
Mereka kini sudah berada di dalam mobil Albian, dengan segera Albian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan pergi menuju kebutik Ayza.
Setibanya di Ayza Boutique, mereka langsung menuju ruang kerja Ayza.
"Sayang, kamu benar mau menunggu disini?" tanya Ayza memastikan.
"Yupz.... Sudah sana kerja aku akan duduk di sana menunggumu" ujar Albian seraya menunjuk sofa yang ada diruang kerja Ayza.
Sebelum melanjutkan pekerjaannya Ayza terlebih dahulu menelpon salah satu karyawannya dan meminta tolong untuk menghantarkan minuman dan beberapa cemilan untuk Albian.
Tak berapa lama pun pesanan Ayza tiba, usai memastikan Albian nyaman berada dikantornya itu, Ayza pun langsung melanjutkan pekerjaannya.
Hingga waktu sudah menunjukkan waktunya pulang kerja, dilihatnya Albian yang sudah tertidur pulas di sofa.
"Katanya mau menungguku tapi dia sendiri yang tertidur" gumam Ayza sembari duduk didekat Albian.
Dipandangnya wajah tampan Albian dan di usapnya kepala Albian dengan lembut seraya menyunggingkan senyuman manisnya.
"Ternyata memang kamu tampan sekali sayang, wajar saja sih ulet bulu terus saja menempel padamu" gumamnya sembari terus tersenyum kearah Albian yang masih memejamkan matanya.
"Apa aku segitu tampannya hingga pacarku yang cuek ini memperhatikanku segitunya" sindir Albian dan Ayza langsung dibuat salah tingkah oleh Albian.
"Ka... kamu sudah bangun" gugup Ayza.
Seketika Albian langsung bangun dan duduk menghadap Ayza.
"Sayang, aku suka kamu memandangiku seperti tadi" goda Albian dengan menaikkan alisnya sebelah.
"Ck... " decih Ayza hendak pergi meninggalkan Albian namun dengan segera Albian menarik tangan Ayza hingga Ayza terduduk di pangkuan Albian.
Dipeluknya tubuh mungil Ayza yang masih terduduk di pangkuannya itu dengan erat. jujur saja kini jantungnya sudah berdetak tak karuan karena tingkah Albian itu, begitu pun sebaliknya Albian juga ternyata merasakan hal yang sama.
"Sayang i love you" bisik Albian tepat di kuping Ayza membuat Ayza merinding sendiri.
"I... I love you to" jawabnya yang sedikit malu malu kucing 😁
Mendengar jawaban Ayza membuat hati Albian berbunga-bunga lalu ia pun semakim mempererat pelukannya.
"Sayang, ayo kita pulang. ini sudah waktunya pulang kerja" ajak Ayza
__ADS_1
"Kalau kamu menc*umku baru aku akan berdiri" ujar Albian yang sudah memonyongkan bibirnya.
"Ck,, jangan seperti itu" Kesal Ayza namun melihat Albian yang memonyongkan bibirnya terus terusan membuat Ayza mau tak mau menurutinya.
"Ah sudahlah dari pada semakin lama aku disini" fikir Ayza lalu ia segera memc*um b**ir Albian sekilas.
"Iihh kok begitu? yang lama dong sayang" ujar Albian kembali memonyongkan bi**rnya.
"Pulang sekarang atau gak usah ngomong lagi sama aku" ancam Ayza yang mulai jengah dengan tingkah kekanakan Albian barusan.
"Hemmm... " Albian segera menurunkan Ayza dari pangkuannya.
"Begitu saja tidak boleh, Menci*m pun Sebentar sekali. dasar pelit" Albian berjalan kearah pintu sambil terus saja menggerutu.
Sedangkan Ayza yang berada di belakangnya terkekeh karena ia mendengar semua gerutuan Albian, ditambah lagi wajah kesal Albian sangat menggemaskan bagi Ayza.
Ayza sedikit berlari dan memeluk Albian dari belakang.
"Sayang" panggil Ayza
"Hemm... " singkat Albian yang masih kesal dengan ancaman yang diberikan Ayza tadi.
cup..
Melihat Ayza yang berinisiatif duluan Albian pun menyunggingkan senyum tipisnya. lalu ia dengan segera membalas ci**man Ayza. dilum*tnya dengan lembut bi*ir tipis Ayza yang berwarna merah itu.
Cukup lama mereka saling mel**mat hingga mereka merasa sudah kehabisan oksigen dan saling melepaskan ci*mannya.
"Sudah mulai aktif ya bun" ledek Albian membuat Ayza tersipu malu.
"Iiss" Ayza memukul dada Albian lalu mereka saling berpelukan.
"Yasudah kita pulang yuk sayang" ajak Albian dan Ayza pun melepaskan pelukannya.
"Yuk" Albian langsung menggenggam tangan Ayza.
Kedua insan ini langsung keluar dari butik menuju parkiran. setibanya di parkiran mereka langsung menaiki mobil milik Albian dan melaju. kali ini Ayza akan pulang kemansionnya.
.
__ADS_1
Setelah 30 menit diperjalanan, mereka pun tiba di mansion Ayza.
"Sayang ini?" tanya Albian sedikit tak percaya.
"Ini mansion Ayah sayang" jawab Ayza santai.
"Hemm...punya ayah yah punya kamu juga kan sayang"
"Mungkin" ujar Ayza sambil menaikan bahunya.
"Ternyata dia sama sepertiku, tapi mengapa dia selalu berpenampilan sederhana sekali saat di kampus. hanya saat di butik penampilan Ayza terkesan mewah mungkin karena fashion yang utama" batin Albian.
"Mau masuk dulu" tawar Ayza.
"Apa boleh?" tanya Albian sedikit ragu.
"haha... boleh dong sayang, ayo" ajak Ayza lalu segera keluar dari mobil Albian
"Selamat malam nona muda" Sapa semua pelayan dimansion.
"Malam, oh yah pak Iko dimana semua orang?" tanya Ayza
"Tuan dan Nyonya sedang menghadiri pesta nona" jawab pak Iko.
"Dara?"
"Nona Dara pergi bersama Nona yang waktu itu kemari non"
"Oh yasudah, tolong siapkan makan malam untuk kami ya pak iko"
"Baik nona muda" pak iko pun sedikit membungkukkan badannya.
Ayza pun segera mengajak Albian ke ruang keluarga.
"Aku tidak menyangka kamu anak orang kaya sayang" celetuk Albian.
"Ayahku yang punya segalanya, sedangkan aku? aku tak punya apa-apa sayang" tutur Ayza
Mendengar penuturan Ayza tadi membuat Albian semakin kagum dengan sosok Ayza.
__ADS_1
"Terimakasih ya Allah, engkau memberikan wanita yang sangat baik dan rendah hati seperti Ayza. Izinkan aku bersamanya selamanya ya Allah, aku ingin hidup bersamanya hingga akhir khayatku" batin Albian merasa sangat bersyukur.