Idola Kampus

Idola Kampus
Eps 75


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap Syasya yang belum tau jika ada Ayza disana.


"Walaikumsalam" jawab semua orang yang ada disana termasuk Ayza.


"Ada apa nih rame-rame" tanya Syasya yang belum melihat Ayza.


"Ini sayang abangmu memperkenalkan pacarnya" Ujar Denisa dengan senyum yang merekah.


"Mana mana ma.. " Syasya antusias.


"Hai Sya" sapa Ayza seraya tersenyum


"Kak Ayza" Syasya terkejut lalu langsung berhambur memeluk Ayza.


"Loh Sya kamu mengenal Ayza?" tanya Fernand yang heran karena anak bungsunya mengenal Ayza.


"Kenal dong pa, kak Ayza ini kakaknya Dara sahabat syasya yang pernah syasya ceritain waktu itu" jelas Syasya.


"Jadi pacarnya abang Al, kakak?" tanya Syasya kembali dan dijawab dengan anggukan oleh Ayza.


"Waah sungguh tak disangka. kalau tau kak Ay yang jadi kakak ipar Syasya sih, pasti syasya sangat setujuh 1000 persen" ungkapnya dengan antusias.


"Kamu bisa aja Sya" sahut Ayza tersenyum mendengar ucapan Syasya barusan.


"Sudah nanti lagi ngobrolnya, sekarang lebih baik kita makan malam dulu" ajak Denisa


Mereka semua pun mengakhiri obrolan mereka dan menuju ke meja makan. Pelayan yang tadi masih saja tertunduk karena takut melakukan kesalahan seperti tadi. Ayza yang masih memperhatikan pelayan itu pun merasa kasihan dan akhirnya...


"Maaf bu, bisa antarkan saya ke toilet" pinta Ayza sopan.


"Kak Ay, biar Syasya saja yang antarin kakak" sahut Syasya hendak berdiri dari meja makan.


"Emm... Gapapa sya, kamu duduk aja ya" tolak Ayza halus.


"Emm... yaudah deh, bi tolong antarkan kakak iparku" titah Syasya kepada pelayannya.


"Ba.. baik nona muda" gugupnya.


"Pasti nona ini mau memberiku pelajaran, semua wanita yang dekat dengan tuan pasti hanya mengincar harta tuan Albian dan selalu semena-mena" batin pelayan tersebut.

__ADS_1


Pelayan itu pun mempersilahkan Ayza untuk jalan terlebih dahulu sembari di beri arahan oleh ibu pelayan.


"Silahkan nona ini toiletnya" ujar Ibu pelayan setelah mereka tiba di salah satu toilet tamu disana.


"Hemm... Saya tidak akan mempermasalahkan masalah tadi bu, jadi ibu tenang saja. tapi saya berharap ibu tidak melakukan hal yang seperti tadi lagi kepada tamu yang lain. namanya tamu bukankah tuan rumah harus menjamunya? jadi saya harap ibu bisa lebih baik lagi kedepannya. bukannya saya sok pintar atau apa, saya berbicara begini juga demi kebaikan ibu Sendiri" jelas Ayza panjang.


Mendengar perkataan Ayza itu membuat ibu pelayan itu menitihkan air matanya. memang betul apa yang ia lakukan tadi kepada Ayza sangatlah tidak sopan. tapi bukannya memakinya atau bahkan Ayza bisa saja menyuruh Albian memecat ibu itu tapi yang ayza lakukan malah memberitahunya secara baik-baik bahkan setelahnya ia tersenyum dan membantu mengelap air mata ibu pelayan itu.


"Terimakasih nona, saya minta maaf atas kelakuan saya tadi. saya benar-benar menyesal telah bertindak bo*oh seperti tadi" sahutnya seraya tertunduk.


"Iya bu, gapapa kok aku mengerti" ujar Ayza memeluk ibu pelayan tadi.


"Ternyata nona Ayza memang wanita yang baik, tadinya saya fikir dia orang yang angkuh. tapi ternyata hatinya secantik wajahnya. aku sangat menyesal telah berfikir yang tidak-tidak terhadap nona Ayza" sesal ibu pelayan dalam hatinya.


Tanpa disadari ternyata ada Denisa yang berdiri tak jauh dari mereka. Denisa awalnya hendak meminta ibu pelayan tadi mengambilkan kue langganannya, dan hanya ibu pelayan itu yang mengetahui tempatnya selain Denisa. namun baru saja ingin memanggil Denisa malah ikut mendengar semua obrolan Ayza dan ibu pelayan mansionnya itu. semua tindakan Ayza sudah terlihat jelas oleh Denisa, sehingga membuatnya semakin kagum akan sosok pacar dari anak sulungnya itu.


"Kamu tak salah memilih Al, mama rasa Ayza sangat tepat menjadi pendampingmu, mama sangat menyukai sifat tegas dan lembut yang Ayza miliki" Denisa berbicara dalam hati sembari tersenyum kearah Ayza yang masih belum sadar jika ada Denisa yang melihatnya dibalik tembok.


"Yasudah ayo bik kita kembali nanti mereka kelamaan menunggu hehe" Ajak Ayza, dan mereka pun kembali menuju ruang makan.


Denisa dengan segera melakangkahkan kakinya menuju ruang makan sebelum Ayza yang datang terlebih dahulu.


"Sumpah demi mie lembek... abang alay banget" kesal Syasya.


"Kok mie lembek sih nak" sahut Fernand


"Yasudahlah pah, gak usah di fikirin. itu hanya perumpamaan saja" jawab Syasya malas. membuat semuanya menggelengkan kepala


Usai berbincang sedikit, mereka semua kembali melanjutkan makan malamnya dengan tenang tanpa bersuara hingga hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling beradu.


Hingga selesai sudah acara makan malam tersebut. mereka kembali mengobrol sebentar kemudian Ayza pamit untuk pulang karena hari sudah semakin larut. Albian pastinya akan menghantarkan kekasihnya itu meski sudah di tolak dengan alasan ia bisa pulang sendiri tapi tetap saja namanya Albian akan tetap terus memaksa Ayza, hingga Ayza tak dapat lagi menolak dan menuruti kemauan Albian.


Kini Albian dan Ayza sudah melajukan mobilnya keluar dari mansion Albian.


"Sayang" panggil Albian


"Hemm"


"Boleh aku tanya?" tanya Albian sedikit ragu.

__ADS_1


"Boleh"


"Hmm,,, kenapa kamu tidak pernah membawa mobil ini. padahal mobil ini kan hanya dimiliki oleh 3 orang didunia. aku saja gak bisa dapatinnya loh sayang" ujar Albian


"Emm... aku malas sayang"


"Malas??? jawab yang benar sayang" rengek Albian.


"Kenapa kamu sangat ingin tau?" tanya Ayza heran.


"Itu karena... mobil sekeren ini tidak kamu tunjukkan itu sangat disayangkan sekali yank"


"Aku tidak suka pamer" jawab singkat Ayza, ia merasa kesal dengan ucapan Albian yang kesannya selalu ingin memamerkan apa yang ia punya.


"Sayang, maaf aku tidak bermaksud begitu, jangan marah ya. sayang" mohon Albian namun Ayza hanya diam hingga tanpa sadar ia terlelap saking lelahnya hari ini buat Ayza.


"Sayang" panggil Albian kembali.


"Oalah tidur... hemm... kamu semakin cantik saat tidur sayang. aku beruntung memilikimu, kamu berbeda dari wanita lainnya. aku bangga padamu Ay" lirih Albian.


Tak lama mereka pun tiba di mansion Ayza, kini Albian mencoba membangunkan Ayza namun nampaknya ia sangat nyenyak dan Albian pun memutuskan untuk menggendong Ayza sampai kedalam.


"Permisi, saya mau membawa Ayza kekamarnya" ucap Albian ketika pintu baru saja di buka oleh pelayan.


"Oh, baiklah tuan, silahkan naik kelantai atas" sahut pelayan itu.


Dengan cepat Albian pun berjalan melewati pelayan tadi dan naik kelantai 2 menuju kamar Ayza.


"Kamarmu rapi sekali sayang. baru pertama kali aku masuk kekamar seorang gadis hehe" lirihnya pelan hingga tak terdengar orang lain.


Albian sedikit menunduk lalu mencium kening Ayza dengan lembut.


"Good night cintaku 😘"


"Kalau begitu saya permisi dulu ya bik" ucap Albian kepada pelayan yang masih berdiri di ambang pintu.


"Ba.. baik tuan, mari saya antar" pelayan itu tersadar dari lamunannya, ia melihat betapa besarnya cinta Albian kepada nona mudanya itu membuat ia merasa terharu dan ikut bahagia.


Setelah berpamitan, Albian pun pergi dengan menaiki mobil yang di bawa sopirnya. sedari tadi memang Albian menyuruh sopirnya untuk mengikutinya karena area mansion Ayza sama seperti mansionnya yang tidak ada kendaraan umum seperti taxi apalagi angkot yang melintasinya.

__ADS_1


__ADS_2