
Pernikahan Amel dan Dimas...
"Sayang, buruan dong nanti kita telat loh" teriak Albian yang menunggu Ayza dan Fairel di lantai bawah.
"Ini mas, tolong gendong Fairel dulu aku mau cari heelsku" Pinta Ayza seraya memberikan Fairel ke gendongan Albian.
"Uta ta ta ta ta ta..."
"Iya sayang, mommy lama ya"
"Ota iti ta ta ta..."
"Hahaha...anak Daddy lucu sekali sih" ujar Albian sambil menci*umi Fairel gemas.
"Hayoo...kalian pasti ngatain mommy ya" ucap Ayza yang masih menuruni anak tangga.
"Lihat rel, mommy GR banget ya"
"A ba ba ba" Fairel ngoceh sambil tersenyum
"Yasudah yuk kita berangkat" ajak Ayza
"Kamu cantik sekali istriku" bisik Albian sembari memberikan Fairel agar di gendong Ayza.
"Suami ku juga tampan sekali" balas Ayza seraya tersenyum manis.
Setelah saling melemparkan gombalannya, mereka pun akhirnya berangkat menuju salah satu hotel untuk menghadiri pernikahan sahabatnya yaitu Amel dan Dimas.
20 menit sudah mereka menempuh perjalanan, kini mereka bertiga sudah tiba di parkiran hotel. sorot kamera sudah mengarah ke keluarga kecil Albian dan Ayza. semua orang yang melihat terpesona akan ketampanan Albian dan kecantikan Ayza. tak kalah menghebohkan adalah baby Fairel yang sangat menggemaskan serta ketampanan nya yang menurun dari kedua orang tuanya.
"Amel.... selamat ya akhirnya nikah juga Lo" ujar Ayza memberikan selamat atas pernikahan Amel dan sang pujaan hatinya.
"Haha bisa aja Lo Ay, gimana gue cantik kan?" Amel dengan PD nya.
"Iya cantik banget Mel, pinter juga tuh penata rias make over Lo" ledek Ayza.
"Sialan Lo ya, gue mah cantik dari lahir keles...gak perlu permak-permak segala" kesal Amel sedangkan Ayza hanya tertawa-tawa saja.
"Happy wedding bro" Albian memberi selamat pada Dimas.
"Jangan kasih selamat doang dong bro, mana hadiah pernikahan gue" tagih Dimas.
"Tenang aja sudah gue siapin" ujar Albian.
"Asssiikk. Eh bro kasih tips dong malam pertama gimana?"bisik Dimas.
__ADS_1
"Tinggal lihat aja di 18+" jawab Albian santai
"Tidak membantu sama sekali" cibir Dimas menatap Albian kesal.
"Ayo sayang kita turun, aku lapar" ujar Albian tanpa malu.
"Seorang CEO perusahaan bisa-bisanya kelaparan" sindir Amel.
"Maklumi aja Mel, suami gue itu suka absurd" bisik Ayza.
Usai memberikan selamat kepada kedua mempelai, Albian sekeluarga pun bergabung dengan Robby, Arvin dan rekan-rekan di Ayza boutique. Sesekali ada rekan bisnis dari Fesnd Corp dan Pradja Group yang menghampiri mereka serta mengajaknya mengobrol.
"Mas, sepertinya Fairel sudah kelelahan lebih baik kita pulang yuk" ajak Ayza yang melihat anaknya sudah gelisah dan nampak lelah.
"Oh yasudah ayo kita pulang sayang" sahut Albian dan mereka pun berpamitan untuk pulang duluan kepada teman-teman mereka yang lain.
Setibanya di rumah, Ayza pun langsung mengganti pakaian Fairel dan memberinya ASI hingga Fairel pun tertidur.
"Sayang" panggil Albian mengusap ngusapkan kepalanya di bahu Ayza.
"Ada apa sih mas? nanti Fairel bangun" kesal Ayza yang baru saja menidurkan anaknya kini bayi gedenya lagi yang bertingkah.
"Mau"
"Mau apa?"
"Hugh...." Ayza pun pasrah kala Albian sudah mengangkat tubuhnya dan meletakkan nya di atas kasur.
Hingga terjadilah pergulatan yang sudah lama Albian rindukan.
"Satu ronde lagi sayang" tawar Albian
"Aku lelah mas" Ayza mengeluh
Tanpa mendengar keluhan dari sang istri Albian pun kembali menyerang sang istri tanpa ampun. hingga keduanya pun kelelahan dan tertidur dengan Albian memeluk tubuh Ayza.
...........
5 tahun kemudian.....
"Pokoknya Fairel mau di antarin mommy" Fairel ngambek
"Sayang, di antar Tante Sarah dulu ya, mommy dan Daddy sudah ada janji sama klien sayang" Albian menenangkan anaknya itu.
"Kalau begitu Fairel tidak usah ke sekolah saja"
__ADS_1
"Fairel sayang jangan seperti ini dong nak. Fairel tidak sayang lagi ya sama mommy?" Ayza memasang wajah sendunya.
"No mommy, Fairel sangatlah menyayangi mommy. tapi Fairel ingin sekali di temani mommy seperti teman-teman Fairel yang lain. Fairel iri mom sama mereka" jawab Fairel sendu membuat hati Ayza merasa nyeri mendengar penuturan anak kesayangan itu.
"Mas, Aku temani Fairel kesekolah ya" izin Ayza.
"Hemm... yasudah mommy temani Fairel dulu, kasihan dia"
"Fairel sayang, Daddy berangkat kerja dulu ya, hari ini mommy akan menemani Fairel" sambung Albian
"Yeayyy...really mommy?" Fairel senang dan Ayza mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan anaknya tadi.
"Yasudah, Daddy berangkat dulu ya, kamu nanti hati-hati ya sayang bawa mang Diman aja jangan menyetir sendiri, oke" pamit Albian lalu menci*umi anak dan istrinya itu.
Setelah Daddy mereka berangkat, Ayza dan Fairel pun juga berangkat dengan di sopirin mang Diman, seperti yang tadi di bilang Daddy nya.
Di sepanjang jalan Fairel tak hentinya berceloteh dan bersenandung menyanyikan lagu-lagu yang di pelajarinya disekolah.
"Eh eh...itu kan Ayzaila istri dari Albian Sanjaya pengusaha muda yang kini menjadi pemegang Fesnd Corp" bisik ibu-ibu rumpi yang ada di taman kanak-kanak itu.
"Jadi anak itu bukan anak haram?" tanya salah satu ibu-ibu disana. memang salah satu faktor Fairel ingin Mommynya menghantarkan nya itu karena ia mendengar ada ibu-ibu yang menggosipkan nya sebagai anak haram karena selalu di temani Sarah pengasuhnya.
Selama ini Fairel sangat mengerti akan kesibukkan kedua orang tuanya yang memiliki kerajaan bisnis yang sangat sukses. bahkan fairel sering browsing dan mengikuti kegiatan Mommy dan Daddy itu. Meski usianya baru 5 tahun tapi Fairel sangat cerdas dan bersikap seperti orang dewasa. Dia biasa saja di gosipkan sebagai anak haram karena itu tidaklah benar maka dari itu ia tak menghiraukan nya. namun belakangan kedua orang tua nya tak luput dari bahan gosipan ibu-ibu rempong itu, sehingga dari sana lah Fairel mulai geram dan akan membungkam mulut semua ibu-ibu tidak ada kerjaan tersebut.
"Halo...anda ibu dari Fairel ya? wah pantas saja Fairel sangat tampan ternyata menurun dari ibunya yang juga sangat cantik" puji salah satu ibu disana.
"Cih, tidak tau malu" decih Fairel. Ayza ynag sudah begitu faham dengan sifat anaknya itu pun menjadi penasaran, apa yang sebenarnya terjadi.
"Dari sikap Fairel barusan, sepertinya ibu-ibu ini sudah sangat keterlaluan" batin Ayza yang sudah menunjukkan wajah yang tak bersahabat.
Seketika anak-anak yang tadinya disuruh menjauhi Fairel, langsung mendekati Fairel dan menyapanya dengan ramah.
Ayza yang melihat kejadian itu secara langsung pun sudah mulai kesal dengan sikap orang-orang disana yang sangat bermuka dua.
"Mom, bisakah Fairel privat saja dirumah" pinta Fairel memecah lamunannya.
"Iya sayang, nanti kita bicarakan dulu sama Daddy ya, sekarang Fairel masuk dulu aja, Mommy janji akan disini sampai Fairel selesai" ujar Ayza dengan lembut.
Mendengar ucapan Mommy ya itu, Fairel pun menurut dan segera masuk ke dalam kelas. Sedangkan Ayza langsung masuk kembali ke mobilnya dan menunggu Fairel di mobil.
"Sombong sekali sih, mentang-mentang orang kaya belagu" sewot ibu-ibu yang masih menunggu disana.
"Iya ih, kalau bukan istri pak Albian sudah aku Jambak dari tadi" gerutu nya lagi.
Ayza hanya menatap ibu-ibu itu dari balik jendela mobilnya yang gelap. Setelah ia menanyakan kepada Sarah dan di beritahu kejadian nya. Ayza benar-benar menjadi marah dan kesal dengan ibu-ibu disana. ia pun memfoto ibu-ibu itu dan mengirimkan nya ke om Jo untuk di cari tahu data tentang mereka.
__ADS_1
"Kalian sungguh keterlaluan, membuat anakku menjadi sedih hingga tak ingin lagi bersekolah. maka lihat saja apa yang akan aku lakukan, sabar juga ada batasnya" gumam Ayza menatap tajam kerumunan ibu-ibu disana.