
"Dan lo kenapa mel, cemas begitu?" tanya Ayza yang masih duduk santai disofa sambil terus menatap Syasya dan Dara, sedangkan mereka berdua yang ditatap hanya menunduk tak berani melihat Ayza.
"Gini Ay sih Albian bersikeras ingin melihat cctv butik kita Ay" ungkap Amel.
"Huft,, menyusahkan saja" lirih Ayza pelan.
"Kak maafin Syasya" ucap Syasya makin menunduk karena ia sangat merasa bersalah dengan Ayza.
Ayza hanya melihat kearah Syasya lalu berjalan kearah meja kerjanya dan mengambil laptop miliknya. kemudian ia jari-jarinya mulai bermain di atas keyboard dengan lincahnya.
"Lo ngapain Ay?" tanya Amel bingung namun Ayza hanya diam tak menjawab pertanyaan dari Amel.
"Kak Ay pasti sedang mengedit cctv agar seolah Syasya tidak pernah datang kesini" ungkap Dara yang sudah sangat mengetahui kakaknya itu.
"Wah kak Ay juga bisa seperti itu Dar?" kagum Syasya
"Jelas, kakak gue kan cerdas" pamer Dara dengan bangganya.
"Kakak juga cerdas ya" ucap Amel tak mau kalah
Saat hendak menjawab ucapan Amel.
"Sudah, bawa saja mereka keruang monitor agar mereka puas" Ucap Ayza datar.
Amel pun mengangguk dan keluar dari ruangan Ayza. Amel berjalan menuju ruangannya dan masih terdapat Albian CS disana.
"Ayo kita keruang monitor" ajak Amel yang baru saja membuka pintu ruangannya.
__ADS_1
Mereka pun mengikuti Amel yang berjalan didepan mereka.
Sedangkan Ayza menyuruh Dara dan Syasya untuk masuk ke dalam ruangan pribadi Ayza.
"Kalian masuklah ke ruangan pribadi kakak, ingat jangan bersuara. setelah itu kakak ingin dengar ceritanya"
Mereka pun mengangguk dan berlalu masuk kedalam ruangan yang sudah ditunjuk oleh Ayza. Alasan Ayza menyuruh mereka masuk keruang pribadinya itu karena ruang monitor berada disamping ruangannya. ia sengaja membuat ruang monitor berada disamping ruangannya karena agar ia mudah memantau aktivitas yang terjadi dibutiknya.
"Silahkan" ucap Amel mempersilahkan keempat pria itu masuk keruang monitor.
"Eh mbak Amel, ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya Mas Haris yang memantau cctv dibutik Ayza.
"Mas Haris coba perlihatkan ke mereka cctv dari "
"Dari kapan Al?" Amel beralih bertanya pada Albian
"Baik mbak Sebentar" Mas Haris pun langsung mencari video yang mereka inginkan.
"Gimana Ada?" tanya Amel setelah Albian CS selesai melihat cctv nya.
"Maaf sepertinya anak buahku salah lihat" ucap Albian menyesal karena sudah membuat keributan padahal ia belum memastikan apakah Syasya benar berada disana atau tidak.
"Ternyata Albian sosok penyayang. gak pernah gue lihat dia begini" batin Amel.
"Yasudah, kalau begitu silahkan" Amel membukakan kembali pintu ruangan monitor itu dan mempersilahkan Albian CS untuk segera keluar dari sana.
Sebelum mereka meninggalkan lantai khusus desainer itu, tiba-tiba Dimas menghentikan langkah Amel yang hendak masuk ke ruangannya kembali.
__ADS_1
"Hei mel" penggil Dimas
"Iya, kenapa Dim?" tanya Amel setelah membalikkan badannya kearah sumber suara.
"Boleh gue minta nomor HP lo" ujar Dimas tanpa berbasa basi lagi.
"Untuk apa?" tanya Amel kembali.
"Untuk... " belum selesai Dimas berbicara dengan Amel tiba-tiba Ayza muncul.
"Mel, ayo kita berangkat sekarang" ajak Ayza yang sudah berada didekat mereka.
"Oh iya sebentar Ay, Dim gue kedalam dulu ya" ucap amel dan Dimas hanya menganggukkan kepalanya
"Hai Ayza" sapa Dimas canggung
Ayza hanya mengangguk sekali lalu menatap ponselnya.
"Busyet nih cewek dingin amat sih, kayaknya dulu emaknya ngidam pergi kekutub deh" batin Dimas.
"Ayo Ay" ajak Amel lalu memberikan secarik kertas yang sudah berisi nomor HP-nya tanpa sepengetahuan Ayza.
Ayza dan Amel pun berjalan beriringan lalu masuk menggunakan lift khusus agar mereka langsung kelantai dasar tanpa dilihat pengunjung lain. sedangkan Dimas yang masih berada dibelakang mereka sedari tadi hanya dapat melihat punggung Amel yang semakin menjauh dan hilang kala pintu lift tertutup.
"Ini kertas apa?" Dimas lalu membuka kertas tersebut dan...
"Haaa" ia langsung menganga melihat isi dari kertas tersebut.
__ADS_1
"Aaaaa yessss.... akhirnya sebentar lagi masa jomblo gue berakhir" ucap Dimas dengan girangnya sampai ia loncat-loncat sambil mengangkat kertas kecil yang berisi nomor HP Amel tadi. hingga tanpa ia sadari ada Dara, Syasya dan Arin yang tengah melihatnya dari ruangan Ayza.