnya lagi.


"Syukurlah Nad kalau kamu bahagia aku juga ikut bahagia, jangan terimakasih kepadaku terus, kmau berubah karena kamu mau bukan karena aku yang menyuruhmu kan. jadi tidak perlu terlalu berterimakasih kepadaku Nad. dan maaf Nad jadi Naura ini?"

__ADS_1


"Naura anak dari ketua blackwoe Ay, Setelah merenungkan setiap perkataan kamu,aku langsung bertekad ingin mengubah hidupku setelah satu tahun perubahan ku kak Ari memintaku untuk menikah dengannya Ay, aku lihat kak Ari orang yang baik meskipun ia ketua mafia tapi ia tidak pernah berbuat kasar padaku, hanya kata-kata nya saja yang suka nyelekit tapi setelah itu ia akan diam. aku memasrahkan semuanya kepada yang di atas, hingga usai pernikahan kami Alhamdulillah aku langsung di percaya untuk memiliki Naura Ay"


Ayza mendengar setiap cerita yang di lontarkan Nadya, jadi ikut senang apalagi perubahan yang Nadya tunjukan begitu besar. memang setiap kejadian selalu ada hikmahnya. tinggal kita saja yang menyikapinya bagaimana, berubah menjadi lebih baik atau diam di satu titik yang sama selamanya.


__ADS_2