Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 50


__ADS_3

Hingga 10 menit berlalu, seperti yang diperintahkan Ayza, Andre pun membawa tante inka menuju ruangan Amel dilantai atas.


Tokk... tokk.. tokk...


"Masuk" teriak Amel dari dalam ruangannya.


"Silahkan tante" Andre mempersilahkan tante Inka masuk kedalam.


"Om Jo...On" ucap Ayza dari earpiece (alat komunikasi rahasia yang biasa digunakan oleh mata-mata).


"Selamat pagi tante, mari silahkan duduk tante" sambut Amel ramah dan membawa tante inka duduk di sofa ruangannya.


"Kamu siapa? kenapa saya dibawa keruangan ini? kemana karyawan yang bertanggung jawab atas pesanan saya kemarin?" tanyanya bertubi-tubi.


"Oh Arin, maaf tante jam kerja Arin selalu mulai dari jam setengah 2. jadi karena itu saya yang akan menggantikannya. tante tenang saja Arin sudah menjelaskannya kepada saya" jelas Amel.


"Oh.. kalau begitu dimana gaun saya?" tanya tante inka tak sabar.


"Silahkan diminum dulu tante, saya persiapkan dulu gaunnya" ujar Amel ramah.


Amel beranjak dari duduknya dan menghampiri Ayza di ruangan lain yang juga berada di ruangannya.


"Ay, dia mau lihat gaunnya" ucap Amel


"tunjukkan saja mel" ucap Ayza datar.


Amel mengangguk dan berjalan mendekati manekin yang sudah terdapat gaun tante inka. didorongnyalah manekin tersebut kedalam ruangan Amel.


Setelah berada tak jauh dari tante inka, Amel pun membuka kain putih yang menutupi gaun tersebut.


"Silahkan tante dilihat dulu"


Tante inka tertegun melihat gaun yang dirancang oleh butik Ayza tersebut. ia sebelumnya merencanakan untuk merusak gaun tersebut agar dia bisa membawa gaun tersebut tanpa harus membayarnya.


"Gaun ini sangat bagus, sayang sekali kalau harus merusaknya, tapi aku nggak ada uang. ini pasti sangat mahal" batin tante inka


Tante inka berdiri dari duduknya, ia mendekat kearah manekin dan mulai melihat-lihat gaun tersebut.

__ADS_1


"Mbak siapa tadi namanya?" tanya tante inka


"Amel tante" jawab Amel ramah


"Oke mbak Amel, saya sangat menyukai rancangan butik kalian. sangat menawan boleh saya lihat rancangan yang lain. saya ingin memilihkan gaun untuk anak saya juga" ucap tante inka


"Tentu saja tante, tunggu sebentar ya" Amel berjalan menuju meja kerjanya dan mencari buku sketsanya.


Dengan secepat kilat tante inka melayangkan siletnya hingga terkena dibagian bawah gaun tersebut.


Ayza yang melihat dari monitor pun hanya tersenyum tipis.


"Ck.... Gue udah rela lembur untuk gaun itu, berani sekali tante itu merusaknya" kesal Ayza


"Mbak Amel, ini kok robek sih? gimana kerja butik ini sangat mengecewakan" cercah tante inka


Amel pun segera melihat gaun tersebut untuk memastikan omongan tante inka barusan.


"Hah... gaun ini. gila ya ini orang beneran di rusaknya, astagaaa dongkol banget gue. asal lo tau ya tante kecoa gue sama Ayza sampe lembur buat gaun ini. astaga benar-benar ingin ku patahkan tangannya" batin Amel yang sangat geram akan ulah tante inka itu.


"Maaf tante tadi sebelumnya saya sudah memastikannya, gaun ini sudah sangat sempurna tante. duh gimana ini bisa terjadi ya" ungkap Amel berpura-pura cemas.


"Maaf tante atas ketidaknyamanan ini, akan kami pastikan hari ini juga gaun tante ini akan sempurna" ucap Amel tenang.


"Tidak, saya akan komplain masalah ini. gaun ini akan saya pakai nanti siang kamu tau" bentak tante inka.


Dimas yang melihat tante inka membentak Amel pun kesal dan ingin menghampirinya namun dengan segera ditahan oleh Albian. melihat kondisi sudah tidak kondusif Ayza pun keluar.


"Maaf, ada apa ini?" tanya Ayza yang datang menghampiri Amel dan tante inka.


"Siapa lagi kamu ini?" tanyanya


"Saya Ayza pemilik butik ini, apa ada masalah tante dengan pelayanan kami?" tanya Ayza halus.


"Oh kamu pemiliknya baguslah kamu datang. lihat ini saya pesan gaun disini sangat mengecewakan. untung saya teliti jadi bisa tau kalau ada robek dibagian bawah sini" ucap tante inka masih dengan emosinya.


"Maaf tante, kami sudah mengeceknya dengan sangat teliti tante jadi tidak mungkin ada cacat pada gaun tersebut. yah kecuali kalau ada yang sengaja membuatnya cacat" sindir Ayza membuat tante inka melototkan matanya.

__ADS_1


"Kamu menuduh saya hah?" bentak tante inka


"Bocah kemarin sore seperti kalian ini memang tidak ada sopan-sopannya" cercah tante inka.


"duh duh duh tuh mulut, pengen gue ulekin cabe dah rasanya" batin Amel geram


"Maaf tante saya tidak ada menuduh tante seperti itu kok, lagian..." belum selesai Ayza berbicara namun sudah dipotong oleh tante inka.


"Sudahlah tak perlu banyak omong, cepat bungkus gaun itu" bentak tante inka.


Ayza pun memberi kode kepada Amel agar menuruti permintaan tante inka tersebut.


"Ini tante" Amel menyerahkan bingkisan gaun tadi kepada tante inka.


"Karena ini sudah cacat saya tidak akan membayarnya" ucapnya dan hendak pergi dari ruangan tersebut.


"Sebentar tante, tidak bisa seperti itu. tante harus membayarnya, kami sudah mengerjakannya susah loh tante" ujar Amel tak terima karena tante inka membawa gaun tersebut tanpa ingin membayarnya.


"Kalian sudah salah tidak mau disalahkan yah, oke kalau kalian tetap mau menahan saya disini. saya pastikan butik kalian ini akan hancur"


"Asal kalian berdua tau ya, saya ini orang berpengaruh di kota ini" sambung tante inka menyombongkan dirinya


"Oh silahkan tante, siapa tau butik kami akan dikenal banyak orang. silahkan tante jika ingin memviralkannya" tantang Ayza.


Mendengar Ayza yang tidak ada tampang takutnya, tante inka pun mengeluarkan handphone dari tasnya dan mulai membuka instakram miliknya. betapa terkejutnya ia melihat jika akunnya kini tengah melakukan siaran langsung dan sudah banyak komentar-komentar pedas dari para netizen.


"Wah jadi selama ini tante inka memfitnah usaha orang lain hanya untuk mendapatkan barang gratisan. sungguh memalukan" 1


"Dasar tak punya otak" 2


"Begini nih mau dipandang orang tapi gak modal" 3


"kalau gue jadi tante ini, gue udah nyemplungin diri gue ke kawah biar mateng haha" 4.


Begitulah beberapa komentar-komentar para netizen yang membuat tante inka terduduk lemas. kini semuanya sudah terbongkar, bahkan kediaman tante inka sudah diserbu oleh para warga sekitarnya. bahkan polisi yang menerima laporan dari beberapa netizen yang menonton siaran langsung tadi langsung bergerak dan kini sudah tiba di butik milik Ayza.


Tante inka pun kini sudah dibawa oleh pihak berwajib untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. tidak lupa Ayza pun menghubungi pihak-pihak yang pernah dirugikan oleh tante inka untuk segera kekantor polisi.

__ADS_1


Dilain sisi Dara, Arin dan Syasya pun menonton siaran langsung di instakram tante inka saat jam istirahat. mereka pun ikut merasa geram terutama Dara yang sangat geram melihat tante inka membentak-bentak kakak kesayangannya. tapi mereka bersyukur karena sekarang tante inka sudah dibawa kekantor polisi.


__ADS_2