Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 97


__ADS_3

Hari berikutnya Albian dan Ayza kembali menyelusuri pulau Sardinia,ini adalah hari terakhir mereka di pulau sardinia. karena mereka akan bertolak kembali ke indonesia. mengingat pekerjaan mereka yang sudah menumpuk di indonesia.


Hari ini mereka berkesempatan berkeliling di kota pelabuhan Olbia sampai ke ujung Capo de Testa, beberapa pantai terindah di dunia terletak di teluk-teluk kecil yang basah oleh lautan yang begitu hijau dan jernih sehingga dikenal di dunia sebagai Costa Smeralda, Pantai Emerald.



"Bagaimana istriku, apakah kamu menyukainya?" tanya Albian dengan lembut.


"Sangat suka, terimakasih suamiku sayang" Ayza tersenyum lalu mengecup pipi Albian.


"Syukurlah istriku" Albian pun memeluk Ayza.


Mereka kembali menikmati suasana costa smeralda yang indah. tak lama kemudia ada sebuah video call dari Syasya.


📲 Halo bang, mana kak Ayza?" ujar Syasya langsung.


- Hei, abang kamu tuh Albian. kenapa langsung mencari Istri abang?" gerutu Albian


📲 Haha.... jangan cemburu lah bang, Syasya kangen sama kak Ayza. mana bang kak Ayzanya" rengek Syasya membuat Albian jengah.


- Sayang sini" panggil Albian dan ketika Ayza sudah dekat ia sengaja memeluk dan mencium wajah Ayza


- Tuh sayang ada yang merindukanmu" tunjuk Albian dengan bibirnya yang monyong ke arah HP-nya.


📲 Isss... abang menyebalkan, seenaknya saja memeluk kakak Syasyaa begitu.

__ADS_1


- Dia istriku... kenapa emang?" goda Albian membuat Syasya cemberut karena kesal.


- Syasya, gak usah dengarin abangmu. ada apa dek mencari kakak?" tanya Ayza halus.


📲 Aku sangat merindukan kakak, kapan kakak kembali ke indonesia?" tanya Syasya


📲 Kakakkkkkk.... " teriak Dara yang tiba-tiba muncul di belakang Syasya


"Duh, lo nih mau bikin gue budek apa?" kesal Syasya yang terkejut dengan kedatangan Dara yang tiba-tiba.


"Lo, kenapa telfon kakak gue gak ngomong-ngomong" Dara yang ikut marah kepada Syasya.


- Sudah jangan berantem terus dong, besok kami akan pulang ke indonesia" ucapan Ayza itu sontak membuat mereka sangat senang.


Setelah itu mereka mengakhiri panggilan video call tersebut dan kembali melanjutkan liburan mereka. tak lupa mereka mencari oleh-oleh untuk keluarga dan sahabat mereka di indonesia.


Setibanya disana, mereka terkejut mendapati salah satu Art mereka menangis dengan menampakkan wajah cemasnya.


"Ada apa ini mbak? kenapa kamu menangis?" tanya Ayza lembut. berbeda denga Albian yang hanya melihatnya dengan wajah datar.


"Maaf nona, boleh saya izin hari ini? adik saya ngedrop lagi nona jadi saya harus kerumah sakit" jawab Mbak itu masih panik.


"Hemm... yasudah biar sopir yang menghantarkan kamu ya" ujar Ayza.


Art itu sempat menolak namun karena Ayza memaksa jadi mbak itu pun menerimanya, meskipun tidak enak karena nonanya itu selalu baik kepadanya, ia tidak bisa membalas apapun tapi doa selalu ia panjatkan untuk nona dan tuannya yang baik itu.

__ADS_1


Usai kepergian salah satu art itu, Ayza pun menanyakan penyakit apa yang di derita adik temannya, lalu sang ibu art pun menceritakan semua yang dialami temannya hingga harus bekerja keras hingga berakhir menjadi pembantu di villa yang Albian dan Ayza tempati saat ini. menurutnya gaji disini lumayan besar sehingga ia dapat membayar tagihan rumah sakit. ia pun cerita jika adik temannya itu harus segera di operasi namun karena biaya yang belum juga ia dapatkan membuatnya harus bolak balik rumah sakit karena kapan saja adiknya bisa ngedrop.


Ayza yang merasa iba pada pembantunya itu pun ingin membantu melunasi biaya untuk operasi adik pembantunya, dan ia meminta izin kepada Albian.


"Aku memang tak salah pilih, istriku ini memang yang terbaik" batin Albian


"Hemm... kamu yakin sayang ingin membantunya?" tanya Albian memastikan.


"Yakin hubby, kasihan mbak harus menanggungnya seorang diri. jika aku menjadi dia juga mungkin aku tidak akan sanggup" ujarnya sendu.


"Sayang, apapun yang istriku inginkan, aku akan mengabulkannya. ayo kita bantu dia" ujar Albian tersenyum dengan kedua tangan yang menangkup wajah Ayza.


"Tuan memang sangat mencintai nona Ayza, mereka pasangan yang sangat baik. semoga Allah selalu memberi kalian rezeky dan kebahagiaan yang tiada tara" doa ibu art itu di dalam hati.


Keesokan harinya mereka pergi kerumah sakit tempat adik pembantunya itu di rawat. tanpa sepengetahuan dari pembantunya, mereka segera menyelesaikan admistrasi dari biaya operasi, pengobatan dan ruang rawat inap sudah di tanggung oleh Ayza dan Albian. setelahnya mereka melihat sebentar kondisi adik itu yang memang sudah terbaring lemah di bankar rumah sakit.


"Kasihan sekali dia, diusianya yang masih muda harus terbaring disini dengan beberapa alat yang terpasang ditubuhnya" ujar Ayza sendu.


"Sudah yuk sayang, kita harus bersiap untuk kembali ke indonesia" ajak Albian sambil menggandeng tangan Ayza.


Ayza pun mengangguk lalu pergi dari rumah sakit itu.


Sesampainya di villa, mereka di sambut oleh kedua art itu. Art yang di bantu Ayza dan Albian tadi di telfon oleh pihak rumah sakit, mereka mengabari jika adiknya akan di operasi siang ini. haru bercampur senang ia segera bersujud mengucap syukur. ia sangat bersyukur ada orang baik yang mau membantu adiknya itu. namun karena Albian dan Ayza akan pulang ke indonesia siang ini juga, jadi ia menunggu sampai kedua majikannya itu berangkat.


Hingga tiba waktunya untuk Albian dan Ayza berangkat ke bandara untuk pulang ke indonesia.

__ADS_1


Tak lupa Ayza berpamitan kepada kedua art dan penjaga villa disana.


Usai semuanya sudah di persiapkan, mereka pun berangkat kebandara.


__ADS_2