Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 52


__ADS_3

📢 kepada siswi yang bernama Andara Indah P. mohon untuk segera keruang kepala sekolah. terimakasih.


Dara yang mendengar namanya disebut pun langsung berdiri dari duduknya dan meminta izin kepada guru yang sedang mengajar dikelasnya. Dara berjalan menyusuri koridor hingga ia sampai diruangan kepala sekolah.


tokk... tokk.. tokk...


"Masuk" jawab kepala sekolah dari dalam ruangannya.


"Andara, silahkan masuk" titah pak kepala sekolah.


Ternayata diruangan itu sudah ada mamanya Bara.


"Jadi kamu yang namanya Dara?" tanya Mama Bara.


"Iya" jawabnya singkat.


"Sungguh tak punya kesopanan" hina mama Bara namun tak ditanggapi oleh Dara.


"Andara, kamu tau kenapa saya memanggil kamu kemari?" tanya kepala sekolah


"Karena saya menonjok ketua osis pak" jawab Dara.


"Gak ada takut-takutnya kamu yah, pak kepala sekolah saya tidak mau tau pokoknya anak ini harus dikeluarkan dari sekolah ini. lihatlah cara bicaranya yang tak punya etika ini" caci mama Bara.


"heh... yang sebenarnya tak punya etika itu siapa? saya atau anda" batin Dara


"Maaf ibu, tenang dulu yah. kami mohon maaf ibu untuk mengeluarkan Andara kami tidak bisa. karena Andara ini murid yang berprestasi disekolah ini, ia juga tidak pernah melanggar aturan sekolah sebelumnya" ungkap kepala sekolah.

__ADS_1


"hah prestasi? anda fikir anak saya gak berprestasi begitu? hingga ia ditindas seperti ini anda hanya diam" mama Bara semakin mengamuk.


"Bukan seperti itu ibu... "


"Sudahlah, segera panggil orang tuanya agar mereka tau kelakuan anaknya seperti apa"


"Mampus gue, jangan sampai kepala sekolah menelpon Ayah dan bunda" batin Dara was was.


"Maaf pak, orang tua saya saat ini sedang tidak ada di kota ini. silahkan bapak panggil kakak saya saja" Dara menyerahkan nomor ponsel Ayza kepada kepala sekolah.


"heh... lihatlah kau bahkan tak terurus" hina mama Bara.


"Untunglah stok sabar gue banyak" lagi-lagi Dara membatin akan ulah mamanya Bara itu.


Dara cukup memaklumi atas apa yang dilakukan mamanya Bara kini. karena ia tau orang tua mana yang akan diam saja jika melihat anaknya terluka karena orang lain meskipun saat ini posisinya Bara lah yang terlebih dahulu memprovokasinya.


tokk.. tokk... tokk..


Ayza pun dipersilahkan masuk dan ia duduk disebelah Dara. mama Bara yang melihat kakak dari Dara itu pun terkejut karena sebenarnya ia melihat kejadian tadi pagi tentang tante inka. dari sana ia mengagumi sosok pemilik butik itu.


"Ternyata kakaknya pemilik Ayza Boutique, aura mereka berdua sama. sama-sama dingin dan seolah tak tersentuh" batin mama Bara.


"Ada apa pak kepala sekolah memanggil saya?" tanya Ayza memastikan karena ia sudah tau permasalahannya dari Syasya dan Arin yang menelepon dirinya saat ia sedang berada diperjalanan menuju kesekolah Dara.


"Begini mbak Ayza... " pak kepala sekolah pun menjelaskan kejadiannya dan Ayza mengerti akan situasinya.


"Apakah dikantin sekolah ada cctv?" tanya Ayza

__ADS_1


"itu dia mbak Ayza, cctv di area kantin sedang bermasalah"


"Baiklah... dek kamu tunjuk siapa saja yang ada dikantin tadi, sangat tidak mungkin kan tidak ada saksi mata" ungkap ayza.


Dara pun mulai mengingat siapa kiranya yang melihat kejadian itu dari awal hingga akhir kecuali Syasya dan Arin.


"Ada kak, tapi orang ini sangat penakut jadi tak mungkin ia akan berbicara" bisik Dara pada Ayza.


"Kita coba saja dulu dek, biar kakak yang bicara padanya" bujuk Ayza.


Namun belum sempat mereka melanjutkan obrolan dengan kepala sekolah dan mamanya Bara. tiba-tiba datanglah beberapa murid yang mengaku melihat kejadian itu dan salah satu dari mereka merekamnya.


Akhirnya mereka semua melihat video tersebut. betapa terkejutnya mama Bara yang melihat video itu. ternyata benar Baralah yang memulai perdebatan terlebih dahulu.


"Pantas saja anak ini santai, tidak ada rasa takutnya" batin mama Bara


Kala malu, mama Bara pun pergi begitu saja. dan membawa Bara untuk ikut pulang dengannya.


"Saya minta maaf mbak Ayza, karena selaku kepala sekolah saya lambat untuk menyelidikinya terlebih dahulu" mohon kepala sekolah.


"Tidak masalah pak, kelak saya harap tidak terjadi lagi seperti ini" ucap Ayza.


"Dan untuk kalian sungguh saya berterima kasih atas bantuan kalian masalah Dara selesai" ungkap Ayza kembali.


"Tidak masalah kak, kami senang bisa membantu Dara" salah satu orang yang tadi memberikan videonya.


"Terimakasih ya, Aida, Nina, Risa" ucap Dara sembari tersenyum manis.

__ADS_1


"Sa... sama sama Dar" jawab ketiganya gugup karena ini pertama kalinya mereka melihat seorang Andara Indah tersenyum manis.


__ADS_2