Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 111


__ADS_3

Kelahiran Baby...


Waktu terus berlalu, hingga tibalah penantian Al dan Ayza selama ini. seorang baby yang selalu mereka nantikan kehadirannya.


Pagi ini seperti biasa Ayza menyiapkan sarapan untuk suaminya bersama Sarah dan para pelayan lainnya. namun tiba-tiba perutnya terasa sakit, hingga cairan bening pun mengalir di kakinya.


"Nyonya, sepertinya nyonya akan melahirkan" panik mbok Yem


"Panggilkan suami saya mbok....sssstt" pinta Ayza seraya menahan rasa sakitnya.


"Biar saya saja mbok yang memanggil tuan, mbok jaga nyonya disini" sahut Bik Ima yang baru saja tiba di dapur.


Bik Ima pun segera berlari menuju lantai atas dengan perasaan yang sangat panik. saat ditangga ia bertemu Sarah yang baru saja membersihkan ruang kerja Albian.


"Bik Ima, ada apa berlarian seperti itu?" Tanya Sarah


"Itu mbak Sarah, nyonya Ayza...nyonya Ayza mau melahirkan mbak" Jawabnya ngos-ngosan.


"Apa? yasudah cepat panggil tuan" titah Sarah, lalu ia bergegas menuju dapur.


Namun sebelum itu Sarah keluar terlebih dahulu untuk bilang pada sopir agar segera menyiapkan mobil untuk membawa Ayza kerumah sakit.


"Kamu gak papa Ay? tahan ya sebentar" pinta Sarah ikut cemas.


"Tarik nafas lalu buang nyonya untuk mengurangi sakitnya" ujar mbok Yem


brok..brok..brok...


Albian berlarian menuju dapur dengan masih menggunakan kaos putih belum sempat memakai kemejanya.


"Sayang... astaga....cepat siapkan mobil" pinta Albian lalu menggendong Ayza


"Sudah disiapkan di depan" Sahut Sarah.


Albian langsung berlari dengan menggendong Ayza, lalu setelah di depan segera di taruhnya Ayza di mobil.


"Sarah kamu persiapkan semuanya lalu nanti bawa ke rumah sakit" pinta Albian.


"Ayo cepat jalan" sambung Albian lalu sopir itu dengan segera melajukan mobilnya.


Laju mobil sedikit kencang, terlihat Ayza menahan rasa sakit di perutnya dengan keringat yang mengucur deras di dahinya.


"Sayang tahan ya sebentar lagi kita akan tiba di rumah sakit, anak Daddy sabar juga ya nak" ucap Albian lembut namun tetap terlihat sedikit panik.

__ADS_1


Setelah membelah jalan sekitar kurang lebih 20 menit, mereka pun tiba di rumah sakit. Disana sudah terlihat beberapa dokter dan perawat yang menunggu kedatangan mereka. sehingga begitu tiba mereka langsung menaruh Ayza di bankar dan membawanya ke ruang bersalin.


"Dokter, apa saya bisa mendampingi istri saya di dalam?" tanya Albian.


"Tentu pak, silahkan" dokter kandungan itu mempersilahkan Albian untuk ikut masuk mendampingi Ayza.


Di sisi lain, bunda Sonia menelpon Albian dan juga Ayza namun tidak ada yang menjawabnya, lalu akhirnya ia menelpon Sarah untuk menanyakan kemana anak dan menantunya itu.


~ Assalamualaikum nyonya Sonia, ada yang bisa Sarah bantu?


📞 Sarah, tadi saya menghubungi Ayza dan Albian tapi tidak ada jawaban. kemana ya mereka?


~ Oh iya nyonya, mereka sedang kerumah sakit nyonya, karena nona Ayza akan melahirkan.


📞 Apa???? Ayza akan melahirkan. terus kenapa baru bilang?" Bunda Sonia terperanjat kaget.


~ Iya nyonya kami semua tadi cukup panik jadi kami tidak sempat menghubungi nyonya dan tuan. ini saya mau menyusul membawakan keperluan tuan Albian dan nona Ayza Nya.


📞 Baiklah kami juga akan segera kesana.


Bunda Sonia pun mengakhiri panggilannya dan segera memberitahu ayah Arsenio tak lupa ia menghubungi besannya keluarga Fernand Sanjaya.


Setelah itu mereka pun pergi menyusul Albian dan Ayza kerumah sakit.


Kembali di rumah sakit....


"Ayo ibu Ayza, sedikit lagi yuk...tarik nafas.... buang.... ayo buk pasti bisa .... sedikit lagi Bu" ujar dokter tersebut memberi arahan.


"Sayang, kamu pasti bisa... Aku sangat mencintaimu sayang..." ujar Albian di telinga Ayza dan Ayza menoleh kearah Albian lalu ia meneteskan air matanya dan kembali mendengarkan arahan para perawat dan dokter.


"eeeeeeegggghhhh....." Ayza mengeden dan ...


oweeekkk...oweekkkkkk.,...


"Alhamdulillah....." ujar dokter dan bidan yang membantu persalinan Ayza.


"Sayang.....anak kita" Albian menciumi istrinya, ia sangat bersyukur kepada Allah dengan semua yang sudah ia dapatkan saat ini.


"Terimakasih sayang, terimakasih banyak kau telah melengkapi hidupku dan kau telah memberikan seorang anak kepadaku. sungguh aku benar-benar sangat mencintaimu" ujar Albian sembari menitihkan air mata bahagianya. ia mengelus lembut kepala Ayza.


"Pak Albian, Bu Ayza selamat ya bayi kalian telah lahir dengan sehat dan berjenis kelamin pria dengan bobot 3,4 kg" ujar sang dokter sambil memberikan bayi itu kepada Albian.


"Alhamdulillah, terimakasih dokter" ucap Ayza masih lemas.

__ADS_1


"Sama-sama Bu, itu sudah menjadi tugas kami" dokter itu dengan senyum ramah.


"Sayang, aku adzani dulu ya" ujar Albian dan Ayza pun mengangguk.


Setelah itu, Albian memberikan bayinya pada bidan untuk di letakkan ditempat bayi untuk segera di pindahkan bersama sang ibu ke ruang perawatan.


"Loh mama, papa, bunda, Ayah...Kalian sudah disini?" tanya Albian yang baru saja keluar dari ruang bersalin nampak terkejut melihat semua keluarganya sudah berkumpul di depan ruangan.


"Dasar anak nakal...Berani sekali tidak bilang pada kami masalah sepenting ini hah'?" papa Fernand langsung merangkul Albian dan menjitak kepalanya.


"Ampunnn paaa....Al juga tadi terkejut dan bingung saat Bik Ima memanggil dan bilang Ayza mau melahirkan jadi Al segera berlari dan membawa Ayza kesini jadi benar-benar tidak sempat untuk menghubungi kalian semua. maafkan aku pa, ma, Ayah, bunda" jawab Albian memberi penjelasan.


"Sudahlah tidak masalah Fer, kita maklumi saja. kita kan pernah merasakannya juga" Ayah Arsenio memberi pengertian pada besannya itu.


"Terus bagaimana keadaan Ayza dan apakah sudja lahir cucu kami?" tanya bunda Sonia khawatir.


"Iya sayang bagaimana keadaan menantu mama dan juga cucu kami?" timpal mama Denisa


"Alhamdulillah Ayza baik-baik saja dan bayi kami sudah lahir dengan bobot 3,4 kg dan berjenis kelamin lelaki" beritahu Albian.


"Alhamdulillah...." ucap mereka semua lalu memeluk Albian bergantian.


"Selamat ya nak akhirnya kamu menjadi orang tua, jaga baik-baik anak dan istri kamu. jadilah orang tua yang baik, yang bisa memberi contoh baik untuk anak-anak nya nanti" pesan papa Fernand.


"Benar itu Al, kamu dan Ayza harus super dalam menjaga anak. oh ya ngomong-ngomong siapa nama cucu kami Al?" tanya ayah Arsenio.


"Iya pa, Ayah Al akan berusaha menjadi orang tua yang baik untuk anak Al dan Ayza. mengenai nama Al akan memberinya nama Fairel Albizar. Fairel itu artinya putra yang berani dan Albizar adalah singkatan nama Albian dan Ayza Reina" ujar Albian.


"Fairel ... nama yang bagus nak" puji mama Denisa dan di anggukki oleh semua yang ada di sana.


"Maaf pak Albian, ibu Ayza akan segera di pindahkan keruangan VVIP bersama sang bayi" salah satu perawat itu memberitahu.


"Baiklah"


Mereka pun mengikuti perawat tadi dan saat ini tibalah mereka di ruang VVIP.


"Masyaallah, tampan sekali cucu kita ma" ujar papa Fernand dan diangguki oleh mama Denisa.


"Cucu kami juga Fer" sindir ayah Arsenio.


"Hahaha iya Sen"


Mereka kembali bermain dengan Fairel cucu mereka.

__ADS_1



pic : Fairel Albizar.


__ADS_2