
Tak terasa waktu terus berlalu dengan cepat, kini tibalah hari yang telah dinantikan oleh Ayza. Hari wisudanya pun telah tiba. semua keluarga dan juga para sahabat Ayza pun sengaja ikut keparis. selain untuk melihat sahabatnya di wisuda, akan ada momen spesial yang sudah Albian siapkan. bahkan memang Albian lah yang mengundang Amel, Dimas, Robby dan juga Arvin untuk datang ke paris.
Ting... tong...
cklek....
"Ayah, bunda... Dara" teriak Ayza yang terkejut karena keluarganya sudah berada di sana. padahal mereka bilang tidak bisa keparis, tapi ternyata mereka sudah berada di paris.
"Surprise... " pekik mereka semua dan Ayza langsung memeluk keluarganya itu.
"Ayza sangat merindukan kalian" ucap Ayza sambil terus memeluk keluarganya.
"Kami juga sangat merindukanmu Ay" balas bunda Sonia.
"Apalagi aku kak, sangat sangat rindu... " timpal Dara
"Ehemm... gue gak di kangenin nih?" sindir Amel yang berdiri tak jauh dari kedua orang tua Ayza.
"Amell.. i miss you" Ayza langsung beralih memeluk Amel.
"Lo mah, tega banget ngelupain gue" gerutu Amel yang kini membalas pelukan dari sahabatnya itu.
"Nggak lupa dong mel, kan selama ini juga gue masoh hubungi elo"
"Hehe... "
"Hei, Ay" Sapa ketiga lelaki yang berada di samling Amel.
"Hei, kalian juga disini"
"Iya dong.. masak enggak" ceplos Arvin.
"Albian yang mengajak kami Ay, yah sekalian hadiah liburan karena kantor di indonesia kami yang urus" ujar Dimas.
"Ohhh,,, yasudah ayo kita masuk dulu, Albian saat ini sedang berada di kantornya" ungkap Ayza.
"Kami sudah di berikan kunci apartemen Al, jadi kami akan masuk kesini saja. ingin tidur" ucap Arvin sembari menunjuk pintu kamar Albian.
"Emm.. oke. ayo mel masuk" Ajak Ayza pada Amel karena sedari tadi kedua orang tua Ayza dan juga Dara sudah masuk duluan.
__ADS_1
Kini mereka semua sudah berada di ruang keluarga milik Ayza. ruang keluarga yang tidak terlalu besar yang menyatu dengan dapur masaknya.
"Om, om tidak marah Ayza tinggal disini?" tanya Amel
"Awalnya marah dong mel, sudah om siapkan mansion malah memilih tinggal disini. ini saja kalau bukan karena om datang tiba-tiba ke paris om tidak akan tau jika dia tinggal di apartemen ini" ujar ayah Arsenio sembari mengingat saat awal ia mengetahui Ayza tidak tinggal di mansionnya, bahkan untuk mengetahui apartemen itu pun Arsenio sampai mengancam Sarah agar ia mau memberitahu dimana Ayza tinggal.
"Hahaha... parah banget memang Ayza" ledek Amel melihat kearah Ayza.
"Memang" kesal ayah Arsenio.
"Sudah lah ayah, dibahas terus kasihan Ayza" bela bunda Sonia yang melihat Ayza sudah tak enak hati pada ayahnya itu.
"Hemm... Ayah, bunda, Dara kalian mau makan apa?" tanya Ayza.
"Gue gak ditawarin Ay?" tanya Amel
"Males nawarin lo" jawab Ayza ketus
ting... tongg..
Cklekk..
"Iya saya sendiri"
"Oh, ini silahkan nona makanannya" ujar pria itu sembari memberikan beberapa kantong makanan.
"Tapi saya belum memesan makanan pak" bingung Ayza.
"Tadi tuan Albian yang memesannya nona" jawab pria tadi.
"Oh begitu, baiklah kalau begitu saya terima ya. terimakasih ya pak" ucap Ayza seraya mengambil kantong berisikan makanan itu. tak lupa ia meminta bantuan Dara dan juga Amel untuk membawanya.
"Mel, tiga kantung itu berikan saja ke Dimas dan yang lain" tunjuk Ayza sembari menata piring dan gelas di meja makan.
"Emm... oke, gue kedepan dulu ya" pamit Amel dan hanya di jawab anggukan oleh Ayza.
Setelah semuanya selesai, mereka pun segera beristirahat agar rasa lelah mereka hilang.
...........
__ADS_1
Keesokkan harinya, acara wisuda pun sukses di gelar dengan cukup meriah. Ayza pun harus berpuas diri karena kerja kerasnya selama ini terbayarkan. ia menjadi lulusan terbaik dengan predikat cum laude.
Usai semua rangkaian acara dan berswafoto bersama keluarga dan sahabat kini tibalah saatnya untuk Albian mengajak mereka semua menonton bioskop terapung di plages, paris. karena awalnya Dara sudah sangat ingin menonton bioskop sembari duduk di perahu. ini juga dimanfaatkan oleh Albian untuk dapat melamar Ayza didepan semua keluarga dan kerabatnya.
Mereka tiba di Plages, saat senja dan tanpa terduga disana sudah ada kedua orang tua Albian dan juga Syasya. kehadiran mereka disana sebenarnya cukup mengagetkan bagi Ayza, karena memang albian tidak mengatakan apa-apa soal ini.
"Om, tante, Syasya" sapa Ayza lalu menyalami papa dan mama pacarnya itu.
"Halo kakak ipar, happy graduation. bangga banget punya kakak ipar yang cerdas. mmuach" ujar Syasya yang langsung memeluk dan mengecup pipi Ayza.
"Heh, Sya dia kakak gue ya" sebal Dara.
"Sekarang sudah jadi kakak kita Dara bukan lo lagi kan kak Ayza sebentar lagi bakal jadi kakak ipar gue" sombong Syasya.
"Sudah Jangan berdebat lagi, ayo kita beli tiketnya dulu" ajak Ayza.
"Tidak perlu sayang, ini semua sudah aku booking hanya untuk kita" ucap Albian lalu mebggandeng Ayza untuk naik keatas kapal, diikuti oleh semua keluarga dan kerabat yang menaiki kapal mereka masing-masing. dimana 1 kapal hanya bisa dinaiki 2-3 orang saja.
Tengah asik menonton film dilayar, tiba-tiba layar bioskop itu mati dan beberapa detik setelahnya munculnya sebuah video beserta foto-foto Albian dan juga Ayza. hingga Albian memberi kode kepada semua keluarga saat video akan berakhir.
Semua orang pun langsung menjalankan kapal mereka ke depan kapal yang di naiki oleh Albian dan Ayza. kemudian dengan serentak mereka berdiri dengan mengangkat spanduk yang bertuliskan W I L L Y O U M A R R Y M E?
Ayza terkejut dan saat ia menoleh ke arah Albian, ternyata disana Albian sudah berdiri dan mengajak Ayza untuk berdiri. setelah Ayza berdiri, Albian langsung berlutut seraya menyodorkan kotak yang berisi cincin berlian.
"Ayzaila Reina Pradja, kekasihku yang sangat teramat aku cintai. Maukah kau menikah denganku? dan hidup berdua denganku selamanya?" tanya Albian
Ayza hanya bisa menangis karena terharu melihat perjuangan Albian selama ini. hingga saat ini Albian melamarnya dengan cara yang sangat romantis menurut Ayza. didepan semua keluarga dan sahabatnya Ayza pun menjawab.
"Yes, i will" jawab Ayza sembari menghapus air matanya.
"Yess... akhirnya gue nikah brooo" teriak Albian dengan hebohnya. membuat semua orang yang melihatnya tertawa karena tingkah konyol Albian itu.
"hah... konyol sekali calon kakak ipar ku" ujar Dara
"Sstt.. Dara" senggol bunda Sonia.
Albian pun segera melingkarkan cincin yang sudah ia siapkan tadi ke jari manis Ayza. setelah itu Ayza lamgsung memeluk Albian dan mengucapkan terimakasih karena telah membuatnya bahagia selama ini.
__ADS_1